
ROKAN HILIR – Kabut asap tebal menyelimuti sejumlah wilayah di Kabupaten Rokan Hilir, Rabu (16/9/2026) pagi. Pekatnya asap membuat jarak pandang masyarakat terbatas dan suasana pagi di sejumlah kawasan berubah menjadi kelabu.
Pantauan di lapangan, kabut asap terlihat menutupi ruas jalan dan kawasan permukiman. Kendaraan yang melintas tampak samar dari kejauhan karena pandangan tertutup asap.
Kondisi tersebut diduga merupakan dampak asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dari wilayah sekitar yang terbawa angin hingga masuk ke Rokan Hilir. Kabut asap paling tebal terlihat pada pagi hari.

Seiring matahari mulai meninggi, kondisi perlahan berubah. Tiupan angin kemudian membawa asap bergerak menjauh dari daratan menuju kawasan laut sehingga kabut yang sebelumnya pekat mulai berangsur menipis.
Namun, kondisi berbeda masih terlihat di kawasan perairan. Asap dilaporkan cukup tebal di laut sehingga dikhawatirkan dapat menyulitkan aktivitas nelayan, terutama akibat jarak pandang yang terbatas.
Fenomena tersebut juga menjadi perhatian masyarakat. Warganet ramai mengunggah foto dan video kondisi kabut asap melalui media sosial. Sejumlah unggahan memperlihatkan jalan dan lingkungan sekitar yang nyaris tertutup kabut putih keabu-abuan.

Salah seorang warga Rokan Hilir, Zulfahri, mengaku cukup terkejut melihat kondisi kabut asap pagi itu.
“Sangat ngeri sekali, kabut asap pagi ini sangat tebal sekali,” ujarnya.
Keluhan serupa disampaikan warga lainnya. Tebalnya kabut asap bahkan membuat seorang anak yang hendak berangkat sekolah meminta untuk diliburkan setelah melihat kondisi di luar rumah yang dipenuhi asap.
Sementara itu, Nasrudin, warga lainnya, mengatakan jarak pandang pada pagi hari cukup terbatas. Meski demikian, kondisi tersebut tidak berlangsung terlalu lama.
“Jarak pandang akibat kabut asap tersebut sangat terbatas. Namun kabut asap tidak bertahan lama, sekitar pukul 09.00 WIB mulai hilang lantaran dibawa angin,” katanya.
Masyarakat berharap kabut asap yang menyelimuti Rokan Hilir tersebut tidak semakin parah dan hanya berlangsung sementara. Warga khawatir apabila asap terus bertahan, dampaknya akan semakin luas terhadap kesehatan dan aktivitas masyarakat.
“Kalau asap ini berkelanjutan dan bertahan di Rokan Hilir, banyak yang terdampak, terutama dari segi kesehatan dan aktivitas masyarakat dalam kehidupan sehari-hari,” ungkapnya.
Warga kini berharap kondisi udara segera kembali normal dan kabut asap tidak kembali menebal, sehingga aktivitas masyarakat di darat maupun di perairan dapat berjalan tanpa terganggu oleh terbatasnya jarak pandang. (rom)




ROKAN HILIR – Kabut asap tebal menyelimuti sejumlah wilayah di Kabupaten Rokan Hilir, Rabu (16/9/2026) pagi. Pekatnya asap membuat jarak pandang masyarakat terbatas dan suasana pagi di sejumlah kawasan berubah menjadi kelabu.
Pantauan di lapangan, kabut asap terlihat menutupi ruas jalan dan kawasan permukiman. Kendaraan yang melintas tampak samar dari kejauhan karena pandangan tertutup asap.
Kondisi tersebut diduga merupakan dampak asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dari wilayah sekitar yang terbawa angin hingga masuk ke Rokan Hilir. Kabut asap paling tebal terlihat pada pagi hari.
Seiring matahari mulai meninggi, kondisi perlahan berubah. Tiupan angin kemudian membawa asap bergerak menjauh dari daratan menuju kawasan laut sehingga kabut yang sebelumnya pekat mulai berangsur menipis.
Namun, kondisi berbeda masih terlihat di kawasan perairan. Asap dilaporkan cukup tebal di laut sehingga dikhawatirkan dapat menyulitkan aktivitas nelayan, terutama akibat jarak pandang yang terbatas.
Fenomena tersebut juga menjadi perhatian masyarakat. Warganet ramai mengunggah foto dan video kondisi kabut asap melalui media sosial. Sejumlah unggahan memperlihatkan jalan dan lingkungan sekitar yang nyaris tertutup kabut putih keabu-abuan.

Salah seorang warga Rokan Hilir, Zulfahri, mengaku cukup terkejut melihat kondisi kabut asap pagi itu.
“Sangat ngeri sekali, kabut asap pagi ini sangat tebal sekali,” ujarnya.
Keluhan serupa disampaikan warga lainnya. Tebalnya kabut asap bahkan membuat seorang anak yang hendak berangkat sekolah meminta untuk diliburkan setelah melihat kondisi di luar rumah yang dipenuhi asap.
Sementara itu, Nasrudin, warga lainnya, mengatakan jarak pandang pada pagi hari cukup terbatas. Meski demikian, kondisi tersebut tidak berlangsung terlalu lama.
“Jarak pandang akibat kabut asap tersebut sangat terbatas. Namun kabut asap tidak bertahan lama, sekitar pukul 09.00 WIB mulai hilang lantaran dibawa angin,” katanya.
Masyarakat berharap kabut asap yang menyelimuti Rokan Hilir tersebut tidak semakin parah dan hanya berlangsung sementara. Warga khawatir apabila asap terus bertahan, dampaknya akan semakin luas terhadap kesehatan dan aktivitas masyarakat.
“Kalau asap ini berkelanjutan dan bertahan di Rokan Hilir, banyak yang terdampak, terutama dari segi kesehatan dan aktivitas masyarakat dalam kehidupan sehari-hari,” ungkapnya.
Warga kini berharap kondisi udara segera kembali normal dan kabut asap tidak kembali menebal, sehingga aktivitas masyarakat di darat maupun di perairan dapat berjalan tanpa terganggu oleh terbatasnya jarak pandang. (rom)