logo
UPDATE: Tangis di Laut Madura, Lima Penumpang KMP Mutiara Sentosa II Tewas, 225 Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi UPDATE: Gempa Kumamoto Makin Mematikan, Korban Tewas Capai 38 Orang, KBRI Berger Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Pemutihan Pajak Kendaraan Riau Dimulai, Tunggakan Bertahun-tahun Cukup Bayar Dua Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Kasus Pilot Malaysia Airlines: Positif Tiga Jenis Narkoba, Bawa Urine Cadangan u Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Kapal Surabaya-Makassar Terbakar di Laut Jawa, Operasi Penyelamatan Ratusan Penu Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Bupati Pemalang Terjaring OTT di Hotel, KPK Selidiki Keterlibatan Wanita Pendamp Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi BGN Hentikan Sementara Operasional Dapur MBG di Semarang Usai Ratusan Siswa Didu Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi BK DPRD Riau Segera Putuskan Sanksi Dua Anggota yang Bentrok, Publik Menanti Ket Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi
HOME / News / Nasional
Prabowo Copot Dadan Hindayana dari BGN, Soroti Disiplin dan Kualitas Program MBG
Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi mengumumkan pencopotan Dadan Hindayana sebagai Kepala BGN di Istana Negara, Selasa (2/6/2026) malam. (Foto: Ist)
Prabowo Copot Dadan Hindayana dari BGN, Soroti Disiplin dan Kualitas Program MBG
Editor: Arya Mahendra | Penulis: arya mahendra
2 Juni 2026 | 21:50:26

JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto melakukan perombakan pimpinan Badan Gizi Nasional (BGN) dengan mencopot Dadan Hindayana dari jabatan Kepala BGN. Posisi tersebut kini dipercayakan kepada Nanik Sudaryati Deyang.

Pergantian itu diumumkan Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi di Istana Negara, Selasa (2/6/2026) malam. Selain Dadan, dua Wakil Kepala BGN, yakni Lodewyk Pusung dan Sony Sonjaya, juga diberhentikan dari jabatannya.

Sebagai pengganti, Presiden menunjuk Nanik S Deyang sebagai Kepala BGN, didampingi Agustina Arumsari dan Mayjen TNI Trenggono sebagai Wakil Kepala BGN.

iklan-view

Prasetyo menjelaskan, keputusan tersebut diambil setelah Presiden melakukan monitoring dan evaluasi terhadap kinerja BGN selama sekitar 1,5 tahun terakhir. Hasil evaluasi menemukan sejumlah catatan yang menjadi dasar pertimbangan pergantian pimpinan lembaga tersebut.

"Selama 1,5 tahun melakukan monitoring dan evaluasi, banyak catatan-catatan yang menjadi dasar pertimbangan Presiden untuk melakukan pergantian ini," kata Prasetyo.

Menurutnya, catatan tersebut berkaitan dengan kedisiplinan dalam menjalankan standar operasional prosedur (SOP), tata kelola organisasi, hingga pengawasan kualitas makanan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG).

"Termasuk kedisiplinan dalam menjaga kualitas makanan yang seharusnya sudah ditetapkan oleh BGN," ujarnya.

BGN merupakan lembaga non-kementerian yang bertanggung jawab menjalankan program unggulan Presiden Prabowo, yakni Makan Bergizi Gratis (MBG). Dadan sendiri tercatat sebagai Kepala BGN pertama yang dilantik sejak lembaga itu dibentuk pada Agustus 2024.

Selama masa kepemimpinannya, program MBG beberapa kali mendapat sorotan akibat kasus keracunan makanan yang menimpa siswa penerima manfaat di sejumlah daerah. Insiden tersebut menyebabkan BGN membekukan sejumlah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang bertugas menyediakan makanan dalam program tersebut.

Data hingga 29 Mei 2026 mencatat, dari 27.208 SPPG yang telah beroperasi di seluruh Indonesia, sebanyak 8.182 unit pernah dikenai penghentian sementara (suspend) akibat berbagai temuan pelanggaran.

Meski demikian, program MBG terus berjalan dan mengalami perluasan cakupan. Berdasarkan data BGN per 3 Maret 2026, jumlah penerima manfaat program tersebut telah mencapai 61,23 juta orang, dengan sekitar 49,05 juta di antaranya merupakan siswa sekolah. (cnbc/cnn)

Home / News
Prabowo Copot Dadan Hindayana dari BGN, Soroti Disiplin dan Kualitas Program MBG
Editor: Arya Mahendra | Penulis: arya mahendra
Rubrik: news | 2 Juni 2026 | 21:50:26
Prabowo Copot Dadan Hindayana dari BGN, Soroti Disiplin dan Kualitas Program MBG
Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi mengumumkan pencopotan Dadan Hindayana sebagai Kepala BGN di Istana Negara, Selasa (2/6/2026) malam. (Foto: Ist)

JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto melakukan perombakan pimpinan Badan Gizi Nasional (BGN) dengan mencopot Dadan Hindayana dari jabatan Kepala BGN. Posisi tersebut kini dipercayakan kepada Nanik Sudaryati Deyang.

Pergantian itu diumumkan Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi di Istana Negara, Selasa (2/6/2026) malam. Selain Dadan, dua Wakil Kepala BGN, yakni Lodewyk Pusung dan Sony Sonjaya, juga diberhentikan dari jabatannya.

Sebagai pengganti, Presiden menunjuk Nanik S Deyang sebagai Kepala BGN, didampingi Agustina Arumsari dan Mayjen TNI Trenggono sebagai Wakil Kepala BGN.

Prasetyo menjelaskan, keputusan tersebut diambil setelah Presiden melakukan monitoring dan evaluasi terhadap kinerja BGN selama sekitar 1,5 tahun terakhir. Hasil evaluasi menemukan sejumlah catatan yang menjadi dasar pertimbangan pergantian pimpinan lembaga tersebut.

"Selama 1,5 tahun melakukan monitoring dan evaluasi, banyak catatan-catatan yang menjadi dasar pertimbangan Presiden untuk melakukan pergantian ini," kata Prasetyo.

Menurutnya, catatan tersebut berkaitan dengan kedisiplinan dalam menjalankan standar operasional prosedur (SOP), tata kelola organisasi, hingga pengawasan kualitas makanan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG).

"Termasuk kedisiplinan dalam menjaga kualitas makanan yang seharusnya sudah ditetapkan oleh BGN," ujarnya.

BGN merupakan lembaga non-kementerian yang bertanggung jawab menjalankan program unggulan Presiden Prabowo, yakni Makan Bergizi Gratis (MBG). Dadan sendiri tercatat sebagai Kepala BGN pertama yang dilantik sejak lembaga itu dibentuk pada Agustus 2024.

Selama masa kepemimpinannya, program MBG beberapa kali mendapat sorotan akibat kasus keracunan makanan yang menimpa siswa penerima manfaat di sejumlah daerah. Insiden tersebut menyebabkan BGN membekukan sejumlah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang bertugas menyediakan makanan dalam program tersebut.

Data hingga 29 Mei 2026 mencatat, dari 27.208 SPPG yang telah beroperasi di seluruh Indonesia, sebanyak 8.182 unit pernah dikenai penghentian sementara (suspend) akibat berbagai temuan pelanggaran.

Meski demikian, program MBG terus berjalan dan mengalami perluasan cakupan. Berdasarkan data BGN per 3 Maret 2026, jumlah penerima manfaat program tersebut telah mencapai 61,23 juta orang, dengan sekitar 49,05 juta di antaranya merupakan siswa sekolah. (cnbc/cnn)