logo
Pasar Kodim Diduga Dialihfungsikan Jadi Kampus, KOMPOR Foundation dan PPSP Perta Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi DPR Dengarkan Tuntutan 36 Ribu Kades AMJ Terkait Perpanjangan Masa Jabatan Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Menpora dan Ketua KOI Resmi Kukuhkan Kontingen Indonesia untuk Asian Games 2026 Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Rupiah Perkasa, Tembus Rp17.500 per Dolar AS, Investor Mulai Kembali ke Pasar In Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Komjak RI Turun ke Kejari Pekanbaru, Pastikan Pengaduan Masyarakat Ditindaklanju Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Eskalasi Konflik Memanas, Harga Minyak Dunia Mendekati Level US$100 per Barel Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Manchester City Pimpin Klasemen Liga Champions Usai Taklukkan Porto Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi 3.056 Kasus Gangguan Kesehatan di Pekanbaru, Pemko Perpanjang PJJ di Tengah Kabu Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi
HOME / Lingkungan / KAMPAR
Asap Karhutla Ganggu Pengendara di Jalur Lintas Riau-Sumbar, Debu Sisa Kebakaran Beterbangan
Kabut asap tebal mengganggu aktivitas warga di jalur lintas Riau-Sumbar akibat karhutla di kawasan Rimbo Panjang, Kampar. (Foto: Rico/Pekanbarutv)
Asap Karhutla Ganggu Pengendara di Jalur Lintas Riau-Sumbar, Debu Sisa Kebakaran Beterbangan
Editor: Arya Mahendra | Penulis: rico syahputra
Rubrik: lingkungan | 23 Agustus 2026 | 14:16:36

KAMPAR - Kepulan asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Jalan Keluarga, Desa Rimbo Panjang, Kabupaten Kampar, Riau, mulai berdampak terhadap aktivitas pengguna Jalan Lintas Barat yang menghubungkan Riau dengan Sumatera Barat.

Asap dari lokasi kebakaran terlihat bergerak hingga ke ruas jalan. Kondisi tersebut membuat jarak pandang pengendara terganggu, sementara debu sisa kebakaran turut terbawa angin dan beterbangan di sekitar badan jalan.

Pantauan di lokasi pada Minggu (23/8/2026) pagi, titik api berada tidak jauh dari jalur kendaraan. Kepulan asap yang melintasi jalan membuat pengendara harus meningkatkan kewaspadaan, khususnya pengendara sepeda motor.

iklan-view

Salah seorang pengendara, Zikri, mengatakan kondisi tersebut cukup mengganggu karena asap mulai menutupi pandangan saat melintas.

"Ini jalan yang setiap hari saya lalui. Kali ini asap cukup mengganggu jarak pandang," kata Zikri.

Menurut dia, kondisi semakin tidak nyaman karena debu bekas kebakaran ikut beterbangan ke arah jalan.

Ia khawatir jarak pandang yang berkurang dapat meningkatkan risiko kecelakaan, terutama bagi pengendara yang melaju di jalur tersebut.

"Khawatir juga kalau melihat kondisi seperti ini. Bahaya kalau berkendara," ujarnya.

Zikri berharap kebakaran segera dikendalikan agar asap tidak semakin meluas dan mengganggu masyarakat yang melintasi jalur Riau-Sumatera Barat.

"Semoga cepat padam," katanya.

Sementara itu, petugas gabungan masih melakukan upaya pemadaman di lokasi karhutla untuk mencegah api dan asap semakin meluas ke kawasan sekitar.

Asap Karhutla Ganggu Pengendara di Jalur Lintas Riau-Sumbar, Debu Sisa Kebakaran Beterbangan
Editor: Arya Mahendra | Penulis: rico syahputra
Rubrik: lingkungan | 23 Agustus 2026 | 14:16:36
Asap Karhutla Ganggu Pengendara di Jalur Lintas Riau-Sumbar, Debu Sisa Kebakaran Beterbangan
Kabut asap tebal mengganggu aktivitas warga di jalur lintas Riau-Sumbar akibat karhutla di kawasan Rimbo Panjang, Kampar. (Foto: Rico/Pekanbarutv)

KAMPAR - Kepulan asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Jalan Keluarga, Desa Rimbo Panjang, Kabupaten Kampar, Riau, mulai berdampak terhadap aktivitas pengguna Jalan Lintas Barat yang menghubungkan Riau dengan Sumatera Barat.

Asap dari lokasi kebakaran terlihat bergerak hingga ke ruas jalan. Kondisi tersebut membuat jarak pandang pengendara terganggu, sementara debu sisa kebakaran turut terbawa angin dan beterbangan di sekitar badan jalan.

Pantauan di lokasi pada Minggu (23/8/2026) pagi, titik api berada tidak jauh dari jalur kendaraan. Kepulan asap yang melintasi jalan membuat pengendara harus meningkatkan kewaspadaan, khususnya pengendara sepeda motor.

Salah seorang pengendara, Zikri, mengatakan kondisi tersebut cukup mengganggu karena asap mulai menutupi pandangan saat melintas.

"Ini jalan yang setiap hari saya lalui. Kali ini asap cukup mengganggu jarak pandang," kata Zikri.

Menurut dia, kondisi semakin tidak nyaman karena debu bekas kebakaran ikut beterbangan ke arah jalan.

Ia khawatir jarak pandang yang berkurang dapat meningkatkan risiko kecelakaan, terutama bagi pengendara yang melaju di jalur tersebut.

"Khawatir juga kalau melihat kondisi seperti ini. Bahaya kalau berkendara," ujarnya.

Zikri berharap kebakaran segera dikendalikan agar asap tidak semakin meluas dan mengganggu masyarakat yang melintasi jalur Riau-Sumatera Barat.

"Semoga cepat padam," katanya.

Sementara itu, petugas gabungan masih melakukan upaya pemadaman di lokasi karhutla untuk mencegah api dan asap semakin meluas ke kawasan sekitar.