
PEKANBARU-Duka kembali menyelimuti keluarga besar jemaah haji Provinsi Riau. Seorang jemaah asal Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing), Ratinis Abd Ghani (79), meninggal dunia di Tanah Suci setelah menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit King Abdul Aziz, Makkah, Arab Saudi.
Kabar wafatnya Ratinis menambah daftar jemaah haji asal Riau yang berpulang selama pelaksanaan ibadah haji 1447 Hijriah atau musim haji 2026. Hingga awal Juni ini, total delapan jemaah asal Riau tercatat meninggal dunia, baik di Arab Saudi maupun sebelum keberangkatan.
Ratinis yang tergabung dalam Kloter BTH 08 menghembuskan napas terakhir pada Senin (1/6/2026) pukul 23.45 waktu Arab Saudi. Kepergiannya menjadi pengingat bahwa ibadah haji bukan hanya perjalanan spiritual, tetapi juga perjalanan fisik yang penuh tantangan, terutama bagi jemaah lanjut usia.
Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah Provinsi Riau, Defizon membenarkan kabar duka tersebut. Ia menyampaikan belasungkawa kepada keluarga almarhumah dan seluruh jemaah yang berada dalam rombongan yang sama.

“Atas nama pribadi dan Kanwil Kementerian Haji dan Umrah Provinsi Riau, kami menyampaikan duka cita yang mendalam. Semoga almarhumah husnul khatimah dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan,” kata Defizon.
Menurutnya, almarhumah telah menyelesaikan rangkaian ibadah hajinya sebelum wafat. Karena itu, seluruh hak-hak jemaah akan tetap dipenuhi sesuai dengan ketentuan yang berlaku dalam penyelenggaraan ibadah haji.
Pemerintah, lanjut Defizon, juga akan membantu proses administrasi dan penyelesaian hak jemaah sehingga keluarga di tanah air tidak perlu khawatir terkait prosedur yang harus dijalani.
Sementara itu, Ketua Kloter BTH 08, Muhtar Aspari, menjelaskan bahwa Ratinis sebelumnya sempat mendapatkan penanganan medis akibat komplikasi sejumlah penyakit yang dideritanya. Meski telah mendapat perawatan intensif, kondisi kesehatannya terus menurun hingga akhirnya meninggal dunia.
Bagi masyarakat Riau, kabar ini menjadi perhatian tersendiri karena sebagian besar jemaah haji yang berangkat tahun ini merupakan kelompok lanjut usia. Faktor cuaca ekstrem di Arab Saudi, aktivitas ibadah yang padat, serta kondisi kesehatan bawaan menjadi tantangan yang harus dihadapi selama menjalankan rukun Islam kelima tersebut.
Data Kanwil Kementerian Haji dan Umrah Riau menunjukkan, saat ini terdapat delapan jemaah yang meninggal dunia selama penyelenggaraan haji 2026. Dari jumlah tersebut, satu orang wafat di Madinah, empat orang di Makkah, dua orang di Embarkasi Haji Batam, dan satu orang meninggal dunia sebelum keberangkatan dari daerah asal.
Daftar jemaah yang wafat tersebut berasal dari berbagai kabupaten dan kota di Riau, di antaranya Dawanus Mahmud Muhammad, Marati Kasmuri Usman, Baharuddin Sidi Biditek, Zul Kanedi, Ratinis Abd Ghani, Azhari Hasan Ahmad, Meri Aganmar, serta Ngadiem Arjo Wiyono.
Kanwil Kementerian Haji dan Umrah Riau mengimbau seluruh jemaah yang masih berada di Tanah Suci untuk menjaga kondisi kesehatan, mengatur pola istirahat, serta tidak memaksakan diri dalam menjalankan aktivitas ibadah. Dukungan keluarga di tanah air melalui doa juga diharapkan menjadi kekuatan bagi para jemaah yang masih melanjutkan rangkaian ibadah hingga puncak haji dan kepulangan ke Indonesia.
Di tengah kabar duka yang datang silih berganti, semangat para jemaah Riau untuk menuntaskan ibadah haji tetap menjadi harapan. Kepergian mereka yang wafat di Tanah Suci juga menjadi pengingat tentang besarnya pengorbanan dan keikhlasan dalam menunaikan panggilan suci ke Baitullah. (mcr)






PEKANBARU-Duka kembali menyelimuti keluarga besar jemaah haji Provinsi Riau. Seorang jemaah asal Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing), Ratinis Abd Ghani (79), meninggal dunia di Tanah Suci setelah menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit King Abdul Aziz, Makkah, Arab Saudi.
