logo
● Warga Rumbai Silahkan Kunjungi Pasar Murah, Beras SPHP Dijual Rp60 Ribu Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi ● Udara Pekanbaru Kian Mengkhawatirkan, PM2.5 Enam Kali Ambang Batas WHO Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi ● Hujan Lebat Disertai Petir Malam Ini, BMKG Pantau 11 Titik Panas di Riau Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi ● Diduga Dipicu Sengketa Tanah, Adik Bacok Kakak Kandung Hingga Tewas di Ukui Pela Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi ● Rupiah Makin Terpuruk, Ditutup di Level Rp18.060 per Dolar AS Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi ● Kejati Riau Tahan 8 Tersangka Korupsi Dana PI PT SPRH, Kerugian Negara Rp64,22 M Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi ● Polda Riau Sita 2,1 Kg Sabu dan 284 Catridge Etomidate di Pekanbaru, Dua DPO Dib Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi ● Pansel KPU 2027–2032 Segera Diumumkan, DPR Tekankan Integritas Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi
HOME / News / Pelalawan
Tragedi di Teluk Meranti, Ayah Tewas Diduga Dianiaya Anak Kandung, Adik Ikut Jadi Korban
Pria inisial S (tengah) menyerahkan diri ke Polsek Teluk Meranti, mengaku habis bunuh ayah dan memukul adiknya. (dok. Istimewa)
Tragedi di Teluk Meranti, Ayah Tewas Diduga Dianiaya Anak Kandung, Adik Ikut Jadi Korban
Editor: Ridho Haztil | Penulis: dikky kinoy
Rubrik: news | 16 Oktober 2026 | 16:41:28

PELALAWAN-Warga Kelurahan Teluk Meranti, Kabupaten Pelalawan, Riau, digegerkan oleh kasus dugaan kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) yang menewaskan seorang ayah dan melukai anaknya yang lain. Seorang pria berinisial S alias Su (42) telah ditangkap polisi setelah diduga menganiaya ayah kandung dan adik laki-lakinya menggunakan kayu.

Peristiwa tragis tersebut terjadi di rumah korban di Parit Mega, RT 001 RW 006, Kelurahan Teluk Meranti, Kecamatan Teluk Meranti, Kamis (15/10/2026), sekitar pukul 17.30 WIB.

Korban meninggal dunia diketahui bernama Legimin, yang merupakan ayah kandung terduga pelaku. Sementara itu, Andika, adik terduga pelaku, mengalami luka lebam di bagian wajah akibat kejadian tersebut.

Kedua korban sempat dilarikan ke Puskesmas Teluk Meranti untuk mendapatkan penanganan medis. Namun, setibanya di fasilitas kesehatan tersebut, Legimin dinyatakan telah meninggal dunia, sedangkan Andika mengalami luka-luka.

Pengungkapan kasus ini bermula ketika personel piket Polsek Teluk Meranti menerima informasi mengenai dugaan tindak kekerasan di kawasan Parit Mega.

Menindaklanjuti laporan tersebut, Bhabinkamtibmas Kelurahan Teluk Meranti, Aipda H. Simanjuntak, menghubungi seorang warga bernama Sup untuk memastikan kondisi korban.

Tak lama berselang, pihak kepolisian menerima foto dari seseorang berinisial D S yang memperlihatkan kedua korban tergeletak di tanah di sekitar rumah mereka.

Mendapatkan informasi tersebut, Unit Reserse Kriminal (Reskrim) Polsek Teluk Meranti segera menuju lokasi kejadian untuk melakukan pengecekan dan mengamankan terduga pelaku.

S alias Su akhirnya ditangkap di sekitar tempat kejadian perkara (TKP) dan dibawa ke Markas Polsek Teluk Meranti untuk menjalani proses hukum lebih lanjut.

Berdasarkan informasi awal yang diterima kepolisian, terduga pelaku diduga melakukan pemukulan terhadap ayah dan adiknya menggunakan kayu. Akibat dugaan penganiayaan tersebut, sang ayah meninggal dunia, sementara adiknya mengalami luka pada bagian wajah.

Kapolsek Teluk Meranti, Ipda Vicki Rizky, SH, membenarkan penangkapan terduga pelaku. Ia mengatakan bahwa pria berusia 42 tahun tersebut telah diamankan untuk kepentingan penyelidikan.

