
PEKANBARU - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Bengkalis terus meluas hingga diperkirakan mencapai 80 hektare. Kondisi di lapangan masih memprihatinkan dengan asap pekat, angin kencang, serta bahan bakar kering yang membuat api terus menjalar dan menyulitkan proses pemadaman.
Kepala Balai Pengendalian Kebakaran Hutan (Dalkarhut) Wilayah Sumatera Kementerian Kehutanan, Ferdian Krisnanto, mengatakan kebakaran terjadi di Desa Pematang Pudu, Kecamatan Mandau. Hingga Jumat (17/7/2026), api masih aktif di sejumlah titik.
"Untuk operasi pemadaman di Pematang Pudu, Mandau, Bengkalis, estimasi luasan mencapai sekitar 80 hektare per hari ini," ujar Ferdian seperti dikutip antaranews.
Menurutnya, lokasi kebakaran berada di perbatasan Kampung Samsam, Kecamatan Kandis, Kabupaten Siak. Vegetasi berupa pakisan dan semak yang telah mengering menjadi bahan bakar alami yang mempercepat penyebaran api.

"Lokasinya di perbatasan dengan Kampung Samsam, Kecamatan Kandis, Kabupaten Siak. Vegetasinya pakisan dan semak. Bahan bakaran melimpah, api masih aktif," katanya.
Untuk mengendalikan kebakaran, tiga regu Manggala Agni dari Daerah Operasi (Daops) Siak, Dumai, dan Pekanbaru telah diterjunkan sejak Rabu (15/7). Operasi pemadaman juga melibatkan personel TNI, Polri, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), serta masyarakat setempat.
Dukungan udara turut diperkuat dengan pengerahan tiga unit helikopter water bombing yang melakukan penyiraman di titik-titik api guna membantu tim darat menekan laju penyebaran kebakaran.
Meski demikian, upaya pemadaman masih menghadapi kendala berat. Akses menuju lokasi kebakaran sangat terbatas sehingga personel dan peralatan harus dimobilisasi menggunakan sampan. Kondisi tersebut membuat proses penanganan membutuhkan waktu lebih lama.
Selain Bengkalis, Manggala Agni juga masih melakukan operasi pemadaman di wilayah lain di Provinsi Riau. Di Bagan Punak, Kecamatan Bangko, Kabupaten Rokan Hilir, kebakaran lahan seluas sekitar 10 hektare masih dipadamkan oleh tim Daops Dumai yang telah bekerja selama empat hari.
Sementara itu, titik karhutla juga terdeteksi di wilayah Sontang, Kabupaten Rokan Hulu. Namun hingga kini petugas masih berupaya membuka akses menuju lokasi kebakaran.
"Satu regu Manggala Agni Daops Pekanbaru sudah siaga di pondok kerja untuk mencari akses tersebut," ujar Ferdian.
Meluasnya karhutla di sejumlah daerah menunjukkan ancaman kebakaran di Riau masih tinggi. Aparat gabungan terus mengintensifkan pemadaman agar api tidak semakin meluas ke kawasan hutan maupun lahan produktif di wilayah tersebut. (**)






PEKANBARU - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Bengkalis terus meluas hingga diperkirakan mencapai 80 hektare. Kondisi di lapangan masih memprihatinkan dengan asap pekat, angin kencang, serta bahan bakar kering yang membuat api terus menjalar dan menyulitkan proses pemadaman.
Kepala Balai Pengendalian Kebakaran Hutan (Dalkarhut) Wilayah Sumatera Kementerian Kehutanan, Ferdian Krisnanto, mengatakan kebakaran terjadi di Desa Pematang Pudu, Kecamatan Mandau. Hingga Jumat (17/7/2026), api masih aktif di sejumlah titik.
"Untuk operasi pemadaman di Pematang Pudu, Mandau, Bengkalis, estimasi luasan mencapai sekitar 80 hektare per hari ini," ujar Ferdian seperti dikutip antaranews.
Menurutnya, lokasi kebakaran berada di perbatasan Kampung Samsam, Kecamatan Kandis, Kabupaten Siak. Vegetasi berupa pakisan dan semak yang telah mengering menjadi bahan bakar alami yang mempercepat penyebaran api.
"Lokasinya di perbatasan dengan Kampung Samsam, Kecamatan Kandis, Kabupaten Siak. Vegetasinya pakisan dan semak. Bahan bakaran melimpah, api masih aktif," katanya.
Untuk mengendalikan kebakaran, tiga regu Manggala Agni dari Daerah Operasi (Daops) Siak, Dumai, dan Pekanbaru telah diterjunkan sejak Rabu (15/7). Operasi pemadaman juga melibatkan personel TNI, Polri, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), serta masyarakat setempat.
Dukungan udara turut diperkuat dengan pengerahan tiga unit helikopter water bombing yang melakukan penyiraman di titik-titik api guna membantu tim darat menekan laju penyebaran kebakaran.
Meski demikian, upaya pemadaman masih menghadapi kendala berat. Akses menuju lokasi kebakaran sangat terbatas sehingga personel dan peralatan harus dimobilisasi menggunakan sampan. Kondisi tersebut membuat proses penanganan membutuhkan waktu lebih lama.
Selain Bengkalis, Manggala Agni juga masih melakukan operasi pemadaman di wilayah lain di Provinsi Riau. Di Bagan Punak, Kecamatan Bangko, Kabupaten Rokan Hilir, kebakaran lahan seluas sekitar 10 hektare masih dipadamkan oleh tim Daops Dumai yang telah bekerja selama empat hari.
Sementara itu, titik karhutla juga terdeteksi di wilayah Sontang, Kabupaten Rokan Hulu. Namun hingga kini petugas masih berupaya membuka akses menuju lokasi kebakaran.
"Satu regu Manggala Agni Daops Pekanbaru sudah siaga di pondok kerja untuk mencari akses tersebut," ujar Ferdian.
Meluasnya karhutla di sejumlah daerah menunjukkan ancaman kebakaran di Riau masih tinggi. Aparat gabungan terus mengintensifkan pemadaman agar api tidak semakin meluas ke kawasan hutan maupun lahan produktif di wilayah tersebut. (**)