logo
PIALA AFF 2026: Indonesia Pesta Gol ke Gawang Timor Leste, Thom Haye Bersinar da Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Rupiah Ditutup Menguat 89 Poin Jelang Agustus 2026, Berikut Proyeksi Nilai Tukar Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Fakta Baru Mangkraknya Pasar Bawah Pekanbaru: Kontraktor Diklaim Mundur Saat Pro Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Titik Api di Riau Bertambah Jadi 10, Manggala Agni Berjibaku Padamkan Karhutla 1 Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Tiga Dapur MBG di Riau Dihentikan, BGN Temukan Pelanggaran Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Pengelola Pasar Bawah Siap Audiensi, Klaim Masih Sanggup Lanjutkan Revitalisasi Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Pendeta Diduga Bunuh Istri demi Uang Asuransi Rp10 Miliar, Dana Dipakai Biayai S Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi KPK Periksa Istri Suhardiman Amby, Mantan Sekda hingga 7 Tenaga Ahli dalam Kasus Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi
Menkes Minta RS M. Djamil Perkuat Layanan Bedah Jantung Anak
Menteri Kesehatan Republik Indonesia, Budi Gunadi Sadikin
Menkes Minta RS M. Djamil Perkuat Layanan Bedah Jantung Anak
Editor: putrajaya | Penulis: putrajaya
30 Juli 2026 | 14:40:00

Padang – Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin mendorong RS M. Djamil Padang terus meningkatkan kemampuan layanan bedah jantung anak melalui kolaborasi dengan berbagai mitra internasional. Upaya tersebut dinilai penting untuk memperluas akses pelayanan sekaligus meningkatkan kualitas penanganan pasien anak dengan penyakit jantung bawaan.

Hal itu disampaikan Budi saat mengunjungi RS M. Djamil Padang dalam rangka Program Alih Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Operasi Bedah Jantung Anak yang digelar bersama King Salman Humanitarian Aid and Relief Centre (KSrelief) dan Muslim World League, Kamis (30/7/2026).

Menurut Budi, kerja sama internasional tersebut bukan hanya bertujuan meningkatkan kompetensi tenaga medis Indonesia, tetapi juga memberikan harapan hidup yang lebih besar bagi anak-anak penderita penyakit jantung.

"Kolaborasi ini bukan hanya untuk meningkatkan keterampilan dokter kita, tetapi juga untuk menyelamatkan nyawa anak-anak Indonesia yang menderita penyakit jantung," ujarnya.

iklan-view

Ia menjelaskan, penyakit jantung masih menjadi salah satu penyebab kematian terbesar di dunia. Karena itu, Kementerian Kesehatan terus memperluas pemerataan layanan bedah jantung terbuka melalui program pengampuan nasional.

Sebelum program tersebut berjalan pada 2019, hanya sembilan provinsi yang memiliki kemampuan melakukan bedah jantung terbuka. Kini, jumlahnya telah meningkat menjadi 30 provinsi.

Budi menilai peningkatan tersebut menjadi bukti bahwa penguatan sumber daya manusia dan fasilitas rumah sakit mampu memberikan dampak nyata terhadap pelayanan kesehatan masyarakat.

Selain memperbanyak rumah sakit yang dapat melakukan operasi jantung terbuka, pemerintah juga terus meningkatkan kapasitas rumah sakit rujukan nasional agar mampu menangani kasus-kasus yang lebih kompleks.

Menurutnya, rumah sakit rujukan nasional harus menjadi pusat pengembangan kompetensi, inovasi, serta transfer ilmu pengetahuan bagi rumah sakit jejaring di berbagai daerah.

"Semakin banyak rumah sakit yang mampu melakukan operasi jantung terbuka, termasuk menangani kasus bedah jantung anak yang kompleks, maka rujukan ke luar daerah dapat ditekan dan pasien memperoleh penanganan lebih cepat," katanya.

Dalam kesempatan tersebut, Menkes juga menantang tim bedah jantung anak RS M. Djamil Padang untuk menguasai prosedur Norwood Stage 1, salah satu operasi paling kompleks bagi bayi yang mengalami Hypoplastic Left Heart Syndrome (HLHS) atau kelainan bawaan berupa tidak berkembangnya sisi kiri jantung secara normal.

