logo
● Sasar Kabel FO Semraut, Pemko Pekanbaru Lanjutkan Penertiban ke Jalan Paus Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi ● Warga Rumbai Silahkan Kunjungi Pasar Murah, Beras SPHP Dijual Rp60 Ribu Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi ● Udara Pekanbaru Kian Mengkhawatirkan, PM2.5 Enam Kali Ambang Batas WHO Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi ● Hujan Lebat Disertai Petir Malam Ini, BMKG Pantau 11 Titik Panas di Riau Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi ● Diduga Dipicu Sengketa Tanah, Adik Bacok Kakak Kandung Hingga Tewas di Ukui Pela Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi ● Rupiah Makin Terpuruk, Ditutup di Level Rp18.060 per Dolar AS Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi ● Kejati Riau Tahan 8 Tersangka Korupsi Dana PI PT SPRH, Kerugian Negara Rp64,22 M Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi ● Polda Riau Sita 2,1 Kg Sabu dan 284 Catridge Etomidate di Pekanbaru, Dua DPO Dib Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi
HOME / Lingkungan / Pekanbaru
Sumatera Dikepung 4.806 Hotspot, Asap Selimuti Riau, Lindungi Pernafasan
Kabut asap tebal, Rabu (7/10/2026) pagi menyelimuti Kota Pekanbaru. (Foto: Boy Surya Hamta/Pekanbarutv.Com)
Sumatera Dikepung 4.806 Hotspot, Asap Selimuti Riau, Lindungi Pernafasan
Editor: Boy Surya Hamta | Penulis: yob ayrus
Rubrik: lingkungan | 7 Oktober 2026 | 09:46:00

PEKANBARU-Langit Sumatera tengah menghadapi ancaman asap akibat dampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Pemantauan titik panas, Rabu (7/10/2026) pagi menunjukkan 4.806 hotspot terdeteksi di berbagai wilayah Sumatera.

Konsentrasi tertinggi berada di Sumatera Selatan dengan 3.689 titik panas. Sementara Lampung tercatat memiliki 353 hotspot, Jambi 438 titik dan Kepulauan Bangka Belitung sebanyak 296 titik.

Di Riau, jumlahnya jauh lebih rendah. Namun, kemunculan titik panas di sejumlah kabupaten tetap menjadi sinyal yang perlu diwaspadai karena kondisi atmosfer juga membuka peluang terjadinya kekaburan udara akibat asap.

iklan-view

Dari pemantauan yang dilakukan Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Riau terpantau memiliki 16 hotspot.

Indragiri Hulu menjadi daerah dengan jumlah terbanyak, yakni enam titik. Kuantan Singingi, Pelalawan, dan Siak masing-masing mencatat dua titik.

Sementara Kampar, Indragiri Hilir, dan Kota Pekanbaru masing-masing terpantau satu titik panas.

Data tersebut menunjukkan sebaran hotspot belum terkonsentrasi pada satu kawasan. Titik panas muncul di sejumlah wilayah yang memiliki karakteristik lahan dan kondisi cuaca berbeda.

Di luar Riau, Sumatera Utara dan Sumatera Barat masing-masing tercatat satu hotspot. Bengkulu memiliki tujuh titik, sedangkan Kepulauan Riau lima titik.

Asap Mengaburkan Udara Riau
Persoalan yang perlu mendapat perhatian bukan hanya jumlah hotspot. Kondisi Riau, Rabu ini juga telihat kabur akibat tertutup kabut asap.

Pagi hari, sejumlah wilayah diperkirakan mengalami udara kabur dan berawan. Meski demikian, BMKG memprakirakan, hujan ringan masih berpeluang turun di sebagian wilayah Rokan Hilir, Bengkalis dan Kota Dumai.

Memasuki siang dan sore, kondisi cerah berawan diperkirakan mendominasi. Namun, udara masih berpotensi kabur akibat asap.

Hujan ringan hingga sedang diprakirakan turun di sebagian Siak, Pelalawan, dan Kepulauan Meranti.

Potensi udara kabur akan kembali muncul malam hari. Namun hujan ringan dan sedang diperkirakan akan mengguyur sebagian Rokan Hilir, Rokan Hulu, Kampar, Siak, Dumai, dan Pekanbaru.

Warga Diminta Lindungi Pernapasan

Forecaster on Duty, Alfa Nataris mengingatkan masyarakat agar tidak mengabaikan dampak asap terhadap kesehatan.

Paparan udara yang tercemar asap dapat mengganggu sistem pernapasan, terutama bagi masyarakat yang memiliki aktivitas tinggi di luar ruangan.

