logo
UPDATE: Tangis di Laut Madura, Lima Penumpang KMP Mutiara Sentosa II Tewas, 225 Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi UPDATE: Gempa Kumamoto Makin Mematikan, Korban Tewas Capai 38 Orang, KBRI Berger Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Pemutihan Pajak Kendaraan Riau Dimulai, Tunggakan Bertahun-tahun Cukup Bayar Dua Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Kasus Pilot Malaysia Airlines: Positif Tiga Jenis Narkoba, Bawa Urine Cadangan u Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Kapal Surabaya-Makassar Terbakar di Laut Jawa, Operasi Penyelamatan Ratusan Penu Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Bupati Pemalang Terjaring OTT di Hotel, KPK Selidiki Keterlibatan Wanita Pendamp Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi BGN Hentikan Sementara Operasional Dapur MBG di Semarang Usai Ratusan Siswa Didu Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi BK DPRD Riau Segera Putuskan Sanksi Dua Anggota yang Bentrok, Publik Menanti Ket Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi
HOME / Ekonomi / PERTAMBANGAN
RUPST 2025: PHR Cetak Laba 898 Juta Dollar AS dan Produksi 157 Ribu BOEPD
Jajaran direksi, komisaris, dan perwakilan pemegang saham melakukan sesi foto bersama sesaat setelah melaksanaan RUPS Tahunan untuk Tahun Buku 2025 di Jakarta pada Kamis (4/6/2026). (Foto: Ist)
RUPST 2025: PHR Cetak Laba 898 Juta Dollar AS dan Produksi 157 Ribu BOEPD
Editor: Arya Mahendra | Penulis: arya mahendra
4 Juni 2026 | 18:37:57

JAKARTA – PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) menegaskan komitmennya dalam memperkuat kemandirian energi nasional melalui peningkatan produksi migas, penguatan tata kelola perusahaan, serta pengembangan program keberlanjutan. Komitmen tersebut menjadi salah satu sorotan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Tahun Buku 2025 yang digelar di Jakarta, Kamis (4/6/2026).

Sepanjang 2025, PHR mencatatkan kinerja operasional dan keuangan yang solid. Perusahaan membukukan rata-rata produksi minyak sebesar 151,55 ribu barel per hari (MBOPD) dan produksi gas 33,48 juta standar kaki kubik per hari (MMSCFD). Secara keseluruhan, produksi migas setara mencapai 157,33 ribu barel minyak ekuivalen per hari (MBOEPD).

Untuk menjaga keberlanjutan produksi, PHR menjalankan program pengembangan lapangan secara agresif melalui pengeboran satu sumur eksplorasi, 505 sumur eksploitasi, serta 319 sumur Kerja Ulang Pindah Lapisan (KUPL). Langkah tersebut mendorong perusahaan mencatatkan capaian KPI Audited sebesar 106,69 persen pada 2025.

iklan-view

Direktur Utama PT Pertamina Hulu Rokan, Muhamad Arifin, mengatakan capaian tersebut menunjukkan ketangguhan perusahaan dalam menjaga kinerja sekaligus menjalankan peran strategis sebagai salah satu kontributor utama produksi migas nasional.

“Berbagai pencapaian yang diraih PHR sepanjang tahun 2025 merupakan prestasi yang membanggakan sekaligus bukti kemampuan perusahaan menjalankan peran strategis sebagai salah satu kontributor utama produksi migas nasional,” ujarnya.

Selain menjaga tingkat produksi, PHR terus memperkuat operasi melalui pemanfaatan teknologi, digitalisasi, serta penerapan aspek Health, Safety, Security and Environment (HSSE) secara terintegrasi. Strategi ini mendukung keandalan pasokan energi domestik sekaligus meningkatkan efisiensi operasional.

Implementasi strategi tersebut tercermin dari berbagai inovasi yang dilakukan perusahaan, termasuk penemuan sumber daya hidrokarbon baru dan pengembangan teknologi Enhanced Oil Recovery (EOR) guna mengoptimalkan produktivitas lapangan migas yang telah mature.

Kinerja operasional yang kuat turut menopang pertumbuhan keuangan perusahaan. Pada 2025, PHR membukukan pendapatan usaha sebesar 3,24 miliar Dollar AS, meningkat dibandingkan 3,05 miliar Dollar AS pada tahun sebelumnya.

Sementara itu, laba bersih tahun berjalan mencapai 898,72 juta Dollar AS. Capaian ini memperlihatkan kemampuan perusahaan dalam menciptakan nilai tambah bagi pemegang saham sekaligus memberikan kontribusi signifikan terhadap perekonomian nasional melalui sektor hulu migas.

