logo
DPD Riau Tunggu Putusan Pusat Terkait Perselisihan Iwan Fatah-Eet Indra Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Polsek Ukui Amankan Pelaku Pencurian Motor, Yamaha Jupiter Disembunyikan di Sema Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Serangan Tanker di Selat Hormuz Picu Lonjakan Harga Minyak Dunia Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Polres Pelalawan Bongkar Jaringan Sabu di Pangkalan Lesung, 29 Paket Disita Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi BMKG Catat 7 Hotspot di Riau Meski Hujan Masih Mengguyur Sejumlah Daerah Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Gagal Lolos X-Ray di Bandara Pekanbaru, Kurir Asal Aceh Ditangkap Bawa 2 Kilogra Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Usai Diperiksa 13 Jam, Febrie Adriansyah Resmi Ditahan Kejagung dan Dititipkan d Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Lahan Sudah Masuk Proyek Flyover, Warga Simpang Baru Belum Terima Ganti Rugi Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi
HOME / News / Dumai
Basarnas Evakuasi Jenazah Kru MT Pancaran Agility dari Selat Rupat Dumai
Basarnas Pekanbaru mengevakuasi jenazah seorang kru MT Pancaran Agility yang meninggal dunia saat kapal berada di Perairan Selat Rupat. (Foto: Istimewa)
Basarnas Evakuasi Jenazah Kru MT Pancaran Agility dari Selat Rupat Dumai
Editor: Boy Surya Hamta | Penulis: yob ayrus
21 Juli 2026 | 09:14:00

PEKANBARU-Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Pekanbaru mengevakuasi jenazah seorang kru MT Pancaran Agility yang meninggal dunia saat kapal berada di Perairan Selat Rupat, Kota Dumai, Riau. Proses evakuasi dilakukan melalui Operasi SAR medis setelah laporan diterima dari pihak kapal.

Korban diketahui bernama Mulfian Munir (73), warga negara Indonesia. Ia dilaporkan tidak sadarkan diri saat menjalankan aktivitas di atas kapal, Senin (20/7/2026) sebelum akhirnya dinyatakan meninggal dunia oleh tim medis yang melakukan pemeriksaan.

Kepala Basarnas Pekanbaru, Budi Cahyadi mengatakan, pihaknya menerima laporan mengenai insiden tersebut, Selasa (21/7/2026). Informasi itu langsung ditindaklanjuti dengan mengerahkan tim penyelamat dari Unit Siaga SAR (USS) Dumai untuk melakukan evakuasi menuju daratan.

"Setelah menerima laporan, tim Rescue USS Dumai segera diberangkatkan menuju titik pertemuan di Perairan Dumai guna melaksanakan proses evakuasi korban dari atas kapal," kata Budi.

iklan-view

Dikatakan, berdasarkan informasi awal yang diterima Basarnas, korban mengalami kondisi darurat ketika berada di atas MT Pancaran Agility pada 20 Juli 2026.

Saat kejadian, rekan-rekan korban di kapal segera memberikan pertolongan pertama selama kurang lebih 10 menit sambil menunggu kedatangan tenaga medis.

Namun, setelah dilakukan pemeriksaan menyeluruh oleh tim medis yang tiba di lokasi, korban dinyatakan telah meninggal dunia.

Laporan tersebut kemudian diteruskan kepada Basarnas Pekanbaru sebagai instansi yang memiliki kewenangan dalam pelaksanaan operasi pencarian dan pertolongan, termasuk evakuasi medis di wilayah perairan.

Tim SAR Bergerak dari Dumai

Menindaklanjuti laporan itu, Basarnas Pekanbaru mengerahkan personel dari USS Dumai untuk melaksanakan operasi evakuasi.

Tim yang diberangkatkan terdiri atas empat personel Rescue USS Dumai bersama tiga kru Rescue Boat (RB) 218 Dumai.

Mereka bergerak menuju titik pertemuan di Perairan Dumai untuk melakukan pemindahan jenazah dari kapal menuju kapal penyelamat sebelum dibawa ke daratan.

Proses evakuasi berlangsung dengan memperhatikan aspek keselamatan personel serta kondisi perairan agar seluruh tahapan dapat dilakukan sesuai prosedur operasi SAR.

"Operasi dilakukan dengan mengedepankan koordinasi antarpihak sehingga proses evakuasi dapat berjalan aman dan lancar," ujar Budi.

