
ROKAN HILIR-Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali terjadi di Kabupaten Rokan Hilir. Sekitar dua hektare kebun kelapa sawit milik warga di RT 26/RW 12, Dusun Mulia, Kepenghuluan Sungai Segajah Jaya, Pulau Putri, Kecamatan Kubu, hangus terbakar, Jumat (10/7/2026).
Sejauh ini, penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan aparat kepolisian. Peristiwa tersebut menjadi perhatian masyarakat, karena terjadi di tengah kondisi cuaca panas yang meningkatkan potensi terjadinya kebakaran lahan di sejumlah wilayah Riau. Beruntung, api berhasil dikendalikan sebelum menjalar ke areal perkebunan warga.
Informasi yang dihimpun di lapangan menyebut, kobaran api pertama kali terlihat dari kawasan perkebunan yang dipenuhi semak belukar. Vegetasi yang kering membuat api dengan cepat membesar dan merambat ke tanaman kelapa sawit milik warga.
Masyarakat kemudian melaporkan kejadian tersebut kepada petugas. Setelah menerima laporan, tim gabungan langsung bergerak menuju lokasi untuk melakukan pemadaman.

Operasi pemadaman melibatkan Pemerintah Kecamatan Kubu, TNI, Polri, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Masyarakat Peduli Api (MPA), Manggala Agni dan masyarakat setempat.
Dalam operasi tersebut, Manggala Agni mengerahkan 10 personel, sedangkan BPBD menurunkan lima personel guna mempercepat proses pemadaman. Seluruh personel bekerja bersama untuk mencegah api meluas ke lahan perkebunan di sekitar lokasi.
Camat Kubu, Dr. Syafrizal, S.Ag., M.A. turut berada di lokasi untuk memantau langsung proses penanganan kebakaran sekaligus memastikan koordinasi seluruh unsur berjalan efektif.
"Kami bersama seluruh unsur terus berupaya melakukan pemadaman agar api tidak semakin meluas. Alhamdulillah, berkat kerja sama semua pihak, kobaran api berhasil dikendalikan," ujar Syafrizal.
Meski api telah berhasil dipadamkan, petugas belum meninggalkan lokasi. Pendinginan masih dilakukan pada sejumlah titik yang dinilai berpotensi menyimpan bara api.
Langkah tersebut dinilai penting untuk mencegah munculnya kembali titik api yang dapat memicu kebakaran susulan, terutama mengingat kondisi cuaca yang masih panas.
Syafrizal mengatakan, proses pendinginan akan terus dilakukan hingga dipastikan tidak ada lagi bara api yang tersisa di lokasi kebakaran.
Sementara itu, penyebab pasti kebakaran masih belum dapat dipastikan. Aparat kepolisian masih melakukan penyelidikan guna mengetahui sumber api yang menyebabkan kebakaran lahan tersebut.
Hasil penyelidikan nantinya akan menjadi dasar untuk menentukan apakah kebakaran terjadi akibat faktor alam maupun aktivitas manusia.
Karhutla yang kembali terjadi di Kabupaten Rokan Hilir juga menjadi pengingat bahwa ancaman kebakaran lahan masih perlu diwaspadai. Selain mengakibatkan kerugian bagi pemilik kebun, kebakaran juga berpotensi meluas apabila tidak segera ditangani.
Keberhasilan pemadaman kali ini tidak terlepas dari keterlibatan berbagai unsur pemerintah, aparat keamanan, petugas penanggulangan bencana, hingga masyarakat yang bergerak bersama untuk mencegah dampak kebakaran menjadi lebih besar.
Dengan kondisi cuaca yang masih mendukung terjadinya kebakaran, masyarakat diharapkan meningkatkan kewaspadaan serta segera melaporkan apabila menemukan titik api agar penanganan dapat dilakukan lebih cepat sebelum meluas. (romi)






ROKAN HILIR-Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali terjadi di Kabupaten Rokan Hilir. Sekitar dua hektare kebun kelapa sawit milik warga di RT 26/RW 12, Dusun Mulia, Kepenghuluan Sungai Segajah Jaya, Pulau Putri, Kecamatan Kubu, hangus terbakar, Jumat (10/7/2026).
Sejauh ini, penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan aparat kepolisian. Peristiwa tersebut menjadi perhatian masyarakat, karena terjadi di tengah kondisi cuaca panas yang meningkatkan potensi terjadinya kebakaran lahan di sejumlah wilayah Riau. Beruntung, api berhasil dikendalikan sebelum menjalar ke areal perkebunan warga.
Informasi yang dihimpun di lapangan menyebut, kobaran api pertama kali terlihat dari kawasan perkebunan yang dipenuhi semak belukar. Vegetasi yang kering membuat api dengan cepat membesar dan merambat ke tanaman kelapa sawit milik warga.
Masyarakat kemudian melaporkan kejadian tersebut kepada petugas. Setelah menerima laporan, tim gabungan langsung bergerak menuju lokasi untuk melakukan pemadaman.
Operasi pemadaman melibatkan Pemerintah Kecamatan Kubu, TNI, Polri, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Masyarakat Peduli Api (MPA), Manggala Agni dan masyarakat setempat.
Dalam operasi tersebut, Manggala Agni mengerahkan 10 personel, sedangkan BPBD menurunkan lima personel guna mempercepat proses pemadaman. Seluruh personel bekerja bersama untuk mencegah api meluas ke lahan perkebunan di sekitar lokasi.
Camat Kubu, Dr. Syafrizal, S.Ag., M.A. turut berada di lokasi untuk memantau langsung proses penanganan kebakaran sekaligus memastikan koordinasi seluruh unsur berjalan efektif.
"Kami bersama seluruh unsur terus berupaya melakukan pemadaman agar api tidak semakin meluas. Alhamdulillah, berkat kerja sama semua pihak, kobaran api berhasil dikendalikan," ujar Syafrizal.
Meski api telah berhasil dipadamkan, petugas belum meninggalkan lokasi. Pendinginan masih dilakukan pada sejumlah titik yang dinilai berpotensi menyimpan bara api.
Langkah tersebut dinilai penting untuk mencegah munculnya kembali titik api yang dapat memicu kebakaran susulan, terutama mengingat kondisi cuaca yang masih panas.
Syafrizal mengatakan, proses pendinginan akan terus dilakukan hingga dipastikan tidak ada lagi bara api yang tersisa di lokasi kebakaran.
Sementara itu, penyebab pasti kebakaran masih belum dapat dipastikan. Aparat kepolisian masih melakukan penyelidikan guna mengetahui sumber api yang menyebabkan kebakaran lahan tersebut.
Hasil penyelidikan nantinya akan menjadi dasar untuk menentukan apakah kebakaran terjadi akibat faktor alam maupun aktivitas manusia.
Karhutla yang kembali terjadi di Kabupaten Rokan Hilir juga menjadi pengingat bahwa ancaman kebakaran lahan masih perlu diwaspadai. Selain mengakibatkan kerugian bagi pemilik kebun, kebakaran juga berpotensi meluas apabila tidak segera ditangani.
Keberhasilan pemadaman kali ini tidak terlepas dari keterlibatan berbagai unsur pemerintah, aparat keamanan, petugas penanggulangan bencana, hingga masyarakat yang bergerak bersama untuk mencegah dampak kebakaran menjadi lebih besar.
Dengan kondisi cuaca yang masih mendukung terjadinya kebakaran, masyarakat diharapkan meningkatkan kewaspadaan serta segera melaporkan apabila menemukan titik api agar penanganan dapat dilakukan lebih cepat sebelum meluas. (romi)