logo
Misteri Paus 8 Meter dan Berat 8 Ton di Hutan Bakau Inhil, Warga Mandah Mendadak Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Rupiah Semakin Terdesak, Tinggal Rp84 dari Level Psikologis Rp18.000 Per-Dolar A Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Razia Gabungan di Lapas Pekanbaru, Senjata Tajam Rakitan hingga Kompor Listrik D Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi DPD RI Desak Kemenlu Selamatkan Nandiya, TKI Jaksel yang Diduga Jadi Korban TPPO Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Cabai Merah Kian "Pedas", Harga Jual Tembus Rp80 Ribu Per Kilogram, Cuaca Buruk Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Cucu Dilaporkan Curi Sawit Milik Kakek Sendiri, Dugaan Kriminalisasi Ahli Waris Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Massa Fomari-Bebersi Desak Kejati Riau Usut Kasus Dugaan Ijazah Ketua DPRD Siak Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Saat Antrean BBM Jadi Rezeki: Kisah Zurbainah, Penjual Pisang Molen di Pekanbaru Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi
BMKG Sebut Pekanbaru dan Padang Berpotensi Diguyur Hujan
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika memperingatkan masyarakat di berbagai daerah untuk mewaspadai potensi cuaca ekstrem berupa hujan dengan beragam intensitas, meski cuaca kering masih mendominasi sebagian besar kawasan di Tanah Air pada hari Rabu (23/9/2026). (Dok)
BMKG Sebut Pekanbaru dan Padang Berpotensi Diguyur Hujan
Editor: putrajaya
Rubrik: news | 23 September 2026 | 07:41:00

JAKARTA – Kondisi cuaca kering masih diperkirakan mendominasi sebagian besar wilayah Indonesia pada Rabu (23/9/2026). Meski demikian, sejumlah daerah tetap berpeluang diguyur hujan dengan intensitas mulai dari ringan hingga lebat.

Prakirawan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Adelia Febby mengatakan, terdapat sirkulasi siklonik atau pusaran angin di wilayah Samudera Pasifik sebelah utara Papua serta di kawasan pesisir selatan Vietnam.

Menurut Adelia, keberadaan sistem tersebut menyebabkan terjadinya pertemuan sekaligus perlambatan massa udara di sejumlah kawasan, termasuk Teluk Thailand, Laut Cina Selatan, Laut Natuna, Laut Filipina, hingga perairan Maluku Utara dan Papua.

“Fenomena tersebut dapat mendorong pertumbuhan awan hujan di wilayah sekitarnya,” ujar Adelia dalam siaran prakiraan cuaca yang dipantau dari Jakarta, Rabu (23/9/2026).

Di wilayah barat Indonesia, hujan disertai petir berpotensi terjadi di Pontianak dan Tanjung Selor. Sementara itu, Medan diprakirakan mengalami hujan dengan intensitas sedang. Hujan ringan berpeluang turun di Padang, Pekanbaru, Pangkal Pinang, Serang, serta Bandung.

Untuk kawasan Indonesia bagian timur, hujan sedang diperkirakan terjadi di Nabire. Adapun Mamuju, Palu, Jayapura, dan Jayawijaya berpotensi mengalami hujan ringan.

BMKG tetap mengingatkan bahwa hujan berintensitas lebat dapat terjadi secara lokal di sejumlah daerah, meskipun pola cuaca kering masih menjadi kondisi yang lebih dominan secara umum.

Selain hujan, kondisi udara kabur juga berpotensi muncul di beberapa wilayah. Situasi tersebut diprakirakan terjadi di sebagian besar Sumatera bagian tengah hingga selatan dan sejumlah wilayah Kalimantan, khususnya bagian selatan, tengah, dan timur. Potensi serupa juga terdapat di Sorong dan Manokwari.

Bagi penerbangan, BMKG seperti dilansir dari kantor berita antaranews mengingatkan, adanya potensi awan cumulonimbus di sejumlah kawasan. Wilayah yang perlu diwaspadai antara lain Sumatera, Laut Natuna Utara, Kalimantan, Sulawesi, bagian utara Selat Makassar, Papua, serta Samudera Pasifik sebelah utara Papua.

Penumpang dan pengguna jasa transportasi udara disarankan terus memperhatikan pembaruan informasi cuaca dari bandara maupun maskapai penerbangan sebelum melakukan perjalanan.

Di perairan Indonesia, kecepatan angin secara umum diperkirakan berada pada kisaran 5 hingga 25 knot. Sementara itu, gelombang dengan ketinggian 1,25 sampai 2,5 meter berpeluang terjadi di sejumlah perairan yang meliputi wilayah Sumatera, Kalimantan, Jawa, Nusa Tenggara, Sulawesi, Maluku, dan Papua.