"Pelaku ditangkap di sekitar TKP dan sudah kami amankan. Kami akan melakukan penyelidikan mendalam untuk mengungkap motif dan mempertanggungjawabkan perbuatan pelaku secara hukum," tegas Ipda Vicki Rizky.

Hingga berita ini disusun, polisi masih melakukan pendalaman untuk mengungkap motif di balik dugaan penganiayaan yang berujung pada meninggalnya korban. Penanganan perkara selanjutnya dilakukan sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku.(*) 

Home / News
Tragedi di Teluk Meranti, Ayah Tewas Diduga Dianiaya Anak Kandung, Adik Ikut Jadi Korban
Editor: Ridho Haztil | Penulis: dikky kinoy
Rubrik: news | 16 Oktober 2026 | 16:41:28
Tragedi di Teluk Meranti, Ayah Tewas Diduga Dianiaya Anak Kandung, Adik Ikut Jadi Korban
Pria inisial S (tengah) menyerahkan diri ke Polsek Teluk Meranti, mengaku habis bunuh ayah dan memukul adiknya. (dok. Istimewa)

PELALAWAN-Warga Kelurahan Teluk Meranti, Kabupaten Pelalawan, Riau, digegerkan oleh kasus dugaan kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) yang menewaskan seorang ayah dan melukai anaknya yang lain. Seorang pria berinisial S alias Su (42) telah ditangkap polisi setelah diduga menganiaya ayah kandung dan adik laki-lakinya menggunakan kayu.

Peristiwa tragis tersebut terjadi di rumah korban di Parit Mega, RT 001 RW 006, Kelurahan Teluk Meranti, Kecamatan Teluk Meranti, Kamis (15/10/2026), sekitar pukul 17.30 WIB.

Korban meninggal dunia diketahui bernama Legimin, yang merupakan ayah kandung terduga pelaku. Sementara itu, Andika, adik terduga pelaku, mengalami luka lebam di bagian wajah akibat kejadian tersebut.

Kedua korban sempat dilarikan ke Puskesmas Teluk Meranti untuk mendapatkan penanganan medis. Namun, setibanya di fasilitas kesehatan tersebut, Legimin dinyatakan telah meninggal dunia, sedangkan Andika mengalami luka-luka.

Pengungkapan kasus ini bermula ketika personel piket Polsek Teluk Meranti menerima informasi mengenai dugaan tindak kekerasan di kawasan Parit Mega.

Menindaklanjuti laporan tersebut, Bhabinkamtibmas Kelurahan Teluk Meranti, Aipda H. Simanjuntak, menghubungi seorang warga bernama Sup untuk memastikan kondisi korban.

Tak lama berselang, pihak kepolisian menerima foto dari seseorang berinisial D S yang memperlihatkan kedua korban tergeletak di tanah di sekitar rumah mereka.

Mendapatkan informasi tersebut, Unit Reserse Kriminal (Reskrim) Polsek Teluk Meranti segera menuju lokasi kejadian untuk melakukan pengecekan dan mengamankan terduga pelaku.

S alias Su akhirnya ditangkap di sekitar tempat kejadian perkara (TKP) dan dibawa ke Markas Polsek Teluk Meranti untuk menjalani proses hukum lebih lanjut.

Berdasarkan informasi awal yang diterima kepolisian, terduga pelaku diduga melakukan pemukulan terhadap ayah dan adiknya menggunakan kayu. Akibat dugaan penganiayaan tersebut, sang ayah meninggal dunia, sementara adiknya mengalami luka pada bagian wajah.

Kapolsek Teluk Meranti, Ipda Vicki Rizky, SH, membenarkan penangkapan terduga pelaku. Ia mengatakan bahwa pria berusia 42 tahun tersebut telah diamankan untuk kepentingan penyelidikan.

"Pelaku ditangkap di sekitar TKP dan sudah kami amankan. Kami akan melakukan penyelidikan mendalam untuk mengungkap motif dan mempertanggungjawabkan perbuatan pelaku secara hukum," tegas Ipda Vicki Rizky.

Hingga berita ini disusun, polisi masih melakukan pendalaman untuk mengungkap motif di balik dugaan penganiayaan yang berujung pada meninggalnya korban. Penanganan perkara selanjutnya dilakukan sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku.(*)