logo
DPD Riau Tunggu Putusan Pusat Terkait Perselisihan Iwan Fatah-Eet Indra Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Polsek Ukui Amankan Pelaku Pencurian Motor, Yamaha Jupiter Disembunyikan di Sema Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Serangan Tanker di Selat Hormuz Picu Lonjakan Harga Minyak Dunia Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Polres Pelalawan Bongkar Jaringan Sabu di Pangkalan Lesung, 29 Paket Disita Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi BMKG Catat 7 Hotspot di Riau Meski Hujan Masih Mengguyur Sejumlah Daerah Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Gagal Lolos X-Ray di Bandara Pekanbaru, Kurir Asal Aceh Ditangkap Bawa 2 Kilogra Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Usai Diperiksa 13 Jam, Febrie Adriansyah Resmi Ditahan Kejagung dan Dititipkan d Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Lahan Sudah Masuk Proyek Flyover, Warga Simpang Baru Belum Terima Ganti Rugi Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi
HOME / Ekonomi / BISNIS
Tertinggi di Sumatera: Investasi Riau Tembus Rp20,23 Triliun, Pekanbaru dan Kampar Jadi Magnet Investor
Bandara Sultan Syarif Kasim II, salah satu Pintu gerbang investasi Riau.
Tertinggi di Sumatera: Investasi Riau Tembus Rp20,23 Triliun, Pekanbaru dan Kampar Jadi Magnet Investor
Editor: Arya Mahendra | Penulis: arya mahendra
23 Juli 2026 | 18:51:51

PEKANBARU - Kinerja investasi Provinsi Riau terus menunjukkan tren positif. Sepanjang Triwulan II 2026 (April–Juni), realisasi investasi mencapai Rp20,23 triliun atau tumbuh 59,62 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu (year on year/YoY) sebesar Rp12,67 triliun. Dibandingkan Triwulan I 2026, investasi juga meningkat 57,42 persen (quarter to quarter/QoQ) dari Rp12,85 triliun.

Capaian tersebut menempatkan Riau di peringkat ke-8 nasional sebagai daerah dengan realisasi investasi terbesar sekaligus menjadi provinsi dengan investasi tertinggi di Pulau Sumatera.

Data itu disampaikan Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Provinsi Riau, Vera Angelika OK, ST, MT, dalam Rilis Realisasi Investasi Triwulan II dan Semester I Tahun 2026, Kamis (23/7/2026).

Menurut Vera, lonjakan investasi mencerminkan meningkatnya kepercayaan pelaku usaha terhadap iklim investasi di Riau yang didukung penyederhanaan regulasi, peningkatan kualitas pelayanan perizinan, serta sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan dunia usaha.

iklan-view

"Pertumbuhan ini menunjukkan bahwa Riau semakin dipercaya sebagai daerah tujuan investasi. Kami akan terus meningkatkan kualitas pelayanan perizinan agar investasi yang masuk semakin besar dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat," ujarnya.

Dari total investasi sebesar Rp20,23 triliun, Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) masih mendominasi dengan nilai Rp15,56 triliun atau sekitar 77 persen. Sementara Penanaman Modal Asing (PMA) mencapai Rp4,67 triliun atau sekitar 23 persen.

Secara nasional, Riau berada di peringkat ke-5 untuk realisasi PMDN dan peringkat ke-14 untuk PMA. Di tingkat Sumatera, Riau menjadi yang tertinggi baik untuk total investasi maupun PMDN, sedangkan PMA berada di posisi ketiga.

Pertumbuhan PMDN tercatat paling agresif dengan kenaikan 63,88 persen secara tahunan dan 62,09 persen dibanding triwulan sebelumnya. Sementara PMA tumbuh 46,90 persen secara tahunan dan naik 43,60 persen secara triwulanan.

Berdasarkan sektor usaha, investasi masih didominasi sektor tersier yang mencapai Rp11,73 triliun atau sekitar 58 persen dari total investasi. Sektor primer menyumbang Rp6,26 triliun atau 31 persen, sedangkan sektor sekunder sebesar Rp2,24 triliun atau 11 persen.

