
JAKARTA-Argentina akan menghadapi Swiss pada babak perempat final Piala Dunia 2026 di Arrowhead Stadium, Kansas City, Minggu (12/7/2026) pukul 08.00 WIB. Pertandingan ini diprediksi berlangsung sengit karena menjadi penentu langkah menuju semifinal sekaligus ujian besar bagi ambisi La Albiceleste mempertahankan gelar juara dunia.
Tim asuhan Lionel Scaloni datang dengan kepercayaan diri tinggi setelah mencatat kemenangan dramatis 3-2 atas Mesir di babak 16 besar. Gol penentu pada masa injury time kembali menunjukkan mental juara yang masih dimiliki Argentina. Meski demikian, kemenangan tersebut juga memperlihatkan bahwa lini pertahanan mereka masih menyisakan celah yang dapat dimanfaatkan lawan.
Di sisi lain, Swiss tampil sebagai salah satu kejutan terbesar turnamen. Tim besutan Murat Yakin sukses menyingkirkan Kolombia melalui adu penalti dan memastikan tiket ke perempat final untuk pertama kalinya dalam lebih dari tujuh dekade. Keberhasilan itu menjadi bukti bahwa Swiss tidak hanya mengandalkan organisasi pertahanan yang disiplin, tetapi juga semakin matang dalam membangun serangan.
Duel ini juga menghadirkan reuni beberapa pemain yang pernah bertemu pada Piala Dunia 2014, termasuk Lionel Messi, Granit Xhaka, dan Ricardo Rodriguez. Pengalaman menghadapi Messi membuat para pemain Swiss memahami ancaman yang dimiliki kapten Argentina tersebut, meski menghentikannya tetap menjadi pekerjaan yang sangat sulit.

Secara taktik, pertandingan diperkirakan berlangsung menarik. Argentina kemungkinan masih mengandalkan dominasi penguasaan bola serta kreativitas lini tengah untuk membuka ruang bagi Messi dan para penyerangnya. Sebaliknya, Swiss diprediksi bermain lebih rapat, mengandalkan transisi cepat dan efektivitas serangan balik yang selama ini menjadi kekuatan mereka.
Pelatih Murat Yakin menilai Argentina bukan tim yang tanpa kelemahan. Pernyataan tersebut bukan tanpa alasan, mengingat juara bertahan itu sempat mengalami kesulitan saat menghadapi Tanjung Verde maupun Mesir. Jika mampu menjaga disiplin sepanjang pertandingan, Swiss berpeluang memberikan tekanan serius kepada favorit juara tersebut.
Namun, pengalaman tampil di laga-laga besar tetap menjadi keunggulan utama Argentina. Kombinasi kepemimpinan Lionel Messi, ketenangan Lionel Scaloni di pinggir lapangan, serta mental juara yang telah terbukti pada Piala Dunia sebelumnya membuat La Albiceleste masih lebih diunggulkan untuk mengamankan tiket semifinal.
Meski demikian, selisih kualitas kedua tim diperkirakan tidak akan terlalu jauh. Swiss memiliki organisasi permainan yang solid dan semangat untuk menciptakan sejarah baru, sementara Argentina membawa beban sebagai juara bertahan. Pertarungan ini berpotensi menjadi salah satu laga paling menarik di babak perempat final Piala Dunia 2026, dengan setiap kesalahan kecil bisa menjadi penentu hasil akhir pertandingan.(*)






JAKARTA-Argentina akan menghadapi Swiss pada babak perempat final Piala Dunia 2026 di Arrowhead Stadium, Kansas City, Minggu (12/7/2026) pukul 08.00 WIB. Pertandingan ini diprediksi berlangsung sengit karena menjadi penentu langkah menuju semifinal sekaligus ujian besar bagi ambisi La Albiceleste mempertahankan gelar juara dunia.
Tim asuhan Lionel Scaloni datang dengan kepercayaan diri tinggi setelah mencatat kemenangan dramatis 3-2 atas Mesir di babak 16 besar. Gol penentu pada masa injury time kembali menunjukkan mental juara yang masih dimiliki Argentina. Meski demikian, kemenangan tersebut juga memperlihatkan bahwa lini pertahanan mereka masih menyisakan celah yang dapat dimanfaatkan lawan.
Di sisi lain, Swiss tampil sebagai salah satu kejutan terbesar turnamen. Tim besutan Murat Yakin sukses menyingkirkan Kolombia melalui adu penalti dan memastikan tiket ke perempat final untuk pertama kalinya dalam lebih dari tujuh dekade. Keberhasilan itu menjadi bukti bahwa Swiss tidak hanya mengandalkan organisasi pertahanan yang disiplin, tetapi juga semakin matang dalam membangun serangan.
Duel ini juga menghadirkan reuni beberapa pemain yang pernah bertemu pada Piala Dunia 2014, termasuk Lionel Messi, Granit Xhaka, dan Ricardo Rodriguez. Pengalaman menghadapi Messi membuat para pemain Swiss memahami ancaman yang dimiliki kapten Argentina tersebut, meski menghentikannya tetap menjadi pekerjaan yang sangat sulit.
Secara taktik, pertandingan diperkirakan berlangsung menarik. Argentina kemungkinan masih mengandalkan dominasi penguasaan bola serta kreativitas lini tengah untuk membuka ruang bagi Messi dan para penyerangnya. Sebaliknya, Swiss diprediksi bermain lebih rapat, mengandalkan transisi cepat dan efektivitas serangan balik yang selama ini menjadi kekuatan mereka.
Pelatih Murat Yakin menilai Argentina bukan tim yang tanpa kelemahan. Pernyataan tersebut bukan tanpa alasan, mengingat juara bertahan itu sempat mengalami kesulitan saat menghadapi Tanjung Verde maupun Mesir. Jika mampu menjaga disiplin sepanjang pertandingan, Swiss berpeluang memberikan tekanan serius kepada favorit juara tersebut.
Namun, pengalaman tampil di laga-laga besar tetap menjadi keunggulan utama Argentina. Kombinasi kepemimpinan Lionel Messi, ketenangan Lionel Scaloni di pinggir lapangan, serta mental juara yang telah terbukti pada Piala Dunia sebelumnya membuat La Albiceleste masih lebih diunggulkan untuk mengamankan tiket semifinal.
Meski demikian, selisih kualitas kedua tim diperkirakan tidak akan terlalu jauh. Swiss memiliki organisasi permainan yang solid dan semangat untuk menciptakan sejarah baru, sementara Argentina membawa beban sebagai juara bertahan. Pertarungan ini berpotensi menjadi salah satu laga paling menarik di babak perempat final Piala Dunia 2026, dengan setiap kesalahan kecil bisa menjadi penentu hasil akhir pertandingan.(*)