logo
UPDATE: Tangis di Laut Madura, Lima Penumpang KMP Mutiara Sentosa II Tewas, 225 Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi UPDATE: Gempa Kumamoto Makin Mematikan, Korban Tewas Capai 38 Orang, KBRI Berger Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Pemutihan Pajak Kendaraan Riau Dimulai, Tunggakan Bertahun-tahun Cukup Bayar Dua Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Kasus Pilot Malaysia Airlines: Positif Tiga Jenis Narkoba, Bawa Urine Cadangan u Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Kapal Surabaya-Makassar Terbakar di Laut Jawa, Operasi Penyelamatan Ratusan Penu Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Bupati Pemalang Terjaring OTT di Hotel, KPK Selidiki Keterlibatan Wanita Pendamp Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi BGN Hentikan Sementara Operasional Dapur MBG di Semarang Usai Ratusan Siswa Didu Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi BK DPRD Riau Segera Putuskan Sanksi Dua Anggota yang Bentrok, Publik Menanti Ket Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi
HOME / Hukum / JAKARTA
Babak Baru di BGN, Kejagung Geledah Kantor Pengelola Program Makan Bergizi Gratis
Suasana di Kantor Badan Gizi Nasional (BGN), Jalan Kebon Sirih, Menteng, Jakarta Pusat (Jakpus) pada Rabu (3/6/2026). (Foto: Dok. Liputan6)
Babak Baru di BGN, Kejagung Geledah Kantor Pengelola Program Makan Bergizi Gratis
Editor: Arya Mahendra | Penulis: arya mahendra
3 Juni 2026 | 10:29:20

JAKARTA – Kejaksaan Agung (Kejagung) bergerak cepat. Penyidik Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) resmi menggeledah kantor Badan Gizi Nasional (BGN), lembaga yang mengelola program unggulan pemerintah, Makan Bergizi Gratis (MBG).

Kabar penggeledahan tersebut dibenarkan Pelaksana Harian (Plh) Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejagung, Mochamad Jeffry.

“Penyidik Pidsus Kejaksaan Agung benar melakukan penggeledahan di kantor BGN,” kata Jeffry saat dikonfirmasi wartawan, Rabu (3/6/2026).

iklan-view

Menurut Jeffry, Kejagung akan menggelar konferensi pers pada sore hari untuk menjelaskan lebih rinci terkait penggeledahan tersebut, termasuk perkara yang sedang ditangani penyidik.

Langkah Kejagung ini menjadi sorotan karena terjadi hanya berselang kurang dari 24 jam setelah Presiden Prabowo Subianto melakukan perombakan total jajaran pimpinan BGN.

Sebelumnya, Selasa (2/6/2026), Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi mengumumkan keputusan Presiden mengganti pimpinan BGN setelah dilakukan evaluasi menyeluruh terhadap kinerja lembaga tersebut.

“Selama kurang lebih hampir 1,5 tahun melakukan monitoring dan evaluasi, maka pada hari ini Presiden mengambil keputusan untuk melakukan pergantian pimpinan Badan Gizi Nasional,” ujar Prasetyo di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta.

Dalam perombakan tersebut, Presiden menunjuk Nanik S. Deyang sebagai Kepala BGN yang baru. Ia akan didampingi Agustina Arumsari dan Mayjen TNI Trenggono sebagai Wakil Kepala BGN.

Dengan keputusan itu, masa jabatan Dadan Hindayana sebagai Kepala BGN bersama dua wakilnya, Lodewyk Pusung dan Sony Sonjaya, resmi berakhir.

Hingga kini Kejagung belum mengungkap perkara yang melatarbelakangi penggeledahan di kantor BGN. Namun, sejumlah isu terkait pelaksanaan program MBG sebelumnya memang sempat mencuat ke publik.

Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Dudung Abdurachman bahkan mengaku menerima berbagai laporan mengenai dugaan penyimpangan dalam implementasi program tersebut. Salah satu yang menjadi perhatian adalah dugaan praktik jual-beli titik atau lokasi operasional dapur MBG.