Realisasi investasi tersebut terealisasi melalui 8.354 proyek yang tersebar di 12 kabupaten/kota di Provinsi Riau.

Dari sisi daerah, Kota Pekanbaru menjadi penyumbang investasi terbesar dengan nilai Rp4,7 triliun melalui 3.911 proyek. Posisi kedua ditempati Kabupaten Kampar yang juga membukukan investasi sekitar Rp4,7 triliun dari 647 proyek.

Kabupaten Pelalawan berada di peringkat ketiga dengan investasi Rp2,5 triliun melalui 403 proyek, disusul Kota Dumai sebesar Rp2,5 triliun dari 829 proyek. Kabupaten Bengkalis melengkapi lima besar dengan realisasi investasi Rp2,1 triliun melalui 723 proyek.

Sementara itu, Kabupaten Siak mencatat investasi Rp1,1 triliun, disusul Kuantan Singingi Rp916,4 miliar, Indragiri Hilir Rp599 miliar, Rokan Hulu Rp417,7 miliar, Indragiri Hulu Rp408,5 miliar, Kepulauan Meranti Rp130,2 miliar, dan Rokan Hilir Rp119,5 miliar.

Vera menegaskan, investasi memiliki peran strategis dalam mendorong pertumbuhan ekonomi, meningkatkan daya saing daerah, membuka lapangan kerja, serta mempercepat pemerataan pembangunan.

Karena itu, DPMPTSP Provinsi Riau akan terus menjaga iklim investasi yang kondusif melalui pelayanan perizinan yang cepat, mudah, transparan, dan berorientasi pada kebutuhan investor.

Selain itu, Pemerintah Provinsi Riau juga terus memperkuat program hilirisasi dengan mengidentifikasi berbagai produk hilir yang dihasilkan perusahaan PMDN maupun PMA. Langkah ini diharapkan mampu meningkatkan nilai tambah komoditas unggulan sekaligus memperkuat posisi Riau sebagai salah satu motor penggerak ekonomi nasional berbasis industri hilir dan ekonomi hijau yang berkelanjutan.

"Harapannya, investasi yang terus tumbuh tidak hanya meningkatkan nilai ekonomi daerah, tetapi juga menciptakan nilai tambah, memperluas kesempatan kerja, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat di Provinsi Riau," tutup Vera. (**)

Sumber: mediacenter riau

Home / Ekonomi
Tertinggi di Sumatera: Investasi Riau Tembus Rp20,23 Triliun, Pekanbaru dan Kampar Jadi Magnet Investor
Editor: Arya Mahendra | Penulis: arya mahendra
Rubrik: ekonomi | 23 Juli 2026 | 18:51:51
Tertinggi di Sumatera: Investasi Riau Tembus Rp20,23 Triliun, Pekanbaru dan Kampar Jadi Magnet Investor
Bandara Sultan Syarif Kasim II, salah satu Pintu gerbang investasi Riau.

PEKANBARU - Kinerja investasi Provinsi Riau terus menunjukkan tren positif. Sepanjang Triwulan II 2026 (April–Juni), realisasi investasi mencapai Rp20,23 triliun atau tumbuh 59,62 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu (year on year/YoY) sebesar Rp12,67 triliun. Dibandingkan Triwulan I 2026, investasi juga meningkat 57,42 persen (quarter to quarter/QoQ) dari Rp12,85 triliun.

Capaian tersebut menempatkan Riau di peringkat ke-8 nasional sebagai daerah dengan realisasi investasi terbesar sekaligus menjadi provinsi dengan investasi tertinggi di Pulau Sumatera.

Data itu disampaikan Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Provinsi Riau, Vera Angelika OK, ST, MT, dalam Rilis Realisasi Investasi Triwulan II dan Semester I Tahun 2026, Kamis (23/7/2026).

