logo
Pemko Pekanbaru Tegaskan Rumah Sakit Tak Boleh Bedakan Pasien BPJS dan Umum Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Pemko Pekanbaru Buka Peluang Bangun Waste Station di Kampus UNRI Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Kapal Berbendera Tanzania Disergap di Bengkalis, Diduga Bawa Lebih 2 Ton Methamp Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Penanganan Gempa NTT, Pemerintah Masih Mampu Belum Buka Bantuan Asing Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Gempa NTT Rusak 19.297 Rumah, Lebih dari 6.000 Bangunan Masuk Kategori Berat Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Desa Sungai Gantang Sukses Bentangkan Bendera 1.081 Meter di Jembatan Rumbai Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi 133 HGB Pedagang STC Dipersoalkan, Pemko Pekanbaru Didesak Buka Dasar Kebijakan Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi DPRD Pekanbaru Soroti Data Desil Warga: Salah Klasifikasi Bisa Bikin Bantuan Ter Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi
HOME / News / POLITIK
Kapolri Angkat Bicara soal Isu Surpres: Apa Pun Keputusan Presiden Siap Dilaksanakan
Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo menjawab pertanyaan awak media di Gedung Kemenko Polkam, Jakarta, Rabu (5/8/2026).
Kapolri Angkat Bicara soal Isu Surpres: Apa Pun Keputusan Presiden Siap Dilaksanakan
Editor: Arya Mahendra
Rubrik: news | 5 Agustus 2026 | 18:08:49

JAKARTA - Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Kapolri) Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo akhirnya angkat bicara terkait isu beredarnya surat presiden (surpres) mengenai pergantian dirinya sebagai Kapolri.

Menanggapi kabar tersebut, Sigit menegaskan bahwa pengangkatan maupun pergantian Kapolri merupakan hak prerogatif Presiden Prabowo Subianto. Sebagai anggota Polri, kata dia, seluruh jajaran akan menghormati dan melaksanakan apa pun keputusan yang diambil kepala negara.

"Itu kan prerogatif Presiden. Jadi, buat kita prajurit kan apa pun dilaksanakan. Kita menunggu saja," ujar Sigit di Jakarta, Rabu (5/8/2026).

iklan-view

Kapolri juga memastikan isu yang beredar tidak memengaruhi kinerja institusi Polri. Menurutnya, seluruh jajaran tetap fokus menjalankan tugas menjaga keamanan dan memberikan pelayanan kepada masyarakat.

"Sangat tidak," kata Sigit saat ditanya apakah isu tersebut mengganggu kinerja Polri.

Sebelumnya, isu mengenai adanya surpres pergantian Kapolri telah dibantah oleh pimpinan Komisi III DPR RI. Ketua Komisi III DPR RI Habiburokhman menegaskan hingga kini tidak ada surat presiden terkait pergantian Jenderal Listyo Sigit Prabowo.

"Tidak benar ada surat presiden soal penggantian Kapolri," tegas Habiburokhman.

Ia mengimbau masyarakat agar tidak mudah percaya terhadap informasi yang belum jelas kebenarannya maupun isu yang tidak memiliki dasar.

Pernyataan senada disampaikan Wakil Ketua Komisi III DPR RI Ahmad Sahroni. Ia memastikan DPR belum menerima ataupun mengetahui adanya surpres mengenai pergantian Kapolri.

"Kami tidak ada, sama sekali belum ada," ujarnya.

Sahroni juga menilai kinerja Jenderal Listyo Sigit selama hampir lima tahun memimpin Polri tergolong baik. Karena itu, menurutnya, belum ada urgensi untuk melakukan pergantian pimpinan Korps Bhayangkara.

"Dia bekerja luar biasa. Walaupun ada kekurangan, itu wajar. Saya yakin Presiden mempertahankan Pak Sigit karena kinerjanya cukup baik," kata Sahroni. (**/ntr)

Home / News
Kapolri Angkat Bicara soal Isu Surpres: Apa Pun Keputusan Presiden Siap Dilaksanakan
Editor: Arya Mahendra
Rubrik: news | 5 Agustus 2026 | 18:08:49
Kapolri Angkat Bicara soal Isu Surpres: Apa Pun Keputusan Presiden Siap Dilaksanakan
Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo menjawab pertanyaan awak media di Gedung Kemenko Polkam, Jakarta, Rabu (5/8/2026).

JAKARTA - Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Kapolri) Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo akhirnya angkat bicara terkait isu beredarnya surat presiden (surpres) mengenai pergantian dirinya sebagai Kapolri.

Menanggapi kabar tersebut, Sigit menegaskan bahwa pengangkatan maupun pergantian Kapolri merupakan hak prerogatif Presiden Prabowo Subianto. Sebagai anggota Polri, kata dia, seluruh jajaran akan menghormati dan melaksanakan apa pun keputusan yang diambil kepala negara.

"Itu kan prerogatif Presiden. Jadi, buat kita prajurit kan apa pun dilaksanakan. Kita menunggu saja," ujar Sigit di Jakarta, Rabu (5/8/2026).

Kapolri juga memastikan isu yang beredar tidak memengaruhi kinerja institusi Polri. Menurutnya, seluruh jajaran tetap fokus menjalankan tugas menjaga keamanan dan memberikan pelayanan kepada masyarakat.

"Sangat tidak," kata Sigit saat ditanya apakah isu tersebut mengganggu kinerja Polri.

Sebelumnya, isu mengenai adanya surpres pergantian Kapolri telah dibantah oleh pimpinan Komisi III DPR RI. Ketua Komisi III DPR RI Habiburokhman menegaskan hingga kini tidak ada surat presiden terkait pergantian Jenderal Listyo Sigit Prabowo.

"Tidak benar ada surat presiden soal penggantian Kapolri," tegas Habiburokhman.

Ia mengimbau masyarakat agar tidak mudah percaya terhadap informasi yang belum jelas kebenarannya maupun isu yang tidak memiliki dasar.

Pernyataan senada disampaikan Wakil Ketua Komisi III DPR RI Ahmad Sahroni. Ia memastikan DPR belum menerima ataupun mengetahui adanya surpres mengenai pergantian Kapolri.

"Kami tidak ada, sama sekali belum ada," ujarnya.

Sahroni juga menilai kinerja Jenderal Listyo Sigit selama hampir lima tahun memimpin Polri tergolong baik. Karena itu, menurutnya, belum ada urgensi untuk melakukan pergantian pimpinan Korps Bhayangkara.

"Dia bekerja luar biasa. Walaupun ada kekurangan, itu wajar. Saya yakin Presiden mempertahankan Pak Sigit karena kinerjanya cukup baik," kata Sahroni. (**/ntr)