logo
Kebakaran Hebat Melanda Pemukiman Padat Penduduk di Tembilahan, Empat Rumah Hang Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Polda Riau Geledah PUPR Rohil, Proyek Jembatan Air Hitam Pujud Rp31,6 Miliar Did Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi UPDATE Gempa Jepang M 7,1: 50 Orang Terluka, Ribuan Rumah Padam Listrik, Tsunami Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Menyamar Pakai Rompi PLN, Komplotan Pencuri Kabel Grounding Siak Dibekuk Usai Di Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Rupiah Melemah ke Rp18.067 per Dolar AS, Efek Mundurnya Gubernur BI Masih Membay Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi BREAKING NEWS: Gempa Dahsyat M 7,1 Hantam Jepang, Tsunami Diwaspadai, Warga Dimi Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Perbaikan Jalan dan Drainase Dimulai, Satpol PP Beri Peringatan Terakhir kepada Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Tol Permai dan Tol Lingkar Pekanbaru Segera Nyambung, Ditlantas Polda Riau Matan Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi
HOME / Ekonomi / KEUANGAN
Rupiah Melemah ke Rp18.067 per Dolar AS, Efek Mundurnya Gubernur BI Masih Membayangi
Ilustrasi. Rupiah terus melemah.
Rupiah Melemah ke Rp18.067 per Dolar AS, Efek Mundurnya Gubernur BI Masih Membayangi
Editor: Arya Mahendra | Penulis: arya mahendra
28 Juli 2026 | 16:51:50

JAKARTA - Rupiah kembali berada di bawah tekanan pada penutupan perdagangan Selasa (28/7/2026). Mata uang Garuda melemah 0,34 persen ke level Rp18.067 per dolar Amerika Serikat (AS), sekaligus memperpanjang tren pelemahan selama empat hari berturut-turut.

Tekanan terhadap rupiah dinilai masih dipengaruhi sentimen negatif yang muncul setelah pengunduran diri Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo. Keputusan yang diumumkan secara mendadak itu memicu kekhawatiran pelaku pasar terhadap kesinambungan kebijakan moneter dan independensi bank sentral.

Menurut laporan Bloomberg Technoz, di kawasan Asia, rupiah bahkan menjadi mata uang dengan kinerja terburuk pada perdagangan hari ini. Pelemahan juga dialami sejumlah mata uang lain seperti dolar Taiwan, dolar Singapura, ringgit Malaysia, yuan China, yuan offshore, dan yen Jepang.

Sebaliknya, won Korea Selatan mencatat penguatan, diikuti rupee India, peso Filipina, serta dolar Hong Kong.

iklan-view

Menariknya, pelemahan mata uang Asia kali ini bukan dipicu oleh penguatan dolar AS. Indeks dolar AS (DXY) justru turun tipis 0,02 persen ke level 101,51, meski masih bertahan di level yang relatif tinggi. Sementara itu, harga minyak dunia juga bergerak melemah dan berada di kisaran US$85,61 per barel pada pukul 15.15 WIB.

Khusus di Indonesia, perhatian investor masih tertuju pada dinamika di Bank Indonesia. Pengunduran diri Perry Warjiyo di tengah masa jabatannya memunculkan ketidakpastian baru di pasar keuangan.

Investor kini menanti kejelasan mengenai sosok pengganti serta arah kebijakan moneter BI ke depan, mengingat kredibilitas dan independensi bank sentral merupakan faktor penting dalam menjaga kepercayaan terhadap aset-aset Indonesia. (**)

Home / Ekonomi
Rupiah Melemah ke Rp18.067 per Dolar AS, Efek Mundurnya Gubernur BI Masih Membayangi
Editor: Arya Mahendra | Penulis: arya mahendra
Rubrik: ekonomi | 28 Juli 2026 | 16:51:50
Rupiah Melemah ke Rp18.067 per Dolar AS, Efek Mundurnya Gubernur BI Masih Membayangi
Ilustrasi. Rupiah terus melemah.

JAKARTA - Rupiah kembali berada di bawah tekanan pada penutupan perdagangan Selasa (28/7/2026). Mata uang Garuda melemah 0,34 persen ke level Rp18.067 per dolar Amerika Serikat (AS), sekaligus memperpanjang tren pelemahan selama empat hari berturut-turut.

Tekanan terhadap rupiah dinilai masih dipengaruhi sentimen negatif yang muncul setelah pengunduran diri Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo. Keputusan yang diumumkan secara mendadak itu memicu kekhawatiran pelaku pasar terhadap kesinambungan kebijakan moneter dan independensi bank sentral.

Menurut laporan Bloomberg Technoz, di kawasan Asia, rupiah bahkan menjadi mata uang dengan kinerja terburuk pada perdagangan hari ini. Pelemahan juga dialami sejumlah mata uang lain seperti dolar Taiwan, dolar Singapura, ringgit Malaysia, yuan China, yuan offshore, dan yen Jepang.

Sebaliknya, won Korea Selatan mencatat penguatan, diikuti rupee India, peso Filipina, serta dolar Hong Kong.

Menariknya, pelemahan mata uang Asia kali ini bukan dipicu oleh penguatan dolar AS. Indeks dolar AS (DXY) justru turun tipis 0,02 persen ke level 101,51, meski masih bertahan di level yang relatif tinggi. Sementara itu, harga minyak dunia juga bergerak melemah dan berada di kisaran US$85,61 per barel pada pukul 15.15 WIB.

Khusus di Indonesia, perhatian investor masih tertuju pada dinamika di Bank Indonesia. Pengunduran diri Perry Warjiyo di tengah masa jabatannya memunculkan ketidakpastian baru di pasar keuangan.

Investor kini menanti kejelasan mengenai sosok pengganti serta arah kebijakan moneter BI ke depan, mengingat kredibilitas dan independensi bank sentral merupakan faktor penting dalam menjaga kepercayaan terhadap aset-aset Indonesia. (**)