logo
UPDATE: Tangis di Laut Madura, Lima Penumpang KMP Mutiara Sentosa II Tewas, 225 Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi UPDATE: Gempa Kumamoto Makin Mematikan, Korban Tewas Capai 38 Orang, KBRI Berger Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Pemutihan Pajak Kendaraan Riau Dimulai, Tunggakan Bertahun-tahun Cukup Bayar Dua Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Kasus Pilot Malaysia Airlines: Positif Tiga Jenis Narkoba, Bawa Urine Cadangan u Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Kapal Surabaya-Makassar Terbakar di Laut Jawa, Operasi Penyelamatan Ratusan Penu Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Bupati Pemalang Terjaring OTT di Hotel, KPK Selidiki Keterlibatan Wanita Pendamp Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi BGN Hentikan Sementara Operasional Dapur MBG di Semarang Usai Ratusan Siswa Didu Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi BK DPRD Riau Segera Putuskan Sanksi Dua Anggota yang Bentrok, Publik Menanti Ket Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi
HOME / News / Kampar
Apel Siaga Karhutla 2026, Polres dan Pemkab Kampar Perkuat Benteng Hadapi Musim Kemarau
Kapolres Kampar, AKBP Boby Putra Sebayang bersama Bupati Ahmad Yuzar mencoba simulasi pemadaman karhutla. (Foto: Istimewa)
Apel Siaga Karhutla 2026, Polres dan Pemkab Kampar Perkuat Benteng Hadapi Musim Kemarau
Editor: Boy Surya Hamta | Penulis: Boy Surya Hamta
4 Juni 2026 | 10:25:23

KAMPAR-Ancaman kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) masih menjadi perhatian serius menjelang musim kemarau 2026. Pemerintah Kabupaten Kampar bersama unsur TNI, Polri, BPBD, Basarnas dan berbagai instansi terkait menunjukkan kesiapan penuh melalui Apel Gelar Pasukan Kesiapsiagaan Bencana Karhutla yang digelar di Lapangan Pelajar Bangkinang Kota, Kamis (4/6/2026).

Apel tersebut tak sekadar seremoni tahunan. Kegiatan itu menjadi sinyal kuat bahwa Kampar tidak ingin mengulang dampak buruk kabut asap yang selama ini kerap mengganggu aktivitas masyarakat, kesehatan publik hingga perekonomian daerah.

Bupati Kampar Ahmad Yuzar memimpin langsung apel yang dihadiri Kapolres Kampar AKBP Boby Putra Sebayang, Wakil Bupati Misharti, perwakilan Basarnas Provinsi Riau, unsur TNI, kejaksaan, pengadilan, BPBD, Manggala Agni hingga jajaran pemerintah kecamatan dan desa.

iklan-view

Puluhan kendaraan dan perlengkapan penanggulangan Karhutla turut dipamerkan dalam apel tersebut. Mulai dari mobil pemadam kebakaran, kendaraan taktis TNI, armada Basarnas, kendaraan operasional Polres Kampar, mobil rescue hingga water cannon disiagakan untuk menghadapi potensi kebakaran yang dapat terjadi sewaktu-waktu.

Selain armada, berbagai peralatan pendukung seperti mesin pemadam, selang, perlengkapan keselamatan petugas hingga peralatan evakuasi juga dipastikan dalam kondisi siap pakai.

Kapolres Kampar, AKBP Boby Putra Sebayang menegaskan, kesiapsiagaan menghadapi Karhutla membutuhkan kerja sama seluruh elemen, bukan hanya aparat pemerintah.

Menurutnya, Polres Kampar telah menyiapkan personel serta sarana operasional yang dapat bergerak cepat ketika muncul titik api maupun laporan masyarakat.

"Kami siap mendukung seluruh tahapan penanggulangan Karhutla, mulai dari pencegahan, pemantauan hingga penanganan darurat. Koordinasi lintas sektor akan terus diperkuat agar respons terhadap bencana berjalan cepat dan efektif," ujarnya.

Ia juga mengingatkan pentingnya keterlibatan masyarakat dalam mendeteksi potensi kebakaran sejak dini. Peran warga dinilai menjadi faktor penting untuk menekan meluasnya kebakaran di wilayah rawan.

Bupati Kampar, Ahmad Yuzar mengingatkan, karakteristik wilayah Kampar yang memiliki kawasan hutan, perkebunan dan lahan gambut cukup luas membuat ancaman Karhutla harus diantisipasi secara serius.

Menurutnya, dampak Karhutla tidak hanya merusak lingkungan, tetapi juga dapat mengganggu kesehatan masyarakat, aktivitas pendidikan, transportasi hingga pertumbuhan ekonomi daerah.

Karena itu, pemerintah daerah menekankan sejumlah langkah strategis, mulai dari penguatan sistem peringatan dini, pemetaan daerah rawan, kesiapan sarana dan prasarana, peningkatan koordinasi lintas instansi hingga penegakan hukum terhadap pelaku pembakaran lahan.

Usai apel, seluruh peserta melakukan pengecekan kendaraan dan peralatan yang telah disiapkan. Pemeriksaan dilakukan untuk memastikan seluruh armada berada dalam kondisi optimal ketika dibutuhkan di lapangan.

