logo
Mahasiswa UR Desak Masuk DPRD Riau, Polwan Ditarik dari Barisan Depan Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Teluk Kuantan Bersolek Sambut MTQ Riau, Kawasan Astaka Kini Semakin Terang Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Longsor Terjang Kuala Enok Inhil, Empat Rumah Hanyut ke Sungai, Belasan KK Mengu Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Perayaan HUT Pekanbaru ke 242, Transmetro dan Parkir Gratis untuk Warga Pekanbar Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi JPU KPK Klaim Dakwaan Abdul Wahid Cs Makin Kokoh, Ahli Sebut Unsur Pemerasan dan Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Kurir dan Bandar dalam Satu Cinta: Sejoli Pengedar Sabu Diciduk di Tapung Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Harga Sawit Riau Menguat, TBS Tertinggi Mencapai Rp3.696 per Kg Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Warga Kubu dan Kuba Tagih Janji Bistamam-Jhony Charles, Jalan Rusak tak Kunjung Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi
HOME / News / Nasional
Prabowo Copot Dadan Hindayana dari BGN, Soroti Disiplin dan Kualitas Program MBG
Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi mengumumkan pencopotan Dadan Hindayana sebagai Kepala BGN di Istana Negara, Selasa (2/6/2026) malam. (Foto: Ist)
Prabowo Copot Dadan Hindayana dari BGN, Soroti Disiplin dan Kualitas Program MBG
Editor: Arya Mahendra | Penulis: arya mahendra
2 Juni 2026 | 21:50:26

JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto melakukan perombakan pimpinan Badan Gizi Nasional (BGN) dengan mencopot Dadan Hindayana dari jabatan Kepala BGN. Posisi tersebut kini dipercayakan kepada Nanik Sudaryati Deyang.

Pergantian itu diumumkan Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi di Istana Negara, Selasa (2/6/2026) malam. Selain Dadan, dua Wakil Kepala BGN, yakni Lodewyk Pusung dan Sony Sonjaya, juga diberhentikan dari jabatannya.

Sebagai pengganti, Presiden menunjuk Nanik S Deyang sebagai Kepala BGN, didampingi Agustina Arumsari dan Mayjen TNI Trenggono sebagai Wakil Kepala BGN.

Prasetyo menjelaskan, keputusan tersebut diambil setelah Presiden melakukan monitoring dan evaluasi terhadap kinerja BGN selama sekitar 1,5 tahun terakhir. Hasil evaluasi menemukan sejumlah catatan yang menjadi dasar pertimbangan pergantian pimpinan lembaga tersebut.

iklan-view

"Selama 1,5 tahun melakukan monitoring dan evaluasi, banyak catatan-catatan yang menjadi dasar pertimbangan Presiden untuk melakukan pergantian ini," kata Prasetyo.

Menurutnya, catatan tersebut berkaitan dengan kedisiplinan dalam menjalankan standar operasional prosedur (SOP), tata kelola organisasi, hingga pengawasan kualitas makanan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG).

"Termasuk kedisiplinan dalam menjaga kualitas makanan yang seharusnya sudah ditetapkan oleh BGN," ujarnya.

BGN merupakan lembaga non-kementerian yang bertanggung jawab menjalankan program unggulan Presiden Prabowo, yakni Makan Bergizi Gratis (MBG). Dadan sendiri tercatat sebagai Kepala BGN pertama yang dilantik sejak lembaga itu dibentuk pada Agustus 2024.

Selama masa kepemimpinannya, program MBG beberapa kali mendapat sorotan akibat kasus keracunan makanan yang menimpa siswa penerima manfaat di sejumlah daerah. Insiden tersebut menyebabkan BGN membekukan sejumlah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang bertugas menyediakan makanan dalam program tersebut.

Data hingga 29 Mei 2026 mencatat, dari 27.208 SPPG yang telah beroperasi di seluruh Indonesia, sebanyak 8.182 unit pernah dikenai penghentian sementara (suspend) akibat berbagai temuan pelanggaran.

Meski demikian, program MBG terus berjalan dan mengalami perluasan cakupan. Berdasarkan data BGN per 3 Maret 2026, jumlah penerima manfaat program tersebut telah mencapai 61,23 juta orang, dengan sekitar 49,05 juta di antaranya merupakan siswa sekolah. (cnbc/cnn)

Home / News
Prabowo Copot Dadan Hindayana dari BGN, Soroti Disiplin dan Kualitas Program MBG
Editor: Arya Mahendra | Penulis: arya mahendra
Rubrik: news | 2 Juni 2026 | 21:50:26
Prabowo Copot Dadan Hindayana dari BGN, Soroti Disiplin dan Kualitas Program MBG
Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi mengumumkan pencopotan Dadan Hindayana sebagai Kepala BGN di Istana Negara, Selasa (2/6/2026) malam. (Foto: Ist)

JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto melakukan perombakan pimpinan Badan Gizi Nasional (BGN) dengan mencopot Dadan Hindayana dari jabatan Kepala BGN. Posisi tersebut kini dipercayakan kepada Nanik Sudaryati Deyang.

Pergantian itu diumumkan Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi di Istana Negara, Selasa (2/6/2026) malam. Selain Dadan, dua Wakil Kepala BGN, yakni Lodewyk Pusung dan Sony Sonjaya, juga diberhentikan dari jabatannya.

Sebagai pengganti, Presiden menunjuk Nanik S Deyang sebagai Kepala BGN, didampingi Agustina Arumsari dan Mayjen TNI Trenggono sebagai Wakil Kepala BGN.

Prasetyo menjelaskan, keputusan tersebut diambil setelah Presiden melakukan monitoring dan evaluasi terhadap kinerja BGN selama sekitar 1,5 tahun terakhir. Hasil evaluasi menemukan sejumlah catatan yang menjadi dasar pertimbangan pergantian pimpinan lembaga tersebut.

"Selama 1,5 tahun melakukan monitoring dan evaluasi, banyak catatan-catatan yang menjadi dasar pertimbangan Presiden untuk melakukan pergantian ini," kata Prasetyo.

Menurutnya, catatan tersebut berkaitan dengan kedisiplinan dalam menjalankan standar operasional prosedur (SOP), tata kelola organisasi, hingga pengawasan kualitas makanan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG).

"Termasuk kedisiplinan dalam menjaga kualitas makanan yang seharusnya sudah ditetapkan oleh BGN," ujarnya.

BGN merupakan lembaga non-kementerian yang bertanggung jawab menjalankan program unggulan Presiden Prabowo, yakni Makan Bergizi Gratis (MBG). Dadan sendiri tercatat sebagai Kepala BGN pertama yang dilantik sejak lembaga itu dibentuk pada Agustus 2024.

Selama masa kepemimpinannya, program MBG beberapa kali mendapat sorotan akibat kasus keracunan makanan yang menimpa siswa penerima manfaat di sejumlah daerah. Insiden tersebut menyebabkan BGN membekukan sejumlah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang bertugas menyediakan makanan dalam program tersebut.

Data hingga 29 Mei 2026 mencatat, dari 27.208 SPPG yang telah beroperasi di seluruh Indonesia, sebanyak 8.182 unit pernah dikenai penghentian sementara (suspend) akibat berbagai temuan pelanggaran.

Meski demikian, program MBG terus berjalan dan mengalami perluasan cakupan. Berdasarkan data BGN per 3 Maret 2026, jumlah penerima manfaat program tersebut telah mencapai 61,23 juta orang, dengan sekitar 49,05 juta di antaranya merupakan siswa sekolah. (cnbc/cnn)