
INHIL-Kualitas udara di wilayah Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) menunjukkan tren pemulihan yang signifikan setelah sebelumnya sempat berada dalam kategori tidak sehat akibat peningkatan polusi udara. Kamis (27/8/206)
Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Perhubungan (DLHP) Kabupaten Indragiri Hilir, Hardinata, SP MM., menyampaikan hasil pemantauan dari stasiun pemantau kualitas udara mencatat adanya penurunan Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) yang cukup baik dalam beberapa hari terakhir.
"ISPU sempat terpantau di angka tertinggi 146 yang masuk dalam kategori tidak sehat," ujar Hardinata.

Namun, berkat tren penurunan parameter pencemar yang terus terjadi, kondisi udara berangsur pulih.
"Pada hari ini Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) khususnya parameter particulate matter (PM2,5) terpantau di angka 96, yang artinya sudah masuk dalam kategori sedang," jelasnya.
Pihaknya menambahkan bahwa tingkat kualitas udara pada angka 96 tersebut masih dapat diterima dan aman bagi kesehatan manusia, hewan, maupun tumbuhan.
Penurunan angka ISPU ini juga sejalan dengan berkurangnya jumlah titik panas (hotspot) yang terpantau di wilayah Kabupaten Indragiri Hilir.




INHIL-Kualitas udara di wilayah Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) menunjukkan tren pemulihan yang signifikan setelah sebelumnya sempat berada dalam kategori tidak sehat akibat peningkatan polusi udara. Kamis (27/8/206)
Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Perhubungan (DLHP) Kabupaten Indragiri Hilir, Hardinata, SP MM., menyampaikan hasil pemantauan dari stasiun pemantau kualitas udara mencatat adanya penurunan Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) yang cukup baik dalam beberapa hari terakhir.
"ISPU sempat terpantau di angka tertinggi 146 yang masuk dalam kategori tidak sehat," ujar Hardinata.
Namun, berkat tren penurunan parameter pencemar yang terus terjadi, kondisi udara berangsur pulih.
"Pada hari ini Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) khususnya parameter particulate matter (PM2,5) terpantau di angka 96, yang artinya sudah masuk dalam kategori sedang," jelasnya.
Pihaknya menambahkan bahwa tingkat kualitas udara pada angka 96 tersebut masih dapat diterima dan aman bagi kesehatan manusia, hewan, maupun tumbuhan.
Penurunan angka ISPU ini juga sejalan dengan berkurangnya jumlah titik panas (hotspot) yang terpantau di wilayah Kabupaten Indragiri Hilir.