Kabar wafatnya Ratinis menambah daftar jemaah haji asal Riau yang berpulang selama pelaksanaan ibadah haji 1447 Hijriah atau musim haji 2026. Hingga awal Juni ini, total delapan jemaah asal Riau tercatat meninggal dunia, baik di Arab Saudi maupun sebelum keberangkatan.
Ratinis yang tergabung dalam Kloter BTH 08 menghembuskan napas terakhir pada Senin (1/6/2026) pukul 23.45 waktu Arab Saudi. Kepergiannya menjadi pengingat bahwa ibadah haji bukan hanya perjalanan spiritual, tetapi juga perjalanan fisik yang penuh tantangan, terutama bagi jemaah lanjut usia.
Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah Provinsi Riau, Defizon membenarkan kabar duka tersebut. Ia menyampaikan belasungkawa kepada keluarga almarhumah dan seluruh jemaah yang berada dalam rombongan yang sama.
“Atas nama pribadi dan Kanwil Kementerian Haji dan Umrah Provinsi Riau, kami menyampaikan duka cita yang mendalam. Semoga almarhumah husnul khatimah dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan,” kata Defizon.
Menurutnya, almarhumah telah menyelesaikan rangkaian ibadah hajinya sebelum wafat. Karena itu, seluruh hak-hak jemaah akan tetap dipenuhi sesuai dengan ketentuan yang berlaku dalam penyelenggaraan ibadah haji.
Pemerintah, lanjut Defizon, juga akan membantu proses administrasi dan penyelesaian hak jemaah sehingga keluarga di tanah air tidak perlu khawatir terkait prosedur yang harus dijalani.
Sementara itu, Ketua Kloter BTH 08, Muhtar Aspari, menjelaskan bahwa Ratinis sebelumnya sempat mendapatkan penanganan medis akibat komplikasi sejumlah penyakit yang dideritanya. Meski telah mendapat perawatan intensif, kondisi kesehatannya terus menurun hingga akhirnya meninggal dunia.
Bagi masyarakat Riau, kabar ini menjadi perhatian tersendiri karena sebagian besar jemaah haji yang berangkat tahun ini merupakan kelompok lanjut usia. Faktor cuaca ekstrem di Arab Saudi, aktivitas ibadah yang padat, serta kondisi kesehatan bawaan menjadi tantangan yang harus dihadapi selama menjalankan rukun Islam kelima tersebut.
Data Kanwil Kementerian Haji dan Umrah Riau menunjukkan, saat ini terdapat delapan jemaah yang meninggal dunia selama penyelenggaraan haji 2026. Dari jumlah tersebut, satu orang wafat di Madinah, empat orang di Makkah, dua orang di Embarkasi Haji Batam, dan satu orang meninggal dunia sebelum keberangkatan dari daerah asal.
Daftar jemaah yang wafat tersebut berasal dari berbagai kabupaten dan kota di Riau, di antaranya Dawanus Mahmud Muhammad, Marati Kasmuri Usman, Baharuddin Sidi Biditek, Zul Kanedi, Ratinis Abd Ghani, Azhari Hasan Ahmad, Meri Aganmar, serta Ngadiem Arjo Wiyono.
Kanwil Kementerian Haji dan Umrah Riau mengimbau seluruh jemaah yang masih berada di Tanah Suci untuk menjaga kondisi kesehatan, mengatur pola istirahat, serta tidak memaksakan diri dalam menjalankan aktivitas ibadah. Dukungan keluarga di tanah air melalui doa juga diharapkan menjadi kekuatan bagi para jemaah yang masih melanjutkan rangkaian ibadah hingga puncak haji dan kepulangan ke Indonesia.
Di tengah kabar duka yang datang silih berganti, semangat para jemaah Riau untuk menuntaskan ibadah haji tetap menjadi harapan. Kepergian mereka yang wafat di Tanah Suci juga menjadi pengingat tentang besarnya pengorbanan dan keikhlasan dalam menunaikan panggilan suci ke Baitullah. (mcr)