logo
Kebakaran Hebat Melanda Pemukiman Padat Penduduk di Tembilahan, Empat Rumah Hang Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Polda Riau Geledah PUPR Rohil, Proyek Jembatan Air Hitam Pujud Rp31,6 Miliar Did Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi UPDATE Gempa Jepang M 7,1: 50 Orang Terluka, Ribuan Rumah Padam Listrik, Tsunami Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Menyamar Pakai Rompi PLN, Komplotan Pencuri Kabel Grounding Siak Dibekuk Usai Di Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Rupiah Melemah ke Rp18.067 per Dolar AS, Efek Mundurnya Gubernur BI Masih Membay Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi BREAKING NEWS: Gempa Dahsyat M 7,1 Hantam Jepang, Tsunami Diwaspadai, Warga Dimi Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Perbaikan Jalan dan Drainase Dimulai, Satpol PP Beri Peringatan Terakhir kepada Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Tol Permai dan Tol Lingkar Pekanbaru Segera Nyambung, Ditlantas Polda Riau Matan Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi
HOME / News / Internasional
UPDATE Gempa Jepang M 7,1: 50 Orang Terluka, Ribuan Rumah Padam Listrik, Tsunami Dicabut
Sejumlah jalan mengalami retak dan terbelah, jembatan serta jalan tol di wilayah Kyushu. (Foto: Ist/wartakota)
UPDATE Gempa Jepang M 7,1: 50 Orang Terluka, Ribuan Rumah Padam Listrik, Tsunami Dicabut
Editor: Arya Mahendra | Penulis: arya mahendra
28 Juli 2026 | 18:32:47

TOKYO - Jepang masih berjibaku menangani dampak gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,1 yang mengguncang Prefektur Kumamoto di Pulau Kyushu, Selasa (28/7/2026). Meski peringatan tsunami telah dicabut, kerusakan infrastruktur, korban luka, hingga gangguan layanan publik masih terjadi di sejumlah wilayah terdampak.

Gempa dangkal yang berpusat di kedalaman sekitar 10 kilometer itu memicu guncangan dengan intensitas maksimum skala 7 versi Badan Meteorologi Jepang (JMA). Guncangan kuat terekam dalam sejumlah video yang beredar di media sosial, memperlihatkan warga berhamburan keluar gedung saat bangunan berguncang hebat.

Hingga Selasa malam waktu setempat, gempa susulan masih terus terjadi. Guncangan pertama tercatat sekitar pukul 14.35 waktu Jepang, disusul gempa susulan di wilayah Amakusa dan Ashikita sekitar 47 menit kemudian. Aktivitas seismik terus berlanjut hingga sore hari, sehingga otoritas meminta masyarakat tetap meningkatkan kewaspadaan.

Dampak gempa mulai terlihat di berbagai sektor. Menurut Reuters, lebih dari 50 orang dilaporkan mengalami luka-luka dan menjalani perawatan di rumah sakit. Selain itu, sedikitnya 12 rumah dilaporkan roboh, sementara sebagian bangunan pusat perbelanjaan AEON di Kota Kashima runtuh sehingga sejumlah orang sempat dilaporkan terjebak di dalamnya.

iklan-view

Kerusakan juga terjadi pada infrastruktur. Sejumlah jalan mengalami retak dan terbelah, jembatan serta jalan tol di wilayah Kyushu mengalami kerusakan, sementara beberapa titik dilaporkan mengalami kebakaran yang memicu banyak panggilan darurat ke petugas pemadam.

Gempa turut menyebabkan pemadaman listrik yang berdampak pada sekitar 40.000 hingga 48.000 rumah di Pulau Kyushu. Gangguan pasokan listrik tersebut ikut memengaruhi operasional transportasi, termasuk penangguhan sementara layanan kereta api dan sejumlah aktivitas di bandara.

Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi mengatakan pemerintah masih melakukan pendataan terhadap seluruh dampak bencana. Menurutnya, laporan awal menunjukkan adanya korban luka, kebakaran, kerusakan jalan, jembatan, hingga bangunan yang ambruk.

Sebelumnya, JMA sempat mengeluarkan peringatan tsunami dengan potensi gelombang mencapai satu meter di Teluk Ariake dan Laut Yatsushiro. Warga yang berada di kawasan pesisir diminta segera mengungsi menjauhi pantai. Namun, kurang dari dua jam kemudian, peringatan tersebut resmi dicabut setelah tidak ditemukan aktivitas tsunami di perairan Jepang.

Meski ancaman tsunami telah berakhir, JMA mengingatkan masyarakat agar tetap waspada terhadap kemungkinan gempa susulan yang kuat. Otoritas memperkirakan potensi gempa dengan intensitas tinggi masih dapat terjadi dalam satu pekan ke depan, terutama dua hingga tiga hari pertama setelah gempa utama.

