
PEKANBARU- Pelaksanaan hari kedua Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) jenjang Sekolah Dasar di Kota Pekanbaru masih dipadati orang tua yang ingin mendaftarkan anaknya ke sekolah negeri. Antusiasme tersebut terlihat di SD Negeri 42 Pekanbaru yang terus menerima kedatangan calon peserta didik bersama orang tua mereka sejak pagi.
Berdasarkan data dari pihak sekolah, hingga hari kedua pelaksanaan SPMB, jumlah pendaftar telah mencapai 188 calon peserta didik. Angka tersebut menunjukkan tingginya minat masyarakat untuk menyekolahkan anak di SD Negeri 42.
Di tengah ramainya proses pendaftaran, terdapat pemandangan yang menarik perhatian. Seluruh panitia laki-laki yang bertugas melayani para orang tua mengenakan tanjak, penutup kepala khas Melayu. Penampilan tersebut bukan sekadar pelengkap busana, melainkan bagian dari komitmen sekolah dalam memperkenalkan budaya Melayu kepada masyarakat, khususnya calon peserta didik sejak dini.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala SD Negeri 42 Pekanbaru, Ria Anggaraini, mengatakan penggunaan tanjak merupakan implementasi dari visi dan misi sekolah yang mengedepankan nilai-nilai budaya Melayu dalam lingkungan pendidikan.

"Kami memiliki visi dan misi berbudaya Melayu. Karena itu, para guru dan petugas laki-laki dibiasakan mengenakan tanjak meskipun menggunakan pakaian dinas. Harapannya, budaya Melayu semakin dikenal dan menjadi kebiasaan yang melekat di lingkungan sekolah," ujar Ria.
Menurutnya, pengenalan budaya lokal sejak awal menjadi salah satu langkah penting dalam menanamkan rasa cinta terhadap warisan budaya daerah kepada generasi muda. Dengan suasana sekolah yang sarat nuansa Melayu, para siswa diharapkan tumbuh dengan karakter yang menghargai nilai-nilai budaya sekaligus memiliki identitas daerah yang kuat.
Pada pelaksanaan SPMB Tahun 2026, SD Negeri 42 Pekanbaru membuka empat rombongan belajar (rombel) dengan total daya tampung sebanyak 112 peserta didik. Jumlah tersebut tidak mengalami perubahan dibandingkan tahun sebelumnya.
"Jumlah rombongan belajar maupun kuota penerimaan siswa tahun ini masih sama seperti tahun lalu, yaitu empat rombel dengan total 112 siswa," jelasnya.
Selain memberikan pelayanan administrasi, pihak sekolah juga menyiapkan pendampingan bagi orang tua yang mengalami kendala selama proses pendaftaran. Panitia siap membantu mulai dari proses pengisian data hingga penyelesaian berbagai persoalan teknis yang mungkin dihadapi peserta.
Melalui pelayanan yang ramah, tertib, dan bernuansa budaya Melayu, SD Negeri 42 Pekanbaru berharap seluruh rangkaian SPMB Tahun 2026 dapat berlangsung lancar sekaligus menjadi momentum memperkenalkan kekayaan budaya daerah kepada generasi penerus sejak memasuki dunia pendidikan.






PEKANBARU- Pelaksanaan hari kedua Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) jenjang Sekolah Dasar di Kota Pekanbaru masih dipadati orang tua yang ingin mendaftarkan anaknya ke sekolah negeri. Antusiasme tersebut terlihat di SD Negeri 42 Pekanbaru yang terus menerima kedatangan calon peserta didik bersama orang tua mereka sejak pagi.
Berdasarkan data dari pihak sekolah, hingga hari kedua pelaksanaan SPMB, jumlah pendaftar telah mencapai 188 calon peserta didik. Angka tersebut menunjukkan tingginya minat masyarakat untuk menyekolahkan anak di SD Negeri 42.
Di tengah ramainya proses pendaftaran, terdapat pemandangan yang menarik perhatian. Seluruh panitia laki-laki yang bertugas melayani para orang tua mengenakan tanjak, penutup kepala khas Melayu. Penampilan tersebut bukan sekadar pelengkap busana, melainkan bagian dari komitmen sekolah dalam memperkenalkan budaya Melayu kepada masyarakat, khususnya calon peserta didik sejak dini.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala SD Negeri 42 Pekanbaru, Ria Anggaraini, mengatakan penggunaan tanjak merupakan implementasi dari visi dan misi sekolah yang mengedepankan nilai-nilai budaya Melayu dalam lingkungan pendidikan.
"Kami memiliki visi dan misi berbudaya Melayu. Karena itu, para guru dan petugas laki-laki dibiasakan mengenakan tanjak meskipun menggunakan pakaian dinas. Harapannya, budaya Melayu semakin dikenal dan menjadi kebiasaan yang melekat di lingkungan sekolah," ujar Ria.
Menurutnya, pengenalan budaya lokal sejak awal menjadi salah satu langkah penting dalam menanamkan rasa cinta terhadap warisan budaya daerah kepada generasi muda. Dengan suasana sekolah yang sarat nuansa Melayu, para siswa diharapkan tumbuh dengan karakter yang menghargai nilai-nilai budaya sekaligus memiliki identitas daerah yang kuat.
Pada pelaksanaan SPMB Tahun 2026, SD Negeri 42 Pekanbaru membuka empat rombongan belajar (rombel) dengan total daya tampung sebanyak 112 peserta didik. Jumlah tersebut tidak mengalami perubahan dibandingkan tahun sebelumnya.
"Jumlah rombongan belajar maupun kuota penerimaan siswa tahun ini masih sama seperti tahun lalu, yaitu empat rombel dengan total 112 siswa," jelasnya.
Selain memberikan pelayanan administrasi, pihak sekolah juga menyiapkan pendampingan bagi orang tua yang mengalami kendala selama proses pendaftaran. Panitia siap membantu mulai dari proses pengisian data hingga penyelesaian berbagai persoalan teknis yang mungkin dihadapi peserta.
Melalui pelayanan yang ramah, tertib, dan bernuansa budaya Melayu, SD Negeri 42 Pekanbaru berharap seluruh rangkaian SPMB Tahun 2026 dapat berlangsung lancar sekaligus menjadi momentum memperkenalkan kekayaan budaya daerah kepada generasi penerus sejak memasuki dunia pendidikan.