logo
Intan Sari Terpilih Jadi Ketua RT 02 Tobekgodang, Partisipasi Warga Capai 90 Per Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi BMKG Keluarkan Peringatan Dini, Hujan Lebat Hari Ini Guyur Rohul dan Kuansing Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi DPRD Riau Desak Pemprov Tetapkan Standar Harga Kelapa, Harga di Inhil Anjlok ke Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi KPU Pekanbaru dan PWI Teken MoU, Perkuat Publikasi Kepemiluan hingga Tangkal Hoa Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Uji Kekuatan Tanah, Bandara SSK II Pekanbaru Ubah Jam Operasional Sementara Mula Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Ditjenpas Riau Akui Kelalaian Pengawal Jadi Pemicu Napi Kabur, Usul Hukuman Bera Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Pengakuan Tangan Kanan Ibnu: Napi Kabur Diduga Rutin Keluar Lapas, Sipir Disebut Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Terungkap! Napi Kabur dari Lapas Pekanbaru Diduga "Otak" Penyelundupan Sabu ke B Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi
HOME / News / SEPAKBOLA
PIALA DUNIA 2026: Drama Adu Penalti Hantam Eropa, Belanda dan Jerman Angkat Koper, Brasil Melenggang
Pemain Maroko merayakan kemenangan setelah menang adu penalti melawan Belanda 3-2 (1-1l, Selasa (30/6/2026) pagi WIB. (Foto: Int)
PIALA DUNIA 2026: Drama Adu Penalti Hantam Eropa, Belanda dan Jerman Angkat Koper, Brasil Melenggang
Editor: Arya Mahendra | Penulis: arya mahendra
30 Juni 2026 | 12:06:59

JAKARTA – Babak 32 besar Piala Dunia 2026 benar-benar menjadi mimpi buruk bagi tim-tim besar Eropa. Dalam sehari, dua kekuatan tradisional Benua Biru, Belanda dan Jerman, dipaksa angkat koper setelah kalah dramatis lewat adu penalti dari lawan-lawan yang tampil penuh disiplin dan determinasi.

Di sisi lain, Brasil nyaris menjadi korban kejutan Asia sebelum akhirnya bangkit menundukkan Jepang pada menit-menit terakhir dan memastikan tiket ke babak 16 besar.

Maroko menjadi algojo pertama raksasa Eropa. Singa Atlas menyingkirkan Belanda lewat kemenangan adu penalti 3-2 setelah kedua tim bermain imbang 1-1 hingga babak tambahan di Monterrey, Selasa (30/6/2026) pagi WIB.

Belanda sempat berada di atas angin ketika Cody Gakpo membawa De Oranje unggul pada menit ke-72 melalui serangan balik cepat. Namun, Maroko menunjukkan mental luar biasa dengan menyamakan kedudukan pada menit-menit akhir lewat sundulan bek tengah Issa Diop yang memanfaatkan umpan silang Chemsdine Talbi.

iklan-view

Skor 1-1 bertahan hingga extra time usai. Dalam drama adu penalti, kiper Yassine Bounou (Bono) kembali menjadi pahlawan setelah menggagalkan eksekusi Crysencio Summerville, sementara Ismael Saibari sukses menuntaskan penalti penentu kemenangan Maroko.

Tak lama berselang, kejutan lain hadir dari Foxborough, Massachusetts. Paraguay secara mengejutkan mengakhiri langkah Jerman melalui adu penalti 4-3 setelah bermain imbang 1-1 selama 120 menit.

Paraguay lebih dulu memimpin lewat tandukan Julio Enciso menjelang turun minum. Jerman membalas melalui Kai Havertz pada menit ke-54 dan kemudian mendominasi jalannya pertandingan. Namun berbagai peluang, termasuk gol Jonathan Tah yang dianulir VAR pada babak tambahan, gagal mengubah keadaan.

Ironisnya, Havertz justru menjadi penendang pertama Jerman yang gagal dalam adu penalti. Nick Woltemade dan Jonathan Tah kemudian menyusul gagal menjalankan tugasnya. Jose Canale akhirnya menjadi penentu kemenangan Paraguay sekaligus mengirim juara dunia empat kali itu pulang lebih cepat.

Hasil tersebut memperpanjang tren buruk Jerman yang kembali gagal melangkah jauh di Piala Dunia. Untuk tiga edisi beruntun, Der Panzer harus mengakhiri perjalanan lebih awal.

Sementara itu, Brasil berhasil menghindari nasib serupa. Selecao dipaksa bekerja keras sebelum menundukkan Jepang 2-1 di Houston.

Jepang sempat membuat publik sepak bola dunia terkejut setelah Kaishu Sano mencetak gol spektakuler pada menit ke-29. Gelandang Samurai Biru itu menggiring bola dari lapangan tengah sebelum melepaskan tembakan keras yang tak mampu dihentikan Alisson Becker.

Tertinggal hingga turun minum, pelatih Carlo Ancelotti melakukan perubahan pada babak kedua. Hasilnya langsung terlihat ketika Casemiro menyamakan kedudukan lewat sundulan pada menit ke-54.

Saat laga tampak akan berlanjut ke babak tambahan, Gabriel Martinelli muncul sebagai penyelamat. Penyerang yang masuk dari bangku cadangan itu mencetak gol kemenangan pada menit ke-95 setelah memanfaatkan umpan Bruno Guimaraes.

Kemenangan dramatis tersebut memastikan Brasil melangkah ke babak 16 besar dan menjaga asa Amerika Selatan di tengah derasnya kejutan yang mewarnai fase gugur Piala Dunia 2026.

Babak 32 besar kali ini membuktikan bahwa status unggulan bukan lagi jaminan. Belanda dan Jerman menjadi korban terbaru kebangkitan tim-tim nonunggulan, sementara Brasil lolos dengan susah payah setelah nyaris mengikuti jejak dua raksasa Eropa tersebut. (**)

Sumber: Antaranews/CNN

Home / News
PIALA DUNIA 2026: Drama Adu Penalti Hantam Eropa, Belanda dan Jerman Angkat Koper, Brasil Melenggang
Editor: Arya Mahendra | Penulis: arya mahendra
Rubrik: news | 30 Juni 2026 | 12:06:59
PIALA DUNIA 2026: Drama Adu Penalti Hantam Eropa, Belanda dan Jerman Angkat Koper, Brasil Melenggang
Pemain Maroko merayakan kemenangan setelah menang adu penalti melawan Belanda 3-2 (1-1l, Selasa (30/6/2026) pagi WIB. (Foto: Int)

JAKARTA – Babak 32 besar Piala Dunia 2026 benar-benar menjadi mimpi buruk bagi tim-tim besar Eropa. Dalam sehari, dua kekuatan tradisional Benua Biru, Belanda dan Jerman, dipaksa angkat koper setelah kalah dramatis lewat adu penalti dari lawan-lawan yang tampil penuh disiplin dan determinasi.

Di sisi lain, Brasil nyaris menjadi korban kejutan Asia sebelum akhirnya bangkit menundukkan Jepang pada menit-menit terakhir dan memastikan tiket ke babak 16 besar.

Maroko menjadi algojo pertama raksasa Eropa. Singa Atlas menyingkirkan Belanda lewat kemenangan adu penalti 3-2 setelah kedua tim bermain imbang 1-1 hingga babak tambahan di Monterrey, Selasa (30/6/2026) pagi WIB.

Belanda sempat berada di atas angin ketika Cody Gakpo membawa De Oranje unggul pada menit ke-72 melalui serangan balik cepat. Namun, Maroko menunjukkan mental luar biasa dengan menyamakan kedudukan pada menit-menit akhir lewat sundulan bek tengah Issa Diop yang memanfaatkan umpan silang Chemsdine Talbi.

Skor 1-1 bertahan hingga extra time usai. Dalam drama adu penalti, kiper Yassine Bounou (Bono) kembali menjadi pahlawan setelah menggagalkan eksekusi Crysencio Summerville, sementara Ismael Saibari sukses menuntaskan penalti penentu kemenangan Maroko.

Tak lama berselang, kejutan lain hadir dari Foxborough, Massachusetts. Paraguay secara mengejutkan mengakhiri langkah Jerman melalui adu penalti 4-3 setelah bermain imbang 1-1 selama 120 menit.

Paraguay lebih dulu memimpin lewat tandukan Julio Enciso menjelang turun minum. Jerman membalas melalui Kai Havertz pada menit ke-54 dan kemudian mendominasi jalannya pertandingan. Namun berbagai peluang, termasuk gol Jonathan Tah yang dianulir VAR pada babak tambahan, gagal mengubah keadaan.

Ironisnya, Havertz justru menjadi penendang pertama Jerman yang gagal dalam adu penalti. Nick Woltemade dan Jonathan Tah kemudian menyusul gagal menjalankan tugasnya. Jose Canale akhirnya menjadi penentu kemenangan Paraguay sekaligus mengirim juara dunia empat kali itu pulang lebih cepat.

Hasil tersebut memperpanjang tren buruk Jerman yang kembali gagal melangkah jauh di Piala Dunia. Untuk tiga edisi beruntun, Der Panzer harus mengakhiri perjalanan lebih awal.

Sementara itu, Brasil berhasil menghindari nasib serupa. Selecao dipaksa bekerja keras sebelum menundukkan Jepang 2-1 di Houston.

Jepang sempat membuat publik sepak bola dunia terkejut setelah Kaishu Sano mencetak gol spektakuler pada menit ke-29. Gelandang Samurai Biru itu menggiring bola dari lapangan tengah sebelum melepaskan tembakan keras yang tak mampu dihentikan Alisson Becker.

Tertinggal hingga turun minum, pelatih Carlo Ancelotti melakukan perubahan pada babak kedua. Hasilnya langsung terlihat ketika Casemiro menyamakan kedudukan lewat sundulan pada menit ke-54.

Saat laga tampak akan berlanjut ke babak tambahan, Gabriel Martinelli muncul sebagai penyelamat. Penyerang yang masuk dari bangku cadangan itu mencetak gol kemenangan pada menit ke-95 setelah memanfaatkan umpan Bruno Guimaraes.

Kemenangan dramatis tersebut memastikan Brasil melangkah ke babak 16 besar dan menjaga asa Amerika Selatan di tengah derasnya kejutan yang mewarnai fase gugur Piala Dunia 2026.

Babak 32 besar kali ini membuktikan bahwa status unggulan bukan lagi jaminan. Belanda dan Jerman menjadi korban terbaru kebangkitan tim-tim nonunggulan, sementara Brasil lolos dengan susah payah setelah nyaris mengikuti jejak dua raksasa Eropa tersebut. (**)

Sumber: Antaranews/CNN