logo
Sinyal Pemerintah untuk KPK: Periksa Nusron Wahid Jika Dibutuhkan dalam Kasus Su Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Pendidikan Gratis dari TK hingga Kuliah Disiapkan, Pemerintah Hitung Anggaran da Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Program BSPS 2026 Berjalan, Pemprov Riau Sebut 31 Ribu Rumah Masih Butuh Bantuan Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Sidang Pemerasan dan Penipuan: Saksi Pelapor Ungkap Transfer Rp35 Juta ke Terdak Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Sembilan Hari Tertekan, Rupiah Akhirnya Bangkit ke Rp17.818 per Dolar AS Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Warga Temukan Pemuda Tergantung dalam Apotek di Salo Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Pemko Pekanbaru Sudah Perbaiki 34 Km Jalan Rusak, Target 55 Km Tahun Ini Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Antrean Solar Tak Kunjung Terurai, Edy Natar Duga Ada Mafia, Polda Riau: Masih K Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi
HOME / Lingkungan / ROHIL
Kabut Asap Tebal Kepung Rokan Hilir, Jarak Pandang di Daratan Maupun Perairan Sangat Terbatas
Kabut asap tebal di Rokan Hilir yang mengakibatkan jarak pandang terbatas. (Foto: Romi/Pekanbarutv)
Kabut Asap Tebal Kepung Rokan Hilir, Jarak Pandang di Daratan Maupun Perairan Sangat Terbatas
Editor: Arya Mahendra | Penulis: romi ramadani
Rubrik: lingkungan | 16 September 2026 | 15:18:34

ROKAN HILIR – Kabut asap tebal menyelimuti sejumlah wilayah di Kabupaten Rokan Hilir, Rabu (16/9/2026) pagi. Pekatnya asap membuat jarak pandang masyarakat terbatas dan suasana pagi di sejumlah kawasan berubah menjadi kelabu.‎

‎Pantauan di lapangan, kabut asap terlihat menutupi ruas jalan dan kawasan permukiman. Kendaraan yang melintas tampak samar dari kejauhan karena pandangan tertutup asap.‎

‎Kondisi tersebut diduga merupakan dampak asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dari wilayah sekitar yang terbawa angin hingga masuk ke Rokan Hilir. Kabut asap paling tebal terlihat pada pagi hari.

iklan-view

‎Seiring matahari mulai meninggi, kondisi perlahan berubah. Tiupan angin kemudian membawa asap bergerak menjauh dari daratan menuju kawasan laut sehingga kabut yang sebelumnya pekat mulai berangsur menipis.

‎Namun, kondisi berbeda masih terlihat di kawasan perairan. Asap dilaporkan cukup tebal di laut sehingga dikhawatirkan dapat menyulitkan aktivitas nelayan, terutama akibat jarak pandang yang terbatas.

‎Fenomena tersebut juga menjadi perhatian masyarakat. Warganet ramai mengunggah foto dan video kondisi kabut asap melalui media sosial. Sejumlah unggahan memperlihatkan jalan dan lingkungan sekitar yang nyaris tertutup kabut putih keabu-abuan.

‎Salah seorang warga Rokan Hilir, Zulfahri, mengaku cukup terkejut melihat kondisi kabut asap pagi itu.

‎“Sangat ngeri sekali, kabut asap pagi ini sangat tebal sekali,” ujarnya.‎

‎Keluhan serupa disampaikan warga lainnya. Tebalnya kabut asap bahkan membuat seorang anak yang hendak berangkat sekolah meminta untuk diliburkan setelah melihat kondisi di luar rumah yang dipenuhi asap.

‎Sementara itu, Nasrudin, warga lainnya, mengatakan jarak pandang pada pagi hari cukup terbatas. Meski demikian, kondisi tersebut tidak berlangsung terlalu lama.

‎“Jarak pandang akibat kabut asap tersebut sangat terbatas. Namun kabut asap tidak bertahan lama, sekitar pukul 09.00 WIB mulai hilang lantaran dibawa angin,” katanya.

‎Masyarakat berharap kabut asap yang menyelimuti Rokan Hilir tersebut tidak semakin parah dan hanya berlangsung sementara. Warga khawatir apabila asap terus bertahan, dampaknya akan semakin luas terhadap kesehatan dan aktivitas masyarakat.

