logo
● Ahli Ekonomi :Program MBG Gerakkan Ekonomi Desa dan Buka Lapangan Pekerjaan Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi ● KPK Telusuri Kasus Dana Bencana Rp148 Miliar, Dua Anggota TNI Jadi Perhatian Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi ● Rupiah Kembali Tersungkur di Atas Rp18.000, Sentimen Global Membayangi Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi ● Diduga Selundupkan Narkoba, Kapal Tanker Mongolia Diamankan di Belawan, 8 Orang Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi ● El Niño Pengaruhi Jadwal Musim Hujan, BMKG Minta Warga Bersiap Hadapi Cuaca Ekst Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi ● Antisipasi Dampak Kabut Asap, Sekdaprov Riau Tinjau Posko Kesehatan dan Rumah Ok Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi ● AKP Zulhendra Resmi Jabat Kapolsek Pangkalan Kerinci, Kompol Shilton ke Polresta Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi ● Antrean Solar Picu Kemacetan di Pekanbaru, Dishub Peringatkan Pengelola SPBU Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi
HOME / Lingkungan / Pekanbaru
Asap Masih Mengancam Pekanbaru, BMKG Imbau Warga Batasi Aktivitas di Luar
Udara Pekanbaru masih dalam kategori tak sehat akibat dampak kabut asap. (Foto: Boy Surya Hamta/Pekanbarutv.com)
Asap Masih Mengancam Pekanbaru, BMKG Imbau Warga Batasi Aktivitas di Luar
Editor: Boy Surya Hamta | Penulis: yob ayrus
Rubrik: lingkungan | 9 Oktober 2026 | 10:00:00

PEKANBARU-Warga Kota Pekanbaru perlu lebih waspada saat beraktivitas di luar rumah. Konsentrasi partikulat halus PM2.5 mencapai 117,4 mikrogram per meter kubik, Jumat (9/10/2026) pukul 06.00 WIB.

Kondisi ini masuk kategori tidak sehat dan berpotensi meningkatkan risiko gangguan pernapasan, terutama bagi masyarakat yang terpapar dalam waktu lama.

Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengingatkan masyarakat, agar mengurangi paparan asap, menggunakan masker ketika berada di luar ruangan dan membatasi kegiatan apabila udara semakin pekat.

iklan-view

Di tengah kondisi tersebut, jumlah titik panas di Riau tercatat menurun menjadi delapan titik. Meski demikian, asap masih berpotensi mengganggu jarak pandang dan kualitas udara hingga malam sampai dini hari.

Forecaster On Duty BMKG, Indah DN mengingatkan, warga agar tidak mengabaikan kondisi udara saat menjalankan aktivitas harian.

Masyarakat disarankan mengurangi waktu di luar rumah apabila asap semakin tebal. Penggunaan masker juga dianjurkan untuk membantu mengurangi paparan partikulat halus yang terhirup melalui saluran pernapasan.

BMKG juga mengingatkan masyarakat agar menyesuaikan aktivitas dengan perkembangan cuaca dan kualitas udara. Warga yang harus beraktivitas di luar rumah disarankan memakai masker dan mengurangi paparan asap, terutama ketika udara terlihat semakin keruh.

Masyarakat juga diminta mewaspadai potensi hujan lebat, petir, dan angin kencang di wilayah yang masuk dalam peringatan dini.

Kondisi udara dan cuaca yang dapat berubah sepanjang hari membuat pemantauan informasi resmi BMKG tetap diperlukan agar masyarakat dapat mengambil langkah pencegahan secara tepat. (mcr)

Asap Masih Mengancam Pekanbaru, BMKG Imbau Warga Batasi Aktivitas di Luar
Editor: Boy Surya Hamta | Penulis: yob ayrus
Rubrik: lingkungan | 9 Oktober 2026 | 10:00:00
Asap Masih Mengancam Pekanbaru, BMKG Imbau Warga Batasi Aktivitas di Luar
Udara Pekanbaru masih dalam kategori tak sehat akibat dampak kabut asap. (Foto: Boy Surya Hamta/Pekanbarutv.com)

PEKANBARU-Warga Kota Pekanbaru perlu lebih waspada saat beraktivitas di luar rumah. Konsentrasi partikulat halus PM2.5 mencapai 117,4 mikrogram per meter kubik, Jumat (9/10/2026) pukul 06.00 WIB.

Kondisi ini masuk kategori tidak sehat dan berpotensi meningkatkan risiko gangguan pernapasan, terutama bagi masyarakat yang terpapar dalam waktu lama.

Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengingatkan masyarakat, agar mengurangi paparan asap, menggunakan masker ketika berada di luar ruangan dan membatasi kegiatan apabila udara semakin pekat.

Di tengah kondisi tersebut, jumlah titik panas di Riau tercatat menurun menjadi delapan titik. Meski demikian, asap masih berpotensi mengganggu jarak pandang dan kualitas udara hingga malam sampai dini hari.

Forecaster On Duty BMKG, Indah DN mengingatkan, warga agar tidak mengabaikan kondisi udara saat menjalankan aktivitas harian.

Masyarakat disarankan mengurangi waktu di luar rumah apabila asap semakin tebal. Penggunaan masker juga dianjurkan untuk membantu mengurangi paparan partikulat halus yang terhirup melalui saluran pernapasan.

BMKG juga mengingatkan masyarakat agar menyesuaikan aktivitas dengan perkembangan cuaca dan kualitas udara. Warga yang harus beraktivitas di luar rumah disarankan memakai masker dan mengurangi paparan asap, terutama ketika udara terlihat semakin keruh.

Masyarakat juga diminta mewaspadai potensi hujan lebat, petir, dan angin kencang di wilayah yang masuk dalam peringatan dini.

Kondisi udara dan cuaca yang dapat berubah sepanjang hari membuat pemantauan informasi resmi BMKG tetap diperlukan agar masyarakat dapat mengambil langkah pencegahan secara tepat. (mcr)