logo
● Ahli Ekonomi :Program MBG Gerakkan Ekonomi Desa dan Buka Lapangan Pekerjaan Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi ● KPK Telusuri Kasus Dana Bencana Rp148 Miliar, Dua Anggota TNI Jadi Perhatian Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi ● Rupiah Kembali Tersungkur di Atas Rp18.000, Sentimen Global Membayangi Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi ● Diduga Selundupkan Narkoba, Kapal Tanker Mongolia Diamankan di Belawan, 8 Orang Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi ● El Niño Pengaruhi Jadwal Musim Hujan, BMKG Minta Warga Bersiap Hadapi Cuaca Ekst Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi ● Antisipasi Dampak Kabut Asap, Sekdaprov Riau Tinjau Posko Kesehatan dan Rumah Ok Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi ● AKP Zulhendra Resmi Jabat Kapolsek Pangkalan Kerinci, Kompol Shilton ke Polresta Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi ● Antrean Solar Picu Kemacetan di Pekanbaru, Dishub Peringatkan Pengelola SPBU Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi
HOME / News / Grand Prix Mandalika
Veda Ega Melesat ke Posisi 7 Moto3 2026, Maximo Quiles Kunci Gelar Juara Dunia di Mandalika!
Pembalap muda Indonesia, Veda Ega Pratama, naik satu tingkat ke posisi ketujuh klasemen sementara Moto3 2026 setelah finis keenam pada Grand Prix (GP) Indonesia di Sirkuit Mandalika, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat, Minggu (11/10/2026). (Foto: Radarpati)
Veda Ega Melesat ke Posisi 7 Moto3 2026, Maximo Quiles Kunci Gelar Juara Dunia di Mandalika!
Editor: putrajaya
Rubrik: news | 11 Oktober 2026 | 14:26:01

LOMBOK TENGAH – Pembalap muda Indonesia, Veda Ega Pratama, naik satu tingkat ke posisi ketujuh klasemen sementara Moto3 2026 setelah finis keenam pada Grand Prix (GP) Indonesia di Sirkuit Mandalika, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat, Minggu (11/10/2026). Hasil tersebut menambah koleksi poin Veda menjadi 115.

Tampil di hadapan publik sendiri, pembalap Honda Team Asia itu mengawali balapan dari posisi ketujuh. Veda kemudian mampu memperbaiki posisinya dan menyentuh garis finis di urutan keenam, sekaligus membawa pulang tambahan 10 poin.

iklan-view

Pembalap berusia 17 tahun tersebut menuntaskan balapan dengan selisih 12,017 detik dari Maximo Quiles yang keluar sebagai pemenang. Veda juga berhasil mengungguli Guido Pini yang finis ketujuh, dengan keunggulan tipis 0,300 detik.

Sementara itu, Quiles tampil dominan di Mandalika. Pembalap CFMOTO Gaviota Aspar Team tersebut mencatatkan waktu 32 menit 36,821 detik, unggul 2,994 detik atas David Almansa yang menempati posisi kedua. Brian Uriarte melengkapi podium setelah finis ketiga dengan selisih 5,156 detik dari sang pemenang.

Matteo Bertelle mengakhiri balapan di posisi keempat, disusul Salmela di urutan kelima. Setelah Veda dan Pini, posisi delapan hingga sepuluh ditempati Adrian Fernandez, Joel Esteban, dan Scott Ogden.

Quiles Segel Gelar Juara Dunia

Kemenangan di Mandalika menjadi momen istimewa bagi Quiles. Hasil tersebut memastikan pembalap Spanyol itu mengunci gelar juara dunia Moto3 2026.

Quiles kini mengoleksi 351 poin, unggul 132 poin atas Almansa yang berada di posisi kedua dengan 219 poin. Dengan hanya lima putaran tersisa dan maksimal 125 poin yang masih bisa diraih, keunggulan Quiles tidak mungkin lagi dikejar para pesaingnya.

Di tengah kepastian gelar Quiles, Veda juga mendapatkan tambahan modal penting untuk memperbaiki posisinya di klasemen. Pembalap asal Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta, itu kini berada di peringkat ketujuh dengan 115 poin, hanya terpaut delapan poin dari Valentin Perrone yang menempati posisi keenam.

Klasemen Pembalap Moto3 2026 

1. Maximo Quiles – 351 poin

2. David Almansa – 219 poin

3. Brian Uriarte – 203 poin

4. Alvaro Carpe – 191 poin

5. Marco Morello – 146 poin

6. Valentin Perrone – 123 poin

7. Veda Ega Pratama – 115 poin

8. Matteo Bertelle – 109 poin

9. Hakim Danish – 107 poin

10. Rico Salmela – 92 poin

Veda Tak Terbebani Status Tuan Rumah

Sebelum balapan, Veda mengaku tidak merasakan tekanan tambahan meski tampil sebagai pembalap tuan rumah pada GP Indonesia 2026 di Pertamina Mandalika International Circuit.

“Tidak ada (tekanan berbeda), ya tambah semangat,” kata Veda saat menjalani persiapan menghadapi hari balapan seperti dilansir republika.

Menurut Veda, persaingan di kelas Moto3 berlangsung ketat karena kemampuan para pembalap relatif kompetitif. Ia juga menyoroti sektor kedua Sirkuit Mandalika sebagai salah satu bagian paling menantang, terutama karena kombinasi kecepatan tinggi dan hembusan angin yang dapat memengaruhi konsentrasi.

Veda menilai karakter motor dan lintasan menuntut penyesuaian sepanjang sesi. Menurut dia, motor Honda memiliki keunggulan dalam kecepatan puncak, sedangkan sejumlah motor pesaing lebih kuat saat melewati tikungan patah.

