logo
Lima Anggota Sindikat MiChat Di Pekanbaru Diringkus, Polsek Sukajadi Buru 4 Pela Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi 287 Personel Berjibaku Hari Ketujuh, Karhutla di Desa Terusan Pelalawan Capai 64 Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Kasus Starlink Mentawai Jadi Alarm, APJII Ingatkan ISP di Riau Jangan Langgar At Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Tebang Kayu Buka Kebun Sawit, Dua Pria Dijerat UU Perusakan Hutan Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi 265 Hotspot Muncul di Riau, Pelalawan Catat Titik Panas Terbanyak Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Semarak HUT RI ke-81, Mahasiswa KKN Abdurrab Ajak Anak Desa Lubuk Kerapat Berlom Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Tragedi Banjir Bandang Nepal-Tibet: Korban Tewas Tembus 469 Orang, 1.500 Lebih M Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Manjakan Lidah Warga Pekanbaru, Dawik Toast Tawarkan Roti Panggang Kekinian Mula Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi
HOME / News / LINGKUNGAN
Menhut Raja Juli Pastikan Karhutla Riau Ditangani Serius, OMC Kembali Digelar 29 Agustus–1 September
Menhut Raja Juli Antoni bersama Forkopimda Riau menyambangi Kecamatan Ukui, Pelalawan, untuk mengecek karhutla serta meninjau bakti sosial, layanan kesehatan dan trauma healing bagi masyarakat yang terdampak kabut asap di area Kantor PT Gandaerah Hendana, Desa Ukui Dua. (Foto: Diki/Pekanbarutv)
Menhut Raja Juli Pastikan Karhutla Riau Ditangani Serius, OMC Kembali Digelar 29 Agustus–1 September
Editor: Arya Mahendra | Penulis: rico syahputra
Rubrik: news | 28 Agustus 2026 | 18:55:44

PEKANBARU - Pemerintah pusat kembali memperkuat penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Provinsi Riau. Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni memastikan operasi pemadaman terus berjalan, sementara Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) kembali digelar mulai 29 Agustus hingga 1 September 2026 untuk memaksimalkan potensi hujan.

Kepastian tersebut disampaikan Raja Juli seusai mengikuti rapat koordinasi pengendalian karhutla di GOR Presisi Polda Riau, Jumat (28/8/2026). Sebelumnya, Menhut turun langsung meninjau sejumlah lokasi terdampak karhutla, termasuk kawasan Kerumutan dan Kecamatan Ukui, Kabupaten Pelalawan.

Kunjungan itu merupakan tindak lanjut arahan Presiden Prabowo Subianto untuk memastikan instruksi pemerintah pusat dalam penanganan karhutla benar-benar dijalankan di lapangan.

iklan-view

"Saya datang ke Riau, saya sudah berkoordinasi dengan Pak Presiden. Saya diminta datang ke Riau untuk mengecek apakah instruksi arahan beliau sudah dijalankan," kata Raja Juli.

Dari hasil peninjauan, Raja Juli memastikan langkah penanganan telah dijalankan secara bersama-sama oleh pemerintah daerah, TNI, Polri, Manggala Agni, Kementerian Kehutanan, serta instansi terkait lainnya.

Meski demikian, pemerintah belum menganggap ancaman karhutla selesai. Secara nasional, titik konsentrasi kebakaran masih terdapat di sejumlah provinsi, termasuk Kalimantan Tengah, Kalimantan Barat, Sumatera Selatan, Riau dan Jambi.

Khusus Riau, titik konsentrasi karhutla masih berada di Kabupaten Pelalawan, Bengkalis, Siak dan Indragiri Hilir.

"Khusus untuk Riau, konsentrasinya masih ada di Pelalawan, Bengkalis, Siak, dan Indragiri Hilir," ujarnya.

Gambut Masih Mengeluarkan Asap

Saat mengecek kawasan Kerumutan, Pelalawan, Raja Juli menyebut kobaran api di lokasi tersebut telah berhasil dipadamkan. Namun, penanganan belum dihentikan karena karakteristik lahan gambut membuat bara api berpotensi bertahan di bawah permukaan.