Di tengah kekhawatiran publik, pemerintah memastikan fasilitas nuklir di wilayah terdampak tetap dalam kondisi aman. Otoritas Regulasi Nuklir Jepang menyatakan tidak ditemukan anomali pada pembangkit listrik tenaga nuklir, termasuk PLTN Sendai di Kagoshima dan PLTN Genkai di Saga, yang tetap beroperasi normal setelah gempa.

Hingga kini, proses evakuasi, pendataan kerusakan, serta penanganan korban masih terus berlangsung di sejumlah wilayah Prefektur Kumamoto dan sekitarnya. (**)

Dihimpun dari berbagai sumber


Tags: gempa jepang
Home / News
UPDATE Gempa Jepang M 7,1: 50 Orang Terluka, Ribuan Rumah Padam Listrik, Tsunami Dicabut
Editor: Arya Mahendra | Penulis: arya mahendra
Rubrik: news | 28 Juli 2026 | 18:32:47
UPDATE Gempa Jepang M 7,1: 50 Orang Terluka, Ribuan Rumah Padam Listrik, Tsunami Dicabut
Sejumlah jalan mengalami retak dan terbelah, jembatan serta jalan tol di wilayah Kyushu. (Foto: Ist/wartakota)

TOKYO - Jepang masih berjibaku menangani dampak gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,1 yang mengguncang Prefektur Kumamoto di Pulau Kyushu, Selasa (28/7/2026). Meski peringatan tsunami telah dicabut, kerusakan infrastruktur, korban luka, hingga gangguan layanan publik masih terjadi di sejumlah wilayah terdampak.

Gempa dangkal yang berpusat di kedalaman sekitar 10 kilometer itu memicu guncangan dengan intensitas maksimum skala 7 versi Badan Meteorologi Jepang (JMA). Guncangan kuat terekam dalam sejumlah video yang beredar di media sosial, memperlihatkan warga berhamburan keluar gedung saat bangunan berguncang hebat.

Hingga Selasa malam waktu setempat, gempa susulan masih terus terjadi. Guncangan pertama tercatat sekitar pukul 14.35 waktu Jepang, disusul gempa susulan di wilayah Amakusa dan Ashikita sekitar 47 menit kemudian. Aktivitas seismik terus berlanjut hingga sore hari, sehingga otoritas meminta masyarakat tetap meningkatkan kewaspadaan.

Dampak gempa mulai terlihat di berbagai sektor. Menurut Reuters, lebih dari 50 orang dilaporkan mengalami luka-luka dan menjalani perawatan di rumah sakit. Selain itu, sedikitnya 12 rumah dilaporkan roboh, sementara sebagian bangunan pusat perbelanjaan AEON di Kota Kashima runtuh sehingga sejumlah orang sempat dilaporkan terjebak di dalamnya.

Kerusakan juga terjadi pada infrastruktur. Sejumlah jalan mengalami retak dan terbelah, jembatan serta jalan tol di wilayah Kyushu mengalami kerusakan, sementara beberapa titik dilaporkan mengalami kebakaran yang memicu banyak panggilan darurat ke petugas pemadam.

Gempa turut menyebabkan pemadaman listrik yang berdampak pada sekitar 40.000 hingga 48.000 rumah di Pulau Kyushu. Gangguan pasokan listrik tersebut ikut memengaruhi operasional transportasi, termasuk penangguhan sementara layanan kereta api dan sejumlah aktivitas di bandara.

Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi mengatakan pemerintah masih melakukan pendataan terhadap seluruh dampak bencana. Menurutnya, laporan awal menunjukkan adanya korban luka, kebakaran, kerusakan jalan, jembatan, hingga bangunan yang ambruk.

Sebelumnya, JMA sempat mengeluarkan peringatan tsunami dengan potensi gelombang mencapai satu meter di Teluk Ariake dan Laut Yatsushiro. Warga yang berada di kawasan pesisir diminta segera mengungsi menjauhi pantai. Namun, kurang dari dua jam kemudian, peringatan tersebut resmi dicabut setelah tidak ditemukan aktivitas tsunami di perairan Jepang.

Meski ancaman tsunami telah berakhir, JMA mengingatkan masyarakat agar tetap waspada terhadap kemungkinan gempa susulan yang kuat. Otoritas memperkirakan potensi gempa dengan intensitas tinggi masih dapat terjadi dalam satu pekan ke depan, terutama dua hingga tiga hari pertama setelah gempa utama.

Di tengah kekhawatiran publik, pemerintah memastikan fasilitas nuklir di wilayah terdampak tetap dalam kondisi aman. Otoritas Regulasi Nuklir Jepang menyatakan tidak ditemukan anomali pada pembangkit listrik tenaga nuklir, termasuk PLTN Sendai di Kagoshima dan PLTN Genkai di Saga, yang tetap beroperasi normal setelah gempa.

Hingga kini, proses evakuasi, pendataan kerusakan, serta penanganan korban masih terus berlangsung di sejumlah wilayah Prefektur Kumamoto dan sekitarnya. (**)

Dihimpun dari berbagai sumber


Tags: gempa jepang