logo
PIALA AFF 2026: Indonesia Pesta Gol ke Gawang Timor Leste, Thom Haye Bersinar da Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Rupiah Ditutup Menguat 89 Poin Jelang Agustus 2026, Berikut Proyeksi Nilai Tukar Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Fakta Baru Mangkraknya Pasar Bawah Pekanbaru: Kontraktor Diklaim Mundur Saat Pro Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Titik Api di Riau Bertambah Jadi 10, Manggala Agni Berjibaku Padamkan Karhutla 1 Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Tiga Dapur MBG di Riau Dihentikan, BGN Temukan Pelanggaran Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Pengelola Pasar Bawah Siap Audiensi, Klaim Masih Sanggup Lanjutkan Revitalisasi Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Pendeta Diduga Bunuh Istri demi Uang Asuransi Rp10 Miliar, Dana Dipakai Biayai S Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi KPK Periksa Istri Suhardiman Amby, Mantan Sekda hingga 7 Tenaga Ahli dalam Kasus Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi
HOME / News / ROHUL
Mobil Terjebak Banjir di Desa Sontang Rohul, Ayah dan Anak Pingsan, Polisi Duga Keracunan AC
Anggota kepolisian memeriksa mobil Avanza yang supir dan penumpangnya ditemukan pingsan saat terjebak banjir di Jalan Raya Simpang Kumu-Duri KM 261/262 Betung, Desa Sontang, Kecamatan Bonai Darussalam, Rohul, Kamis (30/7/2026). (Foto: SS video)
Mobil Terjebak Banjir di Desa Sontang Rohul, Ayah dan Anak Pingsan, Polisi Duga Keracunan AC
Editor: Arya Mahendra | Penulis: arya mahendra
30 Juli 2026 | 20:12:01

ROHUL - Peristiwa menghebohkan terjadi di Jalan Raya Simpang Kumu-Duri KM 261/262 Betung, Desa Sontang, Kecamatan Bonai Darussalam, Kabupaten Rokan Hulu (Rohul), Kamis (30/7/2026). Dua orang, yang merupakan ayah dan anak, ditemukan dalam kondisi tidak sadarkan diri di dalam mobil Toyota Avanza warna silver bernomor polisi B 2051 BRA yang terjebak di tengah genangan banjir.

Respons cepat warga bersama personel Polsek Bonai Darussalam berhasil menyelamatkan kedua korban sebelum dilarikan ke fasilitas kesehatan.

Kasi Humas Polres Rokan Hulu, AKP Yohanes Tindaon, mengatakan peristiwa itu terjadi sekitar pukul 10.00 WIB. Mobil yang dikemudikan Ikbal (29) saat itu membawa dua penumpang, yakni Toni dan Nopal (9), dalam perjalanan dari Muara Rumbai, Kecamatan Rambah Hilir menuju Kabupaten Bengkalis.

Saat melintasi ruas jalan yang tergenang air dengan ketinggian sekitar 70 sentimeter, kendaraan memasuki titik banjir kedua dari tiga lokasi genangan.

iklan-view

"Ketika memasuki genangan banjir kedua, kendaraan tiba-tiba mengambang dan kehilangan tenaga sehingga tidak dapat bergerak," ujar AKP Yohanes.

Kondisi jalan yang rusak dan dipenuhi genangan membuat mobil tidak mampu melanjutkan perjalanan. Warga yang melihat kendaraan terjebak segera memberikan pertolongan.

Ketika pintu kendaraan berhasil dibuka, mesin mobil diketahui masih menyala dan AC masih hidup. Warga kemudian mengevakuasi seluruh penumpang. Setelah kendaraan berhasil dikeluarkan dari genangan, mesin mobil bahkan sempat mengeluarkan putaran gas yang sangat tinggi.

Seorang pengguna jalan bernama Joni Muliadi dengan sigap mematikan mesin kendaraan guna menghindari risiko yang lebih besar.

Saat dilakukan pemeriksaan, pengemudi Ikbal dan penumpang Nopal ditemukan dalam kondisi tidak sadarkan diri, sedangkan satu penumpang lainnya dalam keadaan selamat.

Personel Polsek Bonai Darussalam bersama warga kemudian membawa kedua korban ke Puskesmas Bonai Darussalam untuk mendapatkan pertolongan medis.

Sekitar pukul 10.35 WIB, kedua korban tiba di puskesmas dan langsung menjalani penanganan intensif. Setelah mendapat perawatan, kondisi Ikbal mulai membaik. Namun Nopal masih belum sadar sehingga sekitar pukul 11.10 WIB dirujuk ke RSUD Kabupaten Rokan Hulu untuk mendapatkan penanganan lanjutan.

"Hingga pukul 13.00 WIB, kondisi korban masih terus dipantau tim medis. Kami juga terus berkoordinasi dengan pihak keluarga dan fasilitas kesehatan terkait perkembangan penanganan korban," kata AKP Yohanes.

Polisi menduga kedua korban mengalami gangguan akibat keracunan yang berkaitan dengan sistem pendingin atau sirkulasi udara di dalam kendaraan. "Dugaan sementara keracunan AC," ujar AKP Yohanes.

Meski demikian, polisi menegaskan penyebab pasti insiden tersebut masih menunggu hasil pemeriksaan lebih lanjut.

Secara medis, seseorang yang berada di dalam kendaraan yang berhenti dalam waktu lama berisiko mengalami gangguan kesehatan apabila terjadi kebocoran gas karbon monoksida (CO) atau gangguan pada sistem ventilasi kendaraan. 

