
PEKANBARU-Warga Kota Pekanbaru diminta untuk tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap paparan polusi udara. Selasa (20/10/2026) pagi, kualitas udara di Kota Bertuah masih berada dalam kategori tidak sehat.
Data IQAir mencatat indeks kualitas udara (AQI) Pekanbaru mencapai 185. Partikel halus PM2.5 menjadi polutan utama dengan konsentrasi 104 mikrogram per meter kubik (µg/m³).
Sementara Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) yang diperbarui pukul 06.00 WIB menunjukkan, konsentrasi partikulat di Pekanbaru sebesar 82 µg/m³.

Kondisi ini menjadi perhatian, terutama bagi anak-anak, lanjut usia, serta masyarakat yang memiliki gangguan pernapasan dan penyakit jantung. Warga disarankan mengurangi kegiatan di luar ruangan dan menggunakan masker saat harus beraktivitas di tengah paparan polusi.
Partikel Halus PM2.5 Jadi Ancaman Kesehatan
PM2.5 adalah partikel polutan berukuran sangat kecil yang dapat masuk jauh ke dalam saluran pernapasan hingga mencapai paru-paru. Paparan partikel ini perlu diwaspadai karena berisiko mengganggu kesehatan, khususnya pada kelompok rentan.
Dengan indeks AQI yang masih berada dalam kategori tidak sehat, masyarakat sebaiknya tidak mengabaikan kondisi udara di sekitarnya. Aktivitas luar ruangan yang tidak mendesak dapat dikurangi, sementara kelompok sensitif perlu mendapat perlindungan lebih.
Warga juga disarankan memantau perkembangan kualitas udara dan mengikuti informasi resmi dari instansi terkait.
Di tengah kondisi udara tersebut, BMKG memprakirakan cuaca di sejumlah wilayah Riau pada Selasa masih berpotensi mengalami kekaburan udara akibat asap, disertai kondisi berawan.
Pagi hari, hujan ringan diprakirakan turun di sebagian wilayah Kabupaten Indragiri Hilir, Kuantan Singingi, dan Bengkalis.
Memasuki siang hingga sore, potensi hujan ringan diperkirakan meluas ke sebagian wilayah Bengkalis, Indragiri Hilir, Pelalawan, Indragiri Hulu, dan Kepulauan Meranti. Kondisi udara berkabut asap dan berawan masih berpeluang terjadi.
Pada malam hari, hujan ringan diprakirakan mengguyur sebagian wilayah Kabupaten Siak, Pelalawan, dan Kampar.
Sementara menjelang dini hari, potensi hujan ringan diperkirakan terjadi di Kabupaten Kampar, Kuantan Singingi, Indragiri Hulu, Rokan Hilir, dan Rokan Hulu.
Prakiraan tersebut menunjukkan adanya peluang hujan di sejumlah daerah. Namun, masyarakat tetap perlu memantau pembaruan cuaca dan kualitas udara karena kondisi di lapangan dapat berubah.
Mulai Berlakukan Pembelajaran Tatap Muka
Di sektor pendidikan, Pemerintah Kota Pekanbaru telah mengeluarkan kebijakan pembelajaran tatap muka seiring kondisi kabut asap yang mulai berkurang.
Kebijakan tersebut berlaku bagi siswa sekolah dasar (SD) hingga sekolah menengah pertama (SMP), yang kembali menjalani kegiatan belajar langsung di sekolah.
Sementara itu, peserta didik taman kanak-kanak (TK) dan pendidikan anak usia dini (PAUD) masih mengikuti pembelajaran jarak jauh.
Meski kegiatan sekolah bagi siswa SD dan SMP kembali berlangsung secara langsung, perkembangan kualitas udara tetap perlu menjadi perhatian bersama. Perlindungan terhadap kesehatan anak harus tetap diutamakan, terutama ketika polusi udara masih berada pada tingkat tidak sehat.
Masyarakat diharapkan terus mengikuti informasi resmi mengenai kualitas udara, prakiraan cuaca, dan kebijakan pemerintah daerah agar dapat menyesuaikan aktivitas harian dengan kondisi lingkungan. (bsh)







PEKANBARU-Warga Kota Pekanbaru diminta untuk tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap paparan polusi udara. Selasa (20/10/2026) pagi, kualitas udara di Kota Bertuah masih berada dalam kategori tidak sehat.
Data IQAir mencatat indeks kualitas udara (AQI) Pekanbaru mencapai 185. Partikel halus PM2.5 menjadi polutan utama dengan konsentrasi 104 mikrogram per meter kubik (µg/m³).
Sementara Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) yang diperbarui pukul 06.00 WIB menunjukkan, konsentrasi partikulat di Pekanbaru sebesar 82 µg/m³.
Kondisi ini menjadi perhatian, terutama bagi anak-anak, lanjut usia, serta masyarakat yang memiliki gangguan pernapasan dan penyakit jantung. Warga disarankan mengurangi kegiatan di luar ruangan dan menggunakan masker saat harus beraktivitas di tengah paparan polusi.
Partikel Halus PM2.5 Jadi Ancaman Kesehatan
PM2.5 adalah partikel polutan berukuran sangat kecil yang dapat masuk jauh ke dalam saluran pernapasan hingga mencapai paru-paru. Paparan partikel ini perlu diwaspadai karena berisiko mengganggu kesehatan, khususnya pada kelompok rentan.
Dengan indeks AQI yang masih berada dalam kategori tidak sehat, masyarakat sebaiknya tidak mengabaikan kondisi udara di sekitarnya. Aktivitas luar ruangan yang tidak mendesak dapat dikurangi, sementara kelompok sensitif perlu mendapat perlindungan lebih.
Warga juga disarankan memantau perkembangan kualitas udara dan mengikuti informasi resmi dari instansi terkait.
Di tengah kondisi udara tersebut, BMKG memprakirakan cuaca di sejumlah wilayah Riau pada Selasa masih berpotensi mengalami kekaburan udara akibat asap, disertai kondisi berawan.
Pagi hari, hujan ringan diprakirakan turun di sebagian wilayah Kabupaten Indragiri Hilir, Kuantan Singingi, dan Bengkalis.
Memasuki siang hingga sore, potensi hujan ringan diperkirakan meluas ke sebagian wilayah Bengkalis, Indragiri Hilir, Pelalawan, Indragiri Hulu, dan Kepulauan Meranti. Kondisi udara berkabut asap dan berawan masih berpeluang terjadi.
Pada malam hari, hujan ringan diprakirakan mengguyur sebagian wilayah Kabupaten Siak, Pelalawan, dan Kampar.
Sementara menjelang dini hari, potensi hujan ringan diperkirakan terjadi di Kabupaten Kampar, Kuantan Singingi, Indragiri Hulu, Rokan Hilir, dan Rokan Hulu.
Prakiraan tersebut menunjukkan adanya peluang hujan di sejumlah daerah. Namun, masyarakat tetap perlu memantau pembaruan cuaca dan kualitas udara karena kondisi di lapangan dapat berubah.
Mulai Berlakukan Pembelajaran Tatap Muka
Di sektor pendidikan, Pemerintah Kota Pekanbaru telah mengeluarkan kebijakan pembelajaran tatap muka seiring kondisi kabut asap yang mulai berkurang.
Kebijakan tersebut berlaku bagi siswa sekolah dasar (SD) hingga sekolah menengah pertama (SMP), yang kembali menjalani kegiatan belajar langsung di sekolah.
Sementara itu, peserta didik taman kanak-kanak (TK) dan pendidikan anak usia dini (PAUD) masih mengikuti pembelajaran jarak jauh.
Meski kegiatan sekolah bagi siswa SD dan SMP kembali berlangsung secara langsung, perkembangan kualitas udara tetap perlu menjadi perhatian bersama. Perlindungan terhadap kesehatan anak harus tetap diutamakan, terutama ketika polusi udara masih berada pada tingkat tidak sehat.
Masyarakat diharapkan terus mengikuti informasi resmi mengenai kualitas udara, prakiraan cuaca, dan kebijakan pemerintah daerah agar dapat menyesuaikan aktivitas harian dengan kondisi lingkungan. (bsh)