logo
Keroyok Tukang Gigi hingga Tewas ,Tiga Pemuda Jadi Tersangka Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Pasar Kodim Diduga Dialihfungsikan Jadi Kampus, KOMPOR Foundation dan PPSP Perta Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi DPR Dengarkan Tuntutan 36 Ribu Kades AMJ Terkait Perpanjangan Masa Jabatan Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Menpora dan Ketua KOI Resmi Kukuhkan Kontingen Indonesia untuk Asian Games 2026 Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Rupiah Perkasa, Tembus Rp17.500 per Dolar AS, Investor Mulai Kembali ke Pasar In Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Komjak RI Turun ke Kejari Pekanbaru, Pastikan Pengaduan Masyarakat Ditindaklanju Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Eskalasi Konflik Memanas, Harga Minyak Dunia Mendekati Level US$100 per Barel Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Manchester City Pimpin Klasemen Liga Champions Usai Taklukkan Porto Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi
HOME / News / LINGKUNGAN
Riau Belum Aman dari Karhutla, Pangdam: 110 Perwira Pusat Dikerahkan Perkuat Pencegahan
Pangdam XIX/Tuanku Tambusai Mayjen TNI Agus Hadi Waluyo didampingi Plt Gubernur Riau SF Hariyanto dan Kapolda Riau Irjen Pol Herry Heryawan saat doorstop Rakor Penanganan Karhutla bersama Forkopimda Riau di GOR Presisi Mapolda Riau, Kamis (27/8/2026). (Foto: Rico/Pekanbarutv)
Riau Belum Aman dari Karhutla, Pangdam: 110 Perwira Pusat Dikerahkan Perkuat Pencegahan
Editor: Arya Mahendra | Penulis: rico syahputra
Rubrik: news | 27 Agustus 2026 | 16:53:33

PEKANBARU - Pemerintah dan aparat gabungan di Provinsi Riau memperkuat langkah pencegahan kebakaran hutan dan lahan menjelang September. Meski jumlah titik panas mengalami penurunan, potensi karhutla masih menjadi perhatian karena musim kemarau belum sepenuhnya berakhir.

Pangdam XIX/Tuanku Tambusai Mayjen TNI Agus Hadi Waluyo mengatakan sebanyak 110 perwira dari pusat telah didatangkan ke Riau untuk memperkuat edukasi dan sosialisasi pencegahan karhutla.

Para perwira tersebut akan disebar ke sejumlah kabupaten dan bekerja bersama jajaran Kodim, Polres, Koramil, Polsek, Babinsa, Bhabinkamtibmas hingga perangkat desa.

iklan-view

"Tim penyuluhnya nanti akan bergerak secara masif sekaligus menjadi pemantau sampai sejauh mana kesadaran masyarakat ini mengerti tentang potensi kebakaran hutan dan lahan," kata Mayjen Agus.

Selain edukasi, pemerintah dan TNI-Polri juga menyiapkan infrastruktur pendukung. Salah satunya pembangunan sumur bor untuk memastikan ketersediaan sumber air di wilayah yang rawan kebakaran.

Langkah lain disiapkan untuk menghadapi dampak asap. Agus mengatakan posko kesehatan akan dibentuk dan dilengkapi oksigen serta masker yang dapat dimanfaatkan masyarakat.

Posko juga disiapkan di sekitar lokasi kebakaran untuk mendukung personel yang berada di lapangan, mulai dari Manggala Agni, Masyarakat Peduli Api, TNI hingga Polri.

Kapolda Riau Irjen Pol Herry Heryawan menegaskan seluruh pihak belum boleh berpuas diri. Ia meminta jajaran di tingkat kabupaten hingga desa terus melakukan pencegahan.

"Jangan berpuas diri dulu. Masih ada bulan September," kata Irjen Herry.

Irjen Herry juga meminta perusahaan pemegang konsesi mengambil peran lebih besar sebagai first responder dengan memastikan sistem deteksi dini dan penanganan awal berjalan di wilayah masing-masing.

Sementara itu, Plt Gubernur Riau SF Hariyanto menilai penurunan hotspot merupakan hasil kolaborasi seluruh pihak. Namun, pengawasan harus tetap dilakukan agar kebakaran tidak kembali meluas. (ric)

Home / News
Riau Belum Aman dari Karhutla, Pangdam: 110 Perwira Pusat Dikerahkan Perkuat Pencegahan
Editor: Arya Mahendra | Penulis: rico syahputra
Rubrik: news | 27 Agustus 2026 | 16:53:33
Riau Belum Aman dari Karhutla, Pangdam: 110 Perwira Pusat Dikerahkan Perkuat Pencegahan
Pangdam XIX/Tuanku Tambusai Mayjen TNI Agus Hadi Waluyo didampingi Plt Gubernur Riau SF Hariyanto dan Kapolda Riau Irjen Pol Herry Heryawan saat doorstop Rakor Penanganan Karhutla bersama Forkopimda Riau di GOR Presisi Mapolda Riau, Kamis (27/8/2026). (Foto: Rico/Pekanbarutv)

PEKANBARU - Pemerintah dan aparat gabungan di Provinsi Riau memperkuat langkah pencegahan kebakaran hutan dan lahan menjelang September. Meski jumlah titik panas mengalami penurunan, potensi karhutla masih menjadi perhatian karena musim kemarau belum sepenuhnya berakhir.

Pangdam XIX/Tuanku Tambusai Mayjen TNI Agus Hadi Waluyo mengatakan sebanyak 110 perwira dari pusat telah didatangkan ke Riau untuk memperkuat edukasi dan sosialisasi pencegahan karhutla.

Para perwira tersebut akan disebar ke sejumlah kabupaten dan bekerja bersama jajaran Kodim, Polres, Koramil, Polsek, Babinsa, Bhabinkamtibmas hingga perangkat desa.

"Tim penyuluhnya nanti akan bergerak secara masif sekaligus menjadi pemantau sampai sejauh mana kesadaran masyarakat ini mengerti tentang potensi kebakaran hutan dan lahan," kata Mayjen Agus.

Selain edukasi, pemerintah dan TNI-Polri juga menyiapkan infrastruktur pendukung. Salah satunya pembangunan sumur bor untuk memastikan ketersediaan sumber air di wilayah yang rawan kebakaran.

Langkah lain disiapkan untuk menghadapi dampak asap. Agus mengatakan posko kesehatan akan dibentuk dan dilengkapi oksigen serta masker yang dapat dimanfaatkan masyarakat.

Posko juga disiapkan di sekitar lokasi kebakaran untuk mendukung personel yang berada di lapangan, mulai dari Manggala Agni, Masyarakat Peduli Api, TNI hingga Polri.

Kapolda Riau Irjen Pol Herry Heryawan menegaskan seluruh pihak belum boleh berpuas diri. Ia meminta jajaran di tingkat kabupaten hingga desa terus melakukan pencegahan.

"Jangan berpuas diri dulu. Masih ada bulan September," kata Irjen Herry.

Irjen Herry juga meminta perusahaan pemegang konsesi mengambil peran lebih besar sebagai first responder dengan memastikan sistem deteksi dini dan penanganan awal berjalan di wilayah masing-masing.

Sementara itu, Plt Gubernur Riau SF Hariyanto menilai penurunan hotspot merupakan hasil kolaborasi seluruh pihak. Namun, pengawasan harus tetap dilakukan agar kebakaran tidak kembali meluas. (ric)