
KUANTAN SINGINGI – Musabaqah Tilawatil Qur'an (MTQ) ke-44 Tingkat Provinsi Riau Tahun 2026 resmi dibuka di Kabupaten Kuantan Singingi, Sabtu (27/6/2026) malam. Ajang yang diikuti kafilah dari 12 kabupaten/kota se-Riau ini tidak hanya menjadi arena kompetisi bagi qari, qariah, hafiz, dan hafizah terbaik, tetapi juga menjadi bagian dari upaya Pemerintah Provinsi Riau menyiapkan kafilah tangguh untuk menghadapi MTQ Nasional 2026 di Jawa Tengah.
Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Riau, SF Hariyanto, menegaskan MTQ merupakan wadah pembinaan insan Al-Qur'an sekaligus momentum melahirkan generasi Qurani yang mampu mengharumkan nama Riau di tingkat nasional. Capaian peringkat keenam pada MTQ Nasional 2024 di Kalimantan Timur, menurutnya, menjadi modal penting untuk meraih prestasi yang lebih tinggi.
"Kami berharap dari MTQ di Kuantan Singingi ini lahir qari, qariah, hafiz, hafizah, dan duta Al-Qur'an terbaik yang akan memperkuat Kafilah Riau pada MTQ Nasional 2026 di Jawa Tengah. Prestasi yang telah diraih harus menjadi pijakan untuk mencapai hasil yang lebih baik," ujarnya.
SF Hariyanto menegaskan Pemprov Riau akan terus memperkuat pembinaan generasi Qurani, termasuk memberikan penghargaan kepada peserta yang berprestasi sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi mereka membawa nama baik daerah.

Ia juga mengajak seluruh peserta menjunjung tinggi sportivitas serta menjadikan MTQ sebagai sarana memperkuat syiar Islam melalui akhlak dan keteladanan.
Pada penyelenggaraan tahun ini yang akan berlangsung hingga sepekan ke depan di Kuansing, Pemprov Riau turut memadukan MTQ dengan agenda budaya Pacu Jalur yang menjadi ikon Kabupaten Kuantan Singingi. Menurut SF Hariyanto, kolaborasi tersebut diharapkan menghadirkan manfaat yang lebih luas, tidak hanya bagi syiar Islam, tetapi juga bagi sektor pariwisata, UMKM, dan perekonomian masyarakat.
"MTQ tetap menjadi ruh syiar Al-Qur'an, sementara Pacu Jalur merupakan kebanggaan budaya masyarakat Kuantan Singingi. Ketika keduanya berjalan beriringan, manfaatnya akan semakin besar melalui peningkatan kunjungan wisata, pergerakan UMKM, dan pertumbuhan ekonomi masyarakat," katanya.
Ia juga mengapresiasi Pemerintah Kabupaten Kuantan Singingi, Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur'an (LPTQ), panitia, aparat keamanan, dan seluruh masyarakat yang bergotong royong menyukseskan penyelenggaraan MTQ XLIV.
Sementara itu, Bupati Kuantan Singingi, Suhardiman Amby, menyebut kepercayaan menjadi tuan rumah MTQ tingkat provinsi merupakan kehormatan sekaligus amanah yang harus dijalankan sebaik mungkin.
Menurutnya, MTQ bukan sekadar perlombaan membaca Al-Qur'an, tetapi juga momentum memperkuat pembinaan generasi Qurani sekaligus memperkenalkan potensi daerah kepada masyarakat luas.
Ia berharap seluruh peserta dapat menampilkan kemampuan terbaik dengan tetap menjunjung tinggi sportivitas dan ukhuwah Islamiah, sehingga dari MTQ ini lahir qari, qariah, hafiz, dan hafizah terbaik yang mampu membawa nama harum Provinsi Riau di tingkat nasional.
Suhardiman juga berharap para tamu yang datang tidak hanya mengikuti rangkaian MTQ, tetapi turut menikmati kemeriahan Pacu Jalur, mengenal potensi wisata, budaya, serta keramahan masyarakat Kuantan Singingi.
