logo
Polemik SPMB Siak Hulu, DPRD Kampar Soroti Kinerja Disdikpora hingga Dugaan Inte Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Polda Riau Bongkar Modus Pengurangan Isi Truk Tangki BBM Bersubsidi, Tiga Orang Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Menhut Raja Juli Bungkam Soal Amplop Suhardiman, KPK Tegaskan Sudah Masuk Ranah Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Rupiah Menguat ke Rp17.888 per Dolar AS, Kekhawatiran Defisit APBN Mulai Mereda Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Dua Residivis Spesialis Bobol Ruko Kosong Ditangkap, Beraksi 12 Kali di Pekanbar Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Kabar Baik untuk Petani Riau: Harga Sawit Naik, TBS Plasma Sentuh Rp3.930/Kg, Sw Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Sebulan Dua Korban Tewas, Kini Harimau Sumatera Nyaris Menerkam Pekerja Sawit di Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Diduga Mabuk, Pengendara Motor Tabrak Pemotor Lain di Jalan Tengku Bey Pekanbaru Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi
HOME / News / PEKANBARU
Solar Subsidi Kosong di Sejumlah SPBU, Kendaraan Menumpuk di Arifin Ahmad Pekanbaru
Antrean kendaraan yang mengular di SPBU Arifin Ahmad Pekanbaru. (Foto: Wahyu)
Solar Subsidi Kosong di Sejumlah SPBU, Kendaraan Menumpuk di Arifin Ahmad Pekanbaru
Editor: Arya Mahendra | Penulis: wahyu falatehan
9 Juli 2026 | 15:49:01

PEKANBARU - Antrean panjang kendaraan kembali terjadi di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Kota Pekanbaru, Kamis (9/7/2026). Kondisi ini dipicu kosongnya stok Bio Solar subsidi di beberapa SPBU, sehingga pengendara beralih ke SPBU yang masih memiliki persediaan.

Salah satu antrean terpantau di SPBU Jalan Arifin Ahmad. Puluhan kendaraan, terutama truk dan mobil berbahan bakar solar, tampak mengular hingga ke bahu jalan sejak pagi.

Pengawas SPBU Arifin Ahmad, Teddy, mengatakan lonjakan antrean bukan disebabkan berkurangnya stok di SPBU tersebut, melainkan karena banyak kendaraan datang dari SPBU lain yang kehabisan Bio Solar.

"Saya rasa ini buangan dari SPBU lain yang kosong, jadi pengendara larinya ke sini. Kami memang jarang putus stok solar, makanya banyak yang mengisi di sini," ujar Teddy.

iklan-view

Menurutnya, antrean sudah mulai terbentuk sejak SPBU beroperasi pada pagi hari dan biasanya mencapai puncaknya menjelang siang. Meski diserbu kendaraan, stok Bio Solar di SPBU tersebut dipastikan masih aman.

"Kami terus mengatur antrean agar tidak meluas sampai mengganggu arus lalu lintas. Petugas turun langsung mengarahkan kendaraan supaya tetap tertib," katanya.

Salah seorang pengendara, Imron, mengaku harus menunggu hampir dua jam untuk mendapatkan jatah pengisian Bio Solar subsidi.

"Hampir dua jam saya mengantre," ujarnya.

Para pengendara berharap Pertamina segera mengatasi persoalan distribusi Bio Solar subsidi agar stok di seluruh SPBU kembali merata dan antrean panjang tidak terus berulang. (why)

Home / News
Solar Subsidi Kosong di Sejumlah SPBU, Kendaraan Menumpuk di Arifin Ahmad Pekanbaru
Editor: Arya Mahendra | Penulis: wahyu falatehan
Rubrik: news | 9 Juli 2026 | 15:49:01
Solar Subsidi Kosong di Sejumlah SPBU, Kendaraan Menumpuk di Arifin Ahmad Pekanbaru
Antrean kendaraan yang mengular di SPBU Arifin Ahmad Pekanbaru. (Foto: Wahyu)

PEKANBARU - Antrean panjang kendaraan kembali terjadi di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Kota Pekanbaru, Kamis (9/7/2026). Kondisi ini dipicu kosongnya stok Bio Solar subsidi di beberapa SPBU, sehingga pengendara beralih ke SPBU yang masih memiliki persediaan.

Salah satu antrean terpantau di SPBU Jalan Arifin Ahmad. Puluhan kendaraan, terutama truk dan mobil berbahan bakar solar, tampak mengular hingga ke bahu jalan sejak pagi.

Pengawas SPBU Arifin Ahmad, Teddy, mengatakan lonjakan antrean bukan disebabkan berkurangnya stok di SPBU tersebut, melainkan karena banyak kendaraan datang dari SPBU lain yang kehabisan Bio Solar.

"Saya rasa ini buangan dari SPBU lain yang kosong, jadi pengendara larinya ke sini. Kami memang jarang putus stok solar, makanya banyak yang mengisi di sini," ujar Teddy.

Menurutnya, antrean sudah mulai terbentuk sejak SPBU beroperasi pada pagi hari dan biasanya mencapai puncaknya menjelang siang. Meski diserbu kendaraan, stok Bio Solar di SPBU tersebut dipastikan masih aman.

"Kami terus mengatur antrean agar tidak meluas sampai mengganggu arus lalu lintas. Petugas turun langsung mengarahkan kendaraan supaya tetap tertib," katanya.

Salah seorang pengendara, Imron, mengaku harus menunggu hampir dua jam untuk mendapatkan jatah pengisian Bio Solar subsidi.

"Hampir dua jam saya mengantre," ujarnya.

Para pengendara berharap Pertamina segera mengatasi persoalan distribusi Bio Solar subsidi agar stok di seluruh SPBU kembali merata dan antrean panjang tidak terus berulang. (why)