"Alhamdulillah tadi api sudah padam, tapi karena ini sifatnya adalah gambut, masih ada asap yang keluar di beberapa titik. Oleh karena itu, proses pendinginan terus dilanjutkan," katanya.

Pasukan TNI, Polri, Manggala Agni dan Kementerian Kehutanan masih dikerahkan untuk memastikan tidak ada bara yang tertinggal di bawah permukaan tanah.

Kondisi ini menjadi perhatian serius karena lahan gambut dapat terlihat padam dari permukaan, tetapi api masih membara di lapisan bawah dan sewaktu-waktu kembali muncul.

Untuk mempercepat proses pemadaman sekaligus mengantisipasi munculnya titik api baru, pemerintah kembali menggelar OMC.

Operasi tersebut dijadwalkan berlangsung pada 29, 30, 31 Agustus hingga 1 September 2026. Menurut Raja Juli, 1 September diperkirakan memiliki potensi pertumbuhan awan hujan cukup besar di hampir seluruh wilayah Riau.

"Terutama tanggal 1 ada potensi hujan besar di seluruh Riau," ujarnya.

Pemerintah, lanjutnya, akan memanfaatkan sekecil apa pun potensi pertumbuhan awan hujan untuk dilakukan penyemaian.

"Jadi kami sudah sepakati semua, sekecil apa pun potensi awan hujan, awan semai, maka akan kami lakukan operasi tersebut," katanya.

Lima Helikopter Bakal Diperkuat

Selain OMC, penanganan karhutla dilakukan melalui operasi darat, water bombing dan pengerahan armada udara.

Raja Juli juga memastikan kekuatan udara di Riau akan ditambah. Saat ini lima helikopter telah dikerahkan untuk mendukung penanganan karhutla. Pemerintah pusat masih mengupayakan tambahan helikopter melalui koordinasi dengan Kementerian Pertahanan.

"Kami masih menunggu tentunya ada Kementerian Pertahanan masih ditunggu, tapi saya akan telepon Pak Menhan habis ini juga untuk segera dikirim untuk memperkuat lima heli yang sudah digelar di Riau," katanya.

Satu aset udara yang sebelumnya dipinjamkan untuk penanganan karhutla di Kalimantan Selatan juga diupayakan kembali ke Riau setelah kondisi di wilayah tersebut membaik.

Raja Juli mengatakan akan berkoordinasi dengan Kepala BNPB terkait pengembalian aset tersebut.

Untuk memastikan operasi udara berjalan maksimal, pemerintah juga akan mendukung kelancaran penerbangan pesawat OMC. Bandara akan tetap dibuka sesuai kebutuhan operasi.

"Ini merupakan komitmen kita bersama kepada masyarakat Riau agar tidak banyak terdampak akibat karhutla ini," ujarnya.

Layanan Kesehatan dan Trauma Healing

Sebelum rapat koordinasi di Pekanbaru, Raja Juli bersama rombongan juga menyambangi Kecamatan Ukui, Pelalawan.

Kunjungan berlangsung di area Kantor PT Gandaerah Hendana, Desa Ukui Dua. Selain mengecek langsung lahan terdampak karhutla, pemerintah memberikan bakti sosial, layanan kesehatan dan trauma healing bagi masyarakat yang terdampak kabut asap.

Rombongan Menhut tiba menggunakan helikopter sekitar pukul 09.30 WIB. Setelah kegiatan pelayanan kepada masyarakat, rombongan bergerak menuju lokasi karhutla sekitar pukul 10.35 WIB dan melakukan pengecekan lapangan pada pukul 11.00 WIB.

Di hadapan masyarakat dan jajaran Forkopimda, Raja Juli menegaskan pemerintah hadir untuk memastikan kesehatan masyarakat tetap terlindungi di tengah ancaman kabut asap.

Ia juga menegaskan penegakan hukum terhadap pelaku pembakaran hutan dan lahan akan terus dilakukan.