Jenazah Dibawa ke RSUD Kota Dumai

Setelah seluruh proses evakuasi selesai dilakukan, jenazah korban kemudian dibawa menuju Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Dumai.

Di rumah sakit tersebut, jenazah selanjutnya diserahkan kepada pihak berwenang untuk menjalani penanganan sesuai prosedur yang berlaku.

Basarnas tidak menjelaskan penyebab pasti meninggalnya korban karena hal tersebut menjadi kewenangan pihak medis.

Sementara itu, operasi SAR yang dilaksanakan berfokus pada proses evakuasi korban dari kapal menuju fasilitas kesehatan di daratan.

Dalam operasi evakuasi di wilayah perairan, koordinasi antara Basarnas, awak kapal, serta pihak terkait menjadi faktor penting agar penanganan dapat dilakukan secara cepat.

Pada kasus ini, informasi dari pihak kapal memungkinkan tim penyelamat segera bergerak menuju lokasi yang telah ditentukan sehingga proses pemindahan jenazah dapat berlangsung tanpa kendala berarti.

Selain kesiapan personel, penggunaan RB 218 Dumai juga menjadi bagian dari dukungan operasional untuk menjangkau lokasi kapal yang berada di Perairan Selat Rupat.

Basarnas memastikan setiap operasi pencarian maupun evakuasi dilaksanakan berdasarkan standar keselamatan yang berlaku, baik bagi personel penyelamat maupun pihak yang berada di lokasi kejadian.

Peristiwa meninggalnya seorang kru kapal di tengah pelayaran menjadi pengingat pentingnya kesiapsiagaan dalam penanganan kondisi darurat di atas kapal.

Pertolongan pertama oleh sesama awak kapal menjadi langkah awal sebelum tenaga medis maupun tim penyelamat tiba di lokasi.

Dalam kasus ini, kru kapal telah memberikan bantuan awal kepada korban sebelum pemeriksaan medis dilakukan. Namun, upaya tersebut tidak berhasil menyelamatkan nyawa korban.

Bagi aktivitas pelayaran, respons cepat terhadap kondisi darurat memiliki peran penting untuk meminimalkan risiko serta memastikan proses evakuasi dapat dilakukan sesuai prosedur apabila dibutuhkan.

Operasi evakuasi terhadap kru MT Pancaran Agility akhirnya selesai dilaksanakan dengan aman. Jenazah korban berhasil dibawa ke daratan dan diserahkan ke RSUD Kota Dumai untuk penanganan lebih lanjut sesuai ketentuan yang berlaku. (mcr)

Home / News
Basarnas Evakuasi Jenazah Kru MT Pancaran Agility dari Selat Rupat Dumai
Editor: Boy Surya Hamta | Penulis: yob ayrus
Rubrik: news | 21 Juli 2026 | 09:14:00
Basarnas Evakuasi Jenazah Kru MT Pancaran Agility dari Selat Rupat Dumai
Basarnas Pekanbaru mengevakuasi jenazah seorang kru MT Pancaran Agility yang meninggal dunia saat kapal berada di Perairan Selat Rupat. (Foto: Istimewa)

PEKANBARU-Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Pekanbaru mengevakuasi jenazah seorang kru MT Pancaran Agility yang meninggal dunia saat kapal berada di Perairan Selat Rupat, Kota Dumai, Riau. Proses evakuasi dilakukan melalui Operasi SAR medis setelah laporan diterima dari pihak kapal.

Korban diketahui bernama Mulfian Munir (73), warga negara Indonesia. Ia dilaporkan tidak sadarkan diri saat menjalankan aktivitas di atas kapal, Senin (20/7/2026) sebelum akhirnya dinyatakan meninggal dunia oleh tim medis yang melakukan pemeriksaan.

Kepala Basarnas Pekanbaru, Budi Cahyadi mengatakan, pihaknya menerima laporan mengenai insiden tersebut, Selasa (21/7/2026). Informasi itu langsung ditindaklanjuti dengan mengerahkan tim penyelamat dari Unit Siaga SAR (USS) Dumai untuk melakukan evakuasi menuju daratan.

"Setelah menerima laporan, tim Rescue USS Dumai segera diberangkatkan menuju titik pertemuan di Perairan Dumai guna melaksanakan proses evakuasi korban dari atas kapal," kata Budi.