Menurut Vera, lonjakan investasi mencerminkan meningkatnya kepercayaan pelaku usaha terhadap iklim investasi di Riau yang didukung penyederhanaan regulasi, peningkatan kualitas pelayanan perizinan, serta sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan dunia usaha.

"Pertumbuhan ini menunjukkan bahwa Riau semakin dipercaya sebagai daerah tujuan investasi. Kami akan terus meningkatkan kualitas pelayanan perizinan agar investasi yang masuk semakin besar dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat," ujarnya.

Dari total investasi sebesar Rp20,23 triliun, Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) masih mendominasi dengan nilai Rp15,56 triliun atau sekitar 77 persen. Sementara Penanaman Modal Asing (PMA) mencapai Rp4,67 triliun atau sekitar 23 persen.

Secara nasional, Riau berada di peringkat ke-5 untuk realisasi PMDN dan peringkat ke-14 untuk PMA. Di tingkat Sumatera, Riau menjadi yang tertinggi baik untuk total investasi maupun PMDN, sedangkan PMA berada di posisi ketiga.

Pertumbuhan PMDN tercatat paling agresif dengan kenaikan 63,88 persen secara tahunan dan 62,09 persen dibanding triwulan sebelumnya. Sementara PMA tumbuh 46,90 persen secara tahunan dan naik 43,60 persen secara triwulanan.

Berdasarkan sektor usaha, investasi masih didominasi sektor tersier yang mencapai Rp11,73 triliun atau sekitar 58 persen dari total investasi. Sektor primer menyumbang Rp6,26 triliun atau 31 persen, sedangkan sektor sekunder sebesar Rp2,24 triliun atau 11 persen.

Realisasi investasi tersebut terealisasi melalui 8.354 proyek yang tersebar di 12 kabupaten/kota di Provinsi Riau.

Dari sisi daerah, Kota Pekanbaru menjadi penyumbang investasi terbesar dengan nilai Rp4,7 triliun melalui 3.911 proyek. Posisi kedua ditempati Kabupaten Kampar yang juga membukukan investasi sekitar Rp4,7 triliun dari 647 proyek.

Kabupaten Pelalawan berada di peringkat ketiga dengan investasi Rp2,5 triliun melalui 403 proyek, disusul Kota Dumai sebesar Rp2,5 triliun dari 829 proyek. Kabupaten Bengkalis melengkapi lima besar dengan realisasi investasi Rp2,1 triliun melalui 723 proyek.

Sementara itu, Kabupaten Siak mencatat investasi Rp1,1 triliun, disusul Kuantan Singingi Rp916,4 miliar, Indragiri Hilir Rp599 miliar, Rokan Hulu Rp417,7 miliar, Indragiri Hulu Rp408,5 miliar, Kepulauan Meranti Rp130,2 miliar, dan Rokan Hilir Rp119,5 miliar.

Vera menegaskan, investasi memiliki peran strategis dalam mendorong pertumbuhan ekonomi, meningkatkan daya saing daerah, membuka lapangan kerja, serta mempercepat pemerataan pembangunan.

Karena itu, DPMPTSP Provinsi Riau akan terus menjaga iklim investasi yang kondusif melalui pelayanan perizinan yang cepat, mudah, transparan, dan berorientasi pada kebutuhan investor.

Selain itu, Pemerintah Provinsi Riau juga terus memperkuat program hilirisasi dengan mengidentifikasi berbagai produk hilir yang dihasilkan perusahaan PMDN maupun PMA. Langkah ini diharapkan mampu meningkatkan nilai tambah komoditas unggulan sekaligus memperkuat posisi Riau sebagai salah satu motor penggerak ekonomi nasional berbasis industri hilir dan ekonomi hijau yang berkelanjutan.

"Harapannya, investasi yang terus tumbuh tidak hanya meningkatkan nilai ekonomi daerah, tetapi juga menciptakan nilai tambah, memperluas kesempatan kerja, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat di Provinsi Riau," tutup Vera. (**)

Sumber: mediacenter riau