logo
Misteri Paus 8 Meter dan Berat 8 Ton di Hutan Bakau Inhil, Warga Mandah Mendadak Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Rupiah Semakin Terdesak, Tinggal Rp84 dari Level Psikologis Rp18.000 Per-Dolar A Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Razia Gabungan di Lapas Pekanbaru, Senjata Tajam Rakitan hingga Kompor Listrik D Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi DPD RI Desak Kemenlu Selamatkan Nandiya, TKI Jaksel yang Diduga Jadi Korban TPPO Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Cabai Merah Kian "Pedas", Harga Jual Tembus Rp80 Ribu Per Kilogram, Cuaca Buruk Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Cucu Dilaporkan Curi Sawit Milik Kakek Sendiri, Dugaan Kriminalisasi Ahli Waris Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Massa Fomari-Bebersi Desak Kejati Riau Usut Kasus Dugaan Ijazah Ketua DPRD Siak Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Saat Antrean BBM Jadi Rezeki: Kisah Zurbainah, Penjual Pisang Molen di Pekanbaru Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi
TPNPB Diminta Hentikan Kekerasan, Lenis Kogoya Sampaikan Tiga Seruan
Kelompok pendukung gerakan Pembebasan Nasional Papua Barat (PNPB). (Foto: Anadolu)
TPNPB Diminta Hentikan Kekerasan, Lenis Kogoya Sampaikan Tiga Seruan
Editor: putrajaya
Rubrik: news | 11 Agustus 2026 | 18:06:13

JAKARTA - Staf Khusus Menteri Pertahanan Bidang Kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia Lenis Kogoya meminta Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB) menghentikan aksi kekerasan dan ancaman terhadap masyarakat sipil di Papua.

Dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Selasa, Lenis mengatakan seruan tersebut disampaikan menyusul sejumlah aksi kekerasan dan ancaman yang terjadi terhadap warga sipil di Papua.

iklan-view

"Saya sampaikan kepada seluruh pasukan TPNPB bahwa belakangan ini eskalasi kekerasan, penyesatan, hingga pembunuhan eksekusi mati antarwarga sipil, guru, misionaris, dan penginjil terus terjadi. Bahkan mama-mama disiksa dan fasilitas sekolah dibakar. Aksi-aksi ini harus segera dihentikan," katanya.

Lenis juga mengatakan terdapat ancaman terhadap masyarakat dan jajaran pemerintah daerah agar tidak mengikuti peringatan HUT Ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia pada 17 Agustus 2026.

Menurut dia seperti dilansir republika, ancaman dan kekerasan tersebut mengganggu keamanan dan aktivitas masyarakat. Lenis kemudian menyampaikan tiga seruan yang ditujukan kepada kelompok TPNPB, termasuk juru bicara TPNPB Sebby Sambom.

Pertama, ia meminta kelompok tersebut menghentikan penyebaran informasi yang bernada ancaman terhadap masyarakat sipil dan pemerintah daerah.

Kedua, Lenis meminta kelompok bersenjata tidak mengganggu aktivitas masyarakat dalam memperingati HUT Kemerdekaan RI.

Ketiga, ia meminta kelompok tersebut menghentikan kekerasan, pembunuhan, dan penyiksaan terhadap masyarakat sipil.

Lenis juga mengimbau masyarakat di Papua tetap tenang dan tidak terpengaruh informasi mengenai ancaman yang belum terverifikasi.

Lenis mengatakan pemerintah bersama tokoh masyarakat dan adat berupaya menjaga keamanan agar pelayanan publik dan aktivitas masyarakat dapat tetap berjalan. (*)

Home / News
TPNPB Diminta Hentikan Kekerasan, Lenis Kogoya Sampaikan Tiga Seruan
Editor: putrajaya
Rubrik: news | 11 Agustus 2026 | 18:06:13
TPNPB Diminta Hentikan Kekerasan, Lenis Kogoya Sampaikan Tiga Seruan
Kelompok pendukung gerakan Pembebasan Nasional Papua Barat (PNPB). (Foto: Anadolu)

JAKARTA - Staf Khusus Menteri Pertahanan Bidang Kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia Lenis Kogoya meminta Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB) menghentikan aksi kekerasan dan ancaman terhadap masyarakat sipil di Papua.

Dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Selasa, Lenis mengatakan seruan tersebut disampaikan menyusul sejumlah aksi kekerasan dan ancaman yang terjadi terhadap warga sipil di Papua.

"Saya sampaikan kepada seluruh pasukan TPNPB bahwa belakangan ini eskalasi kekerasan, penyesatan, hingga pembunuhan eksekusi mati antarwarga sipil, guru, misionaris, dan penginjil terus terjadi. Bahkan mama-mama disiksa dan fasilitas sekolah dibakar. Aksi-aksi ini harus segera dihentikan," katanya.

Lenis juga mengatakan terdapat ancaman terhadap masyarakat dan jajaran pemerintah daerah agar tidak mengikuti peringatan HUT Ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia pada 17 Agustus 2026.

Menurut dia seperti dilansir republika, ancaman dan kekerasan tersebut mengganggu keamanan dan aktivitas masyarakat. Lenis kemudian menyampaikan tiga seruan yang ditujukan kepada kelompok TPNPB, termasuk juru bicara TPNPB Sebby Sambom.

Pertama, ia meminta kelompok tersebut menghentikan penyebaran informasi yang bernada ancaman terhadap masyarakat sipil dan pemerintah daerah.

Kedua, Lenis meminta kelompok bersenjata tidak mengganggu aktivitas masyarakat dalam memperingati HUT Kemerdekaan RI.

Ketiga, ia meminta kelompok tersebut menghentikan kekerasan, pembunuhan, dan penyiksaan terhadap masyarakat sipil.

Lenis juga mengimbau masyarakat di Papua tetap tenang dan tidak terpengaruh informasi mengenai ancaman yang belum terverifikasi.

Lenis mengatakan pemerintah bersama tokoh masyarakat dan adat berupaya menjaga keamanan agar pelayanan publik dan aktivitas masyarakat dapat tetap berjalan. (*)