logo
UPDATE: Tangis di Laut Madura, Lima Penumpang KMP Mutiara Sentosa II Tewas, 225 Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi UPDATE: Gempa Kumamoto Makin Mematikan, Korban Tewas Capai 38 Orang, KBRI Berger Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Pemutihan Pajak Kendaraan Riau Dimulai, Tunggakan Bertahun-tahun Cukup Bayar Dua Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Kasus Pilot Malaysia Airlines: Positif Tiga Jenis Narkoba, Bawa Urine Cadangan u Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Kapal Surabaya-Makassar Terbakar di Laut Jawa, Operasi Penyelamatan Ratusan Penu Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Bupati Pemalang Terjaring OTT di Hotel, KPK Selidiki Keterlibatan Wanita Pendamp Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi BGN Hentikan Sementara Operasional Dapur MBG di Semarang Usai Ratusan Siswa Didu Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi BK DPRD Riau Segera Putuskan Sanksi Dua Anggota yang Bentrok, Publik Menanti Ket Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi
HOME / Ekonomi / Pekanbaru
Rupiah Pagi Ini Dibuka Menguat 0,56 Persen ke Rp17.760 per Dolar AS
Rupiah dibuka menguat pagi ini. (Foto: Istimewa)
Rupiah Pagi Ini Dibuka Menguat 0,56 Persen ke Rp17.760 per Dolar AS
Editor: Boy Surya Hamta | Penulis: Boy Surya Hamta
15 Juni 2026 | 09:37:00
PEKANBARU– Nilai tukar rupiah tampil positif di awal pekan perdagangan Senin (15/6/2026), tercatat berada di level Rp17.760 per dolar AS. Mata uang Indonesia menguat sebesar 100 poin atau setara 0,56 persen dibandingkan penutupan perdagangan sebelumnya.

Penguatan ini sejalan dengan pergerakan mayoritas mata uang kawasan Asia yang juga bergerak menghijau terhadap dolar Amerika Serikat. Yuan China naik 0,06 persen, peso Filipina menguat 0,15 persen, ringgit Malaysia terapresiasi 0,23 persen, dolar Singapura naik 0,19 persen, yen Jepang bertambah 0,02 persen, dan won Korea Selatan menguat 0,28 persen. Satu-satunya mata uang yang bergerak stabil adalah dolar Hong Kong.

Tren penguatan juga terlihat pada mata uang negara maju. Euro Eropa naik 0,28 persen, poundsterling Inggris menguat 0,23 persen, dolar Australia terapresiasi 0,37 persen, dolar Kanada naik 0,11 persen, serta franc Swiss bertambah 0,33 persen terhadap dolar AS.

Analis mata uang dari Doo Financial Futures, Lukman Leong menilai, rupiah masih memiliki ruang untuk melanjutkan penguatan. Hal ini didorong oleh meningkatnya harapan penyelesaian damai di Timur Tengah yang memicu sentimen pasar berisiko atau risk-on, serta menekan pergerakan harga minyak mentah dunia.

"Rupiah berpotensi kembali menguat terhadap dolar AS di tengah meningkatnya harapan perdamaian di Timur Tengah yang memicu sentimen risk-on dan penurunan harga minyak mentah dunia. Indeks dolar AS juga melemah setelah muncul laporan bahwa kesepakatan damai interim antara Amerika Serikat dan Iran telah tercapai," ungkap Lukman dikutip dari CNNIndonesia.com, Senin (15/6/2026).

Untuk rentang pergerakan pada hari ini, Lukman memperkirakan rupiah akan bergerak dalam kisaran Rp17.700 hingga Rp17.850 per dolar AS. Pergerakan mata uang Garuda masih akan dipengaruhi oleh dinamika geopolitik dan respons pasar terhadap kebijakan ekonomi global sepanjang sesi perdagangan berlangsung. (*)
Home / Ekonomi
Rupiah Pagi Ini Dibuka Menguat 0,56 Persen ke Rp17.760 per Dolar AS
Editor: Boy Surya Hamta | Penulis: Boy Surya Hamta
Rubrik: ekonomi | 15 Juni 2026 | 09:37:00
Rupiah Pagi Ini Dibuka Menguat 0,56 Persen ke Rp17.760 per Dolar AS
Rupiah dibuka menguat pagi ini. (Foto: Istimewa)
PEKANBARU– Nilai tukar rupiah tampil positif di awal pekan perdagangan Senin (15/6/2026), tercatat berada di level Rp17.760 per dolar AS. Mata uang Indonesia menguat sebesar 100 poin atau setara 0,56 persen dibandingkan penutupan perdagangan sebelumnya.

Penguatan ini sejalan dengan pergerakan mayoritas mata uang kawasan Asia yang juga bergerak menghijau terhadap dolar Amerika Serikat. Yuan China naik 0,06 persen, peso Filipina menguat 0,15 persen, ringgit Malaysia terapresiasi 0,23 persen, dolar Singapura naik 0,19 persen, yen Jepang bertambah 0,02 persen, dan won Korea Selatan menguat 0,28 persen. Satu-satunya mata uang yang bergerak stabil adalah dolar Hong Kong.

Tren penguatan juga terlihat pada mata uang negara maju. Euro Eropa naik 0,28 persen, poundsterling Inggris menguat 0,23 persen, dolar Australia terapresiasi 0,37 persen, dolar Kanada naik 0,11 persen, serta franc Swiss bertambah 0,33 persen terhadap dolar AS.

Analis mata uang dari Doo Financial Futures, Lukman Leong menilai, rupiah masih memiliki ruang untuk melanjutkan penguatan. Hal ini didorong oleh meningkatnya harapan penyelesaian damai di Timur Tengah yang memicu sentimen pasar berisiko atau risk-on, serta menekan pergerakan harga minyak mentah dunia.

"Rupiah berpotensi kembali menguat terhadap dolar AS di tengah meningkatnya harapan perdamaian di Timur Tengah yang memicu sentimen risk-on dan penurunan harga minyak mentah dunia. Indeks dolar AS juga melemah setelah muncul laporan bahwa kesepakatan damai interim antara Amerika Serikat dan Iran telah tercapai," ungkap Lukman dikutip dari CNNIndonesia.com, Senin (15/6/2026).

Untuk rentang pergerakan pada hari ini, Lukman memperkirakan rupiah akan bergerak dalam kisaran Rp17.700 hingga Rp17.850 per dolar AS. Pergerakan mata uang Garuda masih akan dipengaruhi oleh dinamika geopolitik dan respons pasar terhadap kebijakan ekonomi global sepanjang sesi perdagangan berlangsung. (*)