logo
Tragedi Banjir Bandang Nepal-Tibet: Korban Tewas Tembus 469 Orang, 1.500 Lebih M Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Manjakan Lidah Warga Pekanbaru, Dawik Toast Tawarkan Roti Panggang Kekinian Mula Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Padamkan Karhutla dengan Tepung Singkong, BRIN Kaji Metode Penyebaran: Kan Tak M Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Rupiah Menguat di Akhir Pekan, Ditutup ke Rp17.693 per Dolar AS, Sentimen BI Jad Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Danantara Setor Rp120 Triliun ke APBN 2026, Menkeu: Pendapatan Negara Meningkat Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Kasus Bupati Kuansing: Menhut Raja Juli Kembali Bungkam Saat Ditanya Selisih Uan Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Kebakaran Lahan Gambut Dekati Permukiman di Tembilahan, Tim Gabungan Berjibaku P Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Digempur Konten Medsos, Wabup Rohil Jhony Charles Tetap Fokus Tangani Karhutla Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi
HOME / Lingkungan / Pekanbaru
Titik Api Turun dari 223 Menjadi 69, Kualitas Udara Pekanbaru Membaik
BMKG Pekanbaru memantau kondisi titik panas (ft:wahyufalatehan/pekanbaru.tv)
Titik Api Turun dari 223 Menjadi 69, Kualitas Udara Pekanbaru Membaik
Editor: Ridho Haztil | Penulis: wahyu falatehan
Rubrik: lingkungan | 27 Agustus 2026 | 14:36:42

PEKANBARU-Titik api turun drastis dari 223 pada Rabu pagi, pada Kamis pagi (27/8/2026) turun menjadi 69 titik api. Berdasarkan data BMKG, titik api ini tersebar di Indragiri Hilir 22 Titik Api, Pelalawan 21 titik api, Indragiri Hulu sebanyak 16 titik api, Siak 8 titik api dan Kuatan Singingi sebanyak dua titik api.

Penurunan ini berdampak positif terhadap kualitas udara di Kota Pekanbaru yang perlahan mulai membaik.

Tren penurunan ini terjadi cukup drastis sejak Pertengahan pekan. Sebelumnya, pada Selasa sempat melonjak tajam hingga mencapai 491 titik. Angka tersebut kemudian menyusut menjadi 223 titik pada Rabu pagi, sebelum akhirnya berada di angka 69 titik pada Kamis pagi.

iklan-view

Kepala BMKG Pekanbaru, Warjono, menjelaskan bahwa berkurangnya titik api secara signifikan ini dipengaruhi turunnya hujan di sejumlah wilayah Riau usai diterapkannya Operasi Modifikasi Cuaca (OMC). Selain faktor cuaca buatan, intensitas pemadaman oleh Tim Satuan Tugas Kebakaran Hutan dan Lahan (Satgas Karhutla) juga menjadi kunci utama.

"Penurunan titik panas ini berkat hujan yang mengguyur beberapa wilayah setelah dilakukan modifikasi cuaca. Selain itu, tim Satgas Karhutla terus bergerak cepat melakukan pemadaman baik dari jalur darat maupun udara hingga sebagian besar api berhasil dipadamkan," ujar Warjono.

Meski demikian, berdasarkan pantauan di lapangan, kabut asap tipis masih terlihat menyelimuti wilayah Kota Pekanbaru. Sebagian besar warga yang beraktivitas di luar ruangan maupun para pengendara motor tetap dianjurkan untuk menggunakan masker guna mengantisipasi risiko gangguan saluran pernapasan (ISPA).(*)

Titik Api Turun dari 223 Menjadi 69, Kualitas Udara Pekanbaru Membaik
Editor: Ridho Haztil | Penulis: wahyu falatehan
Rubrik: lingkungan | 27 Agustus 2026 | 14:36:42
Titik Api Turun dari 223 Menjadi 69, Kualitas Udara Pekanbaru Membaik
BMKG Pekanbaru memantau kondisi titik panas (ft:wahyufalatehan/pekanbaru.tv)

PEKANBARU-Titik api turun drastis dari 223 pada Rabu pagi, pada Kamis pagi (27/8/2026) turun menjadi 69 titik api. Berdasarkan data BMKG, titik api ini tersebar di Indragiri Hilir 22 Titik Api, Pelalawan 21 titik api, Indragiri Hulu sebanyak 16 titik api, Siak 8 titik api dan Kuatan Singingi sebanyak dua titik api.

Penurunan ini berdampak positif terhadap kualitas udara di Kota Pekanbaru yang perlahan mulai membaik.

Tren penurunan ini terjadi cukup drastis sejak Pertengahan pekan. Sebelumnya, pada Selasa sempat melonjak tajam hingga mencapai 491 titik. Angka tersebut kemudian menyusut menjadi 223 titik pada Rabu pagi, sebelum akhirnya berada di angka 69 titik pada Kamis pagi.

Kepala BMKG Pekanbaru, Warjono, menjelaskan bahwa berkurangnya titik api secara signifikan ini dipengaruhi turunnya hujan di sejumlah wilayah Riau usai diterapkannya Operasi Modifikasi Cuaca (OMC). Selain faktor cuaca buatan, intensitas pemadaman oleh Tim Satuan Tugas Kebakaran Hutan dan Lahan (Satgas Karhutla) juga menjadi kunci utama.

"Penurunan titik panas ini berkat hujan yang mengguyur beberapa wilayah setelah dilakukan modifikasi cuaca. Selain itu, tim Satgas Karhutla terus bergerak cepat melakukan pemadaman baik dari jalur darat maupun udara hingga sebagian besar api berhasil dipadamkan," ujar Warjono.

Meski demikian, berdasarkan pantauan di lapangan, kabut asap tipis masih terlihat menyelimuti wilayah Kota Pekanbaru. Sebagian besar warga yang beraktivitas di luar ruangan maupun para pengendara motor tetap dianjurkan untuk menggunakan masker guna mengantisipasi risiko gangguan saluran pernapasan (ISPA).(*)