Menurut Budi, keberhasilan RS M. Djamil melakukan prosedur tersebut secara mandiri akan menjadi indikator bahwa kemampuan layanan bedah jantung anak di rumah sakit itu telah mencapai tingkat yang sangat tinggi.

"Kalau tim RS M. Djamil nantinya mampu melakukan tindakan ini secara mandiri, artinya kemampuan layanan bedah jantung anak di rumah sakit ini sudah berada pada level yang sangat tinggi," tegasnya. *

Home / News
Menkes Minta RS M. Djamil Perkuat Layanan Bedah Jantung Anak
Editor: putrajaya | Penulis: putrajaya
Rubrik: news | 30 Juli 2026 | 14:40:00
Menkes Minta RS M. Djamil Perkuat Layanan Bedah Jantung Anak
Menteri Kesehatan Republik Indonesia, Budi Gunadi Sadikin

Padang – Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin mendorong RS M. Djamil Padang terus meningkatkan kemampuan layanan bedah jantung anak melalui kolaborasi dengan berbagai mitra internasional. Upaya tersebut dinilai penting untuk memperluas akses pelayanan sekaligus meningkatkan kualitas penanganan pasien anak dengan penyakit jantung bawaan.

Hal itu disampaikan Budi saat mengunjungi RS M. Djamil Padang dalam rangka Program Alih Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Operasi Bedah Jantung Anak yang digelar bersama King Salman Humanitarian Aid and Relief Centre (KSrelief) dan Muslim World League, Kamis (30/7/2026).

Menurut Budi, kerja sama internasional tersebut bukan hanya bertujuan meningkatkan kompetensi tenaga medis Indonesia, tetapi juga memberikan harapan hidup yang lebih besar bagi anak-anak penderita penyakit jantung.

"Kolaborasi ini bukan hanya untuk meningkatkan keterampilan dokter kita, tetapi juga untuk menyelamatkan nyawa anak-anak Indonesia yang menderita penyakit jantung," ujarnya.

Ia menjelaskan, penyakit jantung masih menjadi salah satu penyebab kematian terbesar di dunia. Karena itu, Kementerian Kesehatan terus memperluas pemerataan layanan bedah jantung terbuka melalui program pengampuan nasional.

Sebelum program tersebut berjalan pada 2019, hanya sembilan provinsi yang memiliki kemampuan melakukan bedah jantung terbuka. Kini, jumlahnya telah meningkat menjadi 30 provinsi.

Budi menilai peningkatan tersebut menjadi bukti bahwa penguatan sumber daya manusia dan fasilitas rumah sakit mampu memberikan dampak nyata terhadap pelayanan kesehatan masyarakat.

Selain memperbanyak rumah sakit yang dapat melakukan operasi jantung terbuka, pemerintah juga terus meningkatkan kapasitas rumah sakit rujukan nasional agar mampu menangani kasus-kasus yang lebih kompleks.

Menurutnya, rumah sakit rujukan nasional harus menjadi pusat pengembangan kompetensi, inovasi, serta transfer ilmu pengetahuan bagi rumah sakit jejaring di berbagai daerah.

"Semakin banyak rumah sakit yang mampu melakukan operasi jantung terbuka, termasuk menangani kasus bedah jantung anak yang kompleks, maka rujukan ke luar daerah dapat ditekan dan pasien memperoleh penanganan lebih cepat," katanya.

Dalam kesempatan tersebut, Menkes juga menantang tim bedah jantung anak RS M. Djamil Padang untuk menguasai prosedur Norwood Stage 1, salah satu operasi paling kompleks bagi bayi yang mengalami Hypoplastic Left Heart Syndrome (HLHS) atau kelainan bawaan berupa tidak berkembangnya sisi kiri jantung secara normal.

Menurut Budi, keberhasilan RS M. Djamil melakukan prosedur tersebut secara mandiri akan menjadi indikator bahwa kemampuan layanan bedah jantung anak di rumah sakit itu telah mencapai tingkat yang sangat tinggi.

"Kalau tim RS M. Djamil nantinya mampu melakukan tindakan ini secara mandiri, artinya kemampuan layanan bedah jantung anak di rumah sakit ini sudah berada pada level yang sangat tinggi," tegasnya. *