logo
Intan Sari Terpilih Jadi Ketua RT 02 Tobekgodang, Partisipasi Warga Capai 90 Per Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi BMKG Keluarkan Peringatan Dini, Hujan Lebat Hari Ini Guyur Rohul dan Kuansing Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi DPRD Riau Desak Pemprov Tetapkan Standar Harga Kelapa, Harga di Inhil Anjlok ke Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi KPU Pekanbaru dan PWI Teken MoU, Perkuat Publikasi Kepemiluan hingga Tangkal Hoa Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Uji Kekuatan Tanah, Bandara SSK II Pekanbaru Ubah Jam Operasional Sementara Mula Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Ditjenpas Riau Akui Kelalaian Pengawal Jadi Pemicu Napi Kabur, Usul Hukuman Bera Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Pengakuan Tangan Kanan Ibnu: Napi Kabur Diduga Rutin Keluar Lapas, Sipir Disebut Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Terungkap! Napi Kabur dari Lapas Pekanbaru Diduga "Otak" Penyelundupan Sabu ke B Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi
HOME / News / Internasional
Ledakan Guncang Iran Selatan Usai Serangan AS, Teheran Ancam Balas Semua Titik Serangan
Ilustrasi - Sejumlah lokasi serangan militer Amerika Serikat di sepanjang pesisir selatan Iran pada 8 dan 9 Juli 2026. (Foto: Anadolu via antara)
Ledakan Guncang Iran Selatan Usai Serangan AS, Teheran Ancam Balas Semua Titik Serangan
Editor: Arya Mahendra | Penulis: arya mahendra
13 Juli 2026 | 15:14:12

ISTANBUL – Ketegangan antara Amerika Serikat (AS) dan Iran kembali meningkat tajam setelah serangkaian ledakan mengguncang sejumlah wilayah di selatan Iran, Senin (13/7/2026). Di saat yang sama, Teheran memperingatkan bahwa seluruh lokasi yang digunakan untuk melancarkan serangan terhadap wilayahnya akan dianggap sebagai target sah untuk dibalas.

Media pemerintah Iran, IRIB, melaporkan ledakan terjadi di Bandar Abbas serta Sirik, Pulau Qeshm, dan Jask di Provinsi Hormozgan. Sementara Kantor Berita Mehr menyebut ledakan juga terdengar di Bushehr dan Kangan.

Meski demikian, otoritas Provinsi Hormozgan menyatakan hingga kini belum ada laporan korban sipil akibat serangan tersebut.

Komando Pusat Amerika Serikat (CENTCOM) mengonfirmasi pihaknya melancarkan serangan tambahan ke sejumlah sasaran di Iran. Washington menyebut operasi itu bertujuan semakin melemahkan kemampuan Teheran dalam mengancam pelaut sipil dan kapal-kapal dagang yang melintasi Selat Hormuz, jalur pelayaran strategis dunia.

iklan-view

Merespons serangan tersebut, Kementerian Luar Negeri Iran mengeluarkan peringatan keras kepada negara-negara tetangganya agar tidak mengizinkan wilayah maupun fasilitas mereka digunakan oleh AS atau pihak lain untuk menyerang Iran.

Teheran menegaskan setiap "titik asal peluncuran" serangan terhadap Iran akan diperlakukan sebagai target sah bagi angkatan bersenjata Iran. Menurut pemerintah Iran, negara-negara tetangga memiliki kewajiban berdasarkan hukum internasional untuk mencegah wilayahnya digunakan sebagai basis operasi militer terhadap Republik Islam tersebut.

Dalam pernyataannya, Iran juga mengecam serangan AS dalam 22 jam terakhir sebagai pelanggaran serius terhadap Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dan ancaman terhadap perdamaian serta keamanan internasional.

Teheran menuduh Washington melanggar hampir seluruh ketentuan Nota Kesepahaman Islamabad yang ditandatangani sekitar 25 hari lalu. AS juga dituduh melakukan "kejahatan perang" dengan menyerang infrastruktur transportasi, kapal nelayan, kapal kargo, hingga fasilitas meteorologi.

Selain itu, Iran menilai keterlibatan AS dalam pengaturan Selat Hormuz telah memicu kembali ketidakamanan di jalur maritim paling strategis di dunia tersebut dan mengganggu aktivitas pelayaran komersial internasional.