PHR juga mencatat total aset sebesar 5,94 miliar Dollar AS dengan total ekuitas mencapai 3,44 miliar Dollar AS.

Di bidang keselamatan kerja, perusahaan membukukan 69,27 juta jam kerja selamat sepanjang 2025. Pada aspek lingkungan, PHR meraih tiga penghargaan PROPER Hijau untuk wilayah operasi Bekasap Rokan, Duri Steam Flood, dan Minas Siak sebagai bentuk pengakuan atas praktik pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan.

Komitmen keberlanjutan perusahaan turut diwujudkan melalui program Community Involvement and Development (CID). Dengan realisasi anggaran sebesar 1,69 Juta Dollar AS untuk 23 program, PHR menjalankan berbagai inisiatif yang mencakup pelestarian gajah Sumatra, pencegahan stunting, pengembangan pendidikan vokasi, hingga pemberdayaan ekonomi masyarakat di sekitar wilayah operasi.

Pada aspek tata kelola, PHR mencatatkan peningkatan skor Good Corporate Governance (GCG) berdasarkan asesmen Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) untuk tahun buku 2025. Perusahaan memperoleh skor 80,791 dengan predikat baik, lebih tinggi dibandingkan penilaian sebelumnya.

“Pertumbuhan pendapatan dan laba, keberhasilan program pengeboran, capaian keselamatan kerja, penguatan tata kelola, hingga berbagai program keberlanjutan menjadi fondasi penting bagi PHR dalam menjaga pertumbuhan yang berkelanjutan,” kata Arifin.

Sepanjang 2025, PHR juga menerima berbagai penghargaan, antara lain dari Kementerian Keuangan sebagai KKKS dengan Tingkat Optimalisasi Aset Terbesar Tahun 2024 serta KKKS Terbaik Kedua dengan Tingkat Pengelolaan Aset Teraktif. Perusahaan juga meraih predikat Trusted Company pada ajang Corporate Governance Perception Index (CGPI) dan penghargaan Silver dalam Bisnis Indonesia Social Responsibility Awards (BISRA).

Dari sisi akuntabilitas, laporan keuangan PHR kembali memperoleh opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Kantor Akuntan Publik Purwanto, Sungkoro dan Surja, anggota jaringan Ernst & Young.

Melalui capaian operasional, keuangan, keselamatan, tata kelola, dan keberlanjutan tersebut, PHR semakin memperkuat posisinya sebagai salah satu produsen migas utama nasional. Dengan dukungan teknologi, inovasi, dan kolaborasi yang berkelanjutan, perusahaan optimistis dapat terus mendukung ketahanan dan kemandirian energi Indonesia. (ary)

Home / Ekonomi
RUPST 2025: PHR Cetak Laba 898 Juta Dollar AS dan Produksi 157 Ribu BOEPD
Editor: Arya Mahendra | Penulis: arya mahendra
Rubrik: ekonomi | 4 Juni 2026 | 18:37:57
RUPST 2025: PHR Cetak Laba 898 Juta Dollar AS dan Produksi 157 Ribu BOEPD
Jajaran direksi, komisaris, dan perwakilan pemegang saham melakukan sesi foto bersama sesaat setelah melaksanaan RUPS Tahunan untuk Tahun Buku 2025 di Jakarta pada Kamis (4/6/2026). (Foto: Ist)

JAKARTA – PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) menegaskan komitmennya dalam memperkuat kemandirian energi nasional melalui peningkatan produksi migas, penguatan tata kelola perusahaan, serta pengembangan program keberlanjutan. Komitmen tersebut menjadi salah satu sorotan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Tahun Buku 2025 yang digelar di Jakarta, Kamis (4/6/2026).

Sepanjang 2025, PHR mencatatkan kinerja operasional dan keuangan yang solid. Perusahaan membukukan rata-rata produksi minyak sebesar 151,55 ribu barel per hari (MBOPD) dan produksi gas 33,48 juta standar kaki kubik per hari (MMSCFD). Secara keseluruhan, produksi migas setara mencapai 157,33 ribu barel minyak ekuivalen per hari (MBOEPD).

Untuk menjaga keberlanjutan produksi, PHR menjalankan program pengembangan lapangan secara agresif melalui pengeboran satu sumur eksplorasi, 505 sumur eksploitasi, serta 319 sumur Kerja Ulang Pindah Lapisan (KUPL). Langkah tersebut mendorong perusahaan mencatatkan capaian KPI Audited sebesar 106,69 persen pada 2025.