Adapun gelombang yang lebih tinggi, yakni sekitar 2,5 hingga 4 meter, berpotensi muncul di Samudera Hindia sebelah barat Kepulauan Mentawai hingga Lampung. Kondisi serupa juga diperkirakan terjadi di Samudera Hindia selatan Banten hingga Jawa Timur.

BMKG mengimbau masyarakat untuk mempertimbangkan kondisi cuaca sebelum melakukan aktivitas di luar ruangan maupun perjalanan. Informasi terbaru mengenai perkembangan cuaca dapat dipantau melalui kanal resmi BMKG. (*)

Tags: bmkg
Home / News
BMKG Sebut Pekanbaru dan Padang Berpotensi Diguyur Hujan
Editor: putrajaya
Rubrik: news | 23 September 2026 | 07:41:00
BMKG Sebut Pekanbaru dan Padang Berpotensi Diguyur Hujan
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika memperingatkan masyarakat di berbagai daerah untuk mewaspadai potensi cuaca ekstrem berupa hujan dengan beragam intensitas, meski cuaca kering masih mendominasi sebagian besar kawasan di Tanah Air pada hari Rabu (23/9/2026). (Dok)

JAKARTA – Kondisi cuaca kering masih diperkirakan mendominasi sebagian besar wilayah Indonesia pada Rabu (23/9/2026). Meski demikian, sejumlah daerah tetap berpeluang diguyur hujan dengan intensitas mulai dari ringan hingga lebat.

Prakirawan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Adelia Febby mengatakan, terdapat sirkulasi siklonik atau pusaran angin di wilayah Samudera Pasifik sebelah utara Papua serta di kawasan pesisir selatan Vietnam.

Menurut Adelia, keberadaan sistem tersebut menyebabkan terjadinya pertemuan sekaligus perlambatan massa udara di sejumlah kawasan, termasuk Teluk Thailand, Laut Cina Selatan, Laut Natuna, Laut Filipina, hingga perairan Maluku Utara dan Papua.

“Fenomena tersebut dapat mendorong pertumbuhan awan hujan di wilayah sekitarnya,” ujar Adelia dalam siaran prakiraan cuaca yang dipantau dari Jakarta, Rabu (23/9/2026).

Di wilayah barat Indonesia, hujan disertai petir berpotensi terjadi di Pontianak dan Tanjung Selor. Sementara itu, Medan diprakirakan mengalami hujan dengan intensitas sedang. Hujan ringan berpeluang turun di Padang, Pekanbaru, Pangkal Pinang, Serang, serta Bandung.

Untuk kawasan Indonesia bagian timur, hujan sedang diperkirakan terjadi di Nabire. Adapun Mamuju, Palu, Jayapura, dan Jayawijaya berpotensi mengalami hujan ringan.

BMKG tetap mengingatkan bahwa hujan berintensitas lebat dapat terjadi secara lokal di sejumlah daerah, meskipun pola cuaca kering masih menjadi kondisi yang lebih dominan secara umum.

Selain hujan, kondisi udara kabur juga berpotensi muncul di beberapa wilayah. Situasi tersebut diprakirakan terjadi di sebagian besar Sumatera bagian tengah hingga selatan dan sejumlah wilayah Kalimantan, khususnya bagian selatan, tengah, dan timur. Potensi serupa juga terdapat di Sorong dan Manokwari.

Bagi penerbangan, BMKG seperti dilansir dari kantor berita antaranews mengingatkan, adanya potensi awan cumulonimbus di sejumlah kawasan. Wilayah yang perlu diwaspadai antara lain Sumatera, Laut Natuna Utara, Kalimantan, Sulawesi, bagian utara Selat Makassar, Papua, serta Samudera Pasifik sebelah utara Papua.

Penumpang dan pengguna jasa transportasi udara disarankan terus memperhatikan pembaruan informasi cuaca dari bandara maupun maskapai penerbangan sebelum melakukan perjalanan.

Di perairan Indonesia, kecepatan angin secara umum diperkirakan berada pada kisaran 5 hingga 25 knot. Sementara itu, gelombang dengan ketinggian 1,25 sampai 2,5 meter berpeluang terjadi di sejumlah perairan yang meliputi wilayah Sumatera, Kalimantan, Jawa, Nusa Tenggara, Sulawesi, Maluku, dan Papua.

Adapun gelombang yang lebih tinggi, yakni sekitar 2,5 hingga 4 meter, berpotensi muncul di Samudera Hindia sebelah barat Kepulauan Mentawai hingga Lampung. Kondisi serupa juga diperkirakan terjadi di Samudera Hindia selatan Banten hingga Jawa Timur.

BMKG mengimbau masyarakat untuk mempertimbangkan kondisi cuaca sebelum melakukan aktivitas di luar ruangan maupun perjalanan. Informasi terbaru mengenai perkembangan cuaca dapat dipantau melalui kanal resmi BMKG. (*)

Tags: bmkg