
PEKANBARU-Provinsi Riau kembali menunjukkan konsistensinya dalam pengembangan ekonomi dan keuangan syariah dengan tetap bertahan di jajaran lima besar nasional. Capaian tersebut menjadi modal penting bagi Komite Daerah Ekonomi dan Keuangan Syariah (KDEKS) Provinsi Riau untuk membidik peringkat yang lebih tinggi pada penilaian tingkat nasional berikutnya.
Hal itu disampaikan dalam audiensi KDEKS Provinsi Riau bersama Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Riau, SF Hariyanto, di Ruang Rapat Wakil Gubernur Riau, Kamis (30/7/2026).
Direktur Eksekutif KDEKS Provinsi Riau, Saidul Amin, mengatakan salah satu agenda yang dibahas dalam pertemuan tersebut adalah evaluasi capaian pengembangan ekonomi syariah di Riau. Menurutnya, keberhasilan mempertahankan posisi di lima besar nasional merupakan hasil kerja sama seluruh pemangku kepentingan yang selama ini mendukung berbagai program KDEKS.
"Kami bersyukur Riau masih mampu mempertahankan posisi lima besar nasional. Ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus meningkatkan kinerja sehingga ke depan dapat meraih peringkat yang lebih tinggi," kata Saidul.

Selain melaporkan capaian tersebut, KDEKS juga menyampaikan rencana restrukturisasi kepengurusan sebagai tindak lanjut atas perubahan struktur pemerintahan di lingkungan Pemerintah Provinsi Riau.
Menurut Saidul, penyesuaian kepengurusan diperlukan agar organisasi tetap berjalan sesuai ketentuan sekaligus memperkuat koordinasi dalam menjalankan berbagai program pengembangan ekonomi dan keuangan syariah.
"Restrukturisasi ini dilakukan agar kepengurusan tetap sesuai dengan ketentuan yang berlaku sekaligus memperkuat pelaksanaan program pengembangan ekonomi dan keuangan syariah di Provinsi Riau," ujarnya.
Sementara itu, Plt Gubernur Riau SF Hariyanto mengapresiasi keberhasilan Riau yang masih mampu mempertahankan posisi sebagai salah satu provinsi terbaik dalam pengembangan ekonomi dan keuangan syariah di Indonesia.
Menurutnya, capaian tersebut merupakan hasil sinergi antara pemerintah daerah, lembaga keuangan syariah, dunia usaha, akademisi, serta berbagai pihak yang selama ini berkontribusi dalam membangun ekosistem ekonomi syariah di Riau.
"Posisi lima besar nasional merupakan modal penting. Ke depan, kita harus terus memperkuat kolaborasi agar Riau mampu menjadi salah satu daerah terbaik dalam pengembangan ekonomi dan keuangan syariah di Indonesia," ujar SF Hariyanto.
Ia berharap, penguatan ekosistem ekonomi syariah tidak hanya berdampak pada peningkatan peringkat nasional, tetapi juga mampu mendorong pertumbuhan ekonomi daerah, memperluas inklusi keuangan syariah, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat di Provinsi Riau.





PEKANBARU-Provinsi Riau kembali menunjukkan konsistensinya dalam pengembangan ekonomi dan keuangan syariah dengan tetap bertahan di jajaran lima besar nasional. Capaian tersebut menjadi modal penting bagi Komite Daerah Ekonomi dan Keuangan Syariah (KDEKS) Provinsi Riau untuk membidik peringkat yang lebih tinggi pada penilaian tingkat nasional berikutnya.
Hal itu disampaikan dalam audiensi KDEKS Provinsi Riau bersama Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Riau, SF Hariyanto, di Ruang Rapat Wakil Gubernur Riau, Kamis (30/7/2026).
Direktur Eksekutif KDEKS Provinsi Riau, Saidul Amin, mengatakan salah satu agenda yang dibahas dalam pertemuan tersebut adalah evaluasi capaian pengembangan ekonomi syariah di Riau. Menurutnya, keberhasilan mempertahankan posisi di lima besar nasional merupakan hasil kerja sama seluruh pemangku kepentingan yang selama ini mendukung berbagai program KDEKS.
"Kami bersyukur Riau masih mampu mempertahankan posisi lima besar nasional. Ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus meningkatkan kinerja sehingga ke depan dapat meraih peringkat yang lebih tinggi," kata Saidul.
Selain melaporkan capaian tersebut, KDEKS juga menyampaikan rencana restrukturisasi kepengurusan sebagai tindak lanjut atas perubahan struktur pemerintahan di lingkungan Pemerintah Provinsi Riau.
Menurut Saidul, penyesuaian kepengurusan diperlukan agar organisasi tetap berjalan sesuai ketentuan sekaligus memperkuat koordinasi dalam menjalankan berbagai program pengembangan ekonomi dan keuangan syariah.
"Restrukturisasi ini dilakukan agar kepengurusan tetap sesuai dengan ketentuan yang berlaku sekaligus memperkuat pelaksanaan program pengembangan ekonomi dan keuangan syariah di Provinsi Riau," ujarnya.
Sementara itu, Plt Gubernur Riau SF Hariyanto mengapresiasi keberhasilan Riau yang masih mampu mempertahankan posisi sebagai salah satu provinsi terbaik dalam pengembangan ekonomi dan keuangan syariah di Indonesia.
Menurutnya, capaian tersebut merupakan hasil sinergi antara pemerintah daerah, lembaga keuangan syariah, dunia usaha, akademisi, serta berbagai pihak yang selama ini berkontribusi dalam membangun ekosistem ekonomi syariah di Riau.
"Posisi lima besar nasional merupakan modal penting. Ke depan, kita harus terus memperkuat kolaborasi agar Riau mampu menjadi salah satu daerah terbaik dalam pengembangan ekonomi dan keuangan syariah di Indonesia," ujar SF Hariyanto.
Ia berharap, penguatan ekosistem ekonomi syariah tidak hanya berdampak pada peningkatan peringkat nasional, tetapi juga mampu mendorong pertumbuhan ekonomi daerah, memperluas inklusi keuangan syariah, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat di Provinsi Riau.