
BAGANSIAPIAPI - Menjaga ketertiban dan keamanan di lingkungan lembaga pemasyarakatan bukan hanya soal kepatuhan terhadap aturan, tetapi juga tentang tanggung jawab dan kepercayaan. Pesan inilah yang ditekankan Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Kalapas) Kelas IIA Bagansiapiapi, Agus Imam Taufik, saat memberikan pengarahan kepada warga binaan yang bertugas sebagai tahanan pendamping (tamping), Minggu (25/10/2026).
Dalam kegiatan yang berlangsung di area internal lapas tersebut, Agus didampingi Kepala Kesatuan Pengamanan Lembaga Pemasyarakatan (Ka. KPLP), Yocky Prima Nugraha.

Pengarahan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat pemahaman para tamping mengenai hak, kewajiban, serta batasan kewenangan mereka dalam membantu kelancaran operasional sehari-hari di lingkungan lapas.
Di hadapan para tamping, Agus menegaskan bahwa tugas yang dipercayakan kepada mereka harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab, kejujuran, dan kedisiplinan.
Menurutnya, kepercayaan yang diberikan oleh petugas bukanlah kewenangan tanpa batas. Sebaliknya, kepercayaan tersebut harus dijaga melalui sikap dan perilaku yang sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
"Menjadi tamping adalah bentuk kepercayaan dari dinas. Oleh karena itu, laksanakan tugas sesuai dengan aturan yang berlaku, bantu kinerja petugas dengan baik, dan jangan sekali-kali menyalahgunakan kewenangan atau kepercayaan yang telah diberikan," tegas Agus.
Sementara itu, pendampingan oleh Ka. KPLP Yocky Prima Nugraha menjadi bagian dari pengawasan agar pelaksanaan tugas para tamping tetap berjalan sesuai dengan standar operasional prosedur (SOP).
Pengawasan tersebut sekaligus ditujukan untuk memastikan setiap aktivitas berlangsung secara tertib dan tidak mengabaikan aspek keamanan serta ketertiban di lingkungan Lapas Kelas IIA Bagansiapiapi.
Melalui pengarahan ini, para tamping diharapkan tidak hanya mampu menjalankan tugas dengan baik, tetapi juga menunjukkan sikap disiplin, menjaga integritas, dan menjadi contoh positif bagi warga binaan lainnya.
Pembinaan tersebut menjadi bagian dari upaya membangun lingkungan pemasyarakatan yang kondusif, dengan menempatkan tanggung jawab dan kepercayaan sebagai landasan dalam menjalankan setiap tugas. (rom)







BAGANSIAPIAPI - Menjaga ketertiban dan keamanan di lingkungan lembaga pemasyarakatan bukan hanya soal kepatuhan terhadap aturan, tetapi juga tentang tanggung jawab dan kepercayaan. Pesan inilah yang ditekankan Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Kalapas) Kelas IIA Bagansiapiapi, Agus Imam Taufik, saat memberikan pengarahan kepada warga binaan yang bertugas sebagai tahanan pendamping (tamping), Minggu (25/10/2026).
Dalam kegiatan yang berlangsung di area internal lapas tersebut, Agus didampingi Kepala Kesatuan Pengamanan Lembaga Pemasyarakatan (Ka. KPLP), Yocky Prima Nugraha.
Pengarahan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat pemahaman para tamping mengenai hak, kewajiban, serta batasan kewenangan mereka dalam membantu kelancaran operasional sehari-hari di lingkungan lapas.
Di hadapan para tamping, Agus menegaskan bahwa tugas yang dipercayakan kepada mereka harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab, kejujuran, dan kedisiplinan.
Menurutnya, kepercayaan yang diberikan oleh petugas bukanlah kewenangan tanpa batas. Sebaliknya, kepercayaan tersebut harus dijaga melalui sikap dan perilaku yang sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
"Menjadi tamping adalah bentuk kepercayaan dari dinas. Oleh karena itu, laksanakan tugas sesuai dengan aturan yang berlaku, bantu kinerja petugas dengan baik, dan jangan sekali-kali menyalahgunakan kewenangan atau kepercayaan yang telah diberikan," tegas Agus.
Sementara itu, pendampingan oleh Ka. KPLP Yocky Prima Nugraha menjadi bagian dari pengawasan agar pelaksanaan tugas para tamping tetap berjalan sesuai dengan standar operasional prosedur (SOP).
Pengawasan tersebut sekaligus ditujukan untuk memastikan setiap aktivitas berlangsung secara tertib dan tidak mengabaikan aspek keamanan serta ketertiban di lingkungan Lapas Kelas IIA Bagansiapiapi.
Melalui pengarahan ini, para tamping diharapkan tidak hanya mampu menjalankan tugas dengan baik, tetapi juga menunjukkan sikap disiplin, menjaga integritas, dan menjadi contoh positif bagi warga binaan lainnya.
Pembinaan tersebut menjadi bagian dari upaya membangun lingkungan pemasyarakatan yang kondusif, dengan menempatkan tanggung jawab dan kepercayaan sebagai landasan dalam menjalankan setiap tugas. (rom)