Paparan gas tersebut dapat memicu gejala seperti pusing, mual, lemas hingga kehilangan kesadaran. Namun, apakah faktor tersebut menjadi penyebab dalam peristiwa ini masih menunggu hasil penyelidikan dan pemeriksaan resmi.

Polres Rokan Hulu juga mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati saat melintasi ruas jalan yang terendam banjir, terutama di lokasi yang mengalami kerusakan.

"Kami mengimbau pengguna jalan agar tidak memaksakan diri menerobos genangan air yang berpotensi membahayakan keselamatan jiwa maupun kendaraan," pungkas AKP Yohanes. (crc/rac)

Home / News
Mobil Terjebak Banjir di Desa Sontang Rohul, Ayah dan Anak Pingsan, Polisi Duga Keracunan AC
Editor: Arya Mahendra | Penulis: arya mahendra
Rubrik: news | 30 Juli 2026 | 20:12:01
Mobil Terjebak Banjir di Desa Sontang Rohul, Ayah dan Anak Pingsan, Polisi Duga Keracunan AC
Anggota kepolisian memeriksa mobil Avanza yang supir dan penumpangnya ditemukan pingsan saat terjebak banjir di Jalan Raya Simpang Kumu-Duri KM 261/262 Betung, Desa Sontang, Kecamatan Bonai Darussalam, Rohul, Kamis (30/7/2026). (Foto: SS video)

ROHUL - Peristiwa menghebohkan terjadi di Jalan Raya Simpang Kumu-Duri KM 261/262 Betung, Desa Sontang, Kecamatan Bonai Darussalam, Kabupaten Rokan Hulu (Rohul), Kamis (30/7/2026). Dua orang, yang merupakan ayah dan anak, ditemukan dalam kondisi tidak sadarkan diri di dalam mobil Toyota Avanza warna silver bernomor polisi B 2051 BRA yang terjebak di tengah genangan banjir.

Respons cepat warga bersama personel Polsek Bonai Darussalam berhasil menyelamatkan kedua korban sebelum dilarikan ke fasilitas kesehatan.

Kasi Humas Polres Rokan Hulu, AKP Yohanes Tindaon, mengatakan peristiwa itu terjadi sekitar pukul 10.00 WIB. Mobil yang dikemudikan Ikbal (29) saat itu membawa dua penumpang, yakni Toni dan Nopal (9), dalam perjalanan dari Muara Rumbai, Kecamatan Rambah Hilir menuju Kabupaten Bengkalis.

Saat melintasi ruas jalan yang tergenang air dengan ketinggian sekitar 70 sentimeter, kendaraan memasuki titik banjir kedua dari tiga lokasi genangan.

"Ketika memasuki genangan banjir kedua, kendaraan tiba-tiba mengambang dan kehilangan tenaga sehingga tidak dapat bergerak," ujar AKP Yohanes.

Kondisi jalan yang rusak dan dipenuhi genangan membuat mobil tidak mampu melanjutkan perjalanan. Warga yang melihat kendaraan terjebak segera memberikan pertolongan.

Ketika pintu kendaraan berhasil dibuka, mesin mobil diketahui masih menyala dan AC masih hidup. Warga kemudian mengevakuasi seluruh penumpang. Setelah kendaraan berhasil dikeluarkan dari genangan, mesin mobil bahkan sempat mengeluarkan putaran gas yang sangat tinggi.

Seorang pengguna jalan bernama Joni Muliadi dengan sigap mematikan mesin kendaraan guna menghindari risiko yang lebih besar.

Saat dilakukan pemeriksaan, pengemudi Ikbal dan penumpang Nopal ditemukan dalam kondisi tidak sadarkan diri, sedangkan satu penumpang lainnya dalam keadaan selamat.

Personel Polsek Bonai Darussalam bersama warga kemudian membawa kedua korban ke Puskesmas Bonai Darussalam untuk mendapatkan pertolongan medis.

Sekitar pukul 10.35 WIB, kedua korban tiba di puskesmas dan langsung menjalani penanganan intensif. Setelah mendapat perawatan, kondisi Ikbal mulai membaik. Namun Nopal masih belum sadar sehingga sekitar pukul 11.10 WIB dirujuk ke RSUD Kabupaten Rokan Hulu untuk mendapatkan penanganan lanjutan.

"Hingga pukul 13.00 WIB, kondisi korban masih terus dipantau tim medis. Kami juga terus berkoordinasi dengan pihak keluarga dan fasilitas kesehatan terkait perkembangan penanganan korban," kata AKP Yohanes.

Polisi menduga kedua korban mengalami gangguan akibat keracunan yang berkaitan dengan sistem pendingin atau sirkulasi udara di dalam kendaraan. "Dugaan sementara keracunan AC," ujar AKP Yohanes.

Meski demikian, polisi menegaskan penyebab pasti insiden tersebut masih menunggu hasil pemeriksaan lebih lanjut.

Secara medis, seseorang yang berada di dalam kendaraan yang berhenti dalam waktu lama berisiko mengalami gangguan kesehatan apabila terjadi kebocoran gas karbon monoksida (CO) atau gangguan pada sistem ventilasi kendaraan. 

Paparan gas tersebut dapat memicu gejala seperti pusing, mual, lemas hingga kehilangan kesadaran. Namun, apakah faktor tersebut menjadi penyebab dalam peristiwa ini masih menunggu hasil penyelidikan dan pemeriksaan resmi.

Polres Rokan Hulu juga mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati saat melintasi ruas jalan yang terendam banjir, terutama di lokasi yang mengalami kerusakan.

"Kami mengimbau pengguna jalan agar tidak memaksakan diri menerobos genangan air yang berpotensi membahayakan keselamatan jiwa maupun kendaraan," pungkas AKP Yohanes. (crc/rac)