“Saya dapat informasi tentang ada jual-beli titik (dapur MBG),” ungkap Dudung.

Penggeledahan yang dilakukan Kejagung di tengah pergantian pucuk pimpinan BGN pun memunculkan perhatian publik. Sejumlah pihak kini menunggu penjelasan resmi dari penyidik mengenai kasus yang tengah diusut dan kaitannya dengan pengelolaan program MBG yang selama ini menjadi salah satu program prioritas pemerintahan Presiden Prabowo. (wec)

Home / Hukum
Babak Baru di BGN, Kejagung Geledah Kantor Pengelola Program Makan Bergizi Gratis
Editor: Arya Mahendra | Penulis: arya mahendra
Rubrik: hukum | 3 Juni 2026 | 10:29:20
Babak Baru di BGN, Kejagung Geledah Kantor Pengelola Program Makan Bergizi Gratis
Suasana di Kantor Badan Gizi Nasional (BGN), Jalan Kebon Sirih, Menteng, Jakarta Pusat (Jakpus) pada Rabu (3/6/2026). (Foto: Dok. Liputan6)

JAKARTA – Kejaksaan Agung (Kejagung) bergerak cepat. Penyidik Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) resmi menggeledah kantor Badan Gizi Nasional (BGN), lembaga yang mengelola program unggulan pemerintah, Makan Bergizi Gratis (MBG).

Kabar penggeledahan tersebut dibenarkan Pelaksana Harian (Plh) Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejagung, Mochamad Jeffry.

“Penyidik Pidsus Kejaksaan Agung benar melakukan penggeledahan di kantor BGN,” kata Jeffry saat dikonfirmasi wartawan, Rabu (3/6/2026).

Menurut Jeffry, Kejagung akan menggelar konferensi pers pada sore hari untuk menjelaskan lebih rinci terkait penggeledahan tersebut, termasuk perkara yang sedang ditangani penyidik.

Langkah Kejagung ini menjadi sorotan karena terjadi hanya berselang kurang dari 24 jam setelah Presiden Prabowo Subianto melakukan perombakan total jajaran pimpinan BGN.

Sebelumnya, Selasa (2/6/2026), Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi mengumumkan keputusan Presiden mengganti pimpinan BGN setelah dilakukan evaluasi menyeluruh terhadap kinerja lembaga tersebut.

“Selama kurang lebih hampir 1,5 tahun melakukan monitoring dan evaluasi, maka pada hari ini Presiden mengambil keputusan untuk melakukan pergantian pimpinan Badan Gizi Nasional,” ujar Prasetyo di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta.

Dalam perombakan tersebut, Presiden menunjuk Nanik S. Deyang sebagai Kepala BGN yang baru. Ia akan didampingi Agustina Arumsari dan Mayjen TNI Trenggono sebagai Wakil Kepala BGN.

Dengan keputusan itu, masa jabatan Dadan Hindayana sebagai Kepala BGN bersama dua wakilnya, Lodewyk Pusung dan Sony Sonjaya, resmi berakhir.

Hingga kini Kejagung belum mengungkap perkara yang melatarbelakangi penggeledahan di kantor BGN. Namun, sejumlah isu terkait pelaksanaan program MBG sebelumnya memang sempat mencuat ke publik.

Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Dudung Abdurachman bahkan mengaku menerima berbagai laporan mengenai dugaan penyimpangan dalam implementasi program tersebut. Salah satu yang menjadi perhatian adalah dugaan praktik jual-beli titik atau lokasi operasional dapur MBG.

“Saya dapat informasi tentang ada jual-beli titik (dapur MBG),” ungkap Dudung.

Penggeledahan yang dilakukan Kejagung di tengah pergantian pucuk pimpinan BGN pun memunculkan perhatian publik. Sejumlah pihak kini menunggu penjelasan resmi dari penyidik mengenai kasus yang tengah diusut dan kaitannya dengan pengelolaan program MBG yang selama ini menjadi salah satu program prioritas pemerintahan Presiden Prabowo. (wec)