logo
Hujan Guyur Pekanbaru, PM2.5 Anjlok ke 7,7 µg/m³ dan Udara Kembali Sehat Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Hotspot Riau Menurun, Hujan Berpeluang Guyur Sejumlah Daerah Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Sinyal Pemerintah untuk KPK: Periksa Nusron Wahid Jika Dibutuhkan dalam Kasus Su Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Pendidikan Gratis dari TK hingga Kuliah Disiapkan, Pemerintah Hitung Anggaran da Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Program BSPS 2026 Berjalan, Pemprov Riau Sebut 31 Ribu Rumah Masih Butuh Bantuan Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Sidang Pemerasan dan Penipuan: Saksi Pelapor Ungkap Transfer Rp35 Juta ke Terdak Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Sembilan Hari Tertekan, Rupiah Akhirnya Bangkit ke Rp17.818 per Dolar AS Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Warga Temukan Pemuda Tergantung dalam Apotek di Salo Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi
Bapanas Jamin Stabilitas Harga dan Pasokan Beras di Kota Bandung Sesuai HET
Badan Pangan Nasional (Bapanas) memastikan tidak terjadi gejolak harga beras di Jawa Barat (Jabar) berdasarkan hasil pemantauan harga dan mutu beras di sejumlah pasar di Kota Bandung. (Foto: Fikiranraykat)
Bapanas Jamin Stabilitas Harga dan Pasokan Beras di Kota Bandung Sesuai HET
Editor: putrajaya
Rubrik: ekonomi | 4 September 2026 | 13:40:15

KOTA BANDUNG - Badan Pangan Nasional (Bapanas) memastikan tidak terjadi gejolak harga beras di Jawa Barat (Jabar) berdasarkan hasil pemantauan harga dan mutu beras di sejumlah pasar di Kota Bandung.

Kepala Biro Keuangan, Pengadaan, dan Umum Bapanas Jhon Hendra mengatakan pemantauan dilakukan bersama Polda Jabar dan Perum Bulog untuk memastikan harga beras yang beredar di tingkat pedagang tetap sesuai dengan harga eceran tertinggi (HET).

“Dari dua titik yang kita lihat tadi, di Pasar Sederhana dan Pasar Kosambi, secara umum harga beras itu masih sesuai dengan HET. Di mana harga beras medium itu di kisaran Rp13.500 dan premium di Rp14.900,” kata Jhon, di Bandung, Jumat (04/9/2026).

iklan-view

Ia mengatakan beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) juga masih dijual sesuai ketentuan pemerintah, yakni Rp12.500 per kilogram.

“Jadi, secara umum harga masih sesuai dengan HET yang ditetapkan oleh pemerintah,” ujarnya.

Selain harga, kata dia, Satgas Pengendalian Harga dan Mutu Beras juga melakukan pemantauan ketersediaan beras dengan menanyakan langsung kepada pedagang. Hasilnya, stok beras di Pasar Sederhana dan Pasar Kosambi relatif aman untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dalam beberapa bulan ke depan.

“Stok beras kita masih aman untuk menyuplai kebutuhan masyarakat di Kota Bandung, khususnya di Pasar Kosambi dan Pasar Sederhana,” katanya lagi.

Wakil Pemimpin Wilayah Perum Bulog Jabar Yuliani Alzam mengatakan Bulog terus melakukan penyerapan gabah petani sejak awal tahun untuk menjaga ketersediaan beras di tengah musim kemarau.

“Jadi, dalam kaitannya dengan musim kemarau saat ini, kami dari awal tahun sudah melakukan pengadaan penyerapan gabah dan per hari ini tembus di angka 640 ribu ton,” kata Yuliani.

Ia mengatakan penyerapan gabah akan kembali dimaksimalkan pada September hingga November seiring dengan adanya potensi panen di sejumlah daerah di Jabar.

“Ke depan, pada September sampai dengan November akan ada banyak lagi panen, sehingga kami bisa lebih maksimal lagi dalam penyerapan,” ujarnya pula.

Yuliani memastikan stok beras yang tersedia di Jabar mencukupi hingga 2027 sehingga masyarakat tidak perlu khawatir terhadap ketersediaan pasokan maupun harga beras.

“Dengan 640 ribu ton lstok yang ada di Jawa Barat cukup sampai tahun 2027,” katanya lagi.

(*)

Home / Ekonomi
Bapanas Jamin Stabilitas Harga dan Pasokan Beras di Kota Bandung Sesuai HET
Editor: putrajaya
Rubrik: ekonomi | 4 September 2026 | 13:40:15
Bapanas Jamin Stabilitas Harga dan Pasokan Beras di Kota Bandung Sesuai HET
Badan Pangan Nasional (Bapanas) memastikan tidak terjadi gejolak harga beras di Jawa Barat (Jabar) berdasarkan hasil pemantauan harga dan mutu beras di sejumlah pasar di Kota Bandung. (Foto: Fikiranraykat)

KOTA BANDUNG - Badan Pangan Nasional (Bapanas) memastikan tidak terjadi gejolak harga beras di Jawa Barat (Jabar) berdasarkan hasil pemantauan harga dan mutu beras di sejumlah pasar di Kota Bandung.

Kepala Biro Keuangan, Pengadaan, dan Umum Bapanas Jhon Hendra mengatakan pemantauan dilakukan bersama Polda Jabar dan Perum Bulog untuk memastikan harga beras yang beredar di tingkat pedagang tetap sesuai dengan harga eceran tertinggi (HET).

“Dari dua titik yang kita lihat tadi, di Pasar Sederhana dan Pasar Kosambi, secara umum harga beras itu masih sesuai dengan HET. Di mana harga beras medium itu di kisaran Rp13.500 dan premium di Rp14.900,” kata Jhon, di Bandung, Jumat (04/9/2026).

Ia mengatakan beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) juga masih dijual sesuai ketentuan pemerintah, yakni Rp12.500 per kilogram.

“Jadi, secara umum harga masih sesuai dengan HET yang ditetapkan oleh pemerintah,” ujarnya.

Selain harga, kata dia, Satgas Pengendalian Harga dan Mutu Beras juga melakukan pemantauan ketersediaan beras dengan menanyakan langsung kepada pedagang. Hasilnya, stok beras di Pasar Sederhana dan Pasar Kosambi relatif aman untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dalam beberapa bulan ke depan.

“Stok beras kita masih aman untuk menyuplai kebutuhan masyarakat di Kota Bandung, khususnya di Pasar Kosambi dan Pasar Sederhana,” katanya lagi.

Wakil Pemimpin Wilayah Perum Bulog Jabar Yuliani Alzam mengatakan Bulog terus melakukan penyerapan gabah petani sejak awal tahun untuk menjaga ketersediaan beras di tengah musim kemarau.

“Jadi, dalam kaitannya dengan musim kemarau saat ini, kami dari awal tahun sudah melakukan pengadaan penyerapan gabah dan per hari ini tembus di angka 640 ribu ton,” kata Yuliani.

Ia mengatakan penyerapan gabah akan kembali dimaksimalkan pada September hingga November seiring dengan adanya potensi panen di sejumlah daerah di Jabar.

“Ke depan, pada September sampai dengan November akan ada banyak lagi panen, sehingga kami bisa lebih maksimal lagi dalam penyerapan,” ujarnya pula.

Yuliani memastikan stok beras yang tersedia di Jabar mencukupi hingga 2027 sehingga masyarakat tidak perlu khawatir terhadap ketersediaan pasokan maupun harga beras.

“Dengan 640 ribu ton lstok yang ada di Jawa Barat cukup sampai tahun 2027,” katanya lagi.

(*)