logo
● Warga Rumbai Silahkan Kunjungi Pasar Murah, Beras SPHP Dijual Rp60 Ribu Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi ● Udara Pekanbaru Kian Mengkhawatirkan, PM2.5 Enam Kali Ambang Batas WHO Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi ● Hujan Lebat Disertai Petir Malam Ini, BMKG Pantau 11 Titik Panas di Riau Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi ● Diduga Dipicu Sengketa Tanah, Adik Bacok Kakak Kandung Hingga Tewas di Ukui Pela Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi ● Rupiah Makin Terpuruk, Ditutup di Level Rp18.060 per Dolar AS Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi ● Kejati Riau Tahan 8 Tersangka Korupsi Dana PI PT SPRH, Kerugian Negara Rp64,22 M Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi ● Polda Riau Sita 2,1 Kg Sabu dan 284 Catridge Etomidate di Pekanbaru, Dua DPO Dib Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi ● Pansel KPU 2027–2032 Segera Diumumkan, DPR Tekankan Integritas Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi
HOME / Lingkungan / Pekanbaru
Asap Masih Mengancam Pekanbaru, BMKG Imbau Warga Batasi Aktivitas di Luar
Udara Pekanbaru masih dalam kategori tak sehat akibat dampak kabut asap. (Foto: Boy Surya Hamta/Pekanbarutv.com)
Asap Masih Mengancam Pekanbaru, BMKG Imbau Warga Batasi Aktivitas di Luar
Editor: Boy Surya Hamta | Penulis: yob ayrus
Rubrik: lingkungan | 9 Oktober 2026 | 10:00:00

PEKANBARU-Warga Kota Pekanbaru perlu lebih waspada saat beraktivitas di luar rumah. Konsentrasi partikulat halus PM2.5 mencapai 117,4 mikrogram per meter kubik, Jumat (9/10/2026) pukul 06.00 WIB.

Kondisi ini masuk kategori tidak sehat dan berpotensi meningkatkan risiko gangguan pernapasan, terutama bagi masyarakat yang terpapar dalam waktu lama.

Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengingatkan masyarakat, agar mengurangi paparan asap, menggunakan masker ketika berada di luar ruangan dan membatasi kegiatan apabila udara semakin pekat.

iklan-view

Di tengah kondisi tersebut, jumlah titik panas di Riau tercatat menurun menjadi delapan titik. Meski demikian, asap masih berpotensi mengganggu jarak pandang dan kualitas udara hingga malam sampai dini hari.

Forecaster On Duty BMKG, Indah DN mengingatkan, warga agar tidak mengabaikan kondisi udara saat menjalankan aktivitas harian.

Masyarakat disarankan mengurangi waktu di luar rumah apabila asap semakin tebal. Penggunaan masker juga dianjurkan untuk membantu mengurangi paparan partikulat halus yang terhirup melalui saluran pernapasan.

BMKG juga mengingatkan masyarakat agar menyesuaikan aktivitas dengan perkembangan cuaca dan kualitas udara. Warga yang harus beraktivitas di luar rumah disarankan memakai masker dan mengurangi paparan asap, terutama ketika udara terlihat semakin keruh.

Masyarakat juga diminta mewaspadai potensi hujan lebat, petir, dan angin kencang di wilayah yang masuk dalam peringatan dini.

Kondisi udara dan cuaca yang dapat berubah sepanjang hari membuat pemantauan informasi resmi BMKG tetap diperlukan agar masyarakat dapat mengambil langkah pencegahan secara tepat. (mcr)

Asap Masih Mengancam Pekanbaru, BMKG Imbau Warga Batasi Aktivitas di Luar
Editor: Boy Surya Hamta | Penulis: yob ayrus
Rubrik: lingkungan | 9 Oktober 2026 | 10:00:00
Asap Masih Mengancam Pekanbaru, BMKG Imbau Warga Batasi Aktivitas di Luar
Udara Pekanbaru masih dalam kategori tak sehat akibat dampak kabut asap. (Foto: Boy Surya Hamta/Pekanbarutv.com)

PEKANBARU-Warga Kota Pekanbaru perlu lebih waspada saat beraktivitas di luar rumah. Konsentrasi partikulat halus PM2.5 mencapai 117,4 mikrogram per meter kubik, Jumat (9/10/2026) pukul 06.00 WIB.

Kondisi ini masuk kategori tidak sehat dan berpotensi meningkatkan risiko gangguan pernapasan, terutama bagi masyarakat yang terpapar dalam waktu lama.

Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengingatkan masyarakat, agar mengurangi paparan asap, menggunakan masker ketika berada di luar ruangan dan membatasi kegiatan apabila udara semakin pekat.

Di tengah kondisi tersebut, jumlah titik panas di Riau tercatat menurun menjadi delapan titik. Meski demikian, asap masih berpotensi mengganggu jarak pandang dan kualitas udara hingga malam sampai dini hari.

Forecaster On Duty BMKG, Indah DN mengingatkan, warga agar tidak mengabaikan kondisi udara saat menjalankan aktivitas harian.

Masyarakat disarankan mengurangi waktu di luar rumah apabila asap semakin tebal. Penggunaan masker juga dianjurkan untuk membantu mengurangi paparan partikulat halus yang terhirup melalui saluran pernapasan.

BMKG juga mengingatkan masyarakat agar menyesuaikan aktivitas dengan perkembangan cuaca dan kualitas udara. Warga yang harus beraktivitas di luar rumah disarankan memakai masker dan mengurangi paparan asap, terutama ketika udara terlihat semakin keruh.

Masyarakat juga diminta mewaspadai potensi hujan lebat, petir, dan angin kencang di wilayah yang masuk dalam peringatan dini.

Kondisi udara dan cuaca yang dapat berubah sepanjang hari membuat pemantauan informasi resmi BMKG tetap diperlukan agar masyarakat dapat mengambil langkah pencegahan secara tepat. (mcr)