Dikatakan, berdasarkan informasi awal yang diterima Basarnas, korban mengalami kondisi darurat ketika berada di atas MT Pancaran Agility pada 20 Juli 2026.

Saat kejadian, rekan-rekan korban di kapal segera memberikan pertolongan pertama selama kurang lebih 10 menit sambil menunggu kedatangan tenaga medis.

Namun, setelah dilakukan pemeriksaan menyeluruh oleh tim medis yang tiba di lokasi, korban dinyatakan telah meninggal dunia.

Laporan tersebut kemudian diteruskan kepada Basarnas Pekanbaru sebagai instansi yang memiliki kewenangan dalam pelaksanaan operasi pencarian dan pertolongan, termasuk evakuasi medis di wilayah perairan.

Tim SAR Bergerak dari Dumai

Menindaklanjuti laporan itu, Basarnas Pekanbaru mengerahkan personel dari USS Dumai untuk melaksanakan operasi evakuasi.

Tim yang diberangkatkan terdiri atas empat personel Rescue USS Dumai bersama tiga kru Rescue Boat (RB) 218 Dumai.

Mereka bergerak menuju titik pertemuan di Perairan Dumai untuk melakukan pemindahan jenazah dari kapal menuju kapal penyelamat sebelum dibawa ke daratan.

Proses evakuasi berlangsung dengan memperhatikan aspek keselamatan personel serta kondisi perairan agar seluruh tahapan dapat dilakukan sesuai prosedur operasi SAR.

"Operasi dilakukan dengan mengedepankan koordinasi antarpihak sehingga proses evakuasi dapat berjalan aman dan lancar," ujar Budi.

Jenazah Dibawa ke RSUD Kota Dumai

Setelah seluruh proses evakuasi selesai dilakukan, jenazah korban kemudian dibawa menuju Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Dumai.

Di rumah sakit tersebut, jenazah selanjutnya diserahkan kepada pihak berwenang untuk menjalani penanganan sesuai prosedur yang berlaku.

Basarnas tidak menjelaskan penyebab pasti meninggalnya korban karena hal tersebut menjadi kewenangan pihak medis.

Sementara itu, operasi SAR yang dilaksanakan berfokus pada proses evakuasi korban dari kapal menuju fasilitas kesehatan di daratan.

Dalam operasi evakuasi di wilayah perairan, koordinasi antara Basarnas, awak kapal, serta pihak terkait menjadi faktor penting agar penanganan dapat dilakukan secara cepat.

Pada kasus ini, informasi dari pihak kapal memungkinkan tim penyelamat segera bergerak menuju lokasi yang telah ditentukan sehingga proses pemindahan jenazah dapat berlangsung tanpa kendala berarti.

Selain kesiapan personel, penggunaan RB 218 Dumai juga menjadi bagian dari dukungan operasional untuk menjangkau lokasi kapal yang berada di Perairan Selat Rupat.

Basarnas memastikan setiap operasi pencarian maupun evakuasi dilaksanakan berdasarkan standar keselamatan yang berlaku, baik bagi personel penyelamat maupun pihak yang berada di lokasi kejadian.

Peristiwa meninggalnya seorang kru kapal di tengah pelayaran menjadi pengingat pentingnya kesiapsiagaan dalam penanganan kondisi darurat di atas kapal.

Pertolongan pertama oleh sesama awak kapal menjadi langkah awal sebelum tenaga medis maupun tim penyelamat tiba di lokasi.

Dalam kasus ini, kru kapal telah memberikan bantuan awal kepada korban sebelum pemeriksaan medis dilakukan. Namun, upaya tersebut tidak berhasil menyelamatkan nyawa korban.

Bagi aktivitas pelayaran, respons cepat terhadap kondisi darurat memiliki peran penting untuk meminimalkan risiko serta memastikan proses evakuasi dapat dilakukan sesuai prosedur apabila dibutuhkan.

Operasi evakuasi terhadap kru MT Pancaran Agility akhirnya selesai dilaksanakan dengan aman. Jenazah korban berhasil dibawa ke daratan dan diserahkan ke RSUD Kota Dumai untuk penanganan lebih lanjut sesuai ketentuan yang berlaku. (mcr)