logo
Kejar Kemiskinan 2 Persen, Pemko Pekanbaru Petakan Wilayah Prioritas Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Kejagung Sita Rp5 Miliar, Nama Ferry Boboho Muncul dalam Penyidikan Kasus Febrie Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Istri Sedang Melahirkan, Pengurus Ponpes Ash-Sholihah Sleman Diduga Perkosa Eks Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Kuasa Hukum PT SPRH Divonis 12 Tahun, Korupsi Dana PI PHR Rugikan Negara Rp64,2 Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Rupiah Melemah ke Rp17.585, Reli 5 Hari Terhenti di Akhir Pekan, Ancaman The Fed Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Ombudsman Dorong DPM-PTSP Pekanbaru Jadi Benchmark Tata Kelola Investasi Nasiona Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Berawal dari Jajanan Viral, Mochillpku Raup Omzet Jutaan Rupiah Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Diduga Hendak Transaksi Sabu di Kebun Karet Kampar Kiri, Pria Dan Wanita Ini Dib Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi
HOME / News / Pekanbaru
Puskesmas Simpang Tiga Perpanjang Layanan 7 Hari, Waspadai ISPA
Pelayanan tim medis di Puskesmas Simpang Tiga Pekanbaru (ft:Wahyu/pekanbarutv)
Puskesmas Simpang Tiga Perpanjang Layanan 7 Hari, Waspadai ISPA
Editor: Ridho Haztil | Penulis: wahyu falatehan
Rubrik: news | 27 Agustus 2026 | 15:47:48

PEKANBARU-Puskesmas Simpang Tiga Pekanbaru meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi dampak kabut asap yang melanda Kota Pekanbaru.

Langkah tersebut dilakukan dengan memperpanjang layanan kesehatan menjadi tujuh hari dalam sepekan. Kebijakan ini bertujuan memastikan masyarakat tetap mendapatkan pelayanan medis di tengah meningkatnya risiko gangguan kesehatan akibat paparan asap.

iklan-view

Kepala Puskesmas Simpang Tiga, Sri Elfida Basyar, mengatakan pihaknya juga akan mendapat tambahan pasokan obat dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Pekanbaru.

Tambahan obat tersebut disiapkan untuk menjaga ketersediaan kebutuhan medis selama kondisi kabut asap masih berlangsung.

Selain obat-obatan, Puskesmas Simpang Tiga juga mengajukan tambahan alokasi masker. Masker nantinya dibagikan secara gratis kepada warga yang datang berobat maupun masyarakat di sekitar puskesmas.

Sri Elfida mengatakan, hingga saat ini belum terjadi lonjakan ekstrem kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) di wilayah pelayanan Puskesmas Simpang Tiga.

Namun, kasus ISPA tetap ditemukan dalam jumlah yang cukup fluktuatif selama sepekan terakhir.

"Data seminggu terakhir tanggal 20 Agustus ada 15 kasus, 21 Agustus 11 kasus, 22 Agustus 8 kasus, 24 Agustus 21 kasus, 26 Agustus 12 kasus, dan 27 Agustus 11 kasus," ujar Sri Elfida.

Dari kasus tersebut, keluhan yang paling banyak disampaikan pasien adalah batuk. Kelompok usia anak-anak hingga remaja menjadi pasien yang cukup dominan.

"Sebagian besar pasien yang datang mengeluhkan batuk didominasi oleh anak-anak hingga remaja dengan rentang usia hingga 18 tahun," katanya.

Kondisi tersebut membuat masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan selama kabut asap masih terjadi. Penggunaan masker saat beraktivitas di luar ruangan menjadi salah satu langkah pencegahan yang dianjurkan.

Masyarakat juga diminta segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan apabila mengalami batuk berkepanjangan, sesak napas, atau keluhan pernapasan lainnya.

Perpanjangan layanan Puskesmas Simpang Tiga menjadi bagian dari upaya pemerintah menjaga akses pelayanan kesehatan masyarakat selama kualitas udara Pekanbaru terdampak kabut asap.(*)

Home / News
Puskesmas Simpang Tiga Perpanjang Layanan 7 Hari, Waspadai ISPA
Editor: Ridho Haztil | Penulis: wahyu falatehan
Rubrik: news | 27 Agustus 2026 | 15:47:48
Puskesmas Simpang Tiga Perpanjang Layanan 7 Hari, Waspadai ISPA
Pelayanan tim medis di Puskesmas Simpang Tiga Pekanbaru (ft:Wahyu/pekanbarutv)

PEKANBARU-Puskesmas Simpang Tiga Pekanbaru meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi dampak kabut asap yang melanda Kota Pekanbaru.

Langkah tersebut dilakukan dengan memperpanjang layanan kesehatan menjadi tujuh hari dalam sepekan. Kebijakan ini bertujuan memastikan masyarakat tetap mendapatkan pelayanan medis di tengah meningkatnya risiko gangguan kesehatan akibat paparan asap.

Kepala Puskesmas Simpang Tiga, Sri Elfida Basyar, mengatakan pihaknya juga akan mendapat tambahan pasokan obat dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Pekanbaru.

Tambahan obat tersebut disiapkan untuk menjaga ketersediaan kebutuhan medis selama kondisi kabut asap masih berlangsung.

Selain obat-obatan, Puskesmas Simpang Tiga juga mengajukan tambahan alokasi masker. Masker nantinya dibagikan secara gratis kepada warga yang datang berobat maupun masyarakat di sekitar puskesmas.

Sri Elfida mengatakan, hingga saat ini belum terjadi lonjakan ekstrem kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) di wilayah pelayanan Puskesmas Simpang Tiga.

Namun, kasus ISPA tetap ditemukan dalam jumlah yang cukup fluktuatif selama sepekan terakhir.

"Data seminggu terakhir tanggal 20 Agustus ada 15 kasus, 21 Agustus 11 kasus, 22 Agustus 8 kasus, 24 Agustus 21 kasus, 26 Agustus 12 kasus, dan 27 Agustus 11 kasus," ujar Sri Elfida.

Dari kasus tersebut, keluhan yang paling banyak disampaikan pasien adalah batuk. Kelompok usia anak-anak hingga remaja menjadi pasien yang cukup dominan.

"Sebagian besar pasien yang datang mengeluhkan batuk didominasi oleh anak-anak hingga remaja dengan rentang usia hingga 18 tahun," katanya.

Kondisi tersebut membuat masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan selama kabut asap masih terjadi. Penggunaan masker saat beraktivitas di luar ruangan menjadi salah satu langkah pencegahan yang dianjurkan.

Masyarakat juga diminta segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan apabila mengalami batuk berkepanjangan, sesak napas, atau keluhan pernapasan lainnya.

Perpanjangan layanan Puskesmas Simpang Tiga menjadi bagian dari upaya pemerintah menjaga akses pelayanan kesehatan masyarakat selama kualitas udara Pekanbaru terdampak kabut asap.(*)