Menghadapi debut Moto3 di depan pendukung sendiri, Veda sebelumnya memasang target realistis, yakni menembus 15 besar atau setidaknya meraih poin. Ia juga percaya diri menghadapi kemungkinan perubahan cuaca karena pernah menjajal Mandalika dalam kondisi lintasan basah.

Hasil di Mandalika membuktikan Veda mampu melampaui target awal tersebut. Finis keenam di hadapan pendukung Indonesia tidak hanya menambah pundi-pundi poinnya, tetapi juga mengangkat posisinya ke tujuh besar klasemen Moto3 2026. (*)

Home / News
Veda Ega Melesat ke Posisi 7 Moto3 2026, Maximo Quiles Kunci Gelar Juara Dunia di Mandalika!
Editor: putrajaya
Rubrik: news | 11 Oktober 2026 | 14:26:01
Veda Ega Melesat ke Posisi 7 Moto3 2026, Maximo Quiles Kunci Gelar Juara Dunia di Mandalika!
Pembalap muda Indonesia, Veda Ega Pratama, naik satu tingkat ke posisi ketujuh klasemen sementara Moto3 2026 setelah finis keenam pada Grand Prix (GP) Indonesia di Sirkuit Mandalika, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat, Minggu (11/10/2026). (Foto: Radarpati)

LOMBOK TENGAH – Pembalap muda Indonesia, Veda Ega Pratama, naik satu tingkat ke posisi ketujuh klasemen sementara Moto3 2026 setelah finis keenam pada Grand Prix (GP) Indonesia di Sirkuit Mandalika, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat, Minggu (11/10/2026). Hasil tersebut menambah koleksi poin Veda menjadi 115.

Tampil di hadapan publik sendiri, pembalap Honda Team Asia itu mengawali balapan dari posisi ketujuh. Veda kemudian mampu memperbaiki posisinya dan menyentuh garis finis di urutan keenam, sekaligus membawa pulang tambahan 10 poin.

Pembalap berusia 17 tahun tersebut menuntaskan balapan dengan selisih 12,017 detik dari Maximo Quiles yang keluar sebagai pemenang. Veda juga berhasil mengungguli Guido Pini yang finis ketujuh, dengan keunggulan tipis 0,300 detik.

Sementara itu, Quiles tampil dominan di Mandalika. Pembalap CFMOTO Gaviota Aspar Team tersebut mencatatkan waktu 32 menit 36,821 detik, unggul 2,994 detik atas David Almansa yang menempati posisi kedua. Brian Uriarte melengkapi podium setelah finis ketiga dengan selisih 5,156 detik dari sang pemenang.

Matteo Bertelle mengakhiri balapan di posisi keempat, disusul Salmela di urutan kelima. Setelah Veda dan Pini, posisi delapan hingga sepuluh ditempati Adrian Fernandez, Joel Esteban, dan Scott Ogden.

Quiles Segel Gelar Juara Dunia

Kemenangan di Mandalika menjadi momen istimewa bagi Quiles. Hasil tersebut memastikan pembalap Spanyol itu mengunci gelar juara dunia Moto3 2026.

Quiles kini mengoleksi 351 poin, unggul 132 poin atas Almansa yang berada di posisi kedua dengan 219 poin. Dengan hanya lima putaran tersisa dan maksimal 125 poin yang masih bisa diraih, keunggulan Quiles tidak mungkin lagi dikejar para pesaingnya.

Di tengah kepastian gelar Quiles, Veda juga mendapatkan tambahan modal penting untuk memperbaiki posisinya di klasemen. Pembalap asal Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta, itu kini berada di peringkat ketujuh dengan 115 poin, hanya terpaut delapan poin dari Valentin Perrone yang menempati posisi keenam.

Klasemen Pembalap Moto3 2026 

1. Maximo Quiles – 351 poin

2. David Almansa – 219 poin

3. Brian Uriarte – 203 poin

4. Alvaro Carpe – 191 poin

5. Marco Morello – 146 poin

6. Valentin Perrone – 123 poin

7. Veda Ega Pratama – 115 poin

8. Matteo Bertelle – 109 poin

9. Hakim Danish – 107 poin

10. Rico Salmela – 92 poin

Veda Tak Terbebani Status Tuan Rumah

Sebelum balapan, Veda mengaku tidak merasakan tekanan tambahan meski tampil sebagai pembalap tuan rumah pada GP Indonesia 2026 di Pertamina Mandalika International Circuit.

“Tidak ada (tekanan berbeda), ya tambah semangat,” kata Veda saat menjalani persiapan menghadapi hari balapan seperti dilansir republika.

Menurut Veda, persaingan di kelas Moto3 berlangsung ketat karena kemampuan para pembalap relatif kompetitif. Ia juga menyoroti sektor kedua Sirkuit Mandalika sebagai salah satu bagian paling menantang, terutama karena kombinasi kecepatan tinggi dan hembusan angin yang dapat memengaruhi konsentrasi.

Veda menilai karakter motor dan lintasan menuntut penyesuaian sepanjang sesi. Menurut dia, motor Honda memiliki keunggulan dalam kecepatan puncak, sedangkan sejumlah motor pesaing lebih kuat saat melewati tikungan patah.

Menghadapi debut Moto3 di depan pendukung sendiri, Veda sebelumnya memasang target realistis, yakni menembus 15 besar atau setidaknya meraih poin. Ia juga percaya diri menghadapi kemungkinan perubahan cuaca karena pernah menjajal Mandalika dalam kondisi lintasan basah.

Hasil di Mandalika membuktikan Veda mampu melampaui target awal tersebut. Finis keenam di hadapan pendukung Indonesia tidak hanya menambah pundi-pundi poinnya, tetapi juga mengangkat posisinya ke tujuh besar klasemen Moto3 2026. (*)