logo
Sinyal Pemerintah untuk KPK: Periksa Nusron Wahid Jika Dibutuhkan dalam Kasus Su Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Pendidikan Gratis dari TK hingga Kuliah Disiapkan, Pemerintah Hitung Anggaran da Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Program BSPS 2026 Berjalan, Pemprov Riau Sebut 31 Ribu Rumah Masih Butuh Bantuan Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Sidang Pemerasan dan Penipuan: Saksi Pelapor Ungkap Transfer Rp35 Juta ke Terdak Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Sembilan Hari Tertekan, Rupiah Akhirnya Bangkit ke Rp17.818 per Dolar AS Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Warga Temukan Pemuda Tergantung dalam Apotek di Salo Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Pemko Pekanbaru Sudah Perbaiki 34 Km Jalan Rusak, Target 55 Km Tahun Ini Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Antrean Solar Tak Kunjung Terurai, Edy Natar Duga Ada Mafia, Polda Riau: Masih K Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi
HOME / Lingkungan / KAMPAR
Asap Karhutla Ganggu Pengendara di Jalur Lintas Riau-Sumbar, Debu Sisa Kebakaran Beterbangan
Kabut asap tebal mengganggu aktivitas warga di jalur lintas Riau-Sumbar akibat karhutla di kawasan Rimbo Panjang, Kampar. (Foto: Rico/Pekanbarutv)
Asap Karhutla Ganggu Pengendara di Jalur Lintas Riau-Sumbar, Debu Sisa Kebakaran Beterbangan
Editor: Arya Mahendra | Penulis: rico syahputra
Rubrik: lingkungan | 23 Agustus 2026 | 14:16:36

KAMPAR - Kepulan asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Jalan Keluarga, Desa Rimbo Panjang, Kabupaten Kampar, Riau, mulai berdampak terhadap aktivitas pengguna Jalan Lintas Barat yang menghubungkan Riau dengan Sumatera Barat.

Asap dari lokasi kebakaran terlihat bergerak hingga ke ruas jalan. Kondisi tersebut membuat jarak pandang pengendara terganggu, sementara debu sisa kebakaran turut terbawa angin dan beterbangan di sekitar badan jalan.

Pantauan di lokasi pada Minggu (23/8/2026) pagi, titik api berada tidak jauh dari jalur kendaraan. Kepulan asap yang melintasi jalan membuat pengendara harus meningkatkan kewaspadaan, khususnya pengendara sepeda motor.

iklan-view

Salah seorang pengendara, Zikri, mengatakan kondisi tersebut cukup mengganggu karena asap mulai menutupi pandangan saat melintas.

"Ini jalan yang setiap hari saya lalui. Kali ini asap cukup mengganggu jarak pandang," kata Zikri.

Menurut dia, kondisi semakin tidak nyaman karena debu bekas kebakaran ikut beterbangan ke arah jalan.

Ia khawatir jarak pandang yang berkurang dapat meningkatkan risiko kecelakaan, terutama bagi pengendara yang melaju di jalur tersebut.

"Khawatir juga kalau melihat kondisi seperti ini. Bahaya kalau berkendara," ujarnya.

Zikri berharap kebakaran segera dikendalikan agar asap tidak semakin meluas dan mengganggu masyarakat yang melintasi jalur Riau-Sumatera Barat.

"Semoga cepat padam," katanya.

Sementara itu, petugas gabungan masih melakukan upaya pemadaman di lokasi karhutla untuk mencegah api dan asap semakin meluas ke kawasan sekitar.

Asap Karhutla Ganggu Pengendara di Jalur Lintas Riau-Sumbar, Debu Sisa Kebakaran Beterbangan
Editor: Arya Mahendra | Penulis: rico syahputra
Rubrik: lingkungan | 23 Agustus 2026 | 14:16:36
Asap Karhutla Ganggu Pengendara di Jalur Lintas Riau-Sumbar, Debu Sisa Kebakaran Beterbangan
Kabut asap tebal mengganggu aktivitas warga di jalur lintas Riau-Sumbar akibat karhutla di kawasan Rimbo Panjang, Kampar. (Foto: Rico/Pekanbarutv)

KAMPAR - Kepulan asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Jalan Keluarga, Desa Rimbo Panjang, Kabupaten Kampar, Riau, mulai berdampak terhadap aktivitas pengguna Jalan Lintas Barat yang menghubungkan Riau dengan Sumatera Barat.

Asap dari lokasi kebakaran terlihat bergerak hingga ke ruas jalan. Kondisi tersebut membuat jarak pandang pengendara terganggu, sementara debu sisa kebakaran turut terbawa angin dan beterbangan di sekitar badan jalan.

Pantauan di lokasi pada Minggu (23/8/2026) pagi, titik api berada tidak jauh dari jalur kendaraan. Kepulan asap yang melintasi jalan membuat pengendara harus meningkatkan kewaspadaan, khususnya pengendara sepeda motor.

Salah seorang pengendara, Zikri, mengatakan kondisi tersebut cukup mengganggu karena asap mulai menutupi pandangan saat melintas.

"Ini jalan yang setiap hari saya lalui. Kali ini asap cukup mengganggu jarak pandang," kata Zikri.

Menurut dia, kondisi semakin tidak nyaman karena debu bekas kebakaran ikut beterbangan ke arah jalan.

Ia khawatir jarak pandang yang berkurang dapat meningkatkan risiko kecelakaan, terutama bagi pengendara yang melaju di jalur tersebut.

"Khawatir juga kalau melihat kondisi seperti ini. Bahaya kalau berkendara," ujarnya.

Zikri berharap kebakaran segera dikendalikan agar asap tidak semakin meluas dan mengganggu masyarakat yang melintasi jalur Riau-Sumatera Barat.

"Semoga cepat padam," katanya.

Sementara itu, petugas gabungan masih melakukan upaya pemadaman di lokasi karhutla untuk mencegah api dan asap semakin meluas ke kawasan sekitar.