"Pemerintah hadir untuk memastikan kesehatan masyarakat tetap terjaga di tengah kabut asap. Kami juga akan menindak tegas pelaku pembakaran hutan dan lahan," katanya.

Menurut Raja Juli, penanganan karhutla tidak dapat dilakukan secara parsial. Sinergi pemerintah pusat dan daerah, TNI, Polri serta masyarakat menjadi kunci untuk memadamkan api sekaligus mencegah kebakaran berulang.

"Lahan yang terbakar harus segera dipulihkan dan dicegah agar tidak terulang kembali," tegasnya.

Raja Juli Puji Kekompakan TNI-Polri

Di tengah masih berlangsungnya penanganan karhutla, Raja Juli memberikan apresiasi terhadap koordinasi lintas lembaga di Riau.

Ia menilai pemerintah daerah, TNI, Polri dan seluruh instansi terkait menunjukkan kekompakan dalam menghadapi karhutla.

"Riau insyaallah bisa menjadi teladan, menjadi uswah hasanah di mana kolaborasi antar lembaga, antar instansi berjalan dengan sangat baik sekali," katanya.

Raja Juli bahkan menyebut Pangdam XIX/Tuanku Tambusai Mayjen TNI Agus Hadi Waluyo dan Kapolda Riau Irjen Pol Herry Heryawan seperti tokoh kartun Upin dan Ipin karena hampir selalu terlihat bersama dalam penanganan karhutla.

"Pak Pangdam dan Pak Kapolda ini seperti Upin dan Ipin. Ke mana-mana berdua," ujarnya.

Menurut Raja Juli, kekompakan antarlembaga tersebut menjadi salah satu modal penting untuk mempercepat pemadaman dan mencegah karhutla kembali meluas.

Dalam kunjungan tersebut, Menhut didampingi Plt Gubernur Riau SF Hariyanto, Kapolda Riau Irjen Pol Herry Heryawan, Pangdam XIX/Tuanku Tambusai Mayjen TNI Agus Hadi Waluyo, Dirjen KSDAE Kementerian Kehutanan Satyawan Pudyatmoko, serta sejumlah pejabat pemerintah pusat dan daerah.

Pemerintah kini memfokuskan langkah pada tiga lini sekaligus, yakni pemadaman dan pendinginan di darat, penguatan operasi udara, serta OMC untuk mendatangkan hujan. Langkah tersebut diharapkan mampu menekan titik api sekaligus mengurangi dampak kabut asap yang dirasakan masyarakat Riau. (ric/dik)

Home / News
Menhut Raja Juli Pastikan Karhutla Riau Ditangani Serius, OMC Kembali Digelar 29 Agustus–1 September
Editor: Arya Mahendra | Penulis: rico syahputra
Rubrik: news | 28 Agustus 2026 | 18:55:44
Menhut Raja Juli Pastikan Karhutla Riau Ditangani Serius, OMC Kembali Digelar 29 Agustus–1 September
Menhut Raja Juli Antoni bersama Forkopimda Riau menyambangi Kecamatan Ukui, Pelalawan, untuk mengecek karhutla serta meninjau bakti sosial, layanan kesehatan dan trauma healing bagi masyarakat yang terdampak kabut asap di area Kantor PT Gandaerah Hendana, Desa Ukui Dua. (Foto: Diki/Pekanbarutv)

PEKANBARU - Pemerintah pusat kembali memperkuat penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Provinsi Riau. Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni memastikan operasi pemadaman terus berjalan, sementara Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) kembali digelar mulai 29 Agustus hingga 1 September 2026 untuk memaksimalkan potensi hujan.

Kepastian tersebut disampaikan Raja Juli seusai mengikuti rapat koordinasi pengendalian karhutla di GOR Presisi Polda Riau, Jumat (28/8/2026). Sebelumnya, Menhut turun langsung meninjau sejumlah lokasi terdampak karhutla, termasuk kawasan Kerumutan dan Kecamatan Ukui, Kabupaten Pelalawan.