Eskalasi terbaru ini terjadi setelah sehari sebelumnya Iran mengklaim meluncurkan serangan terhadap sejumlah fasilitas militer AS di Kuwait, Bahrain, Qatar, Yordania, dan Oman sebagai balasan atas serangan Washington terhadap berbagai target di wilayah Iran.

Rangkaian aksi saling serang tersebut memperlihatkan konflik antara AS dan Iran terus memasuki fase yang semakin berbahaya, dengan potensi meluas ke negara-negara di kawasan Teluk dan mengancam stabilitas jalur perdagangan energi global melalui Selat Hormuz. (**)

Sumber: Antaranews

Home / News
Ledakan Guncang Iran Selatan Usai Serangan AS, Teheran Ancam Balas Semua Titik Serangan
Editor: Arya Mahendra | Penulis: arya mahendra
Rubrik: news | 13 Juli 2026 | 15:14:12
Ledakan Guncang Iran Selatan Usai Serangan AS, Teheran Ancam Balas Semua Titik Serangan
Ilustrasi - Sejumlah lokasi serangan militer Amerika Serikat di sepanjang pesisir selatan Iran pada 8 dan 9 Juli 2026. (Foto: Anadolu via antara)

ISTANBUL – Ketegangan antara Amerika Serikat (AS) dan Iran kembali meningkat tajam setelah serangkaian ledakan mengguncang sejumlah wilayah di selatan Iran, Senin (13/7/2026). Di saat yang sama, Teheran memperingatkan bahwa seluruh lokasi yang digunakan untuk melancarkan serangan terhadap wilayahnya akan dianggap sebagai target sah untuk dibalas.

Media pemerintah Iran, IRIB, melaporkan ledakan terjadi di Bandar Abbas serta Sirik, Pulau Qeshm, dan Jask di Provinsi Hormozgan. Sementara Kantor Berita Mehr menyebut ledakan juga terdengar di Bushehr dan Kangan.

Meski demikian, otoritas Provinsi Hormozgan menyatakan hingga kini belum ada laporan korban sipil akibat serangan tersebut.

Komando Pusat Amerika Serikat (CENTCOM) mengonfirmasi pihaknya melancarkan serangan tambahan ke sejumlah sasaran di Iran. Washington menyebut operasi itu bertujuan semakin melemahkan kemampuan Teheran dalam mengancam pelaut sipil dan kapal-kapal dagang yang melintasi Selat Hormuz, jalur pelayaran strategis dunia.

Merespons serangan tersebut, Kementerian Luar Negeri Iran mengeluarkan peringatan keras kepada negara-negara tetangganya agar tidak mengizinkan wilayah maupun fasilitas mereka digunakan oleh AS atau pihak lain untuk menyerang Iran.

Teheran menegaskan setiap "titik asal peluncuran" serangan terhadap Iran akan diperlakukan sebagai target sah bagi angkatan bersenjata Iran. Menurut pemerintah Iran, negara-negara tetangga memiliki kewajiban berdasarkan hukum internasional untuk mencegah wilayahnya digunakan sebagai basis operasi militer terhadap Republik Islam tersebut.

Dalam pernyataannya, Iran juga mengecam serangan AS dalam 22 jam terakhir sebagai pelanggaran serius terhadap Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dan ancaman terhadap perdamaian serta keamanan internasional.

Teheran menuduh Washington melanggar hampir seluruh ketentuan Nota Kesepahaman Islamabad yang ditandatangani sekitar 25 hari lalu. AS juga dituduh melakukan "kejahatan perang" dengan menyerang infrastruktur transportasi, kapal nelayan, kapal kargo, hingga fasilitas meteorologi.

Selain itu, Iran menilai keterlibatan AS dalam pengaturan Selat Hormuz telah memicu kembali ketidakamanan di jalur maritim paling strategis di dunia tersebut dan mengganggu aktivitas pelayaran komersial internasional.

Eskalasi terbaru ini terjadi setelah sehari sebelumnya Iran mengklaim meluncurkan serangan terhadap sejumlah fasilitas militer AS di Kuwait, Bahrain, Qatar, Yordania, dan Oman sebagai balasan atas serangan Washington terhadap berbagai target di wilayah Iran.

Rangkaian aksi saling serang tersebut memperlihatkan konflik antara AS dan Iran terus memasuki fase yang semakin berbahaya, dengan potensi meluas ke negara-negara di kawasan Teluk dan mengancam stabilitas jalur perdagangan energi global melalui Selat Hormuz. (**)

Sumber: Antaranews