Dengan kesiapsiagaan yang semakin diperkuat, Pemerintah Kabupaten Kampar berharap potensi Karhutla selama musim kemarau 2026 dapat ditekan semaksimal mungkin. Upaya pencegahan sejak dini dinilai menjadi kunci utama untuk menjaga lingkungan tetap lestari sekaligus melindungi masyarakat dari ancaman kabut asap yang merugikan berbagai sektor kehidupan. (bsh)

Home / News
Apel Siaga Karhutla 2026, Polres dan Pemkab Kampar Perkuat Benteng Hadapi Musim Kemarau
Editor: Boy Surya Hamta | Penulis: Boy Surya Hamta
Rubrik: news | 4 Juni 2026 | 10:25:23
Apel Siaga Karhutla 2026, Polres dan Pemkab Kampar Perkuat Benteng Hadapi Musim Kemarau
Kapolres Kampar, AKBP Boby Putra Sebayang bersama Bupati Ahmad Yuzar mencoba simulasi pemadaman karhutla. (Foto: Istimewa)

KAMPAR-Ancaman kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) masih menjadi perhatian serius menjelang musim kemarau 2026. Pemerintah Kabupaten Kampar bersama unsur TNI, Polri, BPBD, Basarnas dan berbagai instansi terkait menunjukkan kesiapan penuh melalui Apel Gelar Pasukan Kesiapsiagaan Bencana Karhutla yang digelar di Lapangan Pelajar Bangkinang Kota, Kamis (4/6/2026).

Apel tersebut tak sekadar seremoni tahunan. Kegiatan itu menjadi sinyal kuat bahwa Kampar tidak ingin mengulang dampak buruk kabut asap yang selama ini kerap mengganggu aktivitas masyarakat, kesehatan publik hingga perekonomian daerah.

Bupati Kampar Ahmad Yuzar memimpin langsung apel yang dihadiri Kapolres Kampar AKBP Boby Putra Sebayang, Wakil Bupati Misharti, perwakilan Basarnas Provinsi Riau, unsur TNI, kejaksaan, pengadilan, BPBD, Manggala Agni hingga jajaran pemerintah kecamatan dan desa.

Puluhan kendaraan dan perlengkapan penanggulangan Karhutla turut dipamerkan dalam apel tersebut. Mulai dari mobil pemadam kebakaran, kendaraan taktis TNI, armada Basarnas, kendaraan operasional Polres Kampar, mobil rescue hingga water cannon disiagakan untuk menghadapi potensi kebakaran yang dapat terjadi sewaktu-waktu.

Selain armada, berbagai peralatan pendukung seperti mesin pemadam, selang, perlengkapan keselamatan petugas hingga peralatan evakuasi juga dipastikan dalam kondisi siap pakai.

Kapolres Kampar, AKBP Boby Putra Sebayang menegaskan, kesiapsiagaan menghadapi Karhutla membutuhkan kerja sama seluruh elemen, bukan hanya aparat pemerintah.

Menurutnya, Polres Kampar telah menyiapkan personel serta sarana operasional yang dapat bergerak cepat ketika muncul titik api maupun laporan masyarakat.

"Kami siap mendukung seluruh tahapan penanggulangan Karhutla, mulai dari pencegahan, pemantauan hingga penanganan darurat. Koordinasi lintas sektor akan terus diperkuat agar respons terhadap bencana berjalan cepat dan efektif," ujarnya.

Ia juga mengingatkan pentingnya keterlibatan masyarakat dalam mendeteksi potensi kebakaran sejak dini. Peran warga dinilai menjadi faktor penting untuk menekan meluasnya kebakaran di wilayah rawan.

Bupati Kampar, Ahmad Yuzar mengingatkan, karakteristik wilayah Kampar yang memiliki kawasan hutan, perkebunan dan lahan gambut cukup luas membuat ancaman Karhutla harus diantisipasi secara serius.

Menurutnya, dampak Karhutla tidak hanya merusak lingkungan, tetapi juga dapat mengganggu kesehatan masyarakat, aktivitas pendidikan, transportasi hingga pertumbuhan ekonomi daerah.

Karena itu, pemerintah daerah menekankan sejumlah langkah strategis, mulai dari penguatan sistem peringatan dini, pemetaan daerah rawan, kesiapan sarana dan prasarana, peningkatan koordinasi lintas instansi hingga penegakan hukum terhadap pelaku pembakaran lahan.

Usai apel, seluruh peserta melakukan pengecekan kendaraan dan peralatan yang telah disiapkan. Pemeriksaan dilakukan untuk memastikan seluruh armada berada dalam kondisi optimal ketika dibutuhkan di lapangan.

Dengan kesiapsiagaan yang semakin diperkuat, Pemerintah Kabupaten Kampar berharap potensi Karhutla selama musim kemarau 2026 dapat ditekan semaksimal mungkin. Upaya pencegahan sejak dini dinilai menjadi kunci utama untuk menjaga lingkungan tetap lestari sekaligus melindungi masyarakat dari ancaman kabut asap yang merugikan berbagai sektor kehidupan. (bsh)