Kunjungan itu merupakan tindak lanjut arahan Presiden Prabowo Subianto untuk memastikan instruksi pemerintah pusat dalam penanganan karhutla benar-benar dijalankan di lapangan.

"Saya datang ke Riau, saya sudah berkoordinasi dengan Pak Presiden. Saya diminta datang ke Riau untuk mengecek apakah instruksi arahan beliau sudah dijalankan," kata Raja Juli.

Dari hasil peninjauan, Raja Juli memastikan langkah penanganan telah dijalankan secara bersama-sama oleh pemerintah daerah, TNI, Polri, Manggala Agni, Kementerian Kehutanan, serta instansi terkait lainnya.

Meski demikian, pemerintah belum menganggap ancaman karhutla selesai. Secara nasional, titik konsentrasi kebakaran masih terdapat di sejumlah provinsi, termasuk Kalimantan Tengah, Kalimantan Barat, Sumatera Selatan, Riau dan Jambi.

Khusus Riau, titik konsentrasi karhutla masih berada di Kabupaten Pelalawan, Bengkalis, Siak dan Indragiri Hilir.

"Khusus untuk Riau, konsentrasinya masih ada di Pelalawan, Bengkalis, Siak, dan Indragiri Hilir," ujarnya.

Gambut Masih Mengeluarkan Asap

Saat mengecek kawasan Kerumutan, Pelalawan, Raja Juli menyebut kobaran api di lokasi tersebut telah berhasil dipadamkan. Namun, penanganan belum dihentikan karena karakteristik lahan gambut membuat bara api berpotensi bertahan di bawah permukaan.

"Alhamdulillah tadi api sudah padam, tapi karena ini sifatnya adalah gambut, masih ada asap yang keluar di beberapa titik. Oleh karena itu, proses pendinginan terus dilanjutkan," katanya.

Pasukan TNI, Polri, Manggala Agni dan Kementerian Kehutanan masih dikerahkan untuk memastikan tidak ada bara yang tertinggal di bawah permukaan tanah.

Kondisi ini menjadi perhatian serius karena lahan gambut dapat terlihat padam dari permukaan, tetapi api masih membara di lapisan bawah dan sewaktu-waktu kembali muncul.

Untuk mempercepat proses pemadaman sekaligus mengantisipasi munculnya titik api baru, pemerintah kembali menggelar OMC.

Operasi tersebut dijadwalkan berlangsung pada 29, 30, 31 Agustus hingga 1 September 2026. Menurut Raja Juli, 1 September diperkirakan memiliki potensi pertumbuhan awan hujan cukup besar di hampir seluruh wilayah Riau.

"Terutama tanggal 1 ada potensi hujan besar di seluruh Riau," ujarnya.

Pemerintah, lanjutnya, akan memanfaatkan sekecil apa pun potensi pertumbuhan awan hujan untuk dilakukan penyemaian.

"Jadi kami sudah sepakati semua, sekecil apa pun potensi awan hujan, awan semai, maka akan kami lakukan operasi tersebut," katanya.

Lima Helikopter Bakal Diperkuat

Selain OMC, penanganan karhutla dilakukan melalui operasi darat, water bombing dan pengerahan armada udara.

Raja Juli juga memastikan kekuatan udara di Riau akan ditambah. Saat ini lima helikopter telah dikerahkan untuk mendukung penanganan karhutla. Pemerintah pusat masih mengupayakan tambahan helikopter melalui koordinasi dengan Kementerian Pertahanan.

"Kami masih menunggu tentunya ada Kementerian Pertahanan masih ditunggu, tapi saya akan telepon Pak Menhan habis ini juga untuk segera dikirim untuk memperkuat lima heli yang sudah digelar di Riau," katanya.

Satu aset udara yang sebelumnya dipinjamkan untuk penanganan karhutla di Kalimantan Selatan juga diupayakan kembali ke Riau setelah kondisi di wilayah tersebut membaik.

Raja Juli mengatakan akan berkoordinasi dengan Kepala BNPB terkait pengembalian aset tersebut.