“Masyarakat kami imbau untuk menggunakan masker saat beraktivitas di luar ruangan dan membatasi aktivitas di luar rumah apabila kondisi asap semakin pekat,” ujar Alfa.

Dengan ribuan hotspot masih terpantau di Sumatera, perubahan arah angin dan kondisi cuaca menjadi faktor yang perlu terus diperhatikan.

Bagi masyarakat Riau, kewaspadaan bukan hanya soal kemungkinan munculnya hotspot baru. Kualitas udara, jarak pandang, serta perkembangan cuaca dari waktu ke waktu juga perlu dipantau agar aktivitas harian tetap aman. (mcr)

Sumatera Dikepung 4.806 Hotspot, Asap Selimuti Riau, Lindungi Pernafasan
Editor: Boy Surya Hamta | Penulis: yob ayrus
Rubrik: lingkungan | 7 Oktober 2026 | 09:46:00
Sumatera Dikepung 4.806 Hotspot, Asap Selimuti Riau, Lindungi Pernafasan
Kabut asap tebal, Rabu (7/10/2026) pagi menyelimuti Kota Pekanbaru. (Foto: Boy Surya Hamta/Pekanbarutv.Com)

PEKANBARU-Langit Sumatera tengah menghadapi ancaman asap akibat dampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Pemantauan titik panas, Rabu (7/10/2026) pagi menunjukkan 4.806 hotspot terdeteksi di berbagai wilayah Sumatera.

Konsentrasi tertinggi berada di Sumatera Selatan dengan 3.689 titik panas. Sementara Lampung tercatat memiliki 353 hotspot, Jambi 438 titik dan Kepulauan Bangka Belitung sebanyak 296 titik.

Di Riau, jumlahnya jauh lebih rendah. Namun, kemunculan titik panas di sejumlah kabupaten tetap menjadi sinyal yang perlu diwaspadai karena kondisi atmosfer juga membuka peluang terjadinya kekaburan udara akibat asap.

Dari pemantauan yang dilakukan Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Riau terpantau memiliki 16 hotspot.

Indragiri Hulu menjadi daerah dengan jumlah terbanyak, yakni enam titik. Kuantan Singingi, Pelalawan, dan Siak masing-masing mencatat dua titik.

Sementara Kampar, Indragiri Hilir, dan Kota Pekanbaru masing-masing terpantau satu titik panas.

Data tersebut menunjukkan sebaran hotspot belum terkonsentrasi pada satu kawasan. Titik panas muncul di sejumlah wilayah yang memiliki karakteristik lahan dan kondisi cuaca berbeda.

Di luar Riau, Sumatera Utara dan Sumatera Barat masing-masing tercatat satu hotspot. Bengkulu memiliki tujuh titik, sedangkan Kepulauan Riau lima titik.

Asap Mengaburkan Udara Riau
Persoalan yang perlu mendapat perhatian bukan hanya jumlah hotspot. Kondisi Riau, Rabu ini juga telihat kabur akibat tertutup kabut asap.

Pagi hari, sejumlah wilayah diperkirakan mengalami udara kabur dan berawan. Meski demikian, BMKG memprakirakan, hujan ringan masih berpeluang turun di sebagian wilayah Rokan Hilir, Bengkalis dan Kota Dumai.

Memasuki siang dan sore, kondisi cerah berawan diperkirakan mendominasi. Namun, udara masih berpotensi kabur akibat asap.

Hujan ringan hingga sedang diprakirakan turun di sebagian Siak, Pelalawan, dan Kepulauan Meranti.

Potensi udara kabur akan kembali muncul malam hari. Namun hujan ringan dan sedang diperkirakan akan mengguyur sebagian Rokan Hilir, Rokan Hulu, Kampar, Siak, Dumai, dan Pekanbaru.

Warga Diminta Lindungi Pernapasan

Forecaster on Duty, Alfa Nataris mengingatkan masyarakat agar tidak mengabaikan dampak asap terhadap kesehatan.

Paparan udara yang tercemar asap dapat mengganggu sistem pernapasan, terutama bagi masyarakat yang memiliki aktivitas tinggi di luar ruangan.

“Masyarakat kami imbau untuk menggunakan masker saat beraktivitas di luar ruangan dan membatasi aktivitas di luar rumah apabila kondisi asap semakin pekat,” ujar Alfa.

Dengan ribuan hotspot masih terpantau di Sumatera, perubahan arah angin dan kondisi cuaca menjadi faktor yang perlu terus diperhatikan.

Bagi masyarakat Riau, kewaspadaan bukan hanya soal kemungkinan munculnya hotspot baru. Kualitas udara, jarak pandang, serta perkembangan cuaca dari waktu ke waktu juga perlu dipantau agar aktivitas harian tetap aman. (mcr)