‎“Kalau asap ini berkelanjutan dan bertahan di Rokan Hilir, banyak yang terdampak, terutama dari segi kesehatan dan aktivitas masyarakat dalam kehidupan sehari-hari,” ungkapnya.

‎Warga kini berharap kondisi udara segera kembali normal dan kabut asap tidak kembali menebal, sehingga aktivitas masyarakat di darat maupun di perairan dapat berjalan tanpa terganggu oleh terbatasnya jarak pandang. (rom)

Tags: rohil
Kabut Asap Tebal Kepung Rokan Hilir, Jarak Pandang di Daratan Maupun Perairan Sangat Terbatas
Editor: Arya Mahendra | Penulis: romi ramadani
Rubrik: lingkungan | 16 September 2026 | 15:18:34
Kabut Asap Tebal Kepung Rokan Hilir, Jarak Pandang di Daratan Maupun Perairan Sangat Terbatas
Kabut asap tebal di Rokan Hilir yang mengakibatkan jarak pandang terbatas. (Foto: Romi/Pekanbarutv)

ROKAN HILIR – Kabut asap tebal menyelimuti sejumlah wilayah di Kabupaten Rokan Hilir, Rabu (16/9/2026) pagi. Pekatnya asap membuat jarak pandang masyarakat terbatas dan suasana pagi di sejumlah kawasan berubah menjadi kelabu.‎

‎Pantauan di lapangan, kabut asap terlihat menutupi ruas jalan dan kawasan permukiman. Kendaraan yang melintas tampak samar dari kejauhan karena pandangan tertutup asap.‎

‎Kondisi tersebut diduga merupakan dampak asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dari wilayah sekitar yang terbawa angin hingga masuk ke Rokan Hilir. Kabut asap paling tebal terlihat pada pagi hari.

‎Seiring matahari mulai meninggi, kondisi perlahan berubah. Tiupan angin kemudian membawa asap bergerak menjauh dari daratan menuju kawasan laut sehingga kabut yang sebelumnya pekat mulai berangsur menipis.

‎Namun, kondisi berbeda masih terlihat di kawasan perairan. Asap dilaporkan cukup tebal di laut sehingga dikhawatirkan dapat menyulitkan aktivitas nelayan, terutama akibat jarak pandang yang terbatas.

‎Fenomena tersebut juga menjadi perhatian masyarakat. Warganet ramai mengunggah foto dan video kondisi kabut asap melalui media sosial. Sejumlah unggahan memperlihatkan jalan dan lingkungan sekitar yang nyaris tertutup kabut putih keabu-abuan.

‎Salah seorang warga Rokan Hilir, Zulfahri, mengaku cukup terkejut melihat kondisi kabut asap pagi itu.

‎“Sangat ngeri sekali, kabut asap pagi ini sangat tebal sekali,” ujarnya.‎

‎Keluhan serupa disampaikan warga lainnya. Tebalnya kabut asap bahkan membuat seorang anak yang hendak berangkat sekolah meminta untuk diliburkan setelah melihat kondisi di luar rumah yang dipenuhi asap.

‎Sementara itu, Nasrudin, warga lainnya, mengatakan jarak pandang pada pagi hari cukup terbatas. Meski demikian, kondisi tersebut tidak berlangsung terlalu lama.

‎“Jarak pandang akibat kabut asap tersebut sangat terbatas. Namun kabut asap tidak bertahan lama, sekitar pukul 09.00 WIB mulai hilang lantaran dibawa angin,” katanya.

‎Masyarakat berharap kabut asap yang menyelimuti Rokan Hilir tersebut tidak semakin parah dan hanya berlangsung sementara. Warga khawatir apabila asap terus bertahan, dampaknya akan semakin luas terhadap kesehatan dan aktivitas masyarakat.

‎“Kalau asap ini berkelanjutan dan bertahan di Rokan Hilir, banyak yang terdampak, terutama dari segi kesehatan dan aktivitas masyarakat dalam kehidupan sehari-hari,” ungkapnya.

‎Warga kini berharap kondisi udara segera kembali normal dan kabut asap tidak kembali menebal, sehingga aktivitas masyarakat di darat maupun di perairan dapat berjalan tanpa terganggu oleh terbatasnya jarak pandang. (rom)

Tags: rohil