Untuk memastikan operasi udara berjalan maksimal, pemerintah juga akan mendukung kelancaran penerbangan pesawat OMC. Bandara akan tetap dibuka sesuai kebutuhan operasi.

"Ini merupakan komitmen kita bersama kepada masyarakat Riau agar tidak banyak terdampak akibat karhutla ini," ujarnya.

Layanan Kesehatan dan Trauma Healing

Sebelum rapat koordinasi di Pekanbaru, Raja Juli bersama rombongan juga menyambangi Kecamatan Ukui, Pelalawan.

Kunjungan berlangsung di area Kantor PT Gandaerah Hendana, Desa Ukui Dua. Selain mengecek langsung lahan terdampak karhutla, pemerintah memberikan bakti sosial, layanan kesehatan dan trauma healing bagi masyarakat yang terdampak kabut asap.

Rombongan Menhut tiba menggunakan helikopter sekitar pukul 09.30 WIB. Setelah kegiatan pelayanan kepada masyarakat, rombongan bergerak menuju lokasi karhutla sekitar pukul 10.35 WIB dan melakukan pengecekan lapangan pada pukul 11.00 WIB.

Di hadapan masyarakat dan jajaran Forkopimda, Raja Juli menegaskan pemerintah hadir untuk memastikan kesehatan masyarakat tetap terlindungi di tengah ancaman kabut asap.

Ia juga menegaskan penegakan hukum terhadap pelaku pembakaran hutan dan lahan akan terus dilakukan.

"Pemerintah hadir untuk memastikan kesehatan masyarakat tetap terjaga di tengah kabut asap. Kami juga akan menindak tegas pelaku pembakaran hutan dan lahan," katanya.

Menurut Raja Juli, penanganan karhutla tidak dapat dilakukan secara parsial. Sinergi pemerintah pusat dan daerah, TNI, Polri serta masyarakat menjadi kunci untuk memadamkan api sekaligus mencegah kebakaran berulang.

"Lahan yang terbakar harus segera dipulihkan dan dicegah agar tidak terulang kembali," tegasnya.

Raja Juli Puji Kekompakan TNI-Polri

Di tengah masih berlangsungnya penanganan karhutla, Raja Juli memberikan apresiasi terhadap koordinasi lintas lembaga di Riau.

Ia menilai pemerintah daerah, TNI, Polri dan seluruh instansi terkait menunjukkan kekompakan dalam menghadapi karhutla.

"Riau insyaallah bisa menjadi teladan, menjadi uswah hasanah di mana kolaborasi antar lembaga, antar instansi berjalan dengan sangat baik sekali," katanya.

Raja Juli bahkan menyebut Pangdam XIX/Tuanku Tambusai Mayjen TNI Agus Hadi Waluyo dan Kapolda Riau Irjen Pol Herry Heryawan seperti tokoh kartun Upin dan Ipin karena hampir selalu terlihat bersama dalam penanganan karhutla.

"Pak Pangdam dan Pak Kapolda ini seperti Upin dan Ipin. Ke mana-mana berdua," ujarnya.

Menurut Raja Juli, kekompakan antarlembaga tersebut menjadi salah satu modal penting untuk mempercepat pemadaman dan mencegah karhutla kembali meluas.

Dalam kunjungan tersebut, Menhut didampingi Plt Gubernur Riau SF Hariyanto, Kapolda Riau Irjen Pol Herry Heryawan, Pangdam XIX/Tuanku Tambusai Mayjen TNI Agus Hadi Waluyo, Dirjen KSDAE Kementerian Kehutanan Satyawan Pudyatmoko, serta sejumlah pejabat pemerintah pusat dan daerah.

Pemerintah kini memfokuskan langkah pada tiga lini sekaligus, yakni pemadaman dan pendinginan di darat, penguatan operasi udara, serta OMC untuk mendatangkan hujan. Langkah tersebut diharapkan mampu menekan titik api sekaligus mengurangi dampak kabut asap yang dirasakan masyarakat Riau. (ric/dik)