logo
● Mahasiswa Riau Demo, Dagangan Suwito Laris, Penjualan Naik 20 Persen Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi ● Pemprov Riau Gandeng PLN Perkuat Penerangan Jalan dan Siapkan SPKLU di Kawasan M Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi ● Bersaksi dalam Sidang Kasus Penghilangan Fasos di Pekanbaru, Ini Keterangan Ahli Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi ● Jembatan Rumbio Mangkrak, Pemprov Riau Siapkan Peninjauan Ulang Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi ● Cek Kesehatan Gratis di Riau Jangkau 2,58 Juta Warga, Capaian 37,60 Persen Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi ● DPRD Pekanbaru Dorong Penindakan Tegas terhadap Penyalahgunaan Solar Subsidi Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi ● Rupiah Babak Belur! Dolar AS Tembus Rp18.135, Risiko Fiskal Membayangi Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi ● Kecewa Tidak Temui Massa Aksi Demo, KAMMI Desak SF Hariyanto Mundur dari Jabatan Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi
HOME / News / ISTANBUL
Kapal Tanker Terbakar di Selat Hormuz Akibat Hantaman Proyektil Misterius
Kapal tanker terbakar setelah dilaporkan terkena hantaman proyektil tak dikenal saat melintasi Selat Hormuz, Minggu (11/10/2026). Seluruh awak kapal dilaporkan selamat, sementara penyebab insiden dan pihak yang bertanggung jawab masih dalam penyelidikan. (Foto: Ilustrasi)
Kapal Tanker Terbakar di Selat Hormuz Akibat Hantaman Proyektil Misterius
Editor: putrajaya
Rubrik: news | 11 Oktober 2026 | 15:35:00

ISTANBUL - Sebuah kapal tanker dilaporkan terbakar setelah terkena proyektil tak dikenal saat melintasi Selat Hormuz, Minggu (11/10/2026). Seluruh awak kapal dilaporkan selamat, sementara penyebab pasti insiden tersebut masih dalam penyelidikan.

Badan Operasi Perdagangan Maritim Inggris (UK Maritime Trade Operations/UKMTO) menyatakan bahwa nakhoda kapal yang sedang berlayar keluar dari Selat Hormuz melaporkan adanya hantaman pada sisi kiri lambung kapal. Benturan tersebut memicu kebakaran di atas kapal.

Menurut laporan UKMTO yang dikutip Anadolu Agency, kondisi seluruh awak kapal dilaporkan aman. Namun, tingkat kerusakan kapal serta kemungkinan dampak terhadap lingkungan laut belum diketahui.

iklan-view

Pihak berwenang tengah menyelidiki insiden tersebut. UKMTO juga mengimbau kapal-kapal yang melintasi kawasan itu agar meningkatkan kewaspadaan.

Insiden tersebut terjadi beberapa jam setelah Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) menyampaikan laporan mengenai insiden lain yang melibatkan sebuah kapal supertanker minyak di Selat Hormuz.

Dalam pernyataan pada Sabtu (10/10/2026), IRGC mengklaim kapal yang diperkirakan mampu mengangkut sekitar 2 juta barel minyak itu mengalami ledakan setelah menghantam ranjau laut ketika berusaha meninggalkan selat melalui jalur selatan yang disebut tidak mendapat izin dari otoritas Iran.

Menurut klaim IRGC, kapal tersebut telah mematikan sistem navigasinya sebelum melintasi jalur alternatif. Ledakan yang terjadi dilaporkan menimbulkan kobaran api yang terlihat dari kawasan pesisir.

Namun, informasi mengenai penyebab ledakan, identitas kapal, dan keadaan kapal tersebut dalam laporan itu berasal dari pernyataan IRGC. Belum ada dasar yang cukup untuk menyimpulkan bahwa insiden supertanker tersebut merupakan kejadian yang sama dengan kebakaran kapal tanker yang dilaporkan UKMTO.

Selat Hormuz merupakan jalur pelayaran strategis bagi perdagangan minyak dan energi dunia. Insiden keamanan di kawasan tersebut dapat mengganggu aktivitas pelayaran dan meningkatkan risiko bagi kapal-kapal komersial.

Hingga laporan ini disusun, belum ada konfirmasi yang memastikan pihak yang bertanggung jawab atas insiden proyektil tak dikenal tersebut. (*)

Home / News
Kapal Tanker Terbakar di Selat Hormuz Akibat Hantaman Proyektil Misterius
Editor: putrajaya
Rubrik: news | 11 Oktober 2026 | 15:35:00
Kapal Tanker Terbakar di Selat Hormuz Akibat Hantaman Proyektil Misterius
Kapal tanker terbakar setelah dilaporkan terkena hantaman proyektil tak dikenal saat melintasi Selat Hormuz, Minggu (11/10/2026). Seluruh awak kapal dilaporkan selamat, sementara penyebab insiden dan pihak yang bertanggung jawab masih dalam penyelidikan. (Foto: Ilustrasi)

ISTANBUL - Sebuah kapal tanker dilaporkan terbakar setelah terkena proyektil tak dikenal saat melintasi Selat Hormuz, Minggu (11/10/2026). Seluruh awak kapal dilaporkan selamat, sementara penyebab pasti insiden tersebut masih dalam penyelidikan.

Badan Operasi Perdagangan Maritim Inggris (UK Maritime Trade Operations/UKMTO) menyatakan bahwa nakhoda kapal yang sedang berlayar keluar dari Selat Hormuz melaporkan adanya hantaman pada sisi kiri lambung kapal. Benturan tersebut memicu kebakaran di atas kapal.

Menurut laporan UKMTO yang dikutip Anadolu Agency, kondisi seluruh awak kapal dilaporkan aman. Namun, tingkat kerusakan kapal serta kemungkinan dampak terhadap lingkungan laut belum diketahui.

Pihak berwenang tengah menyelidiki insiden tersebut. UKMTO juga mengimbau kapal-kapal yang melintasi kawasan itu agar meningkatkan kewaspadaan.

Insiden tersebut terjadi beberapa jam setelah Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) menyampaikan laporan mengenai insiden lain yang melibatkan sebuah kapal supertanker minyak di Selat Hormuz.

Dalam pernyataan pada Sabtu (10/10/2026), IRGC mengklaim kapal yang diperkirakan mampu mengangkut sekitar 2 juta barel minyak itu mengalami ledakan setelah menghantam ranjau laut ketika berusaha meninggalkan selat melalui jalur selatan yang disebut tidak mendapat izin dari otoritas Iran.

Menurut klaim IRGC, kapal tersebut telah mematikan sistem navigasinya sebelum melintasi jalur alternatif. Ledakan yang terjadi dilaporkan menimbulkan kobaran api yang terlihat dari kawasan pesisir.

Namun, informasi mengenai penyebab ledakan, identitas kapal, dan keadaan kapal tersebut dalam laporan itu berasal dari pernyataan IRGC. Belum ada dasar yang cukup untuk menyimpulkan bahwa insiden supertanker tersebut merupakan kejadian yang sama dengan kebakaran kapal tanker yang dilaporkan UKMTO.

Selat Hormuz merupakan jalur pelayaran strategis bagi perdagangan minyak dan energi dunia. Insiden keamanan di kawasan tersebut dapat mengganggu aktivitas pelayaran dan meningkatkan risiko bagi kapal-kapal komersial.

Hingga laporan ini disusun, belum ada konfirmasi yang memastikan pihak yang bertanggung jawab atas insiden proyektil tak dikenal tersebut. (*)