
PANDEGLANG-Tim SAR gabungan memperluas sektor pencarian terhadap speed boat yang membawa rombongan jurnalis hingga mendekati perairan sekitar tepi Gunung Anak Krakatau, menurut Kepala SAR Banten Al Amrad di Pandeglang, Kamis.
Langkah perluasan area penyisiran tersebut diambil dengan memprioritaskan faktor keselamatan personel, mengingat situasi aktivitas vulkanik serta kondisi cuaca di sekitar perairan itu masih berstatus siaga.
"Monitoring perkembangan aktivitas Gunung Anak Krakatau. Kemarin ada permintaan bahwa gimana kira-kira kalau kita masuk ke wilayah sini (Anak Krakatau). Tetapi tetap akan kita coba apabila itu dalam kondisi aman, safety paling tidak yang utama," kata Al Amrad.

Pelaksanaan operasi penyelamatan pada hari ketiga ini turut menyiagakan perangkat drone atau pesawat udara nirawak di atas kapal demi memperluas pemantauan visual secara maksimal, meski tim di lapangan tetap siaga terhadap potensi perubahan meteorologi laut serta dinamika arah angin.
Di samping itu, strategi pencarian hari ini diorganisasikan secara terstruktur dengan membagi wilayah operasional mulai dari pelabuhan di wilayah Banten hingga menjangkau perairan Lampung.
"Kita sedikit memberikan informasi perihal perizinan operasi yang hari ini menjadi divisiktor, dimana nanti kita berbagi dalam sektor itu dari Pelabuhan Ciwandan dan kemudian KN SAR Basudewa, Kantor SAR Lampung, yang kemudian KRI Beserta dan Lepu itu bergerak dari wilayah Lampung," jelasnya.
"Drone itu tetap kami bekali di satu kapal. Hari ini juga tetap kami siapkan, tapi melihat kondisi di lapangan, yang kadang-kadang arah angin berubah, itu tetap harus kita perhatikan," ujar Al Amrad. (*)







PANDEGLANG-Tim SAR gabungan memperluas sektor pencarian terhadap speed boat yang membawa rombongan jurnalis hingga mendekati perairan sekitar tepi Gunung Anak Krakatau, menurut Kepala SAR Banten Al Amrad di Pandeglang, Kamis.
Langkah perluasan area penyisiran tersebut diambil dengan memprioritaskan faktor keselamatan personel, mengingat situasi aktivitas vulkanik serta kondisi cuaca di sekitar perairan itu masih berstatus siaga.
"Monitoring perkembangan aktivitas Gunung Anak Krakatau. Kemarin ada permintaan bahwa gimana kira-kira kalau kita masuk ke wilayah sini (Anak Krakatau). Tetapi tetap akan kita coba apabila itu dalam kondisi aman, safety paling tidak yang utama," kata Al Amrad.
Pelaksanaan operasi penyelamatan pada hari ketiga ini turut menyiagakan perangkat drone atau pesawat udara nirawak di atas kapal demi memperluas pemantauan visual secara maksimal, meski tim di lapangan tetap siaga terhadap potensi perubahan meteorologi laut serta dinamika arah angin.
Di samping itu, strategi pencarian hari ini diorganisasikan secara terstruktur dengan membagi wilayah operasional mulai dari pelabuhan di wilayah Banten hingga menjangkau perairan Lampung.
"Kita sedikit memberikan informasi perihal perizinan operasi yang hari ini menjadi divisiktor, dimana nanti kita berbagi dalam sektor itu dari Pelabuhan Ciwandan dan kemudian KN SAR Basudewa, Kantor SAR Lampung, yang kemudian KRI Beserta dan Lepu itu bergerak dari wilayah Lampung," jelasnya.
"Drone itu tetap kami bekali di satu kapal. Hari ini juga tetap kami siapkan, tapi melihat kondisi di lapangan, yang kadang-kadang arah angin berubah, itu tetap harus kita perhatikan," ujar Al Amrad. (*)