logo
Sambangi Peternak Lokal di Tampan, Polsek Payung Sekaki Perkuat Ketahanan Pangan Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Cuaca Riau Hari Ini: BMKG Prediksi Hujan Lokal, Pekanbaru dan Dumai Berpotensi D Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Viral Isu Pocong Bawa Sajam di Manggala Rohil, Datuk Penghulu Tegaskan Hoaks! ‎ Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Harga Emas Hari Ini 23 Mei 2026 Turun Serentak, Antam di Pegadaian Tembus Rp2,8 Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Blackout Sumatera! Sebagian Listrik Pekanbaru Masih Padam, Banyak Warga "Ngungsi Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Blackout Sumatera, Ditlantas Polda Riau Siaga Penuh: Patroli Blue Light Ditingka Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Sumatera Blackout! Pekanbaru Gelap Gulita, Diduga Gangguan Jaringan 275 kV di Mu Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Nekat Haji Lewat Jalur Nonprosedural, 6 WNI Dicegah Berangkat di Bandara SSK II Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi
Pemadaman Karhutla Riau Jalur Udara, Helikopter MI-8 Turun di Bengkalis
HElikopter water boombing melakukan pemadaman karhutla. (Foto: Istimewa)
Pemadaman Karhutla Riau Jalur Udara, Helikopter MI-8 Turun di Bengkalis
Editor: Boy Surya Hamta | Penulis: boy surya hamta
8 April 2026 | 15:51:14

PEKANBARU-Penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Riau terus diperkuat. Pemerintah pusat melalui Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menambah satu unit helikopter water bombing untuk mempercepat pemadaman di wilayah rawan.

Helikopter jenis MI-8 tersebut mendarat di Pekanbaru, Selasa (7/4/2026) dan langsung dioperasikan sehari setelahnya. Rabu (8/4/2026), armada udara ini diterjunkan ke Kabupaten Bengkalis, tepatnya di Desa Kelantan, untuk memadamkan titik api yang sulit dijangkau melalui jalur darat.

Kepala BPBD Damkar Riau, Edy Afrizal menegaskan, tambahan armada ini sangat penting dalam meningkatkan kecepatan respons di lapangan. Menurutnya, kondisi geografis Riau yang didominasi lahan gambut membuat akses pemadaman darat kerap terkendala.

“Helikopter ini langsung kita kerahkan begitu tiba. Dukungan dari BNPB sangat membantu, terutama untuk menjangkau lokasi yang tidak bisa dilalui kendaraan,” ujarnya.

iklan-view

Dijelaskan, kolaborasi antara pemerintah pusat dan daerah menjadi faktor kunci dalam mengendalikan karhutla, terlebih di tengah cuaca panas dan minim curah hujan yang berpotensi memperparah kebakaran.

Saat ini, total lima unit helikopter disiagakan di Riau. Dua unit difokuskan untuk operasi water bombing, sementara tiga lainnya digunakan untuk patroli udara guna memantau kemunculan titik panas secara dini.

Selain penguatan armada udara, pemerintah juga mengintensifkan operasi modifikasi cuaca (OMC). Dua pesawat jenis Cassa dikerahkan untuk menabur bahan semai awan guna memicu hujan buatan di kawasan rawan karhutla.

Langkah terpadu ini diharapkan mampu menekan penyebaran api sejak dini. Edy menambahkan, patroli darat dan udara terus ditingkatkan untuk memastikan setiap titik api dapat segera ditangani sebelum meluas.

“Dengan dukungan helikopter tambahan dan operasi modifikasi cuaca, kita optimistis penanganan karhutla di Riau bisa lebih cepat dan terkendali,” katanya.

Upaya ini menjadi bagian dari strategi pencegahan dini, mengingat karhutla di Riau kerap meningkat saat memasuki musim kemarau dan berdampak luas terhadap lingkungan serta kesehatan masyarakat. (tpc)

Home / News
Pemadaman Karhutla Riau Jalur Udara, Helikopter MI-8 Turun di Bengkalis
Editor: Boy Surya Hamta | Penulis: boy surya hamta
Rubrik: news | 8 April 2026 | 15:51:14
Pemadaman Karhutla Riau Jalur Udara, Helikopter MI-8 Turun di Bengkalis
HElikopter water boombing melakukan pemadaman karhutla. (Foto: Istimewa)

PEKANBARU-Penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Riau terus diperkuat. Pemerintah pusat melalui Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menambah satu unit helikopter water bombing untuk mempercepat pemadaman di wilayah rawan.

Helikopter jenis MI-8 tersebut mendarat di Pekanbaru, Selasa (7/4/2026) dan langsung dioperasikan sehari setelahnya. Rabu (8/4/2026), armada udara ini diterjunkan ke Kabupaten Bengkalis, tepatnya di Desa Kelantan, untuk memadamkan titik api yang sulit dijangkau melalui jalur darat.

Kepala BPBD Damkar Riau, Edy Afrizal menegaskan, tambahan armada ini sangat penting dalam meningkatkan kecepatan respons di lapangan. Menurutnya, kondisi geografis Riau yang didominasi lahan gambut membuat akses pemadaman darat kerap terkendala.

“Helikopter ini langsung kita kerahkan begitu tiba. Dukungan dari BNPB sangat membantu, terutama untuk menjangkau lokasi yang tidak bisa dilalui kendaraan,” ujarnya.

Dijelaskan, kolaborasi antara pemerintah pusat dan daerah menjadi faktor kunci dalam mengendalikan karhutla, terlebih di tengah cuaca panas dan minim curah hujan yang berpotensi memperparah kebakaran.

Saat ini, total lima unit helikopter disiagakan di Riau. Dua unit difokuskan untuk operasi water bombing, sementara tiga lainnya digunakan untuk patroli udara guna memantau kemunculan titik panas secara dini.

Selain penguatan armada udara, pemerintah juga mengintensifkan operasi modifikasi cuaca (OMC). Dua pesawat jenis Cassa dikerahkan untuk menabur bahan semai awan guna memicu hujan buatan di kawasan rawan karhutla.

Langkah terpadu ini diharapkan mampu menekan penyebaran api sejak dini. Edy menambahkan, patroli darat dan udara terus ditingkatkan untuk memastikan setiap titik api dapat segera ditangani sebelum meluas.

“Dengan dukungan helikopter tambahan dan operasi modifikasi cuaca, kita optimistis penanganan karhutla di Riau bisa lebih cepat dan terkendali,” katanya.

Upaya ini menjadi bagian dari strategi pencegahan dini, mengingat karhutla di Riau kerap meningkat saat memasuki musim kemarau dan berdampak luas terhadap lingkungan serta kesehatan masyarakat. (tpc)