Menurutnya, sinergi antara syiar Islam dan budaya lokal akan memberikan dampak positif bagi pengembangan pariwisata, pemberdayaan UMKM, dan pertumbuhan ekonomi daerah. (**)
Sumber: mediacenter riau





KUANTAN SINGINGI – Musabaqah Tilawatil Qur'an (MTQ) ke-44 Tingkat Provinsi Riau Tahun 2026 resmi dibuka di Kabupaten Kuantan Singingi, Sabtu (27/6/2026) malam. Ajang yang diikuti kafilah dari 12 kabupaten/kota se-Riau ini tidak hanya menjadi arena kompetisi bagi qari, qariah, hafiz, dan hafizah terbaik, tetapi juga menjadi bagian dari upaya Pemerintah Provinsi Riau menyiapkan kafilah tangguh untuk menghadapi MTQ Nasional 2026 di Jawa Tengah.
Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Riau, SF Hariyanto, menegaskan MTQ merupakan wadah pembinaan insan Al-Qur'an sekaligus momentum melahirkan generasi Qurani yang mampu mengharumkan nama Riau di tingkat nasional. Capaian peringkat keenam pada MTQ Nasional 2024 di Kalimantan Timur, menurutnya, menjadi modal penting untuk meraih prestasi yang lebih tinggi.
"Kami berharap dari MTQ di Kuantan Singingi ini lahir qari, qariah, hafiz, hafizah, dan duta Al-Qur'an terbaik yang akan memperkuat Kafilah Riau pada MTQ Nasional 2026 di Jawa Tengah. Prestasi yang telah diraih harus menjadi pijakan untuk mencapai hasil yang lebih baik," ujarnya.
SF Hariyanto menegaskan Pemprov Riau akan terus memperkuat pembinaan generasi Qurani, termasuk memberikan penghargaan kepada peserta yang berprestasi sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi mereka membawa nama baik daerah.
Ia juga mengajak seluruh peserta menjunjung tinggi sportivitas serta menjadikan MTQ sebagai sarana memperkuat syiar Islam melalui akhlak dan keteladanan.
Pada penyelenggaraan tahun ini yang akan berlangsung hingga sepekan ke depan di Kuansing, Pemprov Riau turut memadukan MTQ dengan agenda budaya Pacu Jalur yang menjadi ikon Kabupaten Kuantan Singingi. Menurut SF Hariyanto, kolaborasi tersebut diharapkan menghadirkan manfaat yang lebih luas, tidak hanya bagi syiar Islam, tetapi juga bagi sektor pariwisata, UMKM, dan perekonomian masyarakat.
"MTQ tetap menjadi ruh syiar Al-Qur'an, sementara Pacu Jalur merupakan kebanggaan budaya masyarakat Kuantan Singingi. Ketika keduanya berjalan beriringan, manfaatnya akan semakin besar melalui peningkatan kunjungan wisata, pergerakan UMKM, dan pertumbuhan ekonomi masyarakat," katanya.
Ia juga mengapresiasi Pemerintah Kabupaten Kuantan Singingi, Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur'an (LPTQ), panitia, aparat keamanan, dan seluruh masyarakat yang bergotong royong menyukseskan penyelenggaraan MTQ XLIV.
Sementara itu, Bupati Kuantan Singingi, Suhardiman Amby, menyebut kepercayaan menjadi tuan rumah MTQ tingkat provinsi merupakan kehormatan sekaligus amanah yang harus dijalankan sebaik mungkin.
Menurutnya, MTQ bukan sekadar perlombaan membaca Al-Qur'an, tetapi juga momentum memperkuat pembinaan generasi Qurani sekaligus memperkenalkan potensi daerah kepada masyarakat luas.
Ia berharap seluruh peserta dapat menampilkan kemampuan terbaik dengan tetap menjunjung tinggi sportivitas dan ukhuwah Islamiah, sehingga dari MTQ ini lahir qari, qariah, hafiz, dan hafizah terbaik yang mampu membawa nama harum Provinsi Riau di tingkat nasional.
Suhardiman juga berharap para tamu yang datang tidak hanya mengikuti rangkaian MTQ, tetapi turut menikmati kemeriahan Pacu Jalur, mengenal potensi wisata, budaya, serta keramahan masyarakat Kuantan Singingi.
Menurutnya, sinergi antara syiar Islam dan budaya lokal akan memberikan dampak positif bagi pengembangan pariwisata, pemberdayaan UMKM, dan pertumbuhan ekonomi daerah. (**)
Sumber: mediacenter riau