logo
Kasino di Nagoya Batam Digerebek: 10 WNA dan 187 WNI Diamankan, Polisi Sita Rp7, Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Polres Pelalawan Gerebek Transaksi Narkoba di Kebun Sawit, Dua Pria Ditangkap Ba Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi UPDATE: Kapal Tenggelam di Perairan Rupat Bawa 15 PMI Ilegal, 13 Orang Selamat d Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Warga RW 016 Tobekgodang Semarakkan HUT ke-81 Kemerdekaan RI dengan Beragam Kegi Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Speedboat Berpenumpang PMI Ilegal Terbalik Dihantam Badai di Perairan Rupat, 3 O Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Ratusan Gempa Susulan Menggoyang NTT, Terbaru Berkekuatan M5,2 Minggu Pagi Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Harimau Belum Masuk Perangkap, Warga Danai Diminta Tak Lengah Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Giliran Simalungun Sumut Diguncang Gempa Magnitudo 6,4, Terasa Hingga Sumbar dan Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi
HOME / Hukum / PELALAWAN
Komputer Alat Berat PU Pelalawan Raib di Area Lapangan Tembak, Kerugian Ditaksir Rp30 Juta
Alat berat PU Kampar yang komputer pengendali mesinnya atau Engine Control Unit (ECU) raib. (Foto: Dikky)
Komputer Alat Berat PU Pelalawan Raib di Area Lapangan Tembak, Kerugian Ditaksir Rp30 Juta
Editor: Arya Mahendra | Penulis: dikky kinoi
Rubrik: hukum | 5 Juni 2026 | 18:22:44

PELALAWAN – Aset milik Pemerintah Kabupaten Pelalawan dilaporkan hilang. Komputer pengendali mesin atau Engine Control Unit (ECU) pada salah satu alat berat milik Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kabupaten Pelalawan raib saat berada di kawasan Lapangan Tembak Pangkalan Kerinci.

Informasi hilangnya komponen vital alat berat tersebut dibenarkan Kepala Dinas PU Pelalawan, Irham Nisbar, Jumat (5/6/2026). Ia mengaku menerima laporan dari anggotanya terkait kehilangan ECU pada alat berat yang sebelumnya digunakan untuk pekerjaan di lokasi tersebut.

Menurut Irham, alat berat milik Dinas PU kini sudah tidak lagi berada di area lapangan tembak. Saat ini, alat berat yang masih beroperasi di lokasi merupakan milik perusahaan yang sedang melakukan pekerjaan penimbunan.

iklan-view

“Alat berat PU sudah keluar dari area lapangan tembak. Alat berat yang ada di sana sekarang dan sedang bekerja merupakan milik perusahaan,” kata Irham.

Terkait nilai kerugian, Irham memperkirakan harga ECU yang hilang mencapai sekitar Rp30 juta. Ia menyebut peristiwa tersebut diketahui terjadi sekitar dua hari lalu.

“Informasi yang kami terima, kejadian kehilangan ECU alat berat itu terjadi dua hari yang lalu. Kami akan memanggil operator dan pihak yang bertugas di lapangan untuk mengetahui lebih lanjut kronologi kejadian ini,” ujarnya.

Sementara itu, anggota Komisi II DPRD Pelalawan yang membidangi aset daerah, Lutfi, menyayangkan hilangnya komponen alat berat yang merupakan aset negara tersebut.

Menurutnya, kejadian itu harus menjadi bahan evaluasi bagi organisasi perangkat daerah dalam meningkatkan pengamanan aset milik pemerintah agar kasus serupa tidak kembali terulang.

“Kami sangat menyayangkan hilangnya aset daerah ini. Ke depan pengawasan dan pengamanan aset pemerintah harus diperketat sehingga kejadian seperti ini tidak terulang lagi,” tegasnya. (dik)

Home / Hukum
Komputer Alat Berat PU Pelalawan Raib di Area Lapangan Tembak, Kerugian Ditaksir Rp30 Juta
Editor: Arya Mahendra | Penulis: dikky kinoi
Rubrik: hukum | 5 Juni 2026 | 18:22:44
Komputer Alat Berat PU Pelalawan Raib di Area Lapangan Tembak, Kerugian Ditaksir Rp30 Juta
Alat berat PU Kampar yang komputer pengendali mesinnya atau Engine Control Unit (ECU) raib. (Foto: Dikky)

PELALAWAN – Aset milik Pemerintah Kabupaten Pelalawan dilaporkan hilang. Komputer pengendali mesin atau Engine Control Unit (ECU) pada salah satu alat berat milik Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kabupaten Pelalawan raib saat berada di kawasan Lapangan Tembak Pangkalan Kerinci.

Informasi hilangnya komponen vital alat berat tersebut dibenarkan Kepala Dinas PU Pelalawan, Irham Nisbar, Jumat (5/6/2026). Ia mengaku menerima laporan dari anggotanya terkait kehilangan ECU pada alat berat yang sebelumnya digunakan untuk pekerjaan di lokasi tersebut.

Menurut Irham, alat berat milik Dinas PU kini sudah tidak lagi berada di area lapangan tembak. Saat ini, alat berat yang masih beroperasi di lokasi merupakan milik perusahaan yang sedang melakukan pekerjaan penimbunan.

“Alat berat PU sudah keluar dari area lapangan tembak. Alat berat yang ada di sana sekarang dan sedang bekerja merupakan milik perusahaan,” kata Irham.

Terkait nilai kerugian, Irham memperkirakan harga ECU yang hilang mencapai sekitar Rp30 juta. Ia menyebut peristiwa tersebut diketahui terjadi sekitar dua hari lalu.

“Informasi yang kami terima, kejadian kehilangan ECU alat berat itu terjadi dua hari yang lalu. Kami akan memanggil operator dan pihak yang bertugas di lapangan untuk mengetahui lebih lanjut kronologi kejadian ini,” ujarnya.

Sementara itu, anggota Komisi II DPRD Pelalawan yang membidangi aset daerah, Lutfi, menyayangkan hilangnya komponen alat berat yang merupakan aset negara tersebut.

Menurutnya, kejadian itu harus menjadi bahan evaluasi bagi organisasi perangkat daerah dalam meningkatkan pengamanan aset milik pemerintah agar kasus serupa tidak kembali terulang.

“Kami sangat menyayangkan hilangnya aset daerah ini. Ke depan pengawasan dan pengamanan aset pemerintah harus diperketat sehingga kejadian seperti ini tidak terulang lagi,” tegasnya. (dik)