Direktur Utama PT Pertamina Hulu Rokan, Muhamad Arifin, mengatakan capaian tersebut menunjukkan ketangguhan perusahaan dalam menjaga kinerja sekaligus menjalankan peran strategis sebagai salah satu kontributor utama produksi migas nasional.

“Berbagai pencapaian yang diraih PHR sepanjang tahun 2025 merupakan prestasi yang membanggakan sekaligus bukti kemampuan perusahaan menjalankan peran strategis sebagai salah satu kontributor utama produksi migas nasional,” ujarnya.

Selain menjaga tingkat produksi, PHR terus memperkuat operasi melalui pemanfaatan teknologi, digitalisasi, serta penerapan aspek Health, Safety, Security and Environment (HSSE) secara terintegrasi. Strategi ini mendukung keandalan pasokan energi domestik sekaligus meningkatkan efisiensi operasional.

Implementasi strategi tersebut tercermin dari berbagai inovasi yang dilakukan perusahaan, termasuk penemuan sumber daya hidrokarbon baru dan pengembangan teknologi Enhanced Oil Recovery (EOR) guna mengoptimalkan produktivitas lapangan migas yang telah mature.

Kinerja operasional yang kuat turut menopang pertumbuhan keuangan perusahaan. Pada 2025, PHR membukukan pendapatan usaha sebesar 3,24 miliar Dollar AS, meningkat dibandingkan 3,05 miliar Dollar AS pada tahun sebelumnya.

Sementara itu, laba bersih tahun berjalan mencapai 898,72 juta Dollar AS. Capaian ini memperlihatkan kemampuan perusahaan dalam menciptakan nilai tambah bagi pemegang saham sekaligus memberikan kontribusi signifikan terhadap perekonomian nasional melalui sektor hulu migas.

PHR juga mencatat total aset sebesar 5,94 miliar Dollar AS dengan total ekuitas mencapai 3,44 miliar Dollar AS.

Di bidang keselamatan kerja, perusahaan membukukan 69,27 juta jam kerja selamat sepanjang 2025. Pada aspek lingkungan, PHR meraih tiga penghargaan PROPER Hijau untuk wilayah operasi Bekasap Rokan, Duri Steam Flood, dan Minas Siak sebagai bentuk pengakuan atas praktik pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan.

Komitmen keberlanjutan perusahaan turut diwujudkan melalui program Community Involvement and Development (CID). Dengan realisasi anggaran sebesar 1,69 Juta Dollar AS untuk 23 program, PHR menjalankan berbagai inisiatif yang mencakup pelestarian gajah Sumatra, pencegahan stunting, pengembangan pendidikan vokasi, hingga pemberdayaan ekonomi masyarakat di sekitar wilayah operasi.

Pada aspek tata kelola, PHR mencatatkan peningkatan skor Good Corporate Governance (GCG) berdasarkan asesmen Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) untuk tahun buku 2025. Perusahaan memperoleh skor 80,791 dengan predikat baik, lebih tinggi dibandingkan penilaian sebelumnya.

“Pertumbuhan pendapatan dan laba, keberhasilan program pengeboran, capaian keselamatan kerja, penguatan tata kelola, hingga berbagai program keberlanjutan menjadi fondasi penting bagi PHR dalam menjaga pertumbuhan yang berkelanjutan,” kata Arifin.

Sepanjang 2025, PHR juga menerima berbagai penghargaan, antara lain dari Kementerian Keuangan sebagai KKKS dengan Tingkat Optimalisasi Aset Terbesar Tahun 2024 serta KKKS Terbaik Kedua dengan Tingkat Pengelolaan Aset Teraktif. Perusahaan juga meraih predikat Trusted Company pada ajang Corporate Governance Perception Index (CGPI) dan penghargaan Silver dalam Bisnis Indonesia Social Responsibility Awards (BISRA).

Dari sisi akuntabilitas, laporan keuangan PHR kembali memperoleh opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Kantor Akuntan Publik Purwanto, Sungkoro dan Surja, anggota jaringan Ernst & Young.

Melalui capaian operasional, keuangan, keselamatan, tata kelola, dan keberlanjutan tersebut, PHR semakin memperkuat posisinya sebagai salah satu produsen migas utama nasional. Dengan dukungan teknologi, inovasi, dan kolaborasi yang berkelanjutan, perusahaan optimistis dapat terus mendukung ketahanan dan kemandirian energi Indonesia. (ary)