logo
Intan Sari Terpilih Jadi Ketua RT 02 Tobekgodang, Partisipasi Warga Capai 90 Per Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi BMKG Keluarkan Peringatan Dini, Hujan Lebat Hari Ini Guyur Rohul dan Kuansing Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi DPRD Riau Desak Pemprov Tetapkan Standar Harga Kelapa, Harga di Inhil Anjlok ke Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi KPU Pekanbaru dan PWI Teken MoU, Perkuat Publikasi Kepemiluan hingga Tangkal Hoa Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Uji Kekuatan Tanah, Bandara SSK II Pekanbaru Ubah Jam Operasional Sementara Mula Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Ditjenpas Riau Akui Kelalaian Pengawal Jadi Pemicu Napi Kabur, Usul Hukuman Bera Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Pengakuan Tangan Kanan Ibnu: Napi Kabur Diduga Rutin Keluar Lapas, Sipir Disebut Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Terungkap! Napi Kabur dari Lapas Pekanbaru Diduga "Otak" Penyelundupan Sabu ke B Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi
HOME / News / PEKANBARU
Solar Subsidi Kosong di Sejumlah SPBU, Kendaraan Menumpuk di Arifin Ahmad Pekanbaru
Antrean kendaraan yang mengular di SPBU Arifin Ahmad Pekanbaru. (Foto: Wahyu)
Solar Subsidi Kosong di Sejumlah SPBU, Kendaraan Menumpuk di Arifin Ahmad Pekanbaru
Editor: Arya Mahendra | Penulis: wahyu falatehan
9 Juli 2026 | 15:49:01

PEKANBARU - Antrean panjang kendaraan kembali terjadi di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Kota Pekanbaru, Kamis (9/7/2026). Kondisi ini dipicu kosongnya stok Bio Solar subsidi di beberapa SPBU, sehingga pengendara beralih ke SPBU yang masih memiliki persediaan.

Salah satu antrean terpantau di SPBU Jalan Arifin Ahmad. Puluhan kendaraan, terutama truk dan mobil berbahan bakar solar, tampak mengular hingga ke bahu jalan sejak pagi.

Pengawas SPBU Arifin Ahmad, Teddy, mengatakan lonjakan antrean bukan disebabkan berkurangnya stok di SPBU tersebut, melainkan karena banyak kendaraan datang dari SPBU lain yang kehabisan Bio Solar.

"Saya rasa ini buangan dari SPBU lain yang kosong, jadi pengendara larinya ke sini. Kami memang jarang putus stok solar, makanya banyak yang mengisi di sini," ujar Teddy.

iklan-view

Menurutnya, antrean sudah mulai terbentuk sejak SPBU beroperasi pada pagi hari dan biasanya mencapai puncaknya menjelang siang. Meski diserbu kendaraan, stok Bio Solar di SPBU tersebut dipastikan masih aman.

"Kami terus mengatur antrean agar tidak meluas sampai mengganggu arus lalu lintas. Petugas turun langsung mengarahkan kendaraan supaya tetap tertib," katanya.

Salah seorang pengendara, Imron, mengaku harus menunggu hampir dua jam untuk mendapatkan jatah pengisian Bio Solar subsidi.

"Hampir dua jam saya mengantre," ujarnya.

Para pengendara berharap Pertamina segera mengatasi persoalan distribusi Bio Solar subsidi agar stok di seluruh SPBU kembali merata dan antrean panjang tidak terus berulang. (why)

Home / News
Solar Subsidi Kosong di Sejumlah SPBU, Kendaraan Menumpuk di Arifin Ahmad Pekanbaru
Editor: Arya Mahendra | Penulis: wahyu falatehan
Rubrik: news | 9 Juli 2026 | 15:49:01
Solar Subsidi Kosong di Sejumlah SPBU, Kendaraan Menumpuk di Arifin Ahmad Pekanbaru
Antrean kendaraan yang mengular di SPBU Arifin Ahmad Pekanbaru. (Foto: Wahyu)

PEKANBARU - Antrean panjang kendaraan kembali terjadi di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Kota Pekanbaru, Kamis (9/7/2026). Kondisi ini dipicu kosongnya stok Bio Solar subsidi di beberapa SPBU, sehingga pengendara beralih ke SPBU yang masih memiliki persediaan.

Salah satu antrean terpantau di SPBU Jalan Arifin Ahmad. Puluhan kendaraan, terutama truk dan mobil berbahan bakar solar, tampak mengular hingga ke bahu jalan sejak pagi.

Pengawas SPBU Arifin Ahmad, Teddy, mengatakan lonjakan antrean bukan disebabkan berkurangnya stok di SPBU tersebut, melainkan karena banyak kendaraan datang dari SPBU lain yang kehabisan Bio Solar.

"Saya rasa ini buangan dari SPBU lain yang kosong, jadi pengendara larinya ke sini. Kami memang jarang putus stok solar, makanya banyak yang mengisi di sini," ujar Teddy.

Menurutnya, antrean sudah mulai terbentuk sejak SPBU beroperasi pada pagi hari dan biasanya mencapai puncaknya menjelang siang. Meski diserbu kendaraan, stok Bio Solar di SPBU tersebut dipastikan masih aman.

"Kami terus mengatur antrean agar tidak meluas sampai mengganggu arus lalu lintas. Petugas turun langsung mengarahkan kendaraan supaya tetap tertib," katanya.

Salah seorang pengendara, Imron, mengaku harus menunggu hampir dua jam untuk mendapatkan jatah pengisian Bio Solar subsidi.

"Hampir dua jam saya mengantre," ujarnya.

Para pengendara berharap Pertamina segera mengatasi persoalan distribusi Bio Solar subsidi agar stok di seluruh SPBU kembali merata dan antrean panjang tidak terus berulang. (why)