
PEKANBARU- Momen libur sekolah dimanfaatkan Besi Berani Creative untuk menggerakkan perekonomian pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) melalui bazar Magical Holyfun di pelataran air terjun Mal SKA Pekanbaru. Kegiatan yang berlangsung 1–12 Juli 2026 itu diikuti 25 pelaku UMKM yang menawarkan beragam kuliner dan produk kreatif.
Perwakilan Besi Berani Creative, Aksani Fajar Rizki, mengatakan Mal SKA dipilih karena menjadi salah satu pusat perbelanjaan dengan jumlah pengunjung yang tinggi. Kondisi itu dinilai memberi peluang besar bagi pelaku UMKM untuk memperluas pasar sekaligus meningkatkan omzet penjualan.
"Mal SKA merupakan ikon pusat perbelanjaan di Pekanbaru. Pengunjungnya bukan hanya warga Pekanbaru, tetapi juga datang dari berbagai daerah. Itu sebabnya kami memilih lokasi ini sebagai tempat penyelenggaraan bazar," ujarnya.
Menurut Aksani, penyelenggara tidak memberlakukan proses kurasi yang rumit bagi peserta. Selama pelaku usaha bersedia mematuhi standar operasional yang telah ditetapkan, mereka diberi kesempatan mengikuti bazar.

Peserta diwajibkan mengikuti jam operasional mal, mulai pukul 10.00 hingga 22.00 WIB. Sementara pedagang yang memasak di lokasi harus menggunakan tabung LPG minimal berukuran 5 kilogram dan memasang alas pelindung di bawah meja sebagai bagian dari standar keamanan.
Tak hanya menghadirkan stan kuliner dan multiproduk, panitia juga menyiapkan berbagai hiburan untuk menarik minat pengunjung. Atraksi sulap, badut, hingga penampilan sekolah seni dari Pekanbaru menjadi hiburan bagi keluarga yang menghabiskan masa libur sekolah di Mal SKA.
"Berdasarkan evaluasi kami, jumlah pengunjung paling ramai terjadi pada akhir pekan, mulai Jumat hingga Minggu. Sementara pada hari kerja, pengunjung tetap ada meski tidak seramai akhir pekan," jelasnya.
Di sisi lain, penyelenggaraan bazar di ruang terbuka memiliki tantangan tersendiri. Cuaca yang tidak menentu, baik panas maupun hujan, kerap memengaruhi kenyamanan pengunjung.
Untuk mengantisipasi hal itu, panitia memasang paranet di area tempat duduk sehingga pengunjung tetap dapat menikmati kuliner dengan lebih nyaman.
Aksani berharap kegiatan yang berakhir pada 12 Juli tersebut mampu memberikan dampak positif bagi pelaku UMKM sekaligus menjadi pilihan masyarakat untuk mengisi libur sekolah.
"Kami mengajak masyarakat Pekanbaru dan sekitarnya datang ke Magical Holyfun. Banyak pilihan kuliner, minuman, serta hiburan yang dapat dinikmati bersama keluarga. Harapannya, kehadiran masyarakat dapat membantu meningkatkan pendapatan para pelaku UMKM," tutupnya.(*)






PEKANBARU- Momen libur sekolah dimanfaatkan Besi Berani Creative untuk menggerakkan perekonomian pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) melalui bazar Magical Holyfun di pelataran air terjun Mal SKA Pekanbaru. Kegiatan yang berlangsung 1–12 Juli 2026 itu diikuti 25 pelaku UMKM yang menawarkan beragam kuliner dan produk kreatif.
Perwakilan Besi Berani Creative, Aksani Fajar Rizki, mengatakan Mal SKA dipilih karena menjadi salah satu pusat perbelanjaan dengan jumlah pengunjung yang tinggi. Kondisi itu dinilai memberi peluang besar bagi pelaku UMKM untuk memperluas pasar sekaligus meningkatkan omzet penjualan.
"Mal SKA merupakan ikon pusat perbelanjaan di Pekanbaru. Pengunjungnya bukan hanya warga Pekanbaru, tetapi juga datang dari berbagai daerah. Itu sebabnya kami memilih lokasi ini sebagai tempat penyelenggaraan bazar," ujarnya.
Menurut Aksani, penyelenggara tidak memberlakukan proses kurasi yang rumit bagi peserta. Selama pelaku usaha bersedia mematuhi standar operasional yang telah ditetapkan, mereka diberi kesempatan mengikuti bazar.
Peserta diwajibkan mengikuti jam operasional mal, mulai pukul 10.00 hingga 22.00 WIB. Sementara pedagang yang memasak di lokasi harus menggunakan tabung LPG minimal berukuran 5 kilogram dan memasang alas pelindung di bawah meja sebagai bagian dari standar keamanan.
Tak hanya menghadirkan stan kuliner dan multiproduk, panitia juga menyiapkan berbagai hiburan untuk menarik minat pengunjung. Atraksi sulap, badut, hingga penampilan sekolah seni dari Pekanbaru menjadi hiburan bagi keluarga yang menghabiskan masa libur sekolah di Mal SKA.
"Berdasarkan evaluasi kami, jumlah pengunjung paling ramai terjadi pada akhir pekan, mulai Jumat hingga Minggu. Sementara pada hari kerja, pengunjung tetap ada meski tidak seramai akhir pekan," jelasnya.
Di sisi lain, penyelenggaraan bazar di ruang terbuka memiliki tantangan tersendiri. Cuaca yang tidak menentu, baik panas maupun hujan, kerap memengaruhi kenyamanan pengunjung.
Untuk mengantisipasi hal itu, panitia memasang paranet di area tempat duduk sehingga pengunjung tetap dapat menikmati kuliner dengan lebih nyaman.
Aksani berharap kegiatan yang berakhir pada 12 Juli tersebut mampu memberikan dampak positif bagi pelaku UMKM sekaligus menjadi pilihan masyarakat untuk mengisi libur sekolah.
"Kami mengajak masyarakat Pekanbaru dan sekitarnya datang ke Magical Holyfun. Banyak pilihan kuliner, minuman, serta hiburan yang dapat dinikmati bersama keluarga. Harapannya, kehadiran masyarakat dapat membantu meningkatkan pendapatan para pelaku UMKM," tutupnya.(*)