logo
Kasino di Nagoya Batam Digerebek: 10 WNA dan 187 WNI Diamankan, Polisi Sita Rp7, Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Polres Pelalawan Gerebek Transaksi Narkoba di Kebun Sawit, Dua Pria Ditangkap Ba Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi UPDATE: Kapal Tenggelam di Perairan Rupat Bawa 15 PMI Ilegal, 13 Orang Selamat d Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Warga RW 016 Tobekgodang Semarakkan HUT ke-81 Kemerdekaan RI dengan Beragam Kegi Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Speedboat Berpenumpang PMI Ilegal Terbalik Dihantam Badai di Perairan Rupat, 3 O Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Ratusan Gempa Susulan Menggoyang NTT, Terbaru Berkekuatan M5,2 Minggu Pagi Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Harimau Belum Masuk Perangkap, Warga Danai Diminta Tak Lengah Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Giliran Simalungun Sumut Diguncang Gempa Magnitudo 6,4, Terasa Hingga Sumbar dan Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi
HOME / Ekonomi / Keuangan
Sempat Tertekan, Rupiah Berbalik Menguat ke Rp17.805 per Dolar AS
Ilustrasi. Rupiah berbalik menguat, Senin (1/6/2026) petang.
Sempat Tertekan, Rupiah Berbalik Menguat ke Rp17.805 per Dolar AS
Editor: Arya Mahendra
Rubrik: ekonomi | 1 Juni 2026 | 17:27:06

JAKARTA – Nilai tukar rupiah berhasil berbalik arah dan ditutup menguat terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan Senin (1/6/2026), setelah sempat berada di bawah tekanan pada sesi pagi.

Berdasarkan data Bloomberg, rupiah ditutup menguat 76 poin atau 0,43 persen ke level Rp17.805 per dolar AS. Posisi ini lebih baik dibandingkan perdagangan pagi yang sempat berada di kisaran Rp17.845 per dolar AS.

Sementara itu, data Yahoo Finance menunjukkan rupiah relatif stagnan di level Rp17.878 per dolar AS.

iklan-view

Adapun kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) yang diterbitkan Bank Indonesia masih mencatat rupiah di posisi Rp17.883 per dolar AS pada Jumat (29/5/2026). JISDOR merupakan acuan transaksi valuta asing yang digunakan pelaku pasar dan perbankan.

Analis pasar uang Ibrahim Assuaibi sebelumnya memperkirakan pergerakan rupiah akan berlangsung fluktuatif. Meski sempat memperkirakan pelemahan, rupiah justru mampu menutup perdagangan di zona positif.

Menurut Ibrahim, penguatan rupiah ditopang oleh membaiknya sentimen global setelah muncul laporan bahwa Washington dan Teheran telah menyusun draf kesepakatan untuk memperpanjang gencatan senjata selama 60 hari. Kesepakatan tersebut masih menunggu persetujuan Presiden AS Donald Trump.

“Prospek tercapainya kesepakatan damai mengurangi kekhawatiran pasar terhadap gangguan pasokan energi global dan meningkatkan optimisme terhadap stabilitas jalur pelayaran internasional,” ujar Ibrahim.

Ia menjelaskan, harapan perdamaian juga memicu ekspektasi normalisasi aktivitas pengiriman melalui Selat Hormuz, salah satu jalur perdagangan energi terpenting di dunia. Meski demikian, aktivitas pelayaran di kawasan tersebut masih berada di bawah level normal sebelum konflik sehingga risiko geopolitik masih membayangi pasar minyak global.

Kondisi tersebut membuat pelaku pasar terus mencermati perkembangan negosiasi antara AS dan Iran karena berpotensi memengaruhi pergerakan harga minyak dunia, dolar AS, dan mata uang negara berkembang, termasuk rupiah. (mtv)

Tags: rupiah menguat
Home / Ekonomi
Sempat Tertekan, Rupiah Berbalik Menguat ke Rp17.805 per Dolar AS
Editor: Arya Mahendra
Rubrik: ekonomi | 1 Juni 2026 | 17:27:06
Sempat Tertekan, Rupiah Berbalik Menguat ke Rp17.805 per Dolar AS
Ilustrasi. Rupiah berbalik menguat, Senin (1/6/2026) petang.

JAKARTA – Nilai tukar rupiah berhasil berbalik arah dan ditutup menguat terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan Senin (1/6/2026), setelah sempat berada di bawah tekanan pada sesi pagi.

Berdasarkan data Bloomberg, rupiah ditutup menguat 76 poin atau 0,43 persen ke level Rp17.805 per dolar AS. Posisi ini lebih baik dibandingkan perdagangan pagi yang sempat berada di kisaran Rp17.845 per dolar AS.

Sementara itu, data Yahoo Finance menunjukkan rupiah relatif stagnan di level Rp17.878 per dolar AS.

Adapun kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) yang diterbitkan Bank Indonesia masih mencatat rupiah di posisi Rp17.883 per dolar AS pada Jumat (29/5/2026). JISDOR merupakan acuan transaksi valuta asing yang digunakan pelaku pasar dan perbankan.

Analis pasar uang Ibrahim Assuaibi sebelumnya memperkirakan pergerakan rupiah akan berlangsung fluktuatif. Meski sempat memperkirakan pelemahan, rupiah justru mampu menutup perdagangan di zona positif.

Menurut Ibrahim, penguatan rupiah ditopang oleh membaiknya sentimen global setelah muncul laporan bahwa Washington dan Teheran telah menyusun draf kesepakatan untuk memperpanjang gencatan senjata selama 60 hari. Kesepakatan tersebut masih menunggu persetujuan Presiden AS Donald Trump.

“Prospek tercapainya kesepakatan damai mengurangi kekhawatiran pasar terhadap gangguan pasokan energi global dan meningkatkan optimisme terhadap stabilitas jalur pelayaran internasional,” ujar Ibrahim.

Ia menjelaskan, harapan perdamaian juga memicu ekspektasi normalisasi aktivitas pengiriman melalui Selat Hormuz, salah satu jalur perdagangan energi terpenting di dunia. Meski demikian, aktivitas pelayaran di kawasan tersebut masih berada di bawah level normal sebelum konflik sehingga risiko geopolitik masih membayangi pasar minyak global.

Kondisi tersebut membuat pelaku pasar terus mencermati perkembangan negosiasi antara AS dan Iran karena berpotensi memengaruhi pergerakan harga minyak dunia, dolar AS, dan mata uang negara berkembang, termasuk rupiah. (mtv)

Tags: rupiah menguat