logo
● PT AIP Komitmen Rp57 Miliar untuk Kebun Masyarakat, Empat Kampung Siak Menanti R Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi ● Gedung BWSS III Mulai Dirobohkan, Pemprov Riau Buka Jalan Alternatif Cut Nyak Di Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi ● Polres Dumai Gerebek Tiga Titik Rawan Narkoba: 12 Orang Diamankan, 11 Positif Sa Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi ● Azis Subekti Desak Bongkar Aktor di Balik Perambahan Tesso Nilo, Penegakan Hukum Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi ● Dari Polemik Ijazah Gibran: Putusan Mengakhiri Perkara, Siapa Memulihkan Keperca Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi ● Dramatis! PSPS Pekanbaru Tekuk PSMS Medan 2-1, Dua Pemain Pengganti Jadi Pahlawa Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi ● Kualitas Udara Membaik, Siswa di Pekanbaru Kembali Belajar Tatap Muka Mulai Seni Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi ● UPDATE: Panama Tetapkan Darurat Nasional, Gempa Dahsyat Rusak 426 Rumah dan 419 Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi
HOME / Lingkungan / Pekanbaru
71 Hotspot Masih Muncul di Riau, Inhu Jadi Wilayah dengan Titik Panas Terbanyak
BMKG pagi ini masih menemukan 71 titik panas atau hotspot yang tersebar di delapan kabupaten dan kota di Riau. (Foto: Istimewa)
71 Hotspot Masih Muncul di Riau, Inhu Jadi Wilayah dengan Titik Panas Terbanyak
Editor: Boy Surya Hamta | Penulis: yob ayrus
Rubrik: lingkungan | 18 September 2026 | 10:02:05

PEKANBARU-Ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Riau masih perlu diwaspadai. Pemantauan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Jumat (18/9/2026) pagi menemukan 71 titik panas atau hotspot yang tersebar di delapan kabupaten dan kota.

Dari seluruh wilayah Riau, Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu) menjadi daerah dengan konsentrasi hotspot paling tinggi. Sebanyak 41 titik panas terpantau berada di wilayah tersebut.

Data itu muncul di tengah kondisi cuaca Riau yang masih berpotensi diguyur hujan di sejumlah daerah. BMKG juga mengeluarkan peringatan terhadap peluang hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai petir dan angin kencang.

iklan-view

Prakirawan BMKG Pekanbaru, Yasir P. mengatakan, hotspot di Riau tersebar pada beberapa wilayah.

"Sementara itu, Riau terpantau memiliki 71 titik panas yang tersebar di delapan kabupaten dan kota," kata Yasir.

Sebaran titik panas di Riau tidak merata. Inhu menjadi daerah dengan jumlah hotspot paling banyak, yakni 41 titik.

Kabupaten Kampar berada di urutan berikutnya dengan delapan titik. Indragiri Hilir menyusul dengan tujuh titik, kemudian Siak lima titik dan Kota Dumai empat titik.

Hotspot juga terdeteksi di Pelalawan sebanyak tiga titik, Rokan Hilir dua titik, serta Rokan Hulu satu titik.

Kemunculan hotspot tersebut menjadi perhatian dalam pemantauan karhutla karena titik panas dapat menjadi indikator awal adanya aktivitas pembakaran atau kebakaran, meski keberadaan hotspot tidak otomatis berarti telah terjadi kebakaran di setiap titik.

Kondisi di Inhu juga patut dicermati. Beberapa hari sebelumnya, wilayah ini sempat menjadi daerah dengan konsentrasi hotspot tertinggi di Riau. Pada 16 September, misalnya, BMKG mencatat 84 hotspot di Inhu dari total 115 titik yang terdeteksi di Riau.

Ribuan Hotspot Masih Terdeteksi di Sumatera
Persoalan titik panas pada Jumat pagi tidak hanya terjadi di Riau. BMKG memantau 3.227 hotspot di sejumlah wilayah Sumatera.

Sumatera Selatan menjadi daerah dengan jumlah titik panas paling besar, mencapai 2.283 titik. Bangka Belitung berada di angka 339 titik, disusul Jambi 299 titik dan Lampung 218 titik.

Hotspot juga terpantau di Kepulauan Riau sebanyak 10 titik, Sumatera Utara enam titik dan Bengkulu satu titik.

Besarnya jumlah hotspot di sejumlah provinsi Sumatera menunjukkan bahwa pemantauan karhutla masih menjadi perhatian lintas wilayah.

Di tengah munculnya puluhan hotspot di Riau, peluang hujan masih terbuka pada sejumlah waktu dan wilayah.

Jumat pagi, hujan ringan hingga sedang diprakirakan terjadi di Bengkalis dan Dumai. Potensi hujan kemudian dapat meluas pada siang hingga sore ke Kepulauan Meranti, Bengkalis, Siak, Indragiri Hilir, Kampar, Rokan Hilir dan Rokan Hulu.

Malam hari, hujan ringan hingga sedang berpeluang terjadi di sebagian besar wilayah Riau. Kondisi serupa juga masih mungkin berlangsung pada dini hari di Pekanbaru, Dumai, Bengkalis, Siak, Pelalawan, Indragiri Hulu, Indragiri Hilir, Kampar, Kepulauan Meranti dan Rokan Hilir.

BMKG mengingatkan hujan dengan intensitas sedang hingga lebat berpotensi disertai petir dan angin kencang pada sejumlah periode.

Wilayah yang masuk dalam peringatan tersebut mencakup Bengkalis, Siak, Kampar, Rokan Hulu, Rokan Hilir, Pelalawan, Indragiri Hulu, Indragiri Hilir, Dumai dan Pekanbaru. Peringatan dini BMKG untuk Riau pada 18 September juga tercatat dalam sistem resmi BMKG. (mcr)

71 Hotspot Masih Muncul di Riau, Inhu Jadi Wilayah dengan Titik Panas Terbanyak
Editor: Boy Surya Hamta | Penulis: yob ayrus
Rubrik: lingkungan | 18 September 2026 | 10:02:05
71 Hotspot Masih Muncul di Riau, Inhu Jadi Wilayah dengan Titik Panas Terbanyak
BMKG pagi ini masih menemukan 71 titik panas atau hotspot yang tersebar di delapan kabupaten dan kota di Riau. (Foto: Istimewa)

PEKANBARU-Ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Riau masih perlu diwaspadai. Pemantauan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Jumat (18/9/2026) pagi menemukan 71 titik panas atau hotspot yang tersebar di delapan kabupaten dan kota.

Dari seluruh wilayah Riau, Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu) menjadi daerah dengan konsentrasi hotspot paling tinggi. Sebanyak 41 titik panas terpantau berada di wilayah tersebut.

Data itu muncul di tengah kondisi cuaca Riau yang masih berpotensi diguyur hujan di sejumlah daerah. BMKG juga mengeluarkan peringatan terhadap peluang hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai petir dan angin kencang.

Prakirawan BMKG Pekanbaru, Yasir P. mengatakan, hotspot di Riau tersebar pada beberapa wilayah.

"Sementara itu, Riau terpantau memiliki 71 titik panas yang tersebar di delapan kabupaten dan kota," kata Yasir.

Sebaran titik panas di Riau tidak merata. Inhu menjadi daerah dengan jumlah hotspot paling banyak, yakni 41 titik.

Kabupaten Kampar berada di urutan berikutnya dengan delapan titik. Indragiri Hilir menyusul dengan tujuh titik, kemudian Siak lima titik dan Kota Dumai empat titik.

Hotspot juga terdeteksi di Pelalawan sebanyak tiga titik, Rokan Hilir dua titik, serta Rokan Hulu satu titik.

Kemunculan hotspot tersebut menjadi perhatian dalam pemantauan karhutla karena titik panas dapat menjadi indikator awal adanya aktivitas pembakaran atau kebakaran, meski keberadaan hotspot tidak otomatis berarti telah terjadi kebakaran di setiap titik.

Kondisi di Inhu juga patut dicermati. Beberapa hari sebelumnya, wilayah ini sempat menjadi daerah dengan konsentrasi hotspot tertinggi di Riau. Pada 16 September, misalnya, BMKG mencatat 84 hotspot di Inhu dari total 115 titik yang terdeteksi di Riau.

Ribuan Hotspot Masih Terdeteksi di Sumatera
Persoalan titik panas pada Jumat pagi tidak hanya terjadi di Riau. BMKG memantau 3.227 hotspot di sejumlah wilayah Sumatera.

Sumatera Selatan menjadi daerah dengan jumlah titik panas paling besar, mencapai 2.283 titik. Bangka Belitung berada di angka 339 titik, disusul Jambi 299 titik dan Lampung 218 titik.

Hotspot juga terpantau di Kepulauan Riau sebanyak 10 titik, Sumatera Utara enam titik dan Bengkulu satu titik.

Besarnya jumlah hotspot di sejumlah provinsi Sumatera menunjukkan bahwa pemantauan karhutla masih menjadi perhatian lintas wilayah.

Di tengah munculnya puluhan hotspot di Riau, peluang hujan masih terbuka pada sejumlah waktu dan wilayah.

Jumat pagi, hujan ringan hingga sedang diprakirakan terjadi di Bengkalis dan Dumai. Potensi hujan kemudian dapat meluas pada siang hingga sore ke Kepulauan Meranti, Bengkalis, Siak, Indragiri Hilir, Kampar, Rokan Hilir dan Rokan Hulu.

Malam hari, hujan ringan hingga sedang berpeluang terjadi di sebagian besar wilayah Riau. Kondisi serupa juga masih mungkin berlangsung pada dini hari di Pekanbaru, Dumai, Bengkalis, Siak, Pelalawan, Indragiri Hulu, Indragiri Hilir, Kampar, Kepulauan Meranti dan Rokan Hilir.

BMKG mengingatkan hujan dengan intensitas sedang hingga lebat berpotensi disertai petir dan angin kencang pada sejumlah periode.

Wilayah yang masuk dalam peringatan tersebut mencakup Bengkalis, Siak, Kampar, Rokan Hulu, Rokan Hilir, Pelalawan, Indragiri Hulu, Indragiri Hilir, Dumai dan Pekanbaru. Peringatan dini BMKG untuk Riau pada 18 September juga tercatat dalam sistem resmi BMKG. (mcr)