logo
SYD Law Office Bagikan 1.000 Masker untuk Warga Terdampak Kabut Asap Pelalawan Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi KPK Limpahkan Berkas Dua Tersangka Suap Jual Beli Jabatan Kuansing ke JPU Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Karhutla Rantau Baru Capai 253 Hektare, Tim Gabungan dan RAPP Berjibaku Cegah Ap Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Lemang di Pinggir Jalan Pekanbaru, Tradisi Kuliner yang Tetap Bertahan Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Banjir Bandang Nepal, 270 Orang Tewas dan 1.300 Orang Hilang Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Kepala BIN Dorong UU Penanggulangan Spionase dan Intervensi Asing untuk Perkuat Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Riau Belum Aman dari Karhutla, Pangdam: 110 Perwira Pusat Dikerahkan Perkuat Pen Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Polda Riau Ungkap 35 Kasus Karhutla, Total Tersangka 38 Orang, Kapolda: Modus Te Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi
HOME / Lingkungan / Pekanbaru
Kualitas Udara Membaik, Hujan Masih Berpeluang Mengguyur
Hujan masih berpeluang mengguyur Pekanbaru. (Foto: Istimewa)
Kualitas Udara Membaik, Hujan Masih Berpeluang Mengguyur
Editor: Boy Surya Hamta | Penulis: yob ayrus
Rubrik: lingkungan | 27 Agustus 2026 | 10:06:55

PEKANBARU-Gerimis mengguyur Kota Pekanbaru, mulai membawa perubahan terhadap kondisi udara. Konsentrasi partikulat halus atau PM2.5, Kamis (27/8/2026) pagi turun ke level 42,7 mikrogram per meter kubik (µg/m³), sehingga kualitas udara berada dalam kategori sedang.

Perubahan ini menjadi kabar penting bagi masyarakat Pekanbaru setelah kualitas udara dalam beberapa hari terakhir sempat berada pada kategori tidak sehat hingga berbahaya. Pada saat yang sama, peluang hujan masih terbuka di sejumlah wilayah Riau dan berpotensi membantu memperbaiki kondisi udara.

Berdasarkan pemantauan pada pukul 06.00 WIB, konsentrasi PM2.5 di Pekanbaru tercatat 42,7 µg/m³. Angka tersebut menunjukkan kondisi udara sudah jauh lebih baik dibandingkan periode sebelumnya ketika konsentrasi partikulat halus berada pada level yang lebih tinggi.

iklan-view

Meski kualitas udara membaik, masyarakat tetap perlu mencermati perkembangan cuaca sepanjang Kamis. Sebab, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) masih memprakirakan adanya peluang hujan di sejumlah wilayah Riau.

Forecaster On Duty BMKG, Yasir P mengatakan, kondisi angin di Riau diprakirakan bergerak dari arah tenggara hingga selatan dengan kecepatan 10-30 kilometer per jam.

"Sementara itu, kondisi angin di Riau diprakirakan bergerak dari arah tenggara hingga selatan dengan kecepatan 10-30 kilometer per jam," ulas Yasir.

Selain arah dan kecepatan angin, kondisi langit di Riau juga diprakirakan berubah sepanjang hari. Pada pagi dan malam hari, udara diprakirakan kabur hingga berawan.

Sementara siang dan sore hari, cuaca berpotensi cerah berawan dengan kondisi udara kabur. Perubahan kondisi tersebut menjadi bagian dari dinamika cuaca yang perlu diperhatikan masyarakat, terutama ketika kualitas udara masih menjadi perhatian.

Dikatakan, suhu udara di wilayah Riau diprakirakan berada pada rentang 23-34 derajat Celsius. Sementara kelembapan udara diperkirakan cukup tinggi, yakni 50-98 persen.

"Suhu udara diprakirakan berkisar 23-34 derajat Celsius dengan kelembapan 50-98 persen," kata Yasir.

Peluang hujan masih muncul sejak pagi. Hujan ringan hingga sedang berpeluang terjadi di sebagian wilayah Pelalawan, Indragiri Hilir dan Kuantan Singingi.

Memasuki siang hingga sore, potensi hujan bergeser ke sebagian wilayah Rokan Hulu, Kampar dan Kuantan Singingi. Kondisi ini menunjukkan hujan tidak hanya berpeluang terjadi di satu kawasan, tetapi masih terbuka di beberapa daerah Riau.

Pada malam hingga dini hari, hujan dengan intensitas ringan hingga sedang diprakirakan terjadi di sebagian wilayah Kuantan Singingi, Pelalawan, Bengkalis, Siak dan Kota Pekanbaru.

"Sementara malam hingga dini hari, hujan dengan intensitas ringan hingga sedang diprakirakan terjadi di sebagian wilayah Kuantan Singingi, Pelalawan, Bengkalis, Siak dan Kota Pekanbaru," ujarnya.

Namun, BMKG juga mengingatkan adanya potensi cuaca yang lebih signifikan. Hujan dengan intensitas sedang hingga lebat berpotensi disertai petir dan angin kencang di sejumlah wilayah Riau.

"Cuaca tersebut berpotensi terjadi di sebagian wilayah Kampar, Kuantan Singingi, Indragiri Hilir, Pelalawan dan Kota Pekanbaru pada sore hingga malam serta dini hari," ungkap Yasir.

Dengan demikian, perbaikan kualitas udara di Pekanbaru pada Kamis pagi berlangsung bersamaan dengan masih terbukanya peluang hujan. Kondisi tersebut menjadi perkembangan yang perlu dicermati karena cuaca Riau masih dapat berubah dari pagi hingga malam.

Selain kondisi daratan, masyarakat yang beraktivitas di wilayah perairan Riau juga perlu memperhatikan prakiraan gelombang. BMKG memprakirakan tinggi gelombang berada pada kisaran 0,5-1,25 meter dan masih termasuk kategori rendah. (*)

Kualitas Udara Membaik, Hujan Masih Berpeluang Mengguyur
Editor: Boy Surya Hamta | Penulis: yob ayrus
Rubrik: lingkungan | 27 Agustus 2026 | 10:06:55
Kualitas Udara Membaik, Hujan Masih Berpeluang Mengguyur
Hujan masih berpeluang mengguyur Pekanbaru. (Foto: Istimewa)

PEKANBARU-Gerimis mengguyur Kota Pekanbaru, mulai membawa perubahan terhadap kondisi udara. Konsentrasi partikulat halus atau PM2.5, Kamis (27/8/2026) pagi turun ke level 42,7 mikrogram per meter kubik (µg/m³), sehingga kualitas udara berada dalam kategori sedang.

Perubahan ini menjadi kabar penting bagi masyarakat Pekanbaru setelah kualitas udara dalam beberapa hari terakhir sempat berada pada kategori tidak sehat hingga berbahaya. Pada saat yang sama, peluang hujan masih terbuka di sejumlah wilayah Riau dan berpotensi membantu memperbaiki kondisi udara.

Berdasarkan pemantauan pada pukul 06.00 WIB, konsentrasi PM2.5 di Pekanbaru tercatat 42,7 µg/m³. Angka tersebut menunjukkan kondisi udara sudah jauh lebih baik dibandingkan periode sebelumnya ketika konsentrasi partikulat halus berada pada level yang lebih tinggi.

Meski kualitas udara membaik, masyarakat tetap perlu mencermati perkembangan cuaca sepanjang Kamis. Sebab, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) masih memprakirakan adanya peluang hujan di sejumlah wilayah Riau.

Forecaster On Duty BMKG, Yasir P mengatakan, kondisi angin di Riau diprakirakan bergerak dari arah tenggara hingga selatan dengan kecepatan 10-30 kilometer per jam.

"Sementara itu, kondisi angin di Riau diprakirakan bergerak dari arah tenggara hingga selatan dengan kecepatan 10-30 kilometer per jam," ulas Yasir.

Selain arah dan kecepatan angin, kondisi langit di Riau juga diprakirakan berubah sepanjang hari. Pada pagi dan malam hari, udara diprakirakan kabur hingga berawan.

Sementara siang dan sore hari, cuaca berpotensi cerah berawan dengan kondisi udara kabur. Perubahan kondisi tersebut menjadi bagian dari dinamika cuaca yang perlu diperhatikan masyarakat, terutama ketika kualitas udara masih menjadi perhatian.

Dikatakan, suhu udara di wilayah Riau diprakirakan berada pada rentang 23-34 derajat Celsius. Sementara kelembapan udara diperkirakan cukup tinggi, yakni 50-98 persen.

"Suhu udara diprakirakan berkisar 23-34 derajat Celsius dengan kelembapan 50-98 persen," kata Yasir.

Peluang hujan masih muncul sejak pagi. Hujan ringan hingga sedang berpeluang terjadi di sebagian wilayah Pelalawan, Indragiri Hilir dan Kuantan Singingi.

Memasuki siang hingga sore, potensi hujan bergeser ke sebagian wilayah Rokan Hulu, Kampar dan Kuantan Singingi. Kondisi ini menunjukkan hujan tidak hanya berpeluang terjadi di satu kawasan, tetapi masih terbuka di beberapa daerah Riau.

Pada malam hingga dini hari, hujan dengan intensitas ringan hingga sedang diprakirakan terjadi di sebagian wilayah Kuantan Singingi, Pelalawan, Bengkalis, Siak dan Kota Pekanbaru.

"Sementara malam hingga dini hari, hujan dengan intensitas ringan hingga sedang diprakirakan terjadi di sebagian wilayah Kuantan Singingi, Pelalawan, Bengkalis, Siak dan Kota Pekanbaru," ujarnya.

Namun, BMKG juga mengingatkan adanya potensi cuaca yang lebih signifikan. Hujan dengan intensitas sedang hingga lebat berpotensi disertai petir dan angin kencang di sejumlah wilayah Riau.

"Cuaca tersebut berpotensi terjadi di sebagian wilayah Kampar, Kuantan Singingi, Indragiri Hilir, Pelalawan dan Kota Pekanbaru pada sore hingga malam serta dini hari," ungkap Yasir.

Dengan demikian, perbaikan kualitas udara di Pekanbaru pada Kamis pagi berlangsung bersamaan dengan masih terbukanya peluang hujan. Kondisi tersebut menjadi perkembangan yang perlu dicermati karena cuaca Riau masih dapat berubah dari pagi hingga malam.

Selain kondisi daratan, masyarakat yang beraktivitas di wilayah perairan Riau juga perlu memperhatikan prakiraan gelombang. BMKG memprakirakan tinggi gelombang berada pada kisaran 0,5-1,25 meter dan masih termasuk kategori rendah. (*)