logo
Mobil Terjebak Banjir di Desa Sontang Rohul, Ayah dan Anak Pingsan, Polisi Duga Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Seskoau Gandeng Pemprov Riau Perkuat Sinergi Strategis Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Riau Pertahankan Posisi Lima Besar Nasional, KDEKS Bidik Peringkat Lebih Tinggi Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Rupiah Ditutup Loyo Rp18.111/Dolar AS, Ketidakpastian BI hingga Konflik Timur Te Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Dani M Nursalam Divonis 2 Tahun, Kuasa Hukum: Keterangan sebagai Saksi Mahkota T Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Sudah Berlaku 26 Tahun, Aturan Gaji Kepala Daerah Akan Direvisi untuk Cegah Koru Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Riau Tiga Besar Penyumbang Titik Panas Nasional, BMKG: Puncak Ancaman Karhutla M Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Kabar Baik PPPK! DPR dan Pemerintah Siapkan Aturan Baru, Masalah Gaji hingga Rek Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi
Pemadaman Karhutla Riau Jalur Udara, Helikopter MI-8 Turun di Bengkalis
HElikopter water boombing melakukan pemadaman karhutla. (Foto: Istimewa)
Pemadaman Karhutla Riau Jalur Udara, Helikopter MI-8 Turun di Bengkalis
Editor: Boy Surya Hamta | Penulis: Boy Surya Hamta
8 April 2026 | 15:51:14

PEKANBARU-Penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Riau terus diperkuat. Pemerintah pusat melalui Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menambah satu unit helikopter water bombing untuk mempercepat pemadaman di wilayah rawan.

Helikopter jenis MI-8 tersebut mendarat di Pekanbaru, Selasa (7/4/2026) dan langsung dioperasikan sehari setelahnya. Rabu (8/4/2026), armada udara ini diterjunkan ke Kabupaten Bengkalis, tepatnya di Desa Kelantan, untuk memadamkan titik api yang sulit dijangkau melalui jalur darat.

Kepala BPBD Damkar Riau, Edy Afrizal menegaskan, tambahan armada ini sangat penting dalam meningkatkan kecepatan respons di lapangan. Menurutnya, kondisi geografis Riau yang didominasi lahan gambut membuat akses pemadaman darat kerap terkendala.

“Helikopter ini langsung kita kerahkan begitu tiba. Dukungan dari BNPB sangat membantu, terutama untuk menjangkau lokasi yang tidak bisa dilalui kendaraan,” ujarnya.

iklan-view

Dijelaskan, kolaborasi antara pemerintah pusat dan daerah menjadi faktor kunci dalam mengendalikan karhutla, terlebih di tengah cuaca panas dan minim curah hujan yang berpotensi memperparah kebakaran.

Saat ini, total lima unit helikopter disiagakan di Riau. Dua unit difokuskan untuk operasi water bombing, sementara tiga lainnya digunakan untuk patroli udara guna memantau kemunculan titik panas secara dini.

Selain penguatan armada udara, pemerintah juga mengintensifkan operasi modifikasi cuaca (OMC). Dua pesawat jenis Cassa dikerahkan untuk menabur bahan semai awan guna memicu hujan buatan di kawasan rawan karhutla.

Langkah terpadu ini diharapkan mampu menekan penyebaran api sejak dini. Edy menambahkan, patroli darat dan udara terus ditingkatkan untuk memastikan setiap titik api dapat segera ditangani sebelum meluas.

“Dengan dukungan helikopter tambahan dan operasi modifikasi cuaca, kita optimistis penanganan karhutla di Riau bisa lebih cepat dan terkendali,” katanya.

Upaya ini menjadi bagian dari strategi pencegahan dini, mengingat karhutla di Riau kerap meningkat saat memasuki musim kemarau dan berdampak luas terhadap lingkungan serta kesehatan masyarakat. (tpc)

Home / News
Pemadaman Karhutla Riau Jalur Udara, Helikopter MI-8 Turun di Bengkalis
Editor: Boy Surya Hamta | Penulis: Boy Surya Hamta
Rubrik: news | 8 April 2026 | 15:51:14
Pemadaman Karhutla Riau Jalur Udara, Helikopter MI-8 Turun di Bengkalis
HElikopter water boombing melakukan pemadaman karhutla. (Foto: Istimewa)

PEKANBARU-Penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Riau terus diperkuat. Pemerintah pusat melalui Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menambah satu unit helikopter water bombing untuk mempercepat pemadaman di wilayah rawan.

Helikopter jenis MI-8 tersebut mendarat di Pekanbaru, Selasa (7/4/2026) dan langsung dioperasikan sehari setelahnya. Rabu (8/4/2026), armada udara ini diterjunkan ke Kabupaten Bengkalis, tepatnya di Desa Kelantan, untuk memadamkan titik api yang sulit dijangkau melalui jalur darat.

Kepala BPBD Damkar Riau, Edy Afrizal menegaskan, tambahan armada ini sangat penting dalam meningkatkan kecepatan respons di lapangan. Menurutnya, kondisi geografis Riau yang didominasi lahan gambut membuat akses pemadaman darat kerap terkendala.

“Helikopter ini langsung kita kerahkan begitu tiba. Dukungan dari BNPB sangat membantu, terutama untuk menjangkau lokasi yang tidak bisa dilalui kendaraan,” ujarnya.

Dijelaskan, kolaborasi antara pemerintah pusat dan daerah menjadi faktor kunci dalam mengendalikan karhutla, terlebih di tengah cuaca panas dan minim curah hujan yang berpotensi memperparah kebakaran.

Saat ini, total lima unit helikopter disiagakan di Riau. Dua unit difokuskan untuk operasi water bombing, sementara tiga lainnya digunakan untuk patroli udara guna memantau kemunculan titik panas secara dini.

Selain penguatan armada udara, pemerintah juga mengintensifkan operasi modifikasi cuaca (OMC). Dua pesawat jenis Cassa dikerahkan untuk menabur bahan semai awan guna memicu hujan buatan di kawasan rawan karhutla.

Langkah terpadu ini diharapkan mampu menekan penyebaran api sejak dini. Edy menambahkan, patroli darat dan udara terus ditingkatkan untuk memastikan setiap titik api dapat segera ditangani sebelum meluas.

“Dengan dukungan helikopter tambahan dan operasi modifikasi cuaca, kita optimistis penanganan karhutla di Riau bisa lebih cepat dan terkendali,” katanya.

Upaya ini menjadi bagian dari strategi pencegahan dini, mengingat karhutla di Riau kerap meningkat saat memasuki musim kemarau dan berdampak luas terhadap lingkungan serta kesehatan masyarakat. (tpc)