logo
SYD Law Office Bagikan 1.000 Masker untuk Warga Terdampak Kabut Asap Pelalawan Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi KPK Limpahkan Berkas Dua Tersangka Suap Jual Beli Jabatan Kuansing ke JPU Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Karhutla Rantau Baru Capai 253 Hektare, Tim Gabungan dan RAPP Berjibaku Cegah Ap Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Lemang di Pinggir Jalan Pekanbaru, Tradisi Kuliner yang Tetap Bertahan Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Banjir Bandang Nepal, 270 Orang Tewas dan 1.300 Orang Hilang Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Kepala BIN Dorong UU Penanggulangan Spionase dan Intervensi Asing untuk Perkuat Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Riau Belum Aman dari Karhutla, Pangdam: 110 Perwira Pusat Dikerahkan Perkuat Pen Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Polda Riau Ungkap 35 Kasus Karhutla, Total Tersangka 38 Orang, Kapolda: Modus Te Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi
HOME / Lingkungan / Pekanbaru
Titik Api Turun dari 223 Menjadi 69, Kualitas Udara Pekanbaru Membaik
BMKG Pekanbaru memantau kondisi titik panas (ft:wahyufalatehan/pekanbaru.tv)
Titik Api Turun dari 223 Menjadi 69, Kualitas Udara Pekanbaru Membaik
Editor: Ridho Haztil | Penulis: wahyu falatehan
Rubrik: lingkungan | 27 Agustus 2026 | 14:36:42

PEKANBARU-Titik api turun drastis dari 223 pada Rabu pagi, pada Kamis pagi (27/8/2026) turun menjadi 69 titik api. Berdasarkan data BMKG, titik api ini tersebar di Indragiri Hilir 22 Titik Api, Pelalawan 21 titik api, Indragiri Hulu sebanyak 16 titik api, Siak 8 titik api dan Kuatan Singingi sebanyak dua titik api.

Penurunan ini berdampak positif terhadap kualitas udara di Kota Pekanbaru yang perlahan mulai membaik.

Tren penurunan ini terjadi cukup drastis sejak Pertengahan pekan. Sebelumnya, pada Selasa sempat melonjak tajam hingga mencapai 491 titik. Angka tersebut kemudian menyusut menjadi 223 titik pada Rabu pagi, sebelum akhirnya berada di angka 69 titik pada Kamis pagi.

iklan-view

Kepala BMKG Pekanbaru, Warjono, menjelaskan bahwa berkurangnya titik api secara signifikan ini dipengaruhi turunnya hujan di sejumlah wilayah Riau usai diterapkannya Operasi Modifikasi Cuaca (OMC). Selain faktor cuaca buatan, intensitas pemadaman oleh Tim Satuan Tugas Kebakaran Hutan dan Lahan (Satgas Karhutla) juga menjadi kunci utama.

"Penurunan titik panas ini berkat hujan yang mengguyur beberapa wilayah setelah dilakukan modifikasi cuaca. Selain itu, tim Satgas Karhutla terus bergerak cepat melakukan pemadaman baik dari jalur darat maupun udara hingga sebagian besar api berhasil dipadamkan," ujar Warjono.

Meski demikian, berdasarkan pantauan di lapangan, kabut asap tipis masih terlihat menyelimuti wilayah Kota Pekanbaru. Sebagian besar warga yang beraktivitas di luar ruangan maupun para pengendara motor tetap dianjurkan untuk menggunakan masker guna mengantisipasi risiko gangguan saluran pernapasan (ISPA).(*)

Titik Api Turun dari 223 Menjadi 69, Kualitas Udara Pekanbaru Membaik
Editor: Ridho Haztil | Penulis: wahyu falatehan
Rubrik: lingkungan | 27 Agustus 2026 | 14:36:42
Titik Api Turun dari 223 Menjadi 69, Kualitas Udara Pekanbaru Membaik
BMKG Pekanbaru memantau kondisi titik panas (ft:wahyufalatehan/pekanbaru.tv)

PEKANBARU-Titik api turun drastis dari 223 pada Rabu pagi, pada Kamis pagi (27/8/2026) turun menjadi 69 titik api. Berdasarkan data BMKG, titik api ini tersebar di Indragiri Hilir 22 Titik Api, Pelalawan 21 titik api, Indragiri Hulu sebanyak 16 titik api, Siak 8 titik api dan Kuatan Singingi sebanyak dua titik api.

Penurunan ini berdampak positif terhadap kualitas udara di Kota Pekanbaru yang perlahan mulai membaik.

Tren penurunan ini terjadi cukup drastis sejak Pertengahan pekan. Sebelumnya, pada Selasa sempat melonjak tajam hingga mencapai 491 titik. Angka tersebut kemudian menyusut menjadi 223 titik pada Rabu pagi, sebelum akhirnya berada di angka 69 titik pada Kamis pagi.

Kepala BMKG Pekanbaru, Warjono, menjelaskan bahwa berkurangnya titik api secara signifikan ini dipengaruhi turunnya hujan di sejumlah wilayah Riau usai diterapkannya Operasi Modifikasi Cuaca (OMC). Selain faktor cuaca buatan, intensitas pemadaman oleh Tim Satuan Tugas Kebakaran Hutan dan Lahan (Satgas Karhutla) juga menjadi kunci utama.

"Penurunan titik panas ini berkat hujan yang mengguyur beberapa wilayah setelah dilakukan modifikasi cuaca. Selain itu, tim Satgas Karhutla terus bergerak cepat melakukan pemadaman baik dari jalur darat maupun udara hingga sebagian besar api berhasil dipadamkan," ujar Warjono.

Meski demikian, berdasarkan pantauan di lapangan, kabut asap tipis masih terlihat menyelimuti wilayah Kota Pekanbaru. Sebagian besar warga yang beraktivitas di luar ruangan maupun para pengendara motor tetap dianjurkan untuk menggunakan masker guna mengantisipasi risiko gangguan saluran pernapasan (ISPA).(*)