logo
Intan Sari Terpilih Jadi Ketua RT 02 Tobekgodang, Partisipasi Warga Capai 90 Per Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi BMKG Keluarkan Peringatan Dini, Hujan Lebat Hari Ini Guyur Rohul dan Kuansing Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi DPRD Riau Desak Pemprov Tetapkan Standar Harga Kelapa, Harga di Inhil Anjlok ke Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi KPU Pekanbaru dan PWI Teken MoU, Perkuat Publikasi Kepemiluan hingga Tangkal Hoa Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Uji Kekuatan Tanah, Bandara SSK II Pekanbaru Ubah Jam Operasional Sementara Mula Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Ditjenpas Riau Akui Kelalaian Pengawal Jadi Pemicu Napi Kabur, Usul Hukuman Bera Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Pengakuan Tangan Kanan Ibnu: Napi Kabur Diduga Rutin Keluar Lapas, Sipir Disebut Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Terungkap! Napi Kabur dari Lapas Pekanbaru Diduga "Otak" Penyelundupan Sabu ke B Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi
HOME / Hukum / PADANG
Siswa MAN 3 Padang Ledakkan Bom Rakitan di Kelas, Diduga Pelaku Kesal Sering Dibully
Pasukan Gegana Brimob Polda Riau berjaga-jaga di halaman MAN 3 Padang pasca-ledakan bom di sekolah tersebut. (Foto: dok.kcp)
Siswa MAN 3 Padang Ledakkan Bom Rakitan di Kelas, Diduga Pelaku Kesal Sering Dibully
Editor: Arya Mahendra | Penulis: arya mahendra
14 Juli 2026 | 15:55:05

PADANG - Polisi mengungkap fakta-fakta di balik ledakan bom rakitan yang menggegerkan Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 3 Kota Padang, Kelurahan Balai Gadang, Kecamatan Koto Tangah, Selasa (14/7/2026).

Pelaku diduga seorang siswa kelas XII berinisial L yang nekat merakit bom molotov setelah mengaku sering menjadi korban perundungan (bullying) di sekolah.

Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 10.15 WIB saat jam istirahat. Salah satu bom rakitan berdaya ledak rendah (low explosive) meledak di area sekolah dan memicu kepanikan. Beruntung, tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam insiden tersebut.

Tim Gegana Polda Sumatera Barat bersama Tim Inafis segera diterjunkan untuk mensterilkan lokasi sekaligus melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Polisi juga mengamankan siswa yang diduga sebagai pelaku untuk menjalani pemeriksaan.

iklan-view

Pantauan di lokasi menunjukkan ruang kelas XII yang diduga berkaitan dengan peristiwa tersebut telah dipasangi garis polisi. Kapolda Sumatera Barat Irjen Pol Djati Wiyoto Abadi bersama Kapolresta Padang Kombes Pol Apri Wibowo turut meninjau langsung TKP.

Kapolresta Padang Kombes Pol Apri Wibowo mengatakan, hasil pemeriksaan awal mengungkap bahwa aksi tersebut dipicu oleh akumulasi rasa kesal akibat dugaan perundungan yang dialami pelaku.

"Setelah kami cek, ada seorang siswa berinisial L. Karena rasa kesal dan sering dibully oleh temannya, yang bersangkutan kemudian meluapkan emosinya dengan melakukan hal tersebut," kata Apri.

Menurutnya, bom rakitan itu diduga sengaja disiapkan untuk mencelakai teman yang dianggap sebagai pelaku perundungan. Polisi menduga target pelaku berada di balik tembok dekat lokasi ledakan. Namun, rencana tersebut gagal karena tidak ada seorang pun yang berada di titik sasaran saat bom meledak.

"Informasinya, di balik tembok itu ada temannya yang memang dituju. Namun tidak sempat terkena," ujarnya.

Dalam penggeledahan, polisi menemukan total empat bom rakitan. Satu bom telah meledak, sedangkan tiga lainnya masih aktif dan berhasil diamankan sebelum sempat digunakan.

Selain itu, petugas turut menyita sebuah ketapel dan sejumlah kelereng dari tas milik pelaku yang diduga disiapkan sebagai alat untuk melampiaskan emosinya.

Penyelidikan juga mengungkap bahwa pelaku diduga mempelajari cara merakit bom molotov melalui internet.

"Pelaku belajar membuat bom molotov dari internet, termasuk dari YouTube," ungkap Apri.

Sementara itu, seorang warga sekitar sekolah, Dayat, mengaku sempat mendengar suara ledakan dari dalam kompleks MAN 3 Padang. Awalnya ia mengira suara tersebut berasal dari ban kendaraan yang pecah.

"Saya mendengar ada ledakan dari dalam sekolah. Setelah saya cek keluar, terlihat asap dari arah atap sekolah," katanya.

Tak lama setelah ledakan, seluruh siswa dipulangkan sebagai langkah pengamanan. Polisi juga menerima informasi adanya sarung tangan yang ditemukan di sekitar lokasi, namun temuan tersebut masih didalami untuk memastikan keterkaitannya dengan peristiwa itu.

Hingga kini, polisi masih mendalami rangkaian kejadian, termasuk kemungkinan adanya faktor lain yang melatarbelakangi tindakan pelaku, sembari memastikan seluruh barang berbahaya telah diamankan sehingga situasi di lingkungan sekolah kembali kondusif. (hlc/kpc)

Home / Hukum
Siswa MAN 3 Padang Ledakkan Bom Rakitan di Kelas, Diduga Pelaku Kesal Sering Dibully
Editor: Arya Mahendra | Penulis: arya mahendra
Rubrik: hukum | 14 Juli 2026 | 15:55:05
Siswa MAN 3 Padang Ledakkan Bom Rakitan di Kelas, Diduga Pelaku Kesal Sering Dibully
Pasukan Gegana Brimob Polda Riau berjaga-jaga di halaman MAN 3 Padang pasca-ledakan bom di sekolah tersebut. (Foto: dok.kcp)

PADANG - Polisi mengungkap fakta-fakta di balik ledakan bom rakitan yang menggegerkan Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 3 Kota Padang, Kelurahan Balai Gadang, Kecamatan Koto Tangah, Selasa (14/7/2026).

Pelaku diduga seorang siswa kelas XII berinisial L yang nekat merakit bom molotov setelah mengaku sering menjadi korban perundungan (bullying) di sekolah.

Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 10.15 WIB saat jam istirahat. Salah satu bom rakitan berdaya ledak rendah (low explosive) meledak di area sekolah dan memicu kepanikan. Beruntung, tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam insiden tersebut.

Tim Gegana Polda Sumatera Barat bersama Tim Inafis segera diterjunkan untuk mensterilkan lokasi sekaligus melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Polisi juga mengamankan siswa yang diduga sebagai pelaku untuk menjalani pemeriksaan.

Pantauan di lokasi menunjukkan ruang kelas XII yang diduga berkaitan dengan peristiwa tersebut telah dipasangi garis polisi. Kapolda Sumatera Barat Irjen Pol Djati Wiyoto Abadi bersama Kapolresta Padang Kombes Pol Apri Wibowo turut meninjau langsung TKP.

Kapolresta Padang Kombes Pol Apri Wibowo mengatakan, hasil pemeriksaan awal mengungkap bahwa aksi tersebut dipicu oleh akumulasi rasa kesal akibat dugaan perundungan yang dialami pelaku.

"Setelah kami cek, ada seorang siswa berinisial L. Karena rasa kesal dan sering dibully oleh temannya, yang bersangkutan kemudian meluapkan emosinya dengan melakukan hal tersebut," kata Apri.

Menurutnya, bom rakitan itu diduga sengaja disiapkan untuk mencelakai teman yang dianggap sebagai pelaku perundungan. Polisi menduga target pelaku berada di balik tembok dekat lokasi ledakan. Namun, rencana tersebut gagal karena tidak ada seorang pun yang berada di titik sasaran saat bom meledak.

"Informasinya, di balik tembok itu ada temannya yang memang dituju. Namun tidak sempat terkena," ujarnya.

Dalam penggeledahan, polisi menemukan total empat bom rakitan. Satu bom telah meledak, sedangkan tiga lainnya masih aktif dan berhasil diamankan sebelum sempat digunakan.

Selain itu, petugas turut menyita sebuah ketapel dan sejumlah kelereng dari tas milik pelaku yang diduga disiapkan sebagai alat untuk melampiaskan emosinya.

Penyelidikan juga mengungkap bahwa pelaku diduga mempelajari cara merakit bom molotov melalui internet.

"Pelaku belajar membuat bom molotov dari internet, termasuk dari YouTube," ungkap Apri.

Sementara itu, seorang warga sekitar sekolah, Dayat, mengaku sempat mendengar suara ledakan dari dalam kompleks MAN 3 Padang. Awalnya ia mengira suara tersebut berasal dari ban kendaraan yang pecah.

"Saya mendengar ada ledakan dari dalam sekolah. Setelah saya cek keluar, terlihat asap dari arah atap sekolah," katanya.

Tak lama setelah ledakan, seluruh siswa dipulangkan sebagai langkah pengamanan. Polisi juga menerima informasi adanya sarung tangan yang ditemukan di sekitar lokasi, namun temuan tersebut masih didalami untuk memastikan keterkaitannya dengan peristiwa itu.

Hingga kini, polisi masih mendalami rangkaian kejadian, termasuk kemungkinan adanya faktor lain yang melatarbelakangi tindakan pelaku, sembari memastikan seluruh barang berbahaya telah diamankan sehingga situasi di lingkungan sekolah kembali kondusif. (hlc/kpc)