
PEKANBARU-Rapat Kerja Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Provinsi Riau nyaris rusuh, Kamis (16/7) saat rapat perbedaan pendapat antara panitia dan pengurus cabor, terkait hasil TPP pemilihan calon Ketua KONI Riau yang sudah ditetapkan. Karena tidak ada kesepakatan antara kedua pihak ini, Rakerprov KONI Riau ini dihentikan
"Ya, kita ini ingin panitia tidak lagi mempermasalahkan hasil TPP yang sudah ditetapkan beberapa waktu lalu. Kenapa diulang lagi? Kita inginnya bicara program kerja di tahun 2026," kata Ketua Pengprov PTMSI Riau,. Robin Hutagalung.
Para pengurus cabang olahraga tersebut tetap menghormati hasil TPP yang sudah melaksanakan dan tinggal melaksanakan musorprov.

"Ini seperti dipaksakan, pimpinan rapat memaksakan kehendaknya. Kita lihat apa yang dibahas di Raker KONI Riau tahun lalu tidak matang persiapannya. Kami harap semua menghormati dan melanjutkan Musorprov sesuai hasil TPP beberapa waktu lalu. Dari pagi rapat dilaksanakan, tidak ada hasilnya, mubazir jadinya," kata Ketua Pengprov PORDASI Riau, Marjoni Hendry.(*)






PEKANBARU-Rapat Kerja Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Provinsi Riau nyaris rusuh, Kamis (16/7) saat rapat perbedaan pendapat antara panitia dan pengurus cabor, terkait hasil TPP pemilihan calon Ketua KONI Riau yang sudah ditetapkan. Karena tidak ada kesepakatan antara kedua pihak ini, Rakerprov KONI Riau ini dihentikan
"Ya, kita ini ingin panitia tidak lagi mempermasalahkan hasil TPP yang sudah ditetapkan beberapa waktu lalu. Kenapa diulang lagi? Kita inginnya bicara program kerja di tahun 2026," kata Ketua Pengprov PTMSI Riau,. Robin Hutagalung.
Para pengurus cabang olahraga tersebut tetap menghormati hasil TPP yang sudah melaksanakan dan tinggal melaksanakan musorprov.
"Ini seperti dipaksakan, pimpinan rapat memaksakan kehendaknya. Kita lihat apa yang dibahas di Raker KONI Riau tahun lalu tidak matang persiapannya. Kami harap semua menghormati dan melanjutkan Musorprov sesuai hasil TPP beberapa waktu lalu. Dari pagi rapat dilaksanakan, tidak ada hasilnya, mubazir jadinya," kata Ketua Pengprov PORDASI Riau, Marjoni Hendry.(*)