
PEKANBARU-Titik api turun drastis dari 223 pada Rabu pagi, pada Kamis pagi (27/8/2026) turun menjadi 69 titik api. Berdasarkan data BMKG, titik api ini tersebar di Indragiri Hilir 22 Titik Api, Pelalawan 21 titik api, Indragiri Hulu sebanyak 16 titik api, Siak 8 titik api dan Kuatan Singingi sebanyak dua titik api.
Penurunan ini berdampak positif terhadap kualitas udara di Kota Pekanbaru yang perlahan mulai membaik.
Tren penurunan ini terjadi cukup drastis sejak Pertengahan pekan. Sebelumnya, pada Selasa sempat melonjak tajam hingga mencapai 491 titik. Angka tersebut kemudian menyusut menjadi 223 titik pada Rabu pagi, sebelum akhirnya berada di angka 69 titik pada Kamis pagi.

Kepala BMKG Pekanbaru, Warjono, menjelaskan bahwa berkurangnya titik api secara signifikan ini dipengaruhi turunnya hujan di sejumlah wilayah Riau usai diterapkannya Operasi Modifikasi Cuaca (OMC). Selain faktor cuaca buatan, intensitas pemadaman oleh Tim Satuan Tugas Kebakaran Hutan dan Lahan (Satgas Karhutla) juga menjadi kunci utama.
"Penurunan titik panas ini berkat hujan yang mengguyur beberapa wilayah setelah dilakukan modifikasi cuaca. Selain itu, tim Satgas Karhutla terus bergerak cepat melakukan pemadaman baik dari jalur darat maupun udara hingga sebagian besar api berhasil dipadamkan," ujar Warjono.
Meski demikian, berdasarkan pantauan di lapangan, kabut asap tipis masih terlihat menyelimuti wilayah Kota Pekanbaru. Sebagian besar warga yang beraktivitas di luar ruangan maupun para pengendara motor tetap dianjurkan untuk menggunakan masker guna mengantisipasi risiko gangguan saluran pernapasan (ISPA).(*)




PEKANBARU-Titik api turun drastis dari 223 pada Rabu pagi, pada Kamis pagi (27/8/2026) turun menjadi 69 titik api. Berdasarkan data BMKG, titik api ini tersebar di Indragiri Hilir 22 Titik Api, Pelalawan 21 titik api, Indragiri Hulu sebanyak 16 titik api, Siak 8 titik api dan Kuatan Singingi sebanyak dua titik api.
Penurunan ini berdampak positif terhadap kualitas udara di Kota Pekanbaru yang perlahan mulai membaik.
Tren penurunan ini terjadi cukup drastis sejak Pertengahan pekan. Sebelumnya, pada Selasa sempat melonjak tajam hingga mencapai 491 titik. Angka tersebut kemudian menyusut menjadi 223 titik pada Rabu pagi, sebelum akhirnya berada di angka 69 titik pada Kamis pagi.
Kepala BMKG Pekanbaru, Warjono, menjelaskan bahwa berkurangnya titik api secara signifikan ini dipengaruhi turunnya hujan di sejumlah wilayah Riau usai diterapkannya Operasi Modifikasi Cuaca (OMC). Selain faktor cuaca buatan, intensitas pemadaman oleh Tim Satuan Tugas Kebakaran Hutan dan Lahan (Satgas Karhutla) juga menjadi kunci utama.
"Penurunan titik panas ini berkat hujan yang mengguyur beberapa wilayah setelah dilakukan modifikasi cuaca. Selain itu, tim Satgas Karhutla terus bergerak cepat melakukan pemadaman baik dari jalur darat maupun udara hingga sebagian besar api berhasil dipadamkan," ujar Warjono.
Meski demikian, berdasarkan pantauan di lapangan, kabut asap tipis masih terlihat menyelimuti wilayah Kota Pekanbaru. Sebagian besar warga yang beraktivitas di luar ruangan maupun para pengendara motor tetap dianjurkan untuk menggunakan masker guna mengantisipasi risiko gangguan saluran